
Pagi yang cerah, tapi berbeda dengan Amel yang terlihat tidak bersemangat menjalani hari, dia terlihat murung saat memasuki area kampus.
"Woi lesu amat itu muka" ucap dio yang muncul tiba-tiba.
"Lu bikin kaget aja, sana hush-hush" balas Amel.
"Jangan cemberut dong cantik" ucap Dio.
"Apasih emang ada urusan nya sama lu, gak kan, udah yah gue mau ke kelas" balas Amel segera berlalu menjauh dari dio.
"Hati-hati cantik" balas Dio dari kejauhan.
Pembelajaran kali ini benar-benar membosankan begitulah pikir Amel, padahal memang setiap harinya membosankan. Amel sedang berada di kantin, banyak sekali orang bahkan bangku sudah penuh semua, tidak biasanya kantin penuh seperti ini, mungkin karena sebentar lagi ujian begitu pikir Amel. Tapi Amel melihat ada satu bangku lagi yang kosong, itu pun di tempat Daniel juga temannya.
"Mel duduk sini aja" teriak Dio yang melihat Amel kebingungan mencari tempat duduk, itu membuat Daniel dan temannya menoleh ke arah Amel.
Amel tanpa ragu barjalan dan duduk di samping Daniel dan Dio, yang lain juga tidak terlalu memikirkan keberadaan Amel, kecuali Daniel yang terlihat tidak suka.
"Gimana bro ikut gak nanti malam?" Tanya Marvel ke Narendra.
Sekedar informasi Narendra, Daniel, Marvel, Dio, juga farel ini temenan, ini udah dibahas di bab lalu.
"Ikut dong, yakali gak ikut" balas Narendra.
"Memang taruhannya berapaan kali ini?" Tanya Marvel.
"10 juta" Balas farel.
"Sayang Daniel gak ikut" balas Dio.
"Gue gak suka, lagian gue ada urusan nanti malam" balas Daniel.
Amel hanya diam dan memakan makanannya tanpa berniat bertanya, ya karena menurutnya pembahasan mereka sangatlah membosankan, dan ingin rasanya ia pergi saat itu juga, tapi karena ada Daniel dia mengurungkan niatnya. Amel selama makan hanya diam, dan menyimak info balapan yang di mulai tadi oleh Marvel. Ia tak ambil pusing, karena dia bukan orang yang suka ngurusin urusan orang lain, ia hanya berharap Daniel mengajak nya berbicara atau sekedar basa basi, tapi ternyata tidak. Daniel malah cuek saja ke Amel, bahkan noleh saja Daniel gak mau, yang ada malah Dio yang memperhatikan nya. Ia tak ambil pusing soal itu, malah melanjutkan makannya dengan telinga yang mau tidak mau terpaksa harus mendengarkan gosipan para cowo yang menurutnya sangat random.
"Istirahat bentar lagi selesai nih, cepetan habisin makanan nya" peringat Dio ke yang lain.
"Gausah buru-buru, nanti kesedak, kelasnya juga ga jauh-jauh amat" balas Amel dengan nada sedikit jutek yang akhirnya membuka suara, karena daritadi dia cuma nyimak saja.
"Iya, benar kata Amel" balas farel.
"Eh kalau boleh nanya mel teman-teman lo lagi dimana?" Tanya Marvel.
"Tuh Marvel mulai lagi buayanya" sahut Dio.
"Temannya yang pakai hijab itu kayaknya masih dirumah" balas Narendra seperti nya keceplosan, sontak semua orang kaget, kok Narendra tau.
"Buset narendra tau darimana" ucap marvel Sambil memperlihatkan wajah terkejut nya dengan tangan yang menutupi mulutnya.
"Jangan-jangan kalian ada yang di sembunyikan, iya kan ngaku lu" Balas farel.
"Di rumah mana nih, di rumahnya sendiri apa di rumah lu?" Ucap Marvel, menggoda narendra.
"Tau dari mana lu risna ada di rumahnya? Hm? tanya Amel sedikit tidak suka dengan sok taunya Narendra.
"Gak cuma nebak aja" balas narendra mencoba setenang mungkin.
Untung saja bel pertanda istirahat sudah selesai, mereka langsung berhamburan menuju ke kelas masing-masing.
POV RYSKA
Dia terbangun di kamar yang sangat mewah, dia mengingat kalau tadi malam dia menangis sampai ketiduran, terlihat dari matanya yang sembab akibat menangis. Ryska melihat ke arah jam yang cukup besar, dia melihat kalau ini sudah jam 9 pagi, sontak dia langsung buru-buru bangun, mengingat hari ini dia akan menjenguk Lian. Mengingat fakta bahwa Lian berada di rumah sakit itu membuat Ryska benar-benar sedih, sebenarnya ini bukan pertama kalinya Lian masuk rumah sakit, tapi gak separah itu, biasanya Lian masuk rumah sakit cuma karena cedera. Setelah melakukan kegiatan mandi ryska langsung turun mencari keberadaan Elvin, karena cuma Elvin yang mengetahui dimana Lian dirawat, dia juga mau Elvin menceritakan cerita lengkapnya, bagaimana bisa Lian di tembak dan masuk rumah sakit. Setelah menuruni tangga Ryska melihat Elvin yang sedang duduk sambil menikmati kopi, Ryska langsung menuju Elvin.
"Ryska mau jenguk bang Lian" ucap Ryska di hadapan Elvin.
"Ayo" jawab Elvin santai langsung mengambil kunci mobilnya.
Ryska yang tanpa pikir panjang langsung mengikuti Elvin dari belakang.
RS
Dan disinilah mereka, di rumah sakit tempat Lian di rawat.
"Dimana bang Lian dirawat?" tanya ryska.
"Ayo gw antar" balas Elvin.
Elvin mengantarkan ryska keruangan VIP dirumah sakit itu. Sesampainya di ruangan dimana Lian dirawat, ryska sangat terkejut melihat keadaan Lian, banyak sekali peralatan yang tertancap di badan Lian, dan ada beberapa orang yang ada disana menjaga Lian. Ryska berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis, salah satu pria yang menyadari keberadaan mereka langsung menyuruh ryska untuk duduk di samping kasur Lian.
"Silahkan duduk" ucap pria itu.
Ryska langsung duduk dan memegang tangan Lian.
"Dengar Ryska, kalau kamu mau tau Lian kenapa, ayo kita bicara sebentar" ucap Elvin.
"Sekarang aja" balas Ryska.
"Huft, jadi Lian di tugaskan untuk mengambil salah satu obat ilegal yang dijual, obat ini ada tiga seri, waktu itu Lian ikut pelelangan untuk mendapatkan seri ketiga dari obat ini, Lian sebenarnya sudah mendapatkan obat itu, tapi ada orang yang tiba-tiba saja menembak Lian" jelas Elvin ke Ryska.
"Siapa?, Dan apa nama obatnya?" Ucap Ryska.
"Nama obat nya 'angel tears' Obat itu banyak dicari, obat itu hanya ada satu tiap seri nya" balas Elvin.
"Terus siapa yang nembak bang Lian?" tanya ryska.
"Yang nembak itu anak tertua dari keluarga dhaniswara, mereka itu salah satu keluarga terpandang" balas pria yang memberikan tempat duduk ke Ryska tadi.
"Oh iya perkenalkan, Adly vincent" sambung pria yang Bernama adley, yang menurut ryska mirip sekali dengan Elvin, mata biru rambut pirang.
"Maryska" jawab ryska.
"Ambil ini Ryska" ucap Elvin memberikan undangan pesta .
"Ini apa?" Tanya ryska
"Itu undangan pesta keluarga dhaniswara, gw dapatin dari tamu undangan yang tidak bisa datang" jawab Elvin.
"Terus?" Tanya ryska masih tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Elvin.
"Lo sama salah tau rekan gw bakal datang ke acara itu, berpura-pura lah jadi tamu undangan" jelas Elvin.
"Kenapa gw?" Tanya ryska lagi.
"Dengar Ryska awalnya gw mau nyuruh orang lain, tapi lo udah disini makanya lo aja yang pergi, nanti malam nama lo jadi alora, itu nama orang yang diundang" jelas Elvin.
"Oke, gw harus ngapain disana?" Ryska kembali bertanya.
Elvin ingin emosi dengan Ryska yang terus bertanya.
"Lo dekatin orang yang bernama Zidan, dia yang nembak Lian, jangan lupa dekati Beberapa orang disana untuk menggali informasi lebih lanjut" jelas Elvin lagi.
"Terus?" Tanya ryska lagi.
"Huft, terus kalau lo udah dekat sama Zidan, kita kemungkinan bisa mendapatkan angel tears seri ketiga" ucap Elvin.
"Emang kegunaan Angel tears Apa?" Ryska masih bingung dengan perkataan Elvin.
"Setiap seri mempunyai keunggulan masing-masing, tapi gw belum tau keunggulan nya, seri kesatu di jual 10 tahun yang lalu, dan gw bahkan tidak tau bentuknya seperti apa, seri kedua sendiri itu berwarna merah, tapi gw juga tidak tau keunggulan nya apa" balas Elvin.
"Kalau gak tau kenapa masih ngotot buat dapatin angel tears" ucap ryska.
POV AMEL
Siang yang cukup terik, dia memutuskan untuk mengajak Risna bermain, akhirnya Amel memutuskan untuk mengirimkan pesan ke Risna.
🗨️ "Main yok" chat Amel ke Risna.
💬 "Boleh, ini aku juga udah perjalanan balik apart" balas risna.
🗨️ "Ayok ke apart gw aja, kita jalan-jalan" balas Amel.
💬 "Ini panas banget mel, yakin mau jalan-jalan" balas Risna.
🗨️ "Yaudah main ke apart aja, kita ngapain kek, bosen nih, udah lama kita gak ketemu" balas Amel.
💬 "Yaudah tunggu" itu balasan terakhir dari Risna, Amel juga tidak membalas lagi setelah itu.
Sesampainya Risna di depan pintu apart Amel dia langsung memencet bel, sebenarnya dia tau password pintunya Amel, tapi dia merasa kurang sopan kalau langsung masuk, meskipun dia dan Amel sudah bersahabat cukup lama.
Tak lama setelah Risna memencet bel, Amel datang untuk membukakan pintu.
"Langsung masuk aja kan bisa" ucap Amel ke Risna.
"Tidak sopan mel" balas Risna.
"Yaoudah ayok masuk" ucap Amel mempersilahkan Risna masuk.
Tak lupa sebelum masuk risna mengucapkan kata salam.
"Lu tau kan tadi di kampus penuh banget kantinnya, terus gak ada pilihan lain selain Duduk bareng Daniel sama temannya kan" ucap Amel terputus karena merasakan haus.
"Nah mereka bicara kalau mereka bakal balapan kan, tapi bukan itu yang bikin gue kaget, kan Marvel nanya teman lu pada ke mana, eh narendra malah bilan kalau lu katanya masih di rumah, seolah-olah tau gitu lu ada dimana" jelas Amel menjelaskan secara cepat.
Pernyataan itu sontak membuat Risna kaget, karena memang dia dan Narendra ada hubungan, meskipun paksaan dari orang tua.
"Hahaha, mungkin dia cuma bercanda kali" ucap Risna sembari memberikan tawa Canggung.
"Tapi dia kayak kaget gitu ris habis ngomong itu" balas Amel memberikan tatapan curiga ke Risna
"Kamu mikir apasih, kan kamu tau dia udah punya pacar" balas Risna kaget karena perkataan Amel.
"Gak mikir apa-apa" balas Amel.
"Katanya tadi mau main, ngapain jadi bahas cowok sih" ucap Risna mencoba mengalihkan perhatian Amel.
"Ayok, gue baru aja beli alat-alat baking, ayo bikin kue bareng, lu kan pintar bikin kue" ucap Amel.
"Ayok" balas Risna.
Akhirnya siang itu dihabiskan untuk membuat kue, mereka membuat banyak sekali macam kue, dan ada beberapa yang dibagikan.
SKIP
Malam ini di jalan raya sudah berjejer beberapa motor yang siap untuk di adu, ada dua geng yang hadir kali ini, geng elang yang diketuai narendra dan geng kobra yang diketuai dewa.
Daripada kalian pusing siapa saja anggota nya
Geng kobra
Ketua dewa
Geng nya
Aksa, Roni, Rian, Dirga.
Geng elang
Ketua Narendra
Geng nya
Marvel, Farel, Dio, Fauzan, Samuel.
Fauzan sama Samuel memang tidak sekampus dengan yang lain jadi jangan tanya mereka dimana.
"Udah siap kalah dewa" ucap Marvel ke ketua geng kobra.
"Gue gak bakal biarin lu menang kali ini" balas dewa.
"Udah jangan ribut sendiri" peringat farel ke Marvel.
"Halah bilang aja takut" balas Aksa salah satu geng kobra.
"Lihat aja lu" ucap farel padahal dia yang peringati Marvel supaya gak ribut.
Akhirnya momen yang ditunggu pun dimulai, disinilah dua motor yang siap untuk bertanding, Narendra dan dewa.
Sudah banyak penonton yang bersorak, beberapa cewek yang bersorak untuk Narendra dan ada yang bersorak untuk dewa.
Terlihat satu wanita yang berpakaian seksi menatap pertandingan itu sambil menyemangati Narendra.
"Semangat sayang, nanti kalau menang dapat hadiah dari aku" teriak wanita itu.
"Loh ternyata Renata ada disini juga" ucap Marvel.
"Iya dong masa pertandingan pacar sendiri aku gak datang" balas Renata yang ternyata pacar narendra.
Lama sekali penonton menunggu kedua geng itu untuk sampai, tak banyak pula yang bertaruh siapa yang akan menang kali ini. Setelah menunggu akhirnya motor Narendra datang duluan, sontak orang-orang yang disana langsung bersorak.
"Gue udah bilang Lo gak bakal pernah menang lawan gue" ucap narendra ke dewa.
Dewa yang tidak terima langsung membanting helm nya dan pergi begitu saja.
"Sayang, senang banget pacar aku menang" ucap Renata menghampiri Narendra.
"Hadiah aku mana?" Tagih Narendra ke Renata.
"Emang kamu maunya apaan?" Tanya Renata samberi memeluk pinggang narendra.
"Cium" balas narendra.
"Woi anak orang jangan dirusak" ucap Farel.
"Iya nih parah banget narendra" timpal Dio.
"Apaan sih, bukan urusan kalian juga" balas narendra.
Jujur saja narendra tidak se brengsek itu untuk merusak Renata, dia juga berjanji untuk tidak Melakukan hal itu sebelum menjadikan Renata istri sah nya.
"Menang nih bro, boleh lah kita ngumpul-ngumpul" ucap Samuel.
"Kalian duluan aja, gue ngantar Renata dulu, jangan lupa tanya Daniel juga, siapa tau dia mau ikut" balas narendra langsung menaiki motornya.
**HARI INI UP 2 EPS YAA SOALNYA LAGI GADANG NIHH JAM 00:11 BYEE MAU BACA MANGAA WKWK
FOLLOW DULU ;
_XXYNMEL**~