
Pagi itu ketika zeline sudah mendapatkan cutinya beberapa hari ia benar benar memutuskan untuk pulang ke kediaman ibu nya . sekitar 3 jam ia menempuh perjalanan dari kota ke kampung. Di perjalanan zeline masih memikirkan bagaimana cara memberitahu ibu nya tentang kehamilannya itu . Tapi jika ibu nya tahu bahwa ia hamil tanpa seorang suami, ibu pasti membunuhnya atau mencoretnya dari daftar keluarga.
" Bagaimana cara memberitahu ibu yah " sembari mengelus ngelus perut nya yang masih rata
" Tidak aku tidak boleh melakukan itu,Bagaimana pun juga ibu harus tahu ini kan,Tidak! aku tidak mau ibu tahu,Ahh bagaimana ini, aku juga tidak mau mengugurkan bayi yang tidak berdosa ini "
Setiba nya di kampung halaman ia harus berjalan kaki menuju rumah nya karna memang menuju rumah ibu harus berjalan kaki menyusuri sungai . tidak ada kendaraan yang melewati jembatan itu, hanya untuk pejalan kaki yang menyebrang untuk ke kota dan sebaliknya. Suara ponsel berdering, ibu yang menelponnya.
" Ibu "
" Hallo bu "
" Zeline kau dimana ? "
" Aku baru saja menyebrangi sungai "
" Kenapa kau pulang mendadak ? "
" Aku sengaja ingin bertemu ibu . aku merindukan ibu huuu huuu " Lirihnya
" Anak nakal. cepat kemari " menutup telponnya
" Ah ibu, dia selalu menutup panggilan secara tiba tiba . "
Di rumah
" Ibu aku merindukanmu " Sembari memeluk ibu nya
" Berapa hari kau di sini "
" Ibu!! kau tidak merindukanku"
" Elin kau kan bekerja tidak boleh mengambil cuti lama lama nanti gajih mu di potong "
" Elin hanya 3 hari saja di sini Bu "
" Baguslah kau lapar ? ibu sudah membuatkan makanan kesukaan mu "
" Benarkah?? sepertinya memang aku lapar "
Suara teriakan terdengar ketika zeline sedang menyantap makannya . ia melihat seorang masuk ke dalam rumahnya dengan tergesa gesa .
" Elinn kau kembali " memeluk nya dengan erat
" Bibi kau merusak pendengaran ku dengan teriakannnu itu "
" Hehe maaf yah aku sangat merindukanmu. "
Yah dia adalah bibi zeline . Sahin namanya, usianya hanya 5 tahun lebih tua dari zeline.
" Bibi kau merusak makan siang ku , sebaiknya bibi pergi saja "
" Elin.. kau berani nya . " memukul tangan zeline
" Heii Sahin kau jangan menyakiti anakku "
" Kaka.. "
" Sudah sudah sebaik nya kau pergi , kau memang tidak punya pekerjaan "
" Kaka aku kan akan menikah dengan laki laki kaya aku tidak akan bekerja "
" Cihh bahkan laki laki yang kau temui itu mana dia?? dia tidak kembali lagi kan ? orang seperti kita tidak layak dengan orang kaya seperti itu , kau harus sadar diri."
"Kaka kau menyakiti perasaan adikmu "
" Sudahlah "
Apa yang ibu bicarakan ?
" Bibi kenapa kau mau menikah? "
" Tentu saja mah . memangnya kau tidak mau menikah juga ? "
" Bibi aku masih muda usia ku baru 25 tahun "
" Iya aku tahu makanya aku ingin segera menikah agar tidak menjadi perawan tua "
" Sudah ku katakan padamu kau menikah saja dengan tetangga kita "
" Tidak mau ,aku mau menunggu pangeran ku kembali "
" Ibu memangnya siapa orang yang di bicarakan bibi? " sembari mengunyah makanannya
" ibu tidak tahu , cepat habiskan makananmu, Sahin kau tidur denganku , kamar tidur zeline sudah ku bersihan , "
" Kaka aku tidur dengan zeline saja yah "
" Ibu aku tidur denganmu saja, biarkan bibi tidur di kamarku "
" Kenapa kau? biasanya kau tidak mau tidur dengan ibumu "
" Aku kan sudah bilang kalo aku merindukan ibu "
" Baiklah baiklah kau tidur dengan ibu. "
Malam hari..
" Kenapa lapar sekali sih padahal tadi siang aku makan banyak " melihat ke arah ibunya yang sudah tertidur pulas
" Ibu maafkan aku "
Berjalan ke arah dapur membuka lemari es melihat bahan bahan makanan yang tersisa hanya telur dan sayuran saja. Ia kembali membuka tudung saji di atas meja . ada beberapa makanan yang tersisa siang tadi . Zeline duduk di meja makan dan mengambil semua makanan di hadapannya . memakan dengan mulut penuh melihat sekeliling ruangan tidak ada siapa siapa, ia takut jika seseorang mengetahui nya . mungkin ini efek hamil nya ingin selalu makan banyak pikir nya. tiba tiba suara mengejutkan nya
" Zeline kau belum tidur? "
" Uhukk .. uhukk " dengan tangan yang terus memukul dadanya .
" Zeline minum dulu " menyodorkan segelas air putih kepadanya dan meminumnya
" Bibi kenapa kau selalu mengagetkan ku "
" Kenapa kau makan sebanyak itu ? bukannya tadi kau sudah makan ? "
Apa yang aku lakukan sekarang . bagaimana ini
" Cihh bahkan tadi siang kau makan begitu banyak "
" Bibi kenapa kau selalu menginterogasi ku terus sih,dan kenapa bibi juga belum tidur ?"
" Aku haus makanya bangun "sembari duduk berhadapan dengan zelin
Zeline menghentikan suapannya ketika bibi nya terus memandang ke arah nya . ia kembali meminum air di samping nya
" Kenapa bibi terus menatapku "
" Hah?! Ahh itu aku sudah hampir lupa sekarang kau makan begitu banyak. apakah makanan di kota tidak se enak makanan ibumu ? "
" Tentu saja ! " To do poin
" Tapi sekarang kau kelihatan berisi tidak seperti bulan lalu "
" Bibi kau mengira aku... aku hamil? "
" Tentu saja !! "
Apa? jadi bibi tahu ? apakah secepat itu
" Haha zeline kau ini , mana mungkin kau hamil . kau saja belum menikah "
Huhh untunglah bibi tidak secepat itu
" Bibi apa aku boleh bertanya?? "
" Tanya apa? "
" Bagaimana cara kita tahu kalo kita hamil? "
" Kenapa kau bicara soal kehamilan " mulai mencurigai
" Bibi temanku bertanya padaku "
" Oh itu . kau harus mencari informasi terkait kehamilan terlebih dahulu. kau harus membeli sebuah alat kontrasepsi dan menggunakannya di pagi hari . tapi kadang kadang alat kontrasepsi tidak menjamin bahwa kita benar benar hamil. kau harus periksa ke dokter kalo memang kau hamil. "
" Benarkah?? "
" Yahh seperti itu, lanjutkan makan mu aku mau tidur lagi "
" Iya bibi "
Ke esokan harinya masih dengan suasana menegangkan, di pagi hari ia kembali menatap sebuah alat kontrasepsi yang bergaris dua . tangannya bergetar hebat sembari memegang alat itu . ia memikirkan soal ibu nya tentang kehamilannya ini .
" Elin kau di dalam? "
" Ah iya Bu tunggu sebentar "
Bagaimana ini bagaimana? aku harus membuang ini kemana? disini tidak ada tempat sampah
" Elin cepat keluar ibu mau mandi "
" Iya Bu iya bentar "
" Kau lama sekali sedang apa sih "
" Ibu aku sakit perut, seperti nya aku makan terlalu banyak " teriak nya di balik pintu
" Kak Elin di dalam? "
" Yah " mengangguk
" Semalam dia makan banyak jadi dia seperti itu "
" Hah? tidak biasanya dia makan malam "
" Iya aku juga curiga padanya "
" Kau bicara apa hah. putriku baik baik saja " senbari memukul bahu adiknya
" Kaka "
Keluarlah elin dari kamar mandi , membuat bibi dan ibunya mematung melihat elin.
" Kenapa kalian menatapku ?"
" Tidak . kau sudah selesai? ibu mau mandi dulu "
" Iya Bu . " Berjalan melangkah pergi
" Tunggu ! " suara Sahin membuat elin berhenti melangkah
" kenapa?? " wajah yang mulai cemas
" Apa yang ada di tanganmu itu . kau menggenggam apa ?"
Ibu yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi pun melirik ke arah putrinya
"Tidak ada apa apa "
" Sini aku lihat "
" Tidak bibi ini bukan apa apa "
Sahin terkejut dengan benda yang ada di tangannya itu , iya benar benar tidak menyangka, membuat ibu Zelin menghampiri mereka dan melihat alat kontrasepsi itu .
" Jadi semalam bukan temanmu yang bertanya soal ini . tapi benar benar kau elin?! "
" Apa kau bilang ?! "
" Kaka semalam elin bertanya kepada ku tentang ini "
" Ibu aku bisa jelaskan semua ini "
" Kemari kau "ibu manarik lengan putrinya ke ruangan lain ,
" Siapa yang menghamili mu ?! "
Bersambung..