
Hari Senin
seperti biasa disekolah Erlangga setiap hari Senin selalu upacara,para murid pun mengikuti upacara dengan khidmat,
15 menit kemudian.......
dikelas Dinda,sedang pel matematika seperti biasanya,dan waktupun tak terasa hingga jam pelajaran akhir telah usai
setelah usai pelajaran,mereka pun berkumpul di bangku Dinda.
"kita jadi gak nih ke pasar buat negosiasi nya?"tanya Doni kepada teman temannya.
"yah jadi lahk,masa gak jadi"jawab Dinda
semuanya pun mengangguk ngangguk paham.
Dinda:"loh bawa apa?"
Doni:"gue bawa seperti yang loh minta"
Dinda:"loh?"
Surya;"kamera"jawab Surya dengan santai nya
Dinda menanyakan kepada mereka satu persatu dan siap untuk pergi ke pasar.
"yaudah yuk ah kita capcuss"ajak citra
"yuk capcuss otw "jawab Tasya
mereka telah sampai didepan gerbang sekolah dan menunggu angkot yang lewat.
tak menunggu waktu lama akhirnya angkot pun datang mereka pun naik angkot berwarna biru.sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara sepatah kata pun.
"kiri..depan mang"ucap Dinda ke si mang angkot
...nih mang uangnya"Dinda menyodorkan uang 14k karena ongkos dari sekolah kepasar hanya 2k,dan jumlah mereka ada 7 orang jadi 14k.
mereka pun bergegas kedalam pasar untuk mencari pedagang yang pas untuk diajak bernegosiasi.
"itu aja yang lagi jualan emas,tuhhh"kata Rio sambil menunjuk pedagang emas yang lagi dikerumuni oleh para pembeli,sontak semuanya pun melihat kearah penjual emas itu
"lohh **** yah,itu penjual emas nya lagi penuh,masa kita harus tanya tanya soal negosiasi ke si mba nya"jawab citra sambil membentak Rio
"Iyah tau nii udah tau lagi penuh gitu"jawab Tasya
"loh ini apa apaan sih yo gak mikir banget,**** dikukut loh,bukannya dapat solusi,malah kita semua kena marah dari penjual emas itu"ucap Doni marah
"yaudah maaf maaf,gua kan tadi bercanda"ucap Rio nyengar nyengir,
Dinda pun menepuk jidatnya,tanda sudah pusing melihat teman temannya yang dimana mana selalu aja berantem
mereka mencari cari lagi pedagang apa yang cocok untuk diajak bernegosiasi
Ali:"Din penjual buah ajah tuh"
Dinda:"yang mana Al"
Ali:"itu yang dipojokan"jawab Ali sambil menunjukan arah tangannya ke penjual buah
Dinda:"ohh ya gue liat"
.....yaudah kalian setuju gak penjual buah yang ada dipojokan?"tanya dinda kepada teman temannya
Surya:"gue setuju setuju ajah"jawab Surya sambil melipat tangannya didada
Tasya"aku setuju, keliatan nya sih si ibu nya ramah banget ke pembeli
akhirnya semuanya pun setuju untuk melakukan negosiasi ke si ibu penjual buah.mereka pun menghampiri penjual buah tersebut.
"assalamualaikum Bu"ucap dinda kepada si ibu buah
"waalaikumsalam neng"jawab si ibu buah
"apakah ibu bersedia menjadi lawan bicara kami,kebetulan kami ada tugas dari sekolah untuk bernegosiasi dengan penjual?"tanya Dinda
"ohhh dikirain saya ada apah neng,silahkan saja neng"jawab ibu penjual buah sambil sedikit terkejut
"kalau gitu nama ibu siapa?"tanya dinda
"nama saya ibu iim"jawab Bu Iin
dijawab anggukan oleh Dinda
Dinda:"catat namanya ya"ucap Dinda kepada Tasya
Tasya:" okee siapp"
Dinda;"surr siapin kameranya"
Surya ;"sipp"
yang lainnya pun menyiapkan barang barang yang akan mereka pakai untuk negosiasi
Dinda:"baik Bu perkenalkan nama saya Dinda,yang ini Tasya,."memperkenalkan Tasya yang ada disebelahnya.."yang ini citra,yang itu Rio,itu Doni,itu Ali,dan kamera men itu Surya"tunjuk Dinda kepada Surya yang sedang memegang kamera sambil akan memotret
Bu iim:"ohh yahh"jawab Bu iim
Dinda:"ohh yah Bu saya akan membeli jeruk yang ibu jual,"ucap Dinda kepada ibu iim, struktur awal dari teks negosiasi,yaitu orientasi,berupa pengenalan atau pertanyaan mengenai barang yang akan dibeli
.....kalau jeruk ini berapa yah bu?"sambung Dinda
Bu iim:"jeruk ini sekilo 20 rb neng,merk jeruk ini bagus neng langsung dipetik dari pohonnya
Dinda:"bagus sekali kalau gitu bu,kebetulan dirumah saya besok ada syukuran,dan mencari buah jeruk yang berkualitas bagus"ucap Dinda menjelaskan struktur kedua dari negosiasi yaitu pengajuan,penjelasan mengenai barang yang akan dibeli oleh pihak konsumen
Bu iim:"yah neng banyak yang beli jeruk ke ini neng,karena kualitas disini bagus bagus"jawab Bu iim meyakinkan.
Dinda:"tapi Bu gak kemahalan kalau 20rb perkilo?"didekat rumah saya sekilo cuman 15rb"tawar dinda kepada Bu iim, struktur no ke 3 penawaran
Bu iim:"kan neng juga tau kalau jeruk ini berkualitas bagus"
Dinda:"Iyah sih bu,kalau 20rb kemahalan Bu"
Bu iim:"kualitas jeruk nya gak bisa diragukan lagi loh neng"
Bu iim:"yaudah neng kalau gitu,mau sekilo ajah?"
Dinda;"Iyah bu sekilo ajah"
Bu iim pun memasukan jeruk kedalam kantong plastik yang sudah ditimbang sebelumnya,lalu memberikannya kepada Dinda.
akhirnya teks negosiasi selesai,sudah direkam oleh Surya dan di catat oleh Tasya.
Dinda:"terima kasih banyak atas kerjasamanya Bu"
ucap Dinda sambil mengulurkan tangan kepada Bu iim
Bu iim:"sama sama neng,ibu juga makasih sudah dibeli jeruk nya"jawab Bu iim sambil tersenyum
Rio:"maksih yah Bu semoga dagangan ibu laris terus"
....semoga cepat abiss"sambung Doni
Bu iim:"Iyah terima kasih atas doa kalian"
Ali:"semoga makin diberkahi yah Bu dagang nya"
Bu iim:"aamiin aamiin terima kasih sekali"
Dinda:"yaudah Bu kalau gitu kita pamit pulang dulu Bu, assalamualaikum"
Bu iim:"waalaikumsalam"jawab Bu iim
mereka pun akhirnya bergegas pulang karena hari sudah mulai sore,mereka langsung naik angkot
Tasya:"kita mau langsung pulang atau liat dulu video sama teks nya?"
Citra:"kalau menurut gue sih,kita harus liat dulu Vidio sana teks nya,kan dikumpulin nya besok"
Rio:"tapi masalahnya di rumah siapa nih?"
Ali:"di kafe ajah,kebetulan Deket sini ada kafe yang sering gue kunjungi"ucap Ali.
Dinda:"yaudah kalau gitu"
angkot itupun turun di kafe yang Ali bilang.
"pantas saja si Ali sering ke sini,kafe nya juga bagus,dan Deket sekolah lagi"ucap Dinda dalam hati.
Tasya:"wawww bagus banget kafe nya"
Doni:"loh Nemu tempat ini dari mana Li?"tanya Doni
tidak ada jawaban dari Ali .Ali hanya mengangkat alisnya sebelah,
... kebiasaan banget tuh si Ali,kalau ditanya sama kita,kalau ditanya sama si Dinda ajah langsung jawab"sambung Doni sambil kesal melihat tingkah Ali
"apaan sih loh"jawab Ali malu
memang benar sih kalau dilihat akhir akhir ini kalau giliran Dinda yang nanya pasti Ali selalu jawab,gak seperti biasanya sih Ali seperti itu.ali biasanya bersikap dingin kepada semua orang
melihat percakapan itu Surya hanya terdiam.
"kenapa jadi ke gue sih"kata Dinda kesal
"yaudah ah ayo kita masuk"ucap citra
akhirnya mereka semua masuk kedalam kafe,dan duduk dimeja bernomor 7,mereka akhirnya duduk.
Rio:"kalian mau pesen gak?
Doni:"boleh..boleh"jawab Doni
...mba"sapa Rio kepada mba pelayan
pelayan itupun menghampiri meja mereka
Rio:"saya pesan es cappucino"
Doni:"crime latte cappucino"
Ali:"gue sama kaya Doni"
Surya:"samain sama si Rio"
dinda:"ya,cit kalian pesan apa"tanya Dinda kepada dua sahabatnya itu
Tasya:"samain aja kaya loh"
....gue juga..gue juga.."sambung citra
"yaudah mba, cappucino cincau nya dua."ucap Dinda kepada pelayan kafe
"baik mba tunggu sebentar."jawab pelayan
beberapa menit kemudian.....
"ini mba pesanannya"
"baik mba maksih"ucap Tasya
mereka pun mulai menyeruput pesanannya masing-masing.
Dinda:"Sur,Tasya keluarin teks sama kameranya"
Surya dan Tasya pun mengeluarkannya,mereka pun akhirnya menonton tayangan negosiasi dipasar tadi,hasilnya bagus dan sesuai dengan teksnya
Citra:"waww ini bagus ni Vidio sama teksnya,sesuai banget"ucap citra antusias
semuanya pun berargumen kalau vidio dan teks nya sesuai dan bagus banget.
dan mereka sangat lega akhirnya tugas itupun sudah selesai.mereka sedikit berbincang bincang dan akhirnya tertawa lepas.namun lain halnya dengan Ali di terus melamun kan sesuatu.
tanpa dia sadari ia memiliki perasaan nyaman dan suka kepada Dinda.siapa sih yang gak suka sama Dinda perempuan manis,cantik,Sholehah,mempunyai lesung pipi dan pintar,idaman banget bukan?
tapi Ali pun langsung menghilangkan pikiran tersebut dan melanjutkan bermain hp nya.