
"loh kamu" ucap pria yang ada dihadapan Risna.
"Narendra" jawab Risna.
"Ternyata udah saling kenal, bagus kalau begitu" ucap mama narendra tersenyum.
"Kalau udah saling kenal gini kan bagus" lanjut papah Narendra.
"Dengar mah, Narendra udah bilang kalau narendra udah punya pacar, Narendra sayang sama pacar narendra" ucap narendra sedikit emosi karena memang dia datang karena paksaan kedua orangtuanya.
"Narendra Bagaskara jangan ngomong kayak gitu apalagi di depan pak Ridwan, lagian papah udah sering bilang kalau pacarmu itu gak baik" ucap papah narendra mulai terpancing emosi.
Entah kenapa keadaan menjadi kacau perselisihan antara Narendra dan kedua orang tuanya terus berlanjut.
"Coba semuanya tenang dulu, lagian perjodohan ini kan tiba-tiba" ucap umi mencoba menenangkan pertikaian antara narendra dan orang tuanya.
"Nak Risna lebih baik dari pacarmu itu, lagian ini permintaan terakhir kakek mu nak, kakek mau ngelihat kamu nikah" ucap mamah narendra.
"Oke kalau gitu, tapi ingat Narendra ngelakuin ini buat kakek" ucap narendra.
Risna sedikit kaget karena sifat Narendra sangat berkebalikan dengan yang dia temui di kampus, dia jadi sedikit ragu untuk menerima perjodohan ini. Akhirnya semua keluarga duduk dan memakan makanan yang sudah dipesan, tidak ada yang mengeluarkan suara, hawa nya juga entah kenapa jadi berubah tidak enak, dan itu mengganggu pikiran Risna. Risna berpikir apakah dia benar akan menikahi seseorang yang mencintai orang lain, apa kata orang nanti dan gimana sakit hatinya sang perempuan pas mengetahui kekasih nya menikah dengan orang lain. Entahlah begitu banyak kejadian yang terjadi, Risna benar-benar dibuat pusing dengan kejadian yang baru saja menimpanya.
POV AMEL
Amel yang sedang rebahan di kasurnya merasa sangat bosan, tapi dia langsung mengingat sesuatu.
'Gw message kak Daniel ah', batin Amel.
🗨️"Halo kak" Amel mengingat pernah meminta nomor Daniel, jadi Amel kepikiran untuk ngechat Daniel.
💬"Iya siapa?" Tanya Daniel karena mendapat pesan dari nomor tak dikenal takut saja nomor penipuan.
🗨️ "Ini gw Amel kak" balas Amel lagi.
💬 "Dapat darimana nomor ini" tanya Daniel, padahal dia sendiri yang ngasih.
🗨️"Kan lu sendiri yang ngasih waktu itu" balas Amel lagi.
💬 "Ouh iya gue ingat, ada apa ngechat, kalau gak ada yang penting gak akan gue bales" balas Daniel.
🗨️"Lo udah makan belum kak?" Amel bertanya tapi setelah itu pesannya tidak dibalas oleh Daniel.
'susah ya', batin amel
Beberapa jam Amel menunggu balasan dari Daniel tapi entah kenapa tak kunjung dibalas, Amel menunggu sangat lama akhirnya tertidur
Oas Amel bangun jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, Amel segera mengecek hp nya berharap ada balasan dari Daniel
"Huuftt ternyata belum dibalas juga" desah Amel saat melihat pesannya belum dibalas Daniel.
Kenyataan itu sempat membuat Amel merasa untuk tidak menggangu Daniel lagi, dia merasa kalau dia sudah menggangu Daniel selama ini, apakah Daniel benar-benar tidak menginginkan nya atau memang dia masih kurang untuk seorang Daniel, entahlah.
POV RYSKA
Di malam hari yang dingin ini Ryska sedang mondar-mandir di balkonnya sambil mencoba menghubungi seseorang.
"Ini udah lebih dari satu Minggu tapi Abang belum pulang juga" monolog Ryska.
Ryska sudah mencoba beberapa kali untuk menghubungi Lian dan juga Elvin tapi nihil tidak ada yang menjawab pesan juga telpon darinya.
Jujur saja ryska sudah sangat panik, dia takut terjadi sesuatu yang buruk yang menimpa Lian, Lian itu satu-satunya keluarga yang dia punya, bagaimana kalau lian gak bisa pulang lagi.
Ryska duduk sambil mencoba menenangkan dirinya sendiri, dia mencoba menghapus semua perasaan jelek yang menggangu hatinya.
"Hufftt, tenang Ryska mungkin Abang masih sibuk" ucap ryska masih mencoba menenangkan dirinya.
"Apa gue samperin aja, tapi bentarr lagi mau pergantian semester" lanjut Ryska bingung.
SKIP PAGI
Pagi ini Ryska mengajak Amel untuk bertemu di kafe tempat mereka sering ngumpul, sebenarnya Risna juga diajak tapi entah kenapa Risna gak bisa dihubungi.
"Maaf telat" ucap Amel saat melihat ryska yang sepertinya sudah menunggu lama terlihat dari minuman yang dipesannya sudah habis.
"Gak papa kok" jawab Ryska.
"Kenapa, kok lu kelihatan kayak lesu gitu?, lu juga kayak aneh benget beberapa hari ini" tanya Amel.
Ryska menghela nafas terlebih dahulu lalu menjawab.
"Bang Lian, dia pergi lagi buat jalanin pekeraan yang mendadak, dia bilang bakal pulang satu minggu kemudian, tapi sampai sekarang udah hampir dua Minggu dia belum balik" jawab Ryska menjelaskan apa yang membuat dia gelisah beberapa hari ini.
"Lu udah coba hubungin gak?" Tanya Amel lagi.
"Udah mel, tapi gak dijawab, gue kepikiran buat nyusul tapi ulangan pertengahan semester dimulai Minggu depan" jawab Ryska.
"Udah lu suslin aja besok, lagian lu ada waktu satu Minggu buat lihat keadaan bang Lian daripada gak sama sekali" ucap Amel.
"Hufft yaudah deh, aku pesan tiket penerbangan buat nanti malam, lu mau ikut gak?" Ucap Ryska.
"Gak dulu deh, gue mau kuliah aja kek gada kerjaan aja gw ikut ma lu, nanti kalau udah ketemu bang Lian marahin aja" balas Amel.
"Mau nya sih gitu" ucap Ryska.
Tiba-tiba hp ryska berbunyi.
POV RISNA
Risna sedang berada dirumah orang tuanya, baru saja melakukan sholat Dhuha, Risna melihat hp, dia melihat beberapa panggilan tak terjawab dari ryska.
Risna mencoba menelpon balik, untung saja di angkat oleh Ryska.
📞"Assalamualaikum kenapa Ryska?, maaf yah tadi ada urusan makannya telpon nya gak ku angkat" ucap risna saat Ryska mengangkat telepon nya.
📞"Waalaikum salam, Risna ke kafe yang biasa kita kunjungi dong" balas ryska.
📞"Maaf yah, kayaknya gak bisa, ini lagi dirumah Umi sama Abi" jawab risna lagi.
📞"Yaudah kalau gitu" balas Ryska.
📞"Loh lu belum balik" ucap Amel tiba-tiba nyahut.
📞"Udah tapi balik lagi kesini, emang kalian ngomongin apaan?" Tanya risna penasaran.
📞"Jelasin noh ka" ucap Amel ke ryska.
📞"Nanti malam gue mau ketempat bang Lian, soalnya udah satu Minggu belum pulang, Padahal dia janji buat pulang setelah satu Minggu setelah dia pergi" ucap ryska menjelaskan.
Mereka cukup lama ngobrol bahkan saat mereka pulang pun masih lanjut ngobrol lewat telpon, mereka membahas banyak hal dari cinta Amel ke Daniel masalah Lian kecuali Risna dia tidak memberitahu temannya tentang perjodohan itu.
SKIP
Ryska mengemasi beberapa barang yang dibutuhkan nya nanti, ryska juga sudah tau dimana Lian berada karena sempat dikasi tau oleh Elvin sebelum mereka pergi.
"Aku yakin Abang gak bakal suka kalau gue kesana, tapi gue gak peduli" monolog Ryska.
"Nanti kalau sudah ketemu Abang Ryska marahin" lanjut Ryska lagi.
Dan disinilah ryska dan Amel di bandara, Amel ngantar ryska kebandara, katanya sih biar gak kangen, sedangkan Risna sendiri masih dirumah orang tuanya.
"Hati-hati bestie, kalau nanti kenapa-napa langsung kabarin yah" ucap Amel
"Iyah mel" balas Ryska, setelah itu mereka berpelukan beberapa saat, sebelum mereka berpisah.
POV AMEL
Dia melihat punggung Ryska yang sudah menghilang, dia berharap supaya kedua saudara itu baik-baik saja. Setelah memastikan kalau pesawat Ryska sudah terbang, Amel langsung memutuskan untuk pulang, karena ini sudah cukup malam. Tapi pas ingin balik badan dia melihat hal itu lagi, hal yang membuat hatinya hancur, Daniel yang sedang memeluk perempuan yang waktu itu, bahkan perempuan itu mencium Daniel di pipi. Hati Amel terasa terbakar, dia melihat perempuan itu berjalan masuk sambil melambaikan tangan ke arah Daniel pertanda selamat tinggal, Tidak ingin semakin panas Amel segera pergi dari situ. Sesampainya Amel di apartemen, dia langsung melempar tubuhnya di kasur menangis sejadi-jadinya, mungkin memang seharusnya dia tidak usah suka sama Daniel.
POV RISNA
Risna dan Narendra duduk berdua di balkon, diantara mereka berdua tidak ada yang mau angkat bicara, tapi akhirnya narendra memutuskan untuk memulai percakapan.
"Lu tau kan kalau gue Nerima perjodohan ini cuma karena kakek, jadi jangan harap lebih dari gue" ucap narendra tiba-tiba.
"Iya" jawab risna singkat.
"Terus nanti kalau kita udah nikah terus tinggal bareng kamar kita harus pisah, jangan harap lo gue sentuh, gue udah punya pacar" lanjut narendra.
"Aku tidak peduli" jawab Risna.
"Bagus" ucap narendra langsung pergi dari balkon.
Sedangkan Risna memikirkan nasibnya nanti, nikah tanpa cinta, hidup dengan suaminya sendiri tapi suaminya sudah ada wanita lain, memikirkan nya saja sudah membuat Risna pusing apalagi melaluinya secara nyata. Mungkin kalau ini bukan permintaan dari kedua orang tuanya pasti Risna tidak mau.
POV RYSKA
Ryska menempuh perjalanan selama 21 jam, dia berangkat pada malam hari dan mendarat di los angeless pada malam hari juga.
Cukup melelahkan bagi Ryska, jadi dia memutuskan untuk mencari hotel terdekat untuk nginap satu malam, setelah itu lanjut mencari Lian keesokan harinya.
Untung saja Ryska menemukan hotel terdekat melalui bantuan aplikasi.
"Halo mbak, saya ryska yang udah booking kamar buat satu malam" sapa ryska ke resepsionis, ryska memang sudah booking kamarnya saat perjalanan menuju hotel.
"Iya mbak silahkan kuncinya, kamarnya ada dilantai 2 no 29 kak" ucap resepsionis itu sambil mengambil kan kunci.
"Iya makasih" tanpa banyak basa-basi ryska langsung menuju ke lift, lalu naik ke lantai dua untuk menemukan kamarnya.
Pas sampai dikamar hotel, Ryska langsung mandi untuk menyegarkan dirinya.
Setelah mandi Ryska masih mencoba menghubungi Lian tapi masih saja tidak dijawab, ryska beralih untuk menelpon Elvin meskipun dia tau pasti gak bakal diangkat.
Tapi tiba-tiba saja telponnya diangkat oleh Elvin.
📞"Bang Lian dimana, ini Elvin kan?" Tanya ryska tepat setelah telponnya diangkat.
📞"Iya ini Elvin, dengar Ryska, gw mau ngomong tapi lo jangan marah" balas Elvin.
📞"Ryska sekarang lagi di los angeless, kita bisa ketemu" ucap Ryska.
📞"Siapa yang nyuruh lo kesini" ucap Elvin terdengar nada terkejut juga takut.
📞"Ryska khawatir sama bang Lian, makanya ryska kesini" ucap ryska jujur.
📞"Ternyata lo sama keras kepala nya dengan Lian, yaudah gw kirim lewat pesan aja lokasi gw sekarang" ucap Elvin langsung mematikan telpon nya.
Setelah memastikan telpon, Elvin langsung mengirim lokasinya ke Ryska, juga dengan pesan.
💬 "Sekalian bawa saja barangmu kesini" itu pesan yang ditulis Elvin.
Tanpa pikir panjang ryska langsung mengambil koper nya dan pergi dari hotel itu menuju lokasi yang sudah diberikan Elvin. Sesampainya disana yang ryska lihat pertama adalah rumah yang sangat mewah ralat itu sudah terlihat seperti Mansion.
"Ini gue lagi gak dikerjain kan" ucap Ryska setelah turun dari taxi.
Ryska langsung mengirim pesan ke Elvin untuk memastikan.
🗨️ "Elvin gw udah di depan" Ryska mengirimkan pesan itu ke Elvin.
💬 "Tunggu" balas Elvin.
Setelah beberapa saat menunggu di depan pagar, Ryska akhirnya lihat Elvin keluar dari pintu besar itu. Elvin tersenyum segera membukakan gerbang nya untuk Ryska, Ryska sendiri heran kenapa rumah sebesar ini tidak ada satpam nya.
"Ayo masuk, nanti gw jelasin semua didalam" ucap Elvin menuntun Ryska masuk tak lupa dia membawa koper yang ada ditangan Ryska.
Sesampainya mereka di dalam, Elvin mempersilahkan ryska untuk duduk.
"Dengar Ryska, kalau gw bilang sejujurnya ke lo, lo jangan marah, kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegahnya tapi Hal itu sudah terjadi" ucap Elvin.
"Tolong jangan basa-basi, dimana bang Lian" ucap Ryska menahan emosi nya karena Elvin yang daritadi bertele-tele
"Lian dirumah sakit, dia kena tembakan di bagian dadanya sebanyak 5 kali, dia kena tembakan saat mencoba menjalankan misinya" ucap Elvin sepelan mungkin supaya Ryska tidak marah.
Ryska marah sedih kesal semua menjadi satu saat mendengar kabar tersebut.
"Terus bang Lian sekarang di rawat dimana?" Tanya ryska sebisa mungkin menahan air matanya.
"Lo istirahat aja dulu, besok kita jenguk Lian, lagian lo juga capek kan" tawar Elvin
"Gak mau, Ryska mau ketemu Abang sekarang juga"Ryska sudah tak bisa menahan air matanya, segera ambruk dan menangis sejadi-jadinya.
"Besok aja Ryska, lagian yang jagain Lian dirumah sakit sekarang banyak kok" ucap Elvin prihatin dengan keadaan ryska.
Karena tak berhenti menangis akhirnya Elvin menggendong ryska ala bridal style menuju kamar yang disediakan untuk tamu.
***SEE U NEXT EPS BERIKUTNYA YAA PARA READERSSS, MAKIN MENARIK LOO
BYEEE EH WAITT FOLLOW DLU ;
_XXYNMEL
BYEE***~