
semua murid pun kembali ke dalam pembahasan,,dan mendengarkan Bu Selina sebagai wali kelas yang sedang mengajar
.
.
bel pun berbunyi..
"hey Adnin kenalin aku Citra"ucap Citra memperkenalkan diri
"eh,halo aku Adnin,semoga kita berteman baik yah,"jawab sambil tersenyum manis
"aku Dinda, Az-Zahra Sugara"
"aku Tasya Fauziah"
semua teman teman pun memperkenalkan diri kepada murid baru itu
sedangkan lain hal nya dengan Azzam,Doni dkk tidak saling memperkenalkan diri kepada Azzam (biasalah laki laki suka gitu)
"Adnin,kamu bisa gabung sama kita kita,,”tawar Dinda
"Iyah aku mau banget,, makasih ya"
"kita ke kantin aja yuk,gue lapar nih"
"kalian duluan aja,,aku mau ngenalin ke Adnin soal ruangan ruangan sekolah, kebetulan Bu Selina nyuruh aku"ucap Dinda
"yaudah kita duluan yah Din"ucap Tasya
mereka berdua pun ke kantin, Dinda dan Adnin akan melihat lihat ruangan sekolah,mereka berjalan melewati koridor koridor sambil Dinda berbicara tentang ruangan ruangan yang ada di setiap sudut sekolah,tiba tiba...."assalamualikum Dinda,"ucap seorang laki laki yang tiba tiba datang di hadapan Dinda,
"wa-aa-laikumsalam"jawab Dinda terbata bata,Dinda sangat terkejut melihat laki laki yang ada dihadapannya,lelaki itu adalah Kaka kelasnya dulu waktu di SMP,pernah menyukai Dinda,juga nembak Dinda,tapi Dinda tolak, walaupun Dinda sedikit menyukai nya tapi Dinda tau mau berpacaran "aku baik Alhamdulillah"sambung nya
"yaudah yah Din, kapan kapan kita ngobrol, wassalamu'alaikum"
"waalaikumsalam"ucap keduanya
"maaf yah,Din,yang tadi itu siapa yah?kok kamu syok gitu pas liat laki laki itu"
"gak kok nin, dia bukan siapa-siapa,mungkin salah orang "ucap nya sambil nyengar nyengir
"kantin aja yuk,"
"ayo"
mereka pun akhirnya,pergi ke kantin, sesampainya di kantin mereka duduk bersama, Tasya dan Citra
di sepanjang jalan menuju kantin Dinda hanya diam tak berbicara
"Din,kamu kenapa,?"tanya Tasya,namun Dinda hanya diam dan sepertinya tidak mendengar perkataan Tasya
"Din,! kamu kenapa?"nada bicara Tasya naik satu oktaf
"eh,Iyah,kenapa sya,?"jawab Dinda sambil terkejut
"kamu kenapa?aku dari tadi nanya sama kamu,kamu diem Mulu,ada apa sih?"
"gak ada apa-apa kok,sya,aku cuman sedikit pusing,"jawabnya memegang dahi menandakan sakit kepala
"kamu sakit?kamu ke UKS aja?"panik Tasya
"eh gak sya,aku gak papa"
Tasya merasa aneh dengan perubahan sikap Dinda, daripada pusing sendiri dia akan bertanya nanti kepada Adnin
.
.
guru pelajaran sedang menjelaskan didalam kelas,tidak berapa lama,bel pulang berbunyi,mereka bersiap siap untuk pulang,
"Citra aku duluan yah,Azzam maksa Mulu aku buat buru buru pulang"ucap Adnin
"Iyah,nin,silahkan aja"
"assalamualaikum,"("waalaikumsalam)"ucap ketiganya
"cit,ayo pulang cepet"suruh Tasya dan langsung menggusur Citra
"ehh,apaan sih,loh, bentar dong"
"Din,aku duluan yah,kamu hati hati, assalamualikum,"ucap Tasya
"waalaikumsalam"
kemudian lewatlah Doni dkk,
"Din,kita duluan yah,"ucap Doni
"Iyah,"jawabnya simpel,
sementara dari tadi Azzam hanya melihat nya dengan tatapan dingin,
"kenapa sih,si Azzam,gitu banget liat nya,dasar cowok kutub"batinnya
.
"Adnin,!!"seru Tasya,sambil ngos ngosan karena berlari mengejar Adnin
"eh, Tasya ada apa?kaya di kejar sama orang nagih utang"
"nagih utang pala loh,kita ngejar loh"
sementara Adnin hanya cengengesan
"aku mau nanya sama kamu,apa tadi Dinda pas sama kamu, ketemu sama seseorang?"tanya Tasya
Adnin tampak berpikir,...
"Iyah,tadi Dinda,ketemu sama laki laki, kayaknya sih,Kaka kelas"jawab Adnin
"terus dia ngomong apa?"
"dia ngomong"apa kabar Din"
"terus Dinda jawab apa?"
"di jawab,"aku baik"terus lelaki itu langsung pergi dan bilang"lain kali kita ngobrol ngobrol yah Din"jelas Adnin
"Cit dia siapa yah,kok aku kepo yah"
.. mungkin dia temen nya kali"jawab Citra
..kok kesan nya cowo itu serasa akrab banget yah sama si Dinda,"pikirnya
"ya udah aku duluan yah,cit,sya, assalamualikum"salam Adnin
"waalaikumsalam"
.
.
Dinda pun sudah sampai dirumahnya dengan keadaan,bingung,,dan lemas,dia terus memikirkan laki laki tadi,dia sungguh kenal laki laki itu,dia pun langsung duduk, pikirannya kini sedang kacau,setelah terduduk cukup lama, adzhan Maghrib berkumandang,lantas dia pun berwudhu
.
.
"assalamualaikum,Din,ini Abang,"
"waalaikumsalam,,masuk"
Naufal seperti biasa, dia selalu menghampiri Dinda untuk sekedar,menanyakan kabar atau curhatan curhatan
"Din,kamu kenapa?"tanya nya sambil memegang dahi Dinda
"aku gak apa-apa kok,"jawabnya menangkis tangan Abang nya di dahi nya
"coba cerita,"
"Abang,,Abang masih inget gak ,temen aku waktu SMP yang aku suka?terus dia juga suka aku, akhirnya dia pun nembak aku dan aku tolak?"
"Iyah Abang masih inget,"
"ternyata bang, perasaan aku ke dia masih sama,,aku udah coba lupain dia bang, perasaan ini aneh bang,aku menganggap dia temen,tapi di hati aku berkata lain,aku masih inget dia terus,tapi pas dia nembak aku,aku tolak karena aku gak mau ngerusak sahabatan kita,terus aku harus gimana bang?"lirihnya sambil berkaca kaca
"perasaan emang aneh Din, awalnya kita benci juga akan berubah jadi benar benar cinta,emang pas kamu ketemu dia,dia ngomong apa?"
"dia ngomong,apa kabar ke aku,aku kaget banget,ketika aku udah hampir lupa,dia datang lagi,"
"kamu harus jaga perasaan kamu Din, mungkin menurut Abang dia juga masih cinta sama kamu,siapa sih yang gak suka sama ade Abang ini?"ledeknya
"apa sih ah,,aku bener bang,Abang mah ledekin aku terus"kesalnya..."terus,dia ngomong lagi bang,nanti kapan kapan kita ngobrol yah Din,"
"tuh kan apa Abang bilang,dia masih suka sama kamu, intinya kamu harus jaga perasaan kamu,kamu harus tidur sekarang jangan mikirin apa apa"titahnya
"makasih yah bang,Abang selalu ngertiin aku"
"Iyah,"Abang nya pun keluar kamar Dinda
Dinda sekarang cukup lega karena sudah bercerita panjang lebar kepada abangnya,tak lama hp nya berbunyi
..*drrt,,ddrrtt,,
+623*.....
assalamualaikum,Din apa kabar?
.
.
.
bersambung 🍁
(aku up lagi 🤗 kepoin langsung yuk🤗 maaf yah kalau ada typo🙏)