
"cantik" ucap Eros sangat pelan pada saat berdansa dengan Ryska.
"Kenapa?" Tanya ryska tidak mendengar jelas apa yang di katakan Eros.
"Gak papa" jawab Eros.
Dan sampailah di bagian di mana bertukar pasangan dansa, terlihat Eros kecewa dengan hal ini.
Ryska berputar sampai seorang pria memegang pinggang dan tangan nya untuk berdansa.
"Ryska kamu jangan pergi jauh-jauh, kalau kamu hilang Elvin bakal marah" ucap pria yang berdansa dengan Ryska yang ternyata jefran.
"Aku tadi ketemu Zidan" balas Ryska.
"Terus?" Tanya jefran penasaran.
"Dia kelihatan kayak cowok baik-baik, dia juga kelihatan kesepian, aku jadi kurang yakin itu Zidan yang nembak bang Lian" ucap ryska.
"Kita bicarakan itu nanti, yang pasti sekarang kita harus dapatin angel tears" ucap jefran.
Jefran dan ryska berdansa bersama sembari berbicara, mereka berdansa sampai musiknya berhenti, mereka merasa lelah dan duduk di bangku para tamu.
"Aku jadi makin penasaran sama Zidan" ucap ryska memulai percakapan.
"Sebenarnya Zidan itu anak yang ceria dan juga pintar, dia ngikutin jejak ayahnya menjadi pengusaha, dia ngelola banyak perusahaan milik ayahnya, tapi pada saat umur lima tahun ibunya meninggal karena kecelakaan mobil, katanya sih dia jadi pemarah karena kejadian itu" ucap jefran panjang lebar.
Mendengar hal itu membuat Ryska kasian dengan zidan tapi tak bisa di pungkiri dia masih ingin mencabik-cabik Zidan karena membuat kakak nya koma.
"Halo nona cantik lama tak bertemu" ucap Zidan yang entah datang darimana.
"Kita baru aja ketemu beberapa jam yang lalu" balas Ryska.
"Maaf yah tadi urusan, oh iya ini siapa?" Tanya Zidan menunjuk ke arah jefran.
"Kenalin Kenzo Cristian, atasan aku" ucap Ryska memperkenalkan jefran ke Zidan.
"Oh, saya sudah mendengar banyak tentang kesuksesan tuan Kenzo, aku beruntung bisa ketemu langsung dengan anda" ucap Zidan menjabat tangan jefran.
"Tuan Zidan lebih sukses dari saya, saya yang beruntung bisa ketemu langsung dengan anda" balas jefran.
"Oh iya, asisten nya saya bawa sebentar yah" ucap Zidan.
"Kalau saya bilang tidak boleh gimana?" Ucap jefran.
Mendengar hal itu membuat Zidan mengerutkan keningnya, pertanda tidak suka dengan jawaban jefran.
"Hahaha Saya bercanda kok, lagian kalau alora mau, saya bisa apa" sambung jefran tertawa melihat ekspresi wajah dari Zidan.
"Baik terimakasih" ucap Zidan menggenggam tangan dan menuntun nya ke suatu tempat.
Selama perjalanan ryska tak jarang melihat tatapan sinis dari wanita yang ada di sana, ada juga yang membicarakan mereka terang-terangan, tapi Zidan tidak peduli dengan itu dia tetap menggenggam tangan ryska erat.
POV GENG ELANG
Mereka sudah berkumpul, dan menyediakan makanan untuk merayakan ulang tahun Daniel.
"Maaf bro gue telat" ucap narendra yang baru datang.
"Pasti habis pacaran lagi sama Renata, makanya telat" sindir farel.
"Kayak gak tau aja sama kelakuan narendra, kalau gak di basecamp yah di rumahnya Renata" balas Fauzan.
"Fitnah kalian orang gue telat karena bantuin ibu" bela narendra.
"Sejak kapan lu berbakti ke ibu lu?" Tanya farel.
"Maaf bro telat, macet tadi" ucap Daniel yang baru datang dan memotong pembicaraan semua orang.
"Ini yang ulang tahun juga telat gimana sih" ucap Samuel.
"Loh Dio kok telat juga, dia kemana, padahal kalau soal makan-makan gini dia pasti duluan" ucap fare.l
"Tidur kali di rumahnya" balas Marvel.
"Mungkin" jawab narendra.
"Ayo mulai, laper nih" ucap Samuel.
Tiba-tiba ada suara motor berhenti di depan pintu basecamp mereka, mereka mengenal suara motor masing-masing jadi tau kalau yang datang itu Dio. Dio masuk tergesa-gesa dan terlihat marah, dia berjalan melewati narendra dan berhenti tepat di depan Daniel. Belum sempat berkata apapun Dio langsung menonjok Daniel tepat di muka, sontak semua orang kaget dengan tindakan Dio. Daniel yang tidak terima langsung menarik kerah baju Dio dan membalas pukulan nya.
"Sialan!!!, Lo kenapa sih bangsat baru datang langsung marah-marah" ucap Daniel setelah membalas pukulan dio.
"Lo yang kenapa anjing, setidaknya kalau di kasi sesuatu itu di terima meskipun lu gak suka sama orangnya" ucap Dio emosi, langsung memukul perut Daniel.
Hal itu membuat Daniel tersungkur di lantai, narendra dan yang lain mencoba menenangkan keduanya, takut ada yang terluka parah.
"Ini kenapa, kalau ada masalah jangan langsung emosi begini" ucap narendra memegang tangan Dio.
Daniel juga sepertinya tau kenapa Dio semarah itu, dia bangkit tapi di tahan oleh Marvel.
"Jangan emosi bro" ucap Marvel
"Gue gak suka sama dia, lagian salah dia sendiri berharap sama gue, kalau lu suka ambil aja, gue gak Sudi sama perempuan murahan" ucap Daniel.
Perkataan daniel membuat darah Dio mendidih karena amarah,Daniel baru saja menghina sang pujaan hati. Dio Tanpa pikir panjang langsung menendang kepala Daniel, dan membuat bibir Daniel terluka.
"Eh udah" ucap farel panik langsung memegang satu tangan Dio
"Jaga omongan lu anjing, gue heran cewek secantik dia mau sama orang tolol kayak lu" ucap Dio yang emosi nya sudah memuncak.
"Kalem dong, orang dia sukanya sama gue bukan lu, ingat itu, dia kalau gue ajak pacaran sekarang juga pasti langsung mau, perempuan murahan kayak dia itu gampang di bodohi" ucap Daniel dengan wajah sombong nya.
Dio yang hendak memukul daniel lagi langsung ditahan oleh yang lain, kalau tidak di tahan bisa jadi Daniel sudah masuk rumah sakit karena si pukul Dio.
"Udah dong, lu bisa bunuh anak orang kalau kayak gini" ucap narendra.
"Manding Daniel keluar dulu deh, atau keruangan lain" saran farel.
Daniel sempat nolak, tapi dia ditarik paksa oleh Marvel, mereka hanya takut Dio makin menjadi-jadi karena tersulut emosi.
"Jadi kenapa, kalian kenapa?" Tanya narendra ke Dio.
Sebelum Dio membalas, dia mendapatkan notifikasi dari seseorang, sontak dia membalas terlebih dahulu. Setelah membalas pesan dari seseorang Dio langsung berdiri dan mengatakan.
"Bukan urusan lu" ucap Dio yang langsung meninggalkan yang lain.
"Dio kenapa sih, gak biasanya dia kayak gini" ucap Samuel.
"Kayak nya gara-gara cewek deh" ucap farel.
"Ini yang gue takutin, tongkrongan jadi hancur cuma gara-gara satu cewek doang" balas Fauzan.
tiba-tiba telpon hp narendra berbunyi.
📞"Halo" ucap narendra.
📞"Sayang kamu darimana aja, aku kangen tau" ucap Renata dengan nada jutek.
📞"Maaf sayang aku ada urusan tadi, ini juga lagi ada masalah sama tongkrongan, tolong ngertiin aku yah" ucap narendra selembut mungkin, dia tau kalau wanitanya sedang ingin di perhatikan saat ini.
📞"Aku gak mau tau, pokoknya ayo kerumah sekarang, aku kangen sayang" balas Renata sedikit ngerengek.
📞"Tunggu yah, aku kesana sekarang" ucap narendra, setelah itu telpon di putuskan oleh Renata.
"Maaf yah bre, gue ada urusan nih" ucap narendra pamit ke temannya.
"Jangan lupa beli ****** yah, gak mau kan tiba-tiba punya anak" canda farel.
"Apasih, udah gue bilang gue gak pernah ngelakuin itu" balas narendra.
"Iya deh percaya" ucap Samuel.
"Terserah" balas narendra.
"Padahal harusnya kita makan-makan hari ini, tapi malah rusak" ucap Fauzan kecewa.
POV AMEL
Amel sedang melamun, menatap langit-langit kamarnya, saat sedang asyik melamun tiba-tiba handphone nya berbunyi pertanda ada orang yang sedang menelepon nya. Dia melihat layar hp nya dan tertera nama ayah disana, dia langsung mengangkat telepon nya.
📞"Iya yah kenapa?" Tanya Amel.
📞"Kamu udh janjii sm mommy bakal jengukin Daddy tpi kenapa ga Dateng" sayang?, daddy jga udh ngasih tau pihak kampus" ucap tuan Clayton.
📞"Maaf daddy Amel lupaa, maybe Amel ke sananya habis ujian pertengahan semester ya dad" Ucap Amel.
📞"Yaudah Daddy tunggu, awas kalo sampe kamu lupa lagi nak, Daddy bakal sekalian pindahin kamu secara paksa buat tinggal di L.A selamanya. Udah sampe sini aja, Daddy masih harus liat dokumen-dokumen. ucap tuan Clayton.
📞"iyaaaaa-iyaaaaa daddd, kali ini Amel gabakal ingkar janjii" ucap Amel.
📞" Yasudah Daddy matiin yah telponnya." ucap tuan Clayton mematikan telpon.
Setelah selesai menelpon dengan papih nya Amel langsung bangun dari tempat tidur, dia ingin mandi menyegarkan badannya dia sudah memiliki janji dengan seseorang, tapi saat bangun tiba-tiba saja hujan turun. Melihat hal itu sebenarnya membuat Amel jadi males mandi, hujan begini enaknya makan mie sambil nonton, dia membuka hp nya untuk memberikan pesan ke seseorang.
🗨️"Dio lu udah di mana?" Tanya Amel, yah Amel yang mengirimkan Dio pesan pada saat di tongkrongan.
💬"Maaf, gue kejebak hujan, ini lagi neduh" balas Dio.
🗨️"Gue yang harusnya minta maaf" balas Amel lagi.
💬"Yaudah gue terobos aja hujannya" balas Dio.
🗨️"Jangan nanti lu basah" balas Amel, tapi tidak dibalas lagi oleh Dio.
Akhirnya Amel memilih untuk tetap mandi, dia takut bau badan pas Dio datang, dia takut Dio ilfill sama dia. Beberapa menit Amel sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai celana pendek dan baju putih kedodoran dengan ukuran oversize, tapi masih belum ada tanda Dio bakal datang, dia juga lihat hp nya apakah Dio sudah membalas atau tidak, tapi nihil. Cukup lama Amel menunggu akhirnya suara bel berbunyi, dia langsung buru-buru untuk membukakan pintu.
"Maaf, tadi gue beli makanan dulu sama minuman" ucap Dio memperlihatkan kantong plastik berisi makanan ke Ame.l
"Lo basah, ayo masuk dulu, ganti baju" ucap Amel.
SKIP
Dio sudah mengganti baju dan Amel sudah menyiapkan makanan untuk mereka berdua.
"Lu punya baju cowok darimana?" Tanya Dio.
"Itu punya ryska, lu taukan dia suka make baju cowo kalau lagi ngampus." balas Amel.
"Hmm" balas Dio.
"Kita makan sambil nonton yah" tawar Amel, hujan sebenarnya sudah berhenti, tapi mereka memilih untuk tetap di apartemen dan menonton film. Awalnya mereka berencana untuk dinner karena Dio yang ngajak, dia ingin menghibur Amel yang habis di tolak mentah-mentah.
"Iya cantik" jawab Dio.
"Apasih" ucap Amel memukul lengan Dio
"Gemes" gumam Dio.
"Besok lu kelas pagi, mau gue anterin gak?" Tanya Dio.
"Lu kan dapat kelas siang besok" ucap Amel.
"Gak papa, buat si cantik apasih yang gak" gombal Dio.
"Apasih, ayo duduk, gue mau mulai filmnya" balas Amel sebenarnya malu dengan perkataan Dio.
Mereka menghabiskan waktu sampai Sore mulai dari menonton film, juga memainkan permainan yang bernama TOD (TRUTH OR DARE). Mereka memainkan putaran pertama yang di putar oleh Dio dan botol itu mengarah pada amel.
"Hemm, bagaimana? TRUTH OR DARE cantik? Tanya Dio.
"Dare, hemm" Jawab Amel enteng.
"Dare yaa? okeyy, a kiss on the lips" Ucap Dio sambil menaikkan alis menatap ke arah Amel.
"What?!" Ucap Amel shock.
"Heii nonaa, ini dare kau sendiri yang memilihh, ayoo sinii kiss me". Ucap Dio yang memang sengaja, karena seharian ini udh nahan buat ga kiss amel, takut Amel ilfeel dengannya.
"Baikk" Ucap Amel.
Amel maju ke arah dio dan menempel kan bibirnya pada bibir Dio, jujur, ini first kiss nyaa. Setelah merasa bibirnya menempel pada bibir Dio, ia segera menarik bibirnya menjauh. Ya karena memang dia hanya tau sampe situ, ia merasa sangat malu memandang wajah Dio yang sebaliknya menatap ke arah Amel seperti singa kelaparan.
"Nonaa, yang ku minta ciuman, bukan hanya sekedar menempel kan bibir." Ucap Dio.
"guuu-gue ga tau caranya ciuman" Jawab Amel.
Ciuman itu seperti ini. Dio menarik tangan Amel sehingga gadis itu terduduk di atas pangkuan Dio, dan segera menarik leher jenjang nan putih Amel lalu kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Amel yang seperti buah ceri, lalu **********, dan menyesap sesekali bibir sexy itu. jujur ia menjadi kecanduan dengan bibir Amel. Setelah lama berciuman, Amel melepaskan tautan mereka berdua, karena Amel tersadar bahwa ini sudah kelewat batas, karena tangan Dio yang sudah meraba-raba pahanya.
"Cukup! kaa-kau menyebalkan!!!" Ucap Amel berdiri dari pangkuan Dio.
Sedangkan Dio hanya tersenyum melihat blush Amel.
"Sangat menggemaskan." Ucap Dio berdiri lalu memungut sisa minuman-minuman kaleng yang ia beli tadi, dan sampah-sampah makanan yang ia makan tadi.
"Gw pamit ya mell, maaf tadi gw lancang, tp tadi enak, jujurr!" Ucap Dio iseng.
"DIOOO!!!!! UDAHH SANAA PERGII BURUANN!!!" ucap Amell blush dan segera mendorong paksa tubuh Dio untuk pergi.
POV RISNA
Risna sedang berada di rumah dengan orang tuanya, entahlah kedua orang tua nya memanggil tiba-tiba.
"Gimana udah cocok belum?" tanya umi Herlina Riska selaku Kaka nya risna.
"Assalamualaikum ada apa umi, kok Risna tiba-tiba di panggil".
"Waalaikum salam, ini Keluarga nya Bagaskara bakal datang, kali ini kakek nya ikut buat lihat kamu nak" ucap umi Herlina.
"Kok tiba-tiba?" Ucap Risna kaget.
"Hari Minggu nanti kalian bakal tunangan" ucap umi Herlina.
"Loh bukannya libur semester nanti yah" ucap risna.
"Nikah pas libur semester, tapi tunangan hari Minggu nanti" jelas umi Herlina.
Risna hanya bisa menghela nafas, bagaimana lagi sudah dilakukan harus diselesaikan juga.
"Ayo sana mandi, malu kalau belum mandi" ucap Riska selaku Kaka dari Risna.
"Iya, tunggu yah" ucap Risna.
Risna menaiki kamar nya, lalu memasuki kamar mandi nya, baju yang akan di pakainya juga sudah di siapkan oleh ibunya.
Pas selesai mandi dan ingin memakai hijab, terdengar suara mobil dari arah luar.
"Nak cepetan dong" ucap umi Herlina membantu risna memakai hijabnya.
Risna dan umi Herlina menuruni tangga menuju ruang tamu, semuanya langsung melihat kearah mereka.
"Maaf yah pak Ridwan, kemarin karena ada kesalahan pas perkenalan keluarga, kita ulang lagi aja" ucap tuan Bagaskara selaku papanya narendra.
"Oh ini yang namanya Risna, cantik, gak salah pilih memang" Ucap kakek dari narendra.
"Terima kasih kakek" ucap risna tersenyum sambil menundukkan kepalanya.
"Ayo makan dulu, aku udah masak tadi" ucap umi Herlina menawarkan yang lain.
"Ayo semuanya" ucap pak Ridwan menuntun semuanya ke meja makan.
Seluruh keluarga makan sambil membicarakan tentang pernikahan Risna dan Narendra, bahkan sampai membahas mau punya cucu berapa, Risna sedikit malu dengan pembicaraan itu.
Setelah acara makan-makan Risna mengambil piring semua orang untuk di cuci di mesin cuci piring.
"Gue bantu" ucap narendra mengambil sebagian piring yang ada risna.
"Eh makasih" ucap Risna kaget dengan perlakuan narendra.
Risna menyusun piring di mesin cuci piring dibantu oleh narendra.
"Nak habis ini temenin Narendra keliling rumah yah, kan bentar lagi nikah" ucap umi Herlina.
"Iya umie" balas Risna.
Risna tidak tau apa hubungannya nikah sama keliling rumah tapi yasudah dia nurut saja.
DIOOOO ANJRR AKHHHHH SJSSKSKSKSKS JADII SALTING SENDIRI, BUAT DANIEL AWASLUU NYESELLL.