
" Siapa yang menghamili mu ?!
" Kaka sabar dulu " menenangkan
" Ibu maafkan aku "
" Siapa yang menghamili mu ?! katakan !!! "
Teriaknya
" Ibu aku tidak tahu " menunduk
" Elin bagaimana kau bisa hamil kalo kau tidak tahu orang nya " timbal bibi Sahin
" Bibi ... "
" Kenapa kau bertingkah bodoh seperti ini!! Elin siapa yang menghamili mu ?! katakan??!!! apa atasanmu hah!! "
" Ibu tidak! mana mungkin atasanku menghamili bawahannya "
" Kaka Elin benar, kau terlalu banyak menonton drama jadi kau seperti ini , tenangkan dirimu "
" Cepat bawa aku bertemu dengan laki laki itu ayo " menarik tangan zeline keluar
" Ibu... Elin minta maaf "
" Lalu siapa ayah dari di bayi itu " kembali bertanya
" Ibu aku tidak tahu siapa dia , " menunduk
" Anak ini !!! "
" Elin apa kau gila! kau tidur dengan siapa saja hah?! sampai tidak tahu siapa yang menghamili mu itu "
" Bibi !!!! "
" Heii Sahin kau pikir anakku apa ? beraninya kau bicara seperti itu "
" Kaka aku kan hanya bertanya "
Di waktu yang sama, El yang baru saja masuk kedalam kantor seperti biasanya. Duduk di meja kerja nya melihat dokumen dokumen Yang harus ia pahami tiba tiba suara pintu terdengar dan seseorang masuk .
" Kenapa kau belum siap siap El?? "
" Memangnya mau kemana? "
" Hari ini hari kunjungan kita untuk mendapatkan lahan di kampung Yama "
" Bukankah sekretaris ku sudah ku utus untuk kesana. "
" El warga penduduk desa sana pun ingin tahu kau seorang presiden direktur yang akan mengelola lahan itu. "
" Ahh menyebalkan. berapa lama perjalanan kesana? "
" Sekitar 3 sampai 4 jam kalo ga macet "
" Siapkan mobil " berdiri dan merapihkan jas nya
" Oke . "
Ben dan Elvan pun berangkat menuju tempat kunjungannya . Sekretari wan pun ikut dalam persiapan ini . sesampainya di tempat itu El sudah di sambut beberapa orang disana . mereka cukup antusias ketika melihat seorang Presdir datang ke tempat itu hanya untuk melihat lihat lahan yang akan di ambil alih oleh nya .
" Tuan disini tempat penginapan tuan semoga tuan bisa nyaman beristirahat di desa kami " ucap ketua penduduk desa
" Hmm iya "
" Jika tuan ingin melihat sekeliling lahan ini besok pagi saya akan mengajak tuan "
" Bisakah sekarang saja ? " jawabnya dingin
" Ehhh kita baru saja sampai , istirahat dulu ke , makan dulu ke. " Timbal ben tapi El malah langsung berjalan meninggalkannya.
Di perjalanan menuju lahan terdengar suara ribut dari dalam rumah, membuat ketua penduduk desa dan warga lainnya berhenti melangkah dan melihat seorang ibu rumah tangga sedang menarik tangan anak gadisnya keluar rumah . namun tak di sangka ternyata zeline malah bertemu kembali dengan pria yang telah menidurinya itu .
" Tunggu " ." Ucap Elvan pada semua orang
" Kau bukannya karyawan ku " sembari menunjuk ke arah elin
Ben yang melihat pun terkejut, ia bisa bertemu kembali dengan gadis itu , sudah lama ia ingin mencari gadis namun tidak ad hasil apa pun , tapi malah di pertemukan dengan kondisi seperti ini lagi .
" Hei kau wanita yang pernah tidur dengan El ? " *timbal ben dan menutup mulutnya
Kenapa bisa bertemu dengan nya lagi sih . bagaimana ini* .
" Pak Presdir "
" Ibu tidak !! bukan dia "
" Dia karyawan di perusahaan ku, ada apa sebenarnya? "
" Jadi kau yang telah menghamili anak ku ?? "
" Ibu !! "
" Apa jadi dia hamil? El dia hamil ?? "
" memang nya kenapa kalo dia hamil ? apa yang aku lakukan padanya? "
Seketika ingatannya kembali ke malam hari itu ketika Ia mabuk dan menikmati malam yang panjang bersama gadis di depannya, sontak ia pun melirik ke arah gadis itu dengan tatapan yang penuh tanda tanya .
"A.. aapa yang terjadi ? " Tanya nya dengan gugup
" El.. sepertinya wanita itu hamil " bisikan ben
" Dasar kau laki laki kurang ajar! beraninya kau menyentuh putriku dan menghamilinya"
" El dia benar benar hamil "
" Tunggu tunggu . saya tidak mengerti nyonya apa yang anda katakan . "
" Kau masih mengelak hah!! anak kurang ajar kau yah ! dimana orang tua mu ? kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu ! "
" Nyonya kita bicarakan baik baik yah . dan jangan terus memukul saya seperti ini "
" Ibu jangan seperti itu ku mohon " bisik elin
" Diam kau! kau juga gadis tidak tau malu ! "
" Kaka tenang dulu , benar kata pria itu, kita bicarakan ini baik baik yah . kita bicarakan di dalam saja, semua orang melihat kita, apa Kaka tidak malu "
" Yasudah kita bicarakan ini di dalam "
Di dalam rumah pun masih terus berlangsung . percecokan antara anak dan ibu yang sama sama tinggi ego nya dan Elvan yang terus mengelak tidak percaya bahwa gadis itu hamil anaknya, ibu yang terus mendesak Elvan bertanggung jawab atas perbuatannya. akhirnya Elvan memberitahukan kepada ibu nya tentang ini. Ibu Elvan yang mendengarkan kabar itu pun terkejut antara sadar dan tidak , ia langsung pergi ke tempat Elvan saat itu juga. setelah kedatangan ibu Elvan, perselisihan itu mulai mereda, Elvan tidak menyangka jika ibunya malah ikut ikutan untuk menikahinya dengan gadis yang sama sekali belum ia kenal .
Pernikahan pun terjadi hari itu juga , sebuah cincin yang melingkar di jari manis nya Zelin sangat indah. meski zeline tahu bahwa laki laki di hadapannya itu tidak menyukainya namun ia tidak bisa berbuat apa apa.
" Saya sangat bersyukur Elvan akhirnya menikah , dan saya harap Elin segera melahirkan cucuku "
" Hmmm.. yah meski sekarang kau besan ku, aku juga berterima kasih padamu karena sudah bertanggung jawab atas perbuatan anakmu itu " dengan wajah sinis nya
" Tentu saja keluarga ku bertanggung jawab , besok pagi elin dia harus tinggal bersama ku , bagaimana ? " tanya nya pada besan
" Itu sudah keputusan keluarga pria , terserah kau saja , asal jangan pernah anakmu itu menyakiti anakku "
" Haha kalo anakku menyakiti menantuku aku yang akan turun tangan , percayalah . "
" Elvan " sahut ibunya " kau bermalam disini , besok pagi kau bawa menantuku pulang yah . ibu akan mempersiapkan hadiah buat kalian berdua "
" Hmm yah "
" Yasudah ibu pamit yah , elin menantuku.. jaga dirimu baik-baik yah dan calon cucuku itu "
" Iya Bu baik "
Setelah berpamitan, akhirnya ibu elvan meninggalkan anak dan menantunya itu untuk bermalam disana, Malam harinya Elvan tidak bisa tidur dengan nyenyak , banyak nyamuk yang terus mengigit nya , melihat gadis di sampingnya tertidur dengan pulas membuat nya bergumam .
" Bahkan dia bisa tidur dengan nyenyak seperti itu "
Elvan membangunkan zelin yang tertidur pulas .
" Kenapa " tanyanya dengan suara serak
" Bisa bisanya kau tidur nyenyak, sedangkan aku hampir mati di gigit nyamuk "
" Kau tidak mandi makanya kau di gigit nyamuk, aku ingin tidur jangan ganggu aku " elin pun melanjutkan tidur nya .
Mata sembab dengan lingkaran hitam dibawah mata nya menandakan El tidak tidur semalam. Elin yang baru saja membuka matanya perlahan melihat ke arah El yang terus menatap nya.
" Kau tidak tidur ? "
" Apa kau tidak liat lingkaran hitam dibawah mata ku ini hah ! "
" Baru saja semalam tinggal di rumahku sudah seperti zombie saja, apalagi kalau seminggu "
Elin pun melangkah ke arah kamar mandi dan El terus menatapnya, menjatuhkan diri ke ranjang seakan tak bisa menahan rasa kantuknya. selesai mandi Elin yang baru saja keluar melihat El yang tertidur pulas.
" Apa yang harus aku lakukan. aku tidak mungkin berumah tangga dengan pria yang sama sekali tidak aku suka " gumamnya
Bersambung..