Friendship And Love

Friendship And Love
FRIENDSHIP AND LOVE 5



"Ya sih mending gue ngurusin Daniel" jawab Amel.


Tak selang beberapa lama hp Risna berbunyi, Risna langsung mengangkat nya.


"Assalamualaikum Umi, kenapa nelpon" sapa Risna terlebih dahulu saat dia mengangkat telepon nya.


"Waalaikum salam, Gini nak Umi sama Abi mau ngomong, penting banget" jawab umi nya Risna.


"Ngomong penting apaan Umi" balas Risna.


"Umi kayaknya gak bisa ngomong disini, sebentar nak Risna bisa kesini gak?" Tanya Umi Herlina, nama dari umi Risna.


"Iya, nanti Risna usahain" jawab Risna.


"Makasih nak, kalau gitu Umi matiin telponnya yah, assalamualaikum" Ucap Umi Herlina.


"Iya waalaikum salam" ucap Risna setelah itu telponnya langsung mati.


"Napa?" tanya Amel saat Risna sudah menaruh hp nya.


"Aku juga gak tau, kata Umi dia sama Abi mau ngomong, katanya sih penting" jawab Risna ke Amel.


"Ow gitu, jadi lu mau balik?" tanya Amel lagi.


"Iya nih, kenapa mau ikut juga?" tanya Risna balik.


"Gak lah dih,gue cuma nanya doang" jawab Amel lagi.


SKIP


Disiang hari yang entah kenapa tiba-tiba mendung padahal tadi pagi cuacanya cerah, Amel yang sedang buru-buru karena takut kehujanan harus melihat sesuatu yang menghancurkan hatinya. Terlihat Daniel sedang duduk bersama perempuan, mereka terlihat sangat dekat bahkan Amel juga melihat sang perempuan menyuapi makanan yang langsung diterima oleh Daniel, entah kenapa melihat itu hatinya langsung sakit disertai dengan turunnya hujan deras yang mengguyur badan Amel. Amel sangat ingin menghampiri mereka dan menampar perempuan itu, tapi Amel merasa dia siapa, dia bukan siapa-siapa nya Daniel, mau marah juga percuma, Amel bahkan sudah tidak peduli lagi dengan badan nya yang sudah basah karena hujan yang mulai deras. Amel melangkah tak tau tujuan, padahal tadi dia buru-buru ingin balik ke apartemen nya supaya tidak kebasahan pas hujan, sekarang malah gak peduli tubuhnya udah basah, Amel berhenti di tengah jalan masih memikirkan kejadian tadi. Tapi tiba-tiba ada seseorang dibelakang Amel yang melindungi tubuh Amel dari hujan menggunakan payung.


"Kenapa kok hujan-hujanan nanti sakit" ucap pria itu.


Sontak Amel langsung menoleh


"Dio, ngapain disini, lagian bukan urusan lu, gw sakit atau gak" jawab Amel ketus.


"Jangan gitu, ayo gw anterin balik" ucap Dio.


"Gak perlu gw bisa sendiri" jawab Amel, ingin jalan tapi langsung ditahan oleh Dio, Dio langsung melepaskan jaket yang dipakainya dan memakaikan nya ke Amel.


"Lu pasti kedinginan, ayo gw antar aja, gw tau kok lu suka sama Daniel, lu kayak gini gara-gara Daniel kan" ucap Dio langsung memegang tangan Amel sambil menuntun berjalan menyusuri jalanan yang sedang basah karena hujan.


"Bukan urusan lu" balas Amel lagi tapi entah kenapa dia gak bisa nolak pas Dio menuntun nya berjalan.


"Lu tinggal dimana, biar gw antar aja" ucap Dio Sambil tersenyum.


"Di apartemen jalan xx" jawab Amel.


Setelah itu tidak ada lagi yang berani membuka suara, mereka menikmati suara hujan yang dapat menenangkan hati dan pikiran.


SKIP APARTEMEN AMEL


"Yaudah gw pulang duluan yah" ucap Dio hendak pulang.


"Ini jaketnya gw cuci dulu baru gw balikin yah" ucap Amel. sebelum dio pergi


"Iya gapapa, duluan yah, jangan sampai sakit" balas Dio mengedipkan matanya dan langsung berlalu dari hadapan Amel.


Melihat hal itu membuat Amel tersenyum, sayang sekali Dio tidak melihatnya.


POV RISNA


Risna sedang di mobilnya untuk menuju kediaman keluarga nya, entah apa yang ingin dikatakan oleh kedua orangtuanya dia juga tidak tau, jarak dari apartemen Risna dengan rumah orangtuanya lumayan jauh mungkin sekitar 3 jam perjalanan baru sampai. Beberapa jam mengendarai mobil akhirnya Risna sampai juga di kediaman orang tuanya, terlihat rumah yang sederhana tapi terlihat mewah, orang tua Risna meskipun memiliki banyak uang tapi mereka masih ingin terlihat sederhana. Sesampainya di depan gerbang rumahnya, seorang satpam langsung segera membukakan gerbang untuk risna.


"Makasih yah pak" ucap Risna ramah.


"Iya nak" ucap satpam.


Risna memang lebih suka di panggil nak daripada non oleh pembantu yang ada dirumah nya, karena menurutnya kurang sopan, dirumah Risna memang ada beberapa pembantu yang mengurus rumah itu karena orangtuanya pasti selalu sibuk.


Risna langsung berjalan masuk sesekali membalas sapaan dari pembantu yang bekerja.


"Assalamualaikum Umi, Abi" salam Risna saat sampai diruang tamu.


"Waalaikum salam" jawab Umi dan Abi bersamaan.


"Nak, akhirnya sampai juga, umi sama Abi udah nungguin daritadi" sambung umi Herlina setelah menjawab salam dari Risna.


"Maaf Umi tadi hujan terus macet" balas Risna.


"Ayo duduk dulu nak" ucap Abinya yang bernama ridwan sambil menepuk sofa.


Akhirnya Risna duduk di samping Abi nya.


"Abi aja yang ngomong" ucap umi sambil menyenggol lengan Abi.


"Jadi gini nak, ayah dari temannya Abi sedang dirawat dirumah sakit, terus katanya waktunya tinggal beberapa bulan lagi, teman ayah mau ngabulin satu permintaan dari ayahnya sebelum meninggal" perkataan Abi langsung terhenti membuat Risna penasaran.


"Permintaan nya emang apaan Abi, terus apa hubungannya sama Risna" tanya risna penasaran.


"Permintaan terakhirnya itu dia minta cucunya buat nikah, terus teman ayah mau kamu yang jadi pasangan buat anaknya" lanjut Abi sambil menatap Risna meminta persetujuan.


"Tapi Risna gak tau dia siapa" jawab risna sedikit terkejut.


"Coba aja dulu nak, dulu Abi sama Umi aja dijodohin, lihat sampai sekarang masih langgeng" balas Umi.


"Yaudah kalau gitu" ucap Risna, sebenarnya gak rela tapi dia gak pernah yang namanya membantah perkataan dari orangtuanya.


"Yaudah nanti Minggu depan kita mau pertemuin kalian, agar kalian akrab" ucap umi sambil mengusap kepala Risna.


Risna tidak bisa melawan, Risna juga tau kalau orangtuanya pasti mau yang terbaik untuk putrinya.


POV AMEL


Amel memikirkan siapa perempuan yang bersama Daniel juga kenapa Dio mau membantu nya, entahlah banyak sekali kejadian terjadi, itu membuat Amel sedikit banyak pikiran. Keadaan masih hujan saat Amel memutuskan untuk membuat coklat panas juga marshmellow panggang dengan coklat, mungkin dengan itu dapat membuat perasaan Amel membaik.


"Dingin banget hari ini" ucap Amel membalut dirinya dengan selimut sambil menonton movie ditemani coklat panas dan juga marshmellow panggang tadi.


Amel juga ingat kalau dia harus mencuci jaket dari Dio lalu mengembalikan nya besok pagi.


POV RYSKA


Setelah membuatkan teh untuk Abang dan temannya dia segera berlalu ke kamarnya karena tidak ingin mengganggu percakapan mereka. Tapi entah kenapa rasa penasaran menyelimuti Ryska, yang membuatnya menguping pembicaraan mereka.


"Maaf karena menggangu liburan mu, tapi kita butuh bantuanmu Lian" ucap Elvin.


"Gwvudah terlanjur janji ke Ryska kalau gw bakal disini untuk 1 bulan kedepan" balas Lian.


"Tolong Lian kalau ini sudah selesai lo dapat liburan sesuka hati lo" mohon Elvin.


"Berapa bayaran yang kudapat" tanya Lian.


"Kalau lo dapat menyelesaikan dan mendapatkan barang itu, lo dapat bayaran dua kali lipat dari sebelumnya" ucap Elvin sambil mencoba meyakinkan Lian.


"Kalau ryska tau pasti marah" ucap Lian sambil menghela nafas.


"Coba dijelasin baik-baik, gw berangkat 2 hari lagi, gw harap lo juga datang" balas Elvin lagi.


"Abang gak ngajarin kamu nguping kayak gitu" ucap Lian memperlihatkan wajah tidak suka.


"Dengerin dulu Ryska, ini cuma beberapa Minggu doang kok, Lian pasti bakal balik lagi" ucap Elvin mencoba meyakinkan Ryska.


"Gak mau, Abang udah janji sama ryska, katanya bakal disini sampai satu bulan kedepan" ucap Ryska dengan nada sedihnya.


"Cuma satu Minggu aja dek, setelah itu balik lagi kok" Kali ini Lian yang mencoba meyakinkan Ryska.


"Tapi kalau Abang kenapa-kenapa gimana, kalau Abang terluka gimana" balas Ryska.


"Gak bakal ryska, kamu kan tau Abang udah sering kayak gini" ucap Lian, sedangkan Elvin mencoba untuk tidak menggangu kedua saudara itu.


"Yaudah tapi janji bakal balik lagi kan" balas Ryska lagi.


"Janji dek, udah gak usah nangis" ucap Lian langsung meraih ryska kepelukan nya.


"Kalau Abang bohong ryska marah, gak mau bicara lagi ke Abang" ucap ryska mengusap air matanya.


"Iya marahin Abang kalau pulangnya lewat dari satu Minggu" jawab Lian.


SKIP


Pagi yang cerah hujan baru saja berhenti subuh tadi, ryska memutuskan untuk nge-gym bareng Lian sebelum Lian pergi untuk pekerjaan besok.


POV AMEL


Pagi yang cerah ini dia memutuskan untuk jalan santai sekalian olahraga untuk menjernihkan pikiran, dia berlari mengelilingi taman. Tapi entah kenapa sepertinya takdir nya sama Daniel emang di taman ini, dia gak sengaja melihat Daniel yang lagi joggin kesandung hingga jatuh. Sontak Amel langsung berlari untuk membantu Daniel, untung saja tidak ada orang disana, mungkin karena malas karena tadi malam hujan.


"Lo ga papakan kak?" tanya Amel langsung membantu Daniel untuk berdiri.


"Batu sialan, kaki gue jadi sakit nih" gerutu Daniel.


"Wait kak, gw beliin plaster dulu" ucap Amel langsung berlari menuju indomar*t.


Setelah membeli plaster dan beberapa obat tetes Amel langsung mengobati luka daniel.


"Kenapa?" Tanya Daniel Tiba-tiba.


"Kenapa apanya?" Ucap Amel bingung, sambil mencoba memasang plaster dikaki Daniel.


"Gw udah nolak lu kemarin, udah jahat juga sama lu, kok masih mau bantuin?" tanya Daniel.


"Gatau deh kak, coba lu tanya perasaan gw" jawab Amel.


"Jangan suka sama gw, gw takut lu sakit hati" ucap Daniel memperingati.


"Hem" ucap Amel saat menyelesaikan kegiatan mengobati luka daniel.


"Ya, udah dulu gw mau pulang, istirahat" jawab Daniel mencoba berdiri.


"Gw antarin aja kak" tawar Amel.


"Gak usah, gw bisa sendiri, lagian ini cuma luka ringan doang" balas Daniel lagi sambil berjalan melalui amel.


Amel berdiri sambil melihat punggung Daniel yang sudah mulai menghilang.


"Emang se enggak boleh itu yah" monolog Amel.


"Gak boleh apa" ucap Dio yang entah datang darimana.


"Ngapain disini?" Tanya Amel kaget.


"Gw ada janji nih sama Daniel buat joggin bareng" balas Dio.


"Daniel jatuh, terus sekarang udah pulang" jawab Amel.


"Hahahaha, makanya jadi orang jangan banyak tingkah" ucap Dio Sambil tertawa terbahak-bahak.


"Jangan gitu, orang lagi jatuh lu ketawain" nasihat Amel.


"Iya iya maaf, tapi kok lu tau kalau Daniel jatuh?" Tanya Dio.


"Gw yang bantuin tadi, gw juga yang ngobatin" ucap Amel.


"Ouh gitu" ucap Dio dengan wajah yang tidak suka dengan pernyataan Amel.


'gw suka sama lu mel, lu ga bisa ngeliat gw apa?' batin dio


"Eh jaket lu baru gw keringin tadi, maaf yah" ucap Amel.


"Gapapa mel, kalau lu mau ambil aja, gw ada banyak kok jaket kayak gitu" balas Dio.


"Gak usah, gak enak gw ngambil barang punya orang" tolak Amel.


"Yaudah gw pulang dulu yah" ucap Dio.


"Hati-hati jangan sampai jatuh juga" balas Amel.


POV RYSKA


Hari ini Lian harus pergi untuk melakukan pekerjaan nya, sebenarnya ryska masih gak rela dengan kepergian abangnya.


"Cepat pulang Abang" ucap ryska memperingati Lian.


"Iya dek, kamu ngomong gini Mulu sejak kemarin" jawab Lian.


Setelah itu Lian memeluk ryska cukup lama sebelum memasuki bandara bersama Elvin.


MINGGU DEPAN


Hari ini tepat dimana Risna bertemu calon suaminya, sebenarnya belum calon sih soalnya belum ada persetujuan dari dua pihak.


Risna sedang berada dirumah orang tuanya, sedang mencoba beberapa pakaian yang dibantu oleh ibu dan kakaknya. Mereka janjian ketemu di salah satu restoran dari Abi nya Risna.


"Aduh cantik banget adek aku" ucap Riska Kakak dari Risna.


Risna memakai gamis hitam dengan campuran pink juga dengan hijab berwarna hitam yang senada dengan gamisnya.


"Ayok nak, kita udah ditunggu, gak baik kalau orang disuruh nunggu lama" ucap umi.


Mereka pun langsung menuju kedepan dimana Abi dan Arsyad menunggu, Arsyad itu suami dari Riska kakaknya Risna.


Akhirnya mereka menuju ke restoran yang sudah ditetapkan untuk menjadi pertemuan kedua keluarga itu.


"Cie adek udah mau nikah aja" goda Riska pas mereka sudah sampai di restoran.


"Apasih kak" balas Risna.


Sesampainya di dalam risna langsung terkejut karena yang ada dihadapannya itu...


***OKE GAYS SAMPE SINI DULUU, BY THE WAY ADA YANG KASIHAN GA SI SAMA NASIB GW? DANIEL NGESELIN NIHH, HARUSNYA GW RELAIN DANIEL APA TETAP NGEJAR DIA GAYS? KOMEN DONG, DARI KEMARIN GW LIAT" SEPI BANGET YA TUHANN.


SEE U NEXT TIME~


JANGAN LUPA FOLLOW ;


_XXYNMEL***.