
Berada di salah satu sebuah Mall terbesar milik keluarganya di kota X, membuat EL begitu antusias di sana . ia memilih beberapa koleksi cincin pernikahan untuk dirinya dan kekasihnya. Kepulangan Tamara selama 2 tahun di negara A membuat EL begitu merindukan kekasihnya itu. Tamara pergi melanjutkan mimpinya selama 2 tahun menjadi seorang model terkenal ternyata tidak sia sia. Tamara memutuskan pulang karena dirinya tahu akan janji kekasih nya itu. Seletah mendapatkan sebuah cincin yang menurutnya cocok , El pun memutuskan untuk membuat sebuah pesta lamaran sederhana ketika kekasih nya itu tiba . malam hari di sebuah gedung tepatnya acara lamaran itu di selenggarakan, sudah banyak tamu tamu dan teman kolega kantor yang datang memenuhi ruangan, banyak sekali dari mereka yang mengucapkan selamat dan menikmati hidangan yang sudah di sediakan sebelumnya . di sisi lain El malah merasa khawatir dengan kekasihnya tak kunjung datang. berapa kali ia telpon namun tidak ada jawaban membuat El memutuskan keluar dari gedung dan mencari kekasihnya . beberapa pengawal yang sudah di perintahkan pun sibuk mencari keberadaan Tamara. Satu pesan suara masuk ketika El sedang berada di dalam mobil membuatnya berhenti dan baca isi pesan itu .
***
" Tan.. dimana Elvan?? "
" Dia pergi mencari Tamara."
" Jadi Tamara tidak datang?"
" Tante sudah peringatkan padanya untuk tidak pergi . tapi malah ia bersi keras pergi mencari tamara."
" Tamara tidak datang di hari lamarannya dan El malah sibuk mencarinya ? bahkan tamu tamu sudah datang . bagaimana ini? '' tanya Ben kembali
" Cepat kau hubungi El suruh dia datang kemari . Tante sangat kecewa pada Tamara."
" Baiklah Tan Ben pergi yah ."
Ben pun pergi meninggalkan Tante nya untuk menghubungi Elvan dan menanyakan keberadaan nya . Sesampainya di sebuah club malam tidak jauh dari gedung tempat acara lamaran itu di adakan, Ben menghampiri Elvan yang sedang mabuk sendirian .
" Kenapa bisa seperti ini sih . Hei bangun apa kau tidak mungkin seperti ini terus kan hah??''
" Tama.. Tamara .. kenapa.. kau '' begitu ucap El sembari terus menerus minum segelas demi gelas tanpa menjawab perkataan temannya itu
" Kau sudah gila hah? sudah kuperingatkan Tama memang tidak mencintaimu tapi kau memang sangat bodoh terus mengejar dia ."
" Dia bilang dia menolak ku Haha mana mungkin dia bisa menolak ku."
"Sudahlah ayo kita pulang ibumu mencarimu."
" Suruh orang temani aku tidur.. " lirihnya
" Apa? kau ingin tidur bersama seorang wanita? "
"Tama.."
" Baiklah kita ke hotel dulu sekarang ."
merangkul El yang sudah tidak sadarkan diri menuju sebuah hotel, sesampainya di sebuah hotel, Ben sudah memerintah seseorang untuk mencarikan seorang gadis.
***
" Kenapa kepalaku pusing begini ,
Sial Daniel menjebak ku . aku harus pergi dari tempat ini '' memegangi kepalanya yang merasakan efek samping dari minuman yang di berikan temannya itu tiba tiba BRUUGGGGG!!!!
" Akhirnya ketemu juga , cepat bawa masuk gadis ini kedalam. "
" Baik tuan."
" Tidak!! saya tidak mau lepaskan saya ."
mendorong tubuh Zeline masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Melihat suasana kamar yang gelap membuat zeline merasa takut.
" Buka!!! saya mohon buka pintu nya saya tidak mau disini ."
" Layani saja tuan muda kami."
" saya bukan wanita yang anda cari " menangis di balik pintu sembari terus menggedor gedor pintu , El yang terbangun mendengar suara seorang gadis kemudian menghampirinya dan memeluknya .
" Tidak lepaskan saya !!"
" Tama..."
" Saya bukan..."
" Kenapa?? Kenapa ?? '' Begitu teriakan El pada zeline
'' Kenapa kau menolak ku, '' Dengan cara ini sepertinya Tamara tidak akan menolaknya
Paksaan demi paksaan yang dilakukan El pada zeline dengan tanpa sadar, membuat zeline merasakan seperti mimpi buruk baginya . Zeline yang terus meronta menahan laki laki di hadapannya yang sudah melepaskan sebagian pakaiannya, kembali melepaskan cengkraman laki laki di hadapannya ini sungguh tidak memiliki tenaga lagi , tubuh El yang kuat dengan nafsu yang dimilikinya membuat zeline tidak bisa menahannya. tatapannya kembali buram ia merasakan kembali efek dari minumnya . ia ingat bahwa ia di jebak temannya sendiri . Sedangkan El yang terus menciumi seluruh wajah leher hingga bagian yang sensitifnya membuat zeline hanya pasrah dan malah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri .
Membuka mata melihat tubuh seorang gadis yang masih berbaring membelakanginya membuat El tersenyum tipis, ia sudah berhasil membuat Tamara berada di sisinya . namun, suara tangisan memecahkan kesadarannya. ia membalikan tubuh wanita itu dan melihat bahwa bukan Tamara lah yang sudah menemani nya tidur malam hari itu melainkan gadis yang sama sekali ia tidak mengenalinya . ia terkaget dan melihat dirinya sendiri kemudian melihat gadis di depannya
" Siapa kau ?!! kenapa kau ada di kamarku ?!!"
Hanya tangisanlah yang sekarang zeline lakukan. ia tidak bisa bayangkan betapa kotornya dirinya saat ini, tidur bersama laki laki yang tidak di kenalinya.
" Dasar brengsek !! "
Begitulah jawab nya setiap kali El bertanya padanya. El mencengkram tangan zeline yang hendak beranjak dari tempat tidur , menanyakan dimana sosok Tamara adalah awal pembicaraannya. zeline sudah mengatakan berapa kali tidak mengetahui siapa Tamara yang di katakan laki laki di hadapannya ini tapi El tetap saja menahan zeline untuk pergi. Pintu kamar terbuka melihat Ben masuk ke kamarnya membuat El dan zeline memandang Ben yang tiba tiba terkejut melihat sahabatnya tidur dengan wanita yang bukan ia ketahui. kedatangan Ben pada pagi ini hanya untuk meminta maaf atas kejadian semalam , wanita yang akan menemani El saat itu mengalami kecelakaan saat menuju ke hotel tempat El berada. namun Ben terkejut dengan wanita yang menemani El tidur ini .
" Elvan... "
" Ben.. kau.. "
" Ah.. maaf mengganggu . '' melangkah pergi namun di cegah El , Ben kembali membalikan badannya dan menghampiri mereka
" Dan kau ganti bajumu sekarang. kita perlu bicara. '' zeline melangkah menuju ruang ganti baju , melihat seluruh tubuhnya penuh dengan tanda merah yang membekas membuat dirinya kembali menangis
Di sisi lain ..
" Kenapa kau bisa kemari? '' Sembari memakai pakaian nya ' bukannya gua ada di club
" Yah gua bawa Lo kemari, mana mungkin gua bawa Lo kerumah keluarga Lo. "
" Tamara... '' dirinya teringat dengan kekasihnya itu
" Sebenarnya gua mau minta maaf.Tamara sudah pergi ke luar negeri bersama Thomas. "
" Yah gua tahu itu '' Jawabnya dingin
" Dan malam itu gua berniat untuk membawakan seorang gadis.. namun dia.."
belum sempat Ben melanjutkan bicaranya El sudah bicara
" Hah.. jadi gadis itu suruhanmu??"
" Tidak bukan El ! !"
" Cihh berani beraninya kau yah .."
Ingin rasanya El membuat perhitungan pada sahabatnya itu. zeline keluar membuat El kembali menghampiri gadis itu. kembali bertanya kepada padanya namun zeline tidak menjawab sekata pun . ia menundukkan kepalanya dengan mata yang berkaca kaca.
" Kau masih menggodaku ? dengan wajah seperti itu ? "
" Dasar brengsek!!! '' Belum sempat El melangkah Ben sudah berada di hadapannya'
" El sudah gua sudah katakan pada Lo gua ga tau wanita ini . sebaiknya kau pergi saja dan ini '' Menyodorkan sebuah cek bertulisan 250juta kepada zeline
" Ini ambillah.. sebelumnya saya minta maaf padamu nona dan jika suatu saat nona hamil anda boleh menggugurkan nya . "
Melihat sebuah kertas di tangan nya membuat zeline kembali meneteskan air matanya , merobeknya di hadapan kedua laki laki itu dan pergi meninggalkan mereka dengan tangisan nya sembari berkata.
" Saya tidak butuh uang anda ! "
Bersambung..