FRIEND BUT MARRIED

FRIEND BUT MARRIED
#23



"haha,aku bercanda Dinda" ucap Abidzar sedikit tersenyum


Dinda POV


mengapa hatiku berdebar seperti ini ya Allah,tenangkanlah hati hamba,


setelah beberapa menit, Abidzar pun kedepan kelas untuk mengumumkan acara pentas seni,


"assalamualaikum semuanya, perkenalan nama saya Abidzar Qaddafi dari kelas 12, Alhamdulillah saya di percayai amanah oleh guru guru sebagai ketua OSIS baru, seperti yang sudah di ketahui,pada beberapa hari kedepan kita akan melaksanakan pentas seni,dimana yang akan di laksanakan oleh seluruh kelas,saya mengundang sekretaris setiap kelas agar bisa berbincang mengenai acara nanti, bagaimana sudah ada rencana di setiap kelas?sudah mau menampilkan apa?" tanya Abidzar


apa yang akan di pentaskan oleh kelas XI MIPA 1?"tanya Abidzar


"saya akan.... bla bla bla"ucap Bela


dan Sekarang giliran ku,aku pun menjawab bahwa kelas ku akan menampilkan karya dua dimensi,tiga dimensi dan seni lainnya


waktu terasa begitu cepat,hingga tidak terasa hari sudah sore, Abidzar pun segera menutup perkumpulan nya


"sekian dari saya,,mudah mudahan acara nanti bisa berjalan dengan lancar,, Aamiin, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu"


"waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatu"jawab semuanya


semuanya pun selesai,semua sekretaris keluar kelas, begitu pun dengan aku dan Tasya,kita bergegas pulang dari sekolah,


aku dan Tasya sudah di luar gerbang SMA ERLANGGA (maaf yah pas di awal aku pernah nulis SMA Nusa bangsa, padahal kan seharusnya SMA ERLANGGA,,Afwan jiddan para readers ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜)


"Din,itu udah ada angkotnya,aku pulang duluan yah,kamu hati hati"ucap Tasya sambil menuju mobil angkut nya


aku pun masih setia menunggu angkut,,


tak lama angkotnya pun datang,aku segera naik,


.


.


"assalamualaikum,"ucap ku Sambil membuka pintu depan


"waalaikumsalam,eh non sudah pulang," ucap Bu Minah


"iya nih bi,aku tadi ada urusan sebentar,mamah mana bi?"


"ada di ruang tamu non"


aku pun menuju ruang tamu,,memang kalau sore dirumahku waktunya makan,aku pun menyalami tangan mamah, dan kak Naufal nyebelin,tapi sayang,hehe


"ehh kamu,ayo makan sayang"ucap mamaku


"Iyah mah,aku ke kamar aku dulu,"aku bergegas naik ke kamarku, untuk mengganti pakaian,"untung aku udah shalat jadi udah tenang deh" aku turun dari untuk makan bersama mama dan kak Naufal


"sayang kenapa kamu,pulang sore,apa kamu udah shalat ashar nak?"tanya mama


"udah dong mah,,tadi sebelum pulang aku shalat dulu di mesjid sekolah"


"Bagus kalau gitu, ayo cepat makan"


SKIP


"assalamualaikum kak Naufal,boleh aku masuk?


"waalaikumsalam,masuk aja"


aku masuk kedalam kamarnya, mau apa aku ke kamar kak Naufal,kalau bukan mau curhat,aku lebih suka curhat sama kak Naufal,,sama mama pun suka,tapi kalau ke mama takutnya malah jadi kepikiran


"bang,tau gak?"


"tak apa?"


"yah,, kebiasaan nih,liat dulu dong muka aku,kalau lagi bicara"


kak Naufal pun membalikkan badan,karena tadi dia hanya pokus sama layar laptopnya


"Hem Iyah,"


"aku mau cerita kak,"


"cerita apa?"


flashback off


(masih Dinda POV)


"Dinda!"


aku repleks menengok kebelakang, ternyata Abidzar,"ada apa lagi sih,"kreteg hati ku


"ini udah sore loh,apa lebih baik kita shalat berjamaah di masjid?"


"ahmm,,gak apa apa kak,kita shalat dirumah aja,"jawab ku


"kami gak usah khawatir anak anak yang lain juga pada shalat ashar dimejid kok,"bantah Abidzar


"yaudah Din, ayo, lagian ini udah sore, keburu abis juga waktu asharnya"kata Tasya


Iyah juga yah,dari pada aku nanti telat shalat asharnya


"ya udah ayo"


kita bertiga pun memasuki mesjid,dengan Abidzar berjalan di depan dan kami di belakang dengan jarak yang cukup jauh,


setibanya di masjid, ternyata memang semuanya shalat ashar di masjid,jadi aku gak khawatir lagi,


aku terkaget ternyata yang menjadi imam, ternyata Abidzar,suara awal nya sudah terdengar bagus,"astagfirullah Dinda,"


shalat telah dilaksanakan, saatnya aku pulang,aku bersama Tasya keluar mesjid dan segera menuju gerbang sekolah,


"Dinda,!"


aku menoleh, ternyata Abidzar lagi,


"ada apa?"tanya ku


"bisa aku antar kamu pulang?,lagian ini udah sore banget"


deg,,,"apa apaan sih Abidzar ini,"


"eh gak usah kak, kami bisa pulang sendiri kok, assalamualikum"


"waalaikumsalam"


aku langsung menggusur Tasya, untuk segera berjalan,


"Din,kamu kenapa gak mau dianterin pulang?sama Kaka kelas ganteng pula"


"ihh,,ganteng dari mana, gantengan juga nabi Yusuf,,hehe"jawab ku terkekeh


"aaih,kamu mah suka gak bener kalau aku tanya,udah ah aku pulang,hati hati"


flashback on


"kenapa, Abidzar gitu Mulu sama aku yah kak?aku jadi bingung sama perasaan aku,tapi aku sedih kak,akhir akhir gara gara ada dia di sekolah,aku suka gimana gitu,,tapi aku takut kak,aku malah gak pokus sama pelajaran dan terlebih lagi aku takut,jadi gak lebih dekat sama Allah"ucap ku


kak Naufal pun mendekat


"mungkin sih, menurut Abang dia masih suka sama kamu, kamu jangan sedih kan ada Allah,ingat itu!kamu harus tetap pokus belajar dan lebih mendekatkan diri kepada Allah,"


"aku sedih kak,aku ngerasa akhir akhir ini aku gak dekat sama Allah,aku sedih banget kak,"lirih ku


kak Naufal, menggenggam tanganku dan memelukku "kamu tenang Dinda,yang sekarang kamu harus lakukan,kamu harus tetap pokus belajar dan menghapus semua perasaan kamu ke dia,, Allah gak suka kamu berlebihan menyukai hambanya dibandingkan dirinya, jangan pernah berharap lagi ke dia yah,kamu harus menggantungkan semuanya sama Allah"ucap kak Naufal Sambil melepaskan pelukannya


"iyah kak,,aku harus lupain itu semua, Allah adalah segalanya bagiku"jawab ku


.. Terima kasih yah kak,,aku sayang aku"


candaku


"eh kok, kamu sayang kamu,gak sayang sama Abang nih?"


"ehh salah,aku sayang Abang"


.


.


โœจ


bersambung ๐Ÿ


(Afwan para readers ๐Ÿ™ aku udah lama gak update di karenakan tugas aku banyak,mohon dimaklumi,๐Ÿ™maaf kalau ada typo,๐Ÿ™terus semangatin aku terus yah,biar aku lebih lebih semangat๐Ÿ˜aku sayang kalian ๐Ÿ’™)