
⚠️Warning adegan kekerasan, juga kata-kata yang tidak pantas, dimohon untuk tidak ditiru.
Setelah menyelesaikan kegiatan makan mereka langsung pulang ke apartemen masing-masing
POV RYSKA
"Abang kapan berhenti" tanya ryska ke kakaknya
"Gak bisa dek, pekerjaan Abang ini yang bisa buat kamu kuliah juga buat biaya hidup" jawab Lian
"Tapi terlalu bahaya, mending cari pekerjaan lain aja" ucap ryska sedikit khawatir
"Abang udah biasa, lagian gaji nya banyak dek, udah sana ke kamar" perintah Lian ke Ryska
SKIP TIME
Sekarang yang dapat jadwal pagi cuma Risna kedua temannya malah dapat jadwal siang.
"Ternyata beneran gak enak kalau kuliah gak ada mereka" ucap Risna pas sudah sampai di kelasnya.
Tak selang beberapa lama akhirnya pembalajarn dimulai, hingga tak kerasa bunyi bel pertanda istirahat sudah bunyi, Risna langsung menuju kantin
"Lu sendirian aja, teman lu yang lain dimana?" Tanya Narendra yang entah muncul dari mana.
"Eh itu mereka dapat kelas siang" jawab Risna singkat.
"Yaudah gabung sama kita aja disana" ucap Narendra sambil menunjuk ke arah temannya yang sedang.
"Maaf tidak bisa, aku perempuan sendirian, nanti apa kata orang" tolak Risna.
"Yaelah santai, ngapain mikirin orang lain" balas Narendra.
"Tidak usah, saya duduk di bangku kosong aja" ucap Risna segera pergi.
Tanpa mereka ketahui ada sepasang mata yang memandang tidak suka melihat kedekatan mereka daritadi.
"Awas aja" ucap orang itu sambil mengepalkan tangannya.
POV AMEL
"Aduh kepikiran banget ini" ucap Amel yang sepertinya masih memikirkan Daniel.
"Jalan-jalan ke taman deh, supaya pikiran ini jernih" ucap Amel langsung mengambil jaket dan langsung turun dari apartemen nya untuk sedikit berjalan santai di taman dekat rumahnya.
Tapi sepertinya memilih untuk jalan ketaman adalah keputusan yang bagus, dia melihat Daniel sedang membeli eskrim di seberang jalan, sontak Amel langsung menghampiri dengan dalih ingin beli eskrim juga.
"Eh Amel kan, yang kemarin" sapa Daniel duluan kala melihat Amel.
"Yaa kak, kebetulan banget bisa ketemu lo kak disini" balas Amel sambil tersenyum.
"Wah kebetulan banget, gue tinggal dekat sini" ucap Daniel.
"Sama dong, gw tinggal di Apartemen itu" ucap Amel sambil menunjuk apartemen yang tak jauh dari posisi mereka.
"Oh gitu yah, emang lu gak kuliah hari ini" tanya Daniel.
"Gw dapat jadwal siang kak, lo sendiri gimana" ucap Amel sambil mengambil eskrim yang dibelinya tadi.
"Gw juga masuk siang sih, kalau gitu gw pergi duluan yah" ucap Daniel hendak pergi.
"Wait kak, gw boleh minta nomor lo gak?" Ucap Amel mengorbankan harga dirinya kalau nanti Daniel marah, apalagi kalau ditolak, pasalnya mereka baru bertemu dua kali.
"Buat apa?" Pertanyaan Daniel sukses membuat jantung Amel berdetak lebih kencang.
"Eh itu, siapa tau gw pengen nanya tentang perkuliahan, lo kan udah berpengalaman" jawab Amel sedikit gugup.
"Hahaha, yaudah ini" ucap Daniel langsung menyebutkan nomor nya.
Setelah menyebutkan nomor nya Daniel langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.
POV RISNA
Risna terlihat sudah berada di kelasnya lagi, karena tadi bel sudah berbunyi pertanda jam kedua
"Minggu ini pulang bentar deh kerumah, udah lama gak ketemu yang lain" monolog Risna
SKIP
Akhirnya pembalajarn sudah selesai, Risna segera berjalan menuju parkiran sebelum suara seorang perempuan menghentikan langkahnya.
"Woi, lu tunggu disana, gue mau bicara" ucap seorang perempuan yang ternyata tak sendirian ada tiga diantara mereka.
"Iya, ada apa ya?" Tanya Risna karena memang tidak pernah mengenal mereka.
"Ada hubungan apa lu sama Narendra, kegatelan banget tadi pas di kantin dekat sama dia" ucap perempuan itu dengan tatapan mengintimidasi.
"Tidak ada, kita cuma pernah ketemu beberapa kali doang, itupun tidak sengaja" ucap Risna karena memang itu adalah kebenarannya.
"Hei denger yah ****** kalau lu berani deketin Narendra lagi, gue jamin hiduplu gak bakal tenang" ucap perempuan itu sedikit menaikkan nadanya, untung saja di parkiran itu tidak ada orang.
"Aku bukan ******, lagian kita cuma tidak sengaja ketemu, kamu memang siapa larang-larang aku" ucap Risna sedikit tersulut emosi karena perkataan perempuan itu.
"Lo gak tau gue, gue lily, ini putri, dan yang satunya cery, kita geng populer di kampus ini, semua jurusan tau nama gue, kayaknya lu masih baru disini" ucap perempuan bernama Lily itu sambil menyilanngkan tangannya di dada.
"Sudah yah aku mau pulang" Ucap Risna karena tidak mau meladeni mereka terlalu lama.
"Woi tunggu dulu jangan langsung main pergi, kita belum selesai" kini putri salah satu dari temannya angkat bicara dan segera menyiram dengan air yang sudah di genggaman dia
"Tolong yang sopan" jawab Risna karena merasa mereka sudah keterlaluan.
"Cewek kayak kamu emang pantes dikasarin" lanjut Lily sambil menunjuk ke arah Risna.
Untung nya tak berselang beberapa lama sudah banyak murid Siang yang datang, itu membuat Lily dan temannya harus menghentikan kegiatannya karena takut nama baiknya hancur karena membully mahasiswa baru, meskipun satu kampus sudah tau kalau Lily ini tukang bully orang.
Setelah itu Risna langsung buru-buru ke mobilnya karena sudah muak dengan mereka.
"Heran pasti dia kayak gitu kesemua orang yang dekatin Narendra, kasian Narendra" monolog risna segera menyalakan mobilnya dan langsung pergi dari tempat itu.
POV AMEL
Terlilahat gadis itu sedang berkutat dengan alat dapur, dia sedang berusaha memasak meskipun seumur hidupnya baru kali ini dia memasak mengikuti resep yang ada di buku.
"Udah jadi, sekarang tinggal mandi lalu berangkat ke kampus" ucap Amel puas dengan hasilnya yaitu nasi goreng yang diselimuti telur.
Dia melakukan itu untuk mendapatkan perhatian dari Daniel, dia berencana menemui Daniel dan memberikan makanan yang dibuatnya.
Kini Amel sudah berada di kampus sambil mencari dimana keberadaan pria yang dia idamkan itu, sepertinya keberuntungan sedang memihak Amel dia melihat Daniel yang sedang duduk sendirian ditaman, segera Amel langsung berjalan menuju Daniel.
"Gak, dosennya masih lama" ucap Daniel singkat.
"Gw tadi buat bekal, dan itu kebanyakan, lo mau gak kak bekalnya" ucap Amel bohong karena dia cuma buat satu bekal aja.
"Gak usah, gue bisa beli di kantin itu buat teman lu aja" ucap Daniel langsung pergi begitu saja tanpa menoleh ke Amel.
Amel sedikit kaget karena Daniel entah kenapa jadi berubah sikapnya, dia juga merasa sedih sembari menatap hasil kerja keras nya yang ditolak begitu saja.
"Gw pokoknya gak boleh nyerah, kalau dilihat kayaknya dia temenan sama Narendra, apa gw tanya Narendra aja yah" monolog Amel, segera Amel berlari ke kelasnya takut dosen sudah masuk.
POV RYSKA
Ryska yang sedang duduk di bangkunya sambil memikirkan kata-kata abangnya.
"Pusing gue, yang ada di pikirannya Abang apaansih, dia malah milih pekerjaan yang bisa bahayain nyawanya"
karena memang benar, setiap pekerjaan Lian pasti pulangnya ada yang luka, bahkan pernah dulu sampai dibawa ke rumah sakit.
Tapi tak bisa dipungkiri gaji yang didapatkan nya bukan jumlah yang sedikit, tapi tetap saja menurut ryska nyawa abangnya lebih berharga dari itu, dia juga takut kalau abangnya bertindak lebih jauh sehingga membuat dia harus ditahan dipenjara.
Untung saja dosen langsung masuk yang membuat ryska menghentikan lamunannya.
"Baik anak-anak tolong dikumpulkan tugas yang saya berikan, ingat saya tidak menerima alasan jika masih ada yang belum selesai" ucap dosen yang bernama Hasna zaenna.
"Untung aja udah selesai" monolog ryska segera mengumpulkan tugasnya.
Sebenarnya dosen Hasna tidak galak bahkan dicintai hampir seluruh mahasiswa/i yang ada di kampus, cuma kalau masalah tugas dia pasti gak segan-segan untuk menghukum muridnya kalau tidak mengerjakan tugas.
"Sekarang siapa yang belum mengumpulkan tugasnya, silahkan angkat tangan" setelah dosen Hasna mengatakan itu entah kenapa suasana diruang kelas langsung berubah menjadi menyeramkan.
Tak selang beberapa lama ada tiga mahasiswa yang mengangkat tangan mengakui kalau mereka lupa dengan tugas yang diberikan.
"Sudah saya bilang saya tidak menerima alasan, kalian bertiga silahkan keluar dari kelas saya, lalu bersihkan toilet juga halaman, ingat kalau setelah ini saya melihat toilet sama halaman masih kotor, saya kasih hukuman yang lebih berat" setelah dosen Hasna mengatakan itu ketiga mahasiswa itu langsung lari keluar dari kelas.
"Baik maaf yah, jangan takut sama saya, saya baik kok, baiklah kalau begitu kita lanjutkan pelajaran nya" ucap dosen hasna.
Ini dia waktu yang disukai murid yaitu istirahat, Ryska sudah berada di kantin dan langsung menemui amel yang sedang duduk sambil membawa makanan yang dia beli.
"Lah tumben lu bawa bekal, biasanya lu gak suka bawa bekal, lu bilang ribet lah apa lah" tanya ryska keheranan.
"Sebenarnya pengen ngasih orang lain, tapi entah kenapa ditolak gitu aja, padahal ini masakan gue enak kok, meskipun resep dari buku" ucap Amel sedih.
"Ini siapa yang nolak bestie gw, pasti bakal nyesel, udah jangan sedih gitu dong, emang siapa sih orang yang bikin lu jadi mau nyentuh dapur kayak gini?" Ucap ryska diiringi pertanyaan.
"Daniel cowok yang gue bilang kemarin, gue gak tau kenapa bisa langsung suka sama dia" ucap Amel masih dengan nada yang bersedih.
"Udah gak usah dipikirin, masih banyak cowok diluaran sana yang suka sama lu" nasihat Ryska.
"Gak mau, gw maunya sama dia" balas Amel.
"Terserah lu deh" pasrah ryska langsung memakan bakso yang sudah dingin karena daritadi ryska sibuk ngobrol dengan Amel.
"Eh lu tau gak jadwal yang ada di kampus kita" tanya Amel.
"Mana gue tau, coba lihat dimading semua informasi ada di sana" saran Ryska.
"Makasih muah, sahabat tercinta" ucap Amel sambil memeluk ryska.
"Jijik sebenarnya, tapi sama-sama bestie" jawab ryska lagi.
Dan disinilah mereka melihat jadwal kelas lain yang terpampang di madin
"Yesss, ternyata besok kita bertiga masuk pagi, Daniel juga jadwal nya pagi, aduh senang nya dalam hati" ucap Amel.
sedikit berteriak, untung saja tidak ada orang disana, kalau banyak pasti ryska sudah lari karena malu.
"Aduh jangan teriak dong, malu nanti dilihat orang" peringat ryska
"Maaf yah manis, btw lu mau temenin gw belanja gak, buat bikinin bekal untuk Daniel" ucap Amel.
"Lu udah ditolak masih aja kekeuh, nanti lo sakit hati Mel, ini saran aja dari gw" ucap Ryska.
"Aduh gak bisa, pantang menyerah sebelum jadi pacar" ucap Amel optimis.
"Terserah lu deh, yaudah nanti gue temenin, sekalian gue juga mau belanja bahan pokok, Abang gue udah pulang soalnya" balas Ryska.
"Abang lo udah pulang kok gak ngasih tau" protes Amel ke Ryska.
Belum sempat menjelaskan tiba-tiba Bell pertanda jam kedua sudah bunyi.
"Nanti aja pas kita ke supermarket baru gw jelasin" balas ryska langsung berlari menuju kelasnya, karena takut dihukum dosen.
POV AMEL
Sambil menunggu dosen yang mengajar, dia sedang menulis bahan yang akan dia beli nantinya, entah kenapa daniel bisa membuat Amel yang selalu menolak Pria malah suka sama Daniel yang tidak menunjukkan tanda-tanda kalau pria itu bakal suka balik.
SKIP
Disinilah mereka ryska dan Amel yang sedang berbelanja tak lupa menelpon Risna juga untuk ikut bergabung dengan mereka.
"Tapi ryska benar sih Mel, nanti kalau kamu ditolak lagi gimana" ucap Risna setelah mengetahui kenapa Amel jadi belajar memasak.
"Kalian gak supportif, gw optimis moga aja dia suka balik, lagian yang harus kita pertanyakan disini adalah ryska, masa abangnya udah pulang gak bilang-bilang" ucap Amel.
"Loh yang bener" risna terlihat kaget.
"Hahah, maaf yah waktu itu gak sempat bilang, kalian sibuk kuliah si, dia aja baru Dateng dua hari yang lalu" balas Ryska.
"Yaudah bolehlah kita main sebentar ke apart lu" ucap Amel.
Jangan salah mereka sudah akrab satu sama lain bahkan orang tua masing-masing sudah menganggap mereka kayak anak kandung, kecuali ryska yang memang hidup bareng abangnya, ryska gak tau orang tuanya dimana.
"Yaudah habis belanja kita ke apart ku aja, tapi Amel simpan bareng nya dulu" balas Ryska.
Mereka pun menyelesaikan kegiatan berbelanja mereka.
**OKE GAYSS SEE YOU NEXT TIME AGAINN YAAA~
SIANG INI HUJAN GAYSS, JADI AUTHOR MAU TURUU WKWK. NGANTUK SEMALAM GADANG SAMPE JAM 3.
JANGAN LUPA FOLLOW IG DONGG :
_XXYNMEL✨**