
Satu bulan kemudian...
" Kenapa bisa seperti ini hikkss.. hikkss... "
" Elin.. sudahlah jangan menangis seperti ini lagi "
" Apa kau tau aku pergi ke hotel untuk bertemu dengan Daniel tapi dia malah menjual ku "
" Si Daniel memang brengsek "
" Aku benci padanya "
" yah sepertinya aku juga benci padanya . Tapi, aku masih penasaran siapa laki laki yang tidur denganmu malam itu ? "
" Sudah kubilang aku tidak mengenalinya "
" Apa kau tidak ingin bertemu dengannya? sekedar untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya "
" Sejak kejadian itu aku sudah mengutuknya!! aku harap tidak akan pernah bertemu lagi ! ''
" Aaahhh elinnnn kau gadis yang bodoh !!. kau bisa bisa nya memberikan kehormatan mu pada laki laki itu tanpa minta pertanggung jawaban nya ???. "
" Aaahhh sasaaa aku hampir gila karena ini "
" Sudahlah mulai besok kau harus jauh lebih baik oke? . kau sudah 1 bulan mengambil cuti kau harus masuk kerja besok "
" Yah aku rasa begitu. Terlalu lama aku mengambil cuti "
" Kalau kau karyawan baru mungkin kau sudah di pecat karena terlalu lama mengambil cuti "
" Baiklah mulai besok aku akan masuk kerja"
" Ahh elinnn kau harus semangat ya "
" Hmmm " Sembari berpelukan
Pagi itu Suasana dalam kantor seperti biasa, semua orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing . zeline yang baru saja masuk setelah mengambil cutinya pun dihadiahi dengan pekerjaan pekerjaan yang sangat menumpuk, membuat nya selalu pulang larut malam.
'' Elin apa kau membawa pembalut. perutku sakit "
" Iya aku selalu bawa "
" Boleh ku minta satu ."
" Baiklah ini "
" jika saja wanita tidak mengalami ini . aku pasti bebas tidak akan pernah merasakan sakit setiap bulan "
" Haha Sasa kau ini .. "
" Aku pergi dulu yah , "
" Yah baiklah . "
Zeline kembali melanjutkan pekerjaan nya. namun tiba tiba ia teringat terakhir ia datang bulan,melihat jadwal datang bulannya yang sudah telat membuat nya terkejut dan menutup mulutnya. Berada di dalam toilet membuatnya mencari informasi tentang kehamilan . ia masih belum yakin tentang itu namun ia sangat ingin mencari tahu tanda tanda kehamilan. Sepulang kerja zeline masih memikirkan bagaimana kalo dirinya benar benar hamil.
" Kau kenapa?"
" Ah tidak apa apa . aku memikirkan pekerjaan ku "
" Cihh kau ini , bahkan sudah pulang pun kau harus memikirkan tentang pekerjaan . apa tidak ada lagi hal yang kau pikirkan selain itu ?! "
Apa aku bicara saja pada Sasa ya? mungkin saja dia membantuku
" Sasa "
" Hmmm apa ?! "
" Aku memikirkan bagaimana kalo aku hamil "
" Apa?!!! kau hamil???! "
" Tidak!!!! tiiidakk !! bukan . kalo misalkan "
" Memangnya kau merasakan mual dan pusing seperti wanita hamil? "
" Tidak "
" Memang nya kau belum datang bulan?? " zeline pun menggelengkan kepala
" Apa kau sudah melakukan test?? "
masih menggelengkan kepalanya
" Harusnya kau melakukan test dulu "
" Bagaimana?? "
" Pergi ke apotek kau beli sebuah alat kontrasepsi dan kau akan tahu hasil nya "
" Ohh baiklah besok saja "
" Tunggu.. kalo kau benar benar hamil, kau harus mencari ayah si bayi itu !! "
" Kau ini " sembari memukul tangan Sasa
" Awss sakit tahu "
" Aku tidak mungkin melakukan itu , lagian aku tidak tahu laki laki itu "
" Apa kau mau melahirkan seorang bayi tanpa ayah nya . ?! ''
" Sasa!!!! Kau sudah gila yah aku belum melakukan test jadi aku belum yakin aku hamil "
" Yasudah yasudah besok aku antar ke Apotek nya "
***
" Semua nya berkumpul cepat " teriakan salah satu karyawan
" Zeline kau tidak tahu yah "
" Memang nya ada apa ? "
" Hari ini adalah hari pertama Presdir baru datang setelah Presdir Dhanan pensiun dari jabatannya "
" Oh ya aku lupa "
" Iya dengar dengar Presdir baru kita itu masih muda dan masih single "
" Kau selalu saja bergosip "
" Elin aku serius, ehh lihat itu datang cepat kau sigap "
Zeline pun Merapihkan rambutnya dan melihat ke arah pintu masuk, Seorang laki laki berjalan masuk dengan wajah dingin nya membuat zeline teringat laki laki yang pernah tidur dengannya. Ia terkejut ketika melihat laki laki itu dengan jelas , zeline berlari meninggalkan tempat itu. Nafasnya tidak beraturan ketika ia berada di dalam toilet, masih tidak menyangka akan bertemu dengan laki laki itu lagi pikirnya. ia kembali mengusap usap perutnya sambil mengarah ke arah cermin.
" Bagaimana ini ?? aku sangat takut " gumamnya
" Zeline kau kenapa? " sembari melihat ke arah zeline yang memegangi perutnya
" Ehh ini aku lapar aku belum sarapan tadi pagi hehe "
" Ohh "
Wanita itu pun pergi, zeline yang hampir saja ketahuan pun akhirnya bernafas lega , ia kembali ke meja kerja nya.
" Kau dari mana saja "
" Dari toilet "
" Apa kau tidak melihat Presdir baru kita ? "
" Aku sudah lihat sebelumnya " menutup mulutnya
" Apa?? apa kau bilang ?! ''
'' sebelum aku ke toilet aku bertemu dulu, kau pikir apa? "
" Ohh gitu . tampan yah aku mampir saja naksir "
Seseorang memanggil zeline untuk ke ruangannya .
" Siang pak ada yang bisa saya bantu? "
" Elin kau urus semua dokumen ini kau rincikan ini agar bisa di pahami oleh Presdir, dokumen ini harus selesai besok "
" Iya pak "
" Dan besok kau harus ikut presentasi juga "
" Kenapa harus saya pak? "
" Kau yang bisa aku andalkan setelah Tami keluar dari perusaan ini "
" Iya pak baiklah "
Malam hari..
" Akhirnya selesai juga "
" Elin.. ayo kita pulang "
" Yah tunggu sebentar lagi aku selesaikan ini dulu "
" Apa itu?! "
" Ini adalah produk yang akan di bahas besok pagi ''
" Ohh gitu yah "
" Ah.. akhirnya beres. Ayo kita pulang "
" Oke.. "
Setiba di rumah, masih melihat alat kontrasepsi yang baru saja ia beli sepulang dari kantor.
" Aku akan mencobanya "
" Hei zeline kau bodoh yah. kau harus baca dulu cara pakainya kapan. disini tertulis kau harus mencobanya ketika pagi hari "
" Baiklah besok saja "
Malam yang sepi hanya terdengar beberapa kendaraan saja. Semua orang sudah berada dalam mimpinya , zeline yang duduk di bawah jendela rumah nya terus memikirkan hal yang seharusnya tidak terjadi .
" Aku tidak boleh hamil . yah aku tidak mungkin hamil "
Zeline menelan ludah nya sambil menggenggam alat kontrasepsi yang baru saja ia gunakan . Masih dalam kegelisahan akan hasil alat itu , Satu garis sudah ia ketahui . ia masih menutup satu garis lagi takut dengan hasilnya , tiba tiba Sasa mengejutkan membuat alat kontrasepsi itu pun terjatuh. Sasa yang mengambilnya pun langsung melihat hasilnya, Sasa terkejut dan berteriak membuat zeline mengambil alat kontrasepsi itu dan melihat hasilnya.
" Sudah kuduga " Dengan nada lesu nya
" Elin bagaimana ini ??? bagaimana bisa ??
" kenapa kau yang gelisah "
" Zeline siapa laki laki itu ?? "
" Sudah kubilang aku tidak tahu "
" zeline bagaimana pun anak itu anak nya juga "
" Sasa apa kau tidak memikirkan ku juga?! "
" Elin kau harus mencari ayah dari si bayi itu "
Bersambung