FORCED

FORCED
Bertemu dengannya



Setelah mengetahui kehamilan Zeline, Sasa bersik keras untuk mencari informasi tentang siapa ayah dari anak yang di kandung sahabatnya itu, dengan zeline pulang ke rumah orang tua nya itu merupakan cara satu satunya untuk Sasa membantu zeline.


" Zeline kau memang bodoh "


" Sasa kau ini kenapa sih "


" Aku akan membantumu mencari ayah dari si bayi yang di kandungmu itu "


" Sasa kau tidak perlu begitu "


" Elin kau itu sahabatku . mana mungkin aku tidak peduli padamu "


" Sasa ... " sembari memeluknya


" Sudah sudah kau tidak usah khawatir. besok kau harus pulang ke rumah ibu mu "


" Apa?!! tidak ! itu tidak mungkin "


" Zeline kau harus temui ibumu dan memberitahu kan semua ini "


" Sasa kau gila yah !! " memukulnya


" Aww sakit "


" Aku bakal di usir atau bahkan di bunuh oleh ibu ku jika ibuku tahu tentang kehamilanku "


" Zeline bagaimana pun juga kau harus pergi temui ibumu. aku akan katakan kau ambil cuti lagi untuk beberapa hari ini "


" Heii apa kau tidak waras . aku baru saja masuk kerja dan harus cuti lagi?! gajih ku bakal di potong besar tahu !! "


" Zeline ini untuk kebaikanmu oke? "


" Sasa... "


" Besok terakhir kau kerja yah ayo cepat tidur "


***


Hari ini Sasa sudah memutuskan untu terakhir zeline bekerja, Di dalam ruang rapat Zeline masih terduduk sembari mengatur nafasnya, melihat ke arah pintu tiba tiba masuk seorang laki laki bersama bosnya itu. orang yang sudah tidur dengannya .


" Apa dia mengenaliku?,mudah mudahan dia tidak mengenaliku " gumamnya


" Ok semua sudah kumpul , baik sekarang kita mulai rapat hari ini " Kepala produksi


" Dalam pertemuan rapat hari ini perusahaan kami akan mendiskusikan tentang produk parfum . produk ini akan di jelaskan secara rinci oleh karyawan umum terbaik kita yaitu zeline , zeline silahkan maju "


" Ah iya iya "


Tangan Zeline masih bergetar hebat sembari melangkah maju , ia benar benar tidak bisa mengendalikan dirinya ketika berhadapan dengan bosnya itu , yah Elvano menatap gadis di depannya itu dengan tatapan dinginnya berbeda dengan zeline. Baru saja zeline memulai presentasi nya tiba tiba ia merasakan mual.


" Kenapa bisa terjadi seperti ini sih " gumamnya


" Elin kau tidak apa apa ?? " kepala produksi berbicara padanya


" Maaf pak saya permisi dulu "


" Dia Kenapa bisa seperti itu . bagaimana rapat hari ini "


" Rapat hari ini kita batalkan saja " Elvan langsung berdiri dan meninggalkan ruangan


" Hah kenapa bisa seperti ini "


" Iya kenapa mendadak di batalkan "


Di dalam toilet


" Zeline kau tidak apa apa ?? "


" Sasa perutku sakit dan aku terus mual "


" Elin sebaik nya kita ke dokter saja ayo "


" Tidak aku tidak mau "


" Elin kau harus periksa bayi mu itu "


" Sssstttt .. Sasa jangan bicara kencang kencang nanti ada yang dengar "


" Ah iya iya aku minta maaf "


" Kenapa aku bisa mual yah apa ini efek dari kehamilan ku "


" Iya bisa saja, Kau sudah baikan ? "


" Yah sudah, rapat hari ini berantakan gara gara aku "


" Tenanglah tidak papa nanti aku bicara kenapa kepala produksi kalo kau sakit "


" Sasa terimakasih yah "


" Hmm iya ayo kita pergi . apa kau lapar? "


" Sedikit sih "


" Ayo kita makan dulu saja kita ke lestoran dekat sini saja "


" iya iya "


Di lestoran


" Kau mau pesan apa ? "


" Terserah saja seperti ya aku bisa makan apa saja "


" Oke . mba kita pesan spaghetti saus tomat 2 dan jus jeruk lemon 2 "


Tidak jauh dari tempat duduk mereka sosok El dan sekretaris nya Mawan juga berada di dalam lestoran yang sama . El masih melihat ke arah sudut gadis di depannya, Zeline yang sedang berbincang dengan Sasa menyadari bahwa bos nya itu melihatnya sendari tadi .


" Sasa aku ke toilet dulu yah "


" Iya sudah jangan lama yah makanannya akan datang "


" Yah kau makan duluan saja " berdiri meninggalkan meja


Di dalam toilet zeline masih memikirkan bagaimana kalo bos nya tahu tentang kehamilannya dan kalo tahu pun pasti akan menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya itu . Masih memegangi perutnya yang masih rata .


" Aku tidak tega kalo harus menggugurkan nya . tapi kalo aku hamil tanpa seorang suami, ibu pasti membunuhku. Aaaaahhh apa yang harus aku lakukan " teriaknya membuat beberapa orang yang berada di dalam toilet pun meliriknya sekilas


Keluar dari toilet menghampiri Sasa yang sudah makan beberapa sebagian makanannya. melihat ke arah yang sama ia masih melihat sekeliling ruangan tidak ada bosnya . masih dalam pikiran nya


" Dimana dia ? "


" Elinn kau mencari siapa?? "


" Hah? tidak apa apa . ayo makan lagi "


Mereka pun mengabiskan makannya masing masing


" Elin tadi sekertaris Mawan meminta Mun datang ke ruangan Perdir hari ini . katanya sih ada urusan penting "


" Hah? " ternyata ini niatannya


" Kau ini tuli ya "


" Tidak tidak ! aku sudah tahu ko . Ayo kita kembali ke kantor, aku bayar dulu yah "


" Yah ayo . eeehhh semua ini sudah di bayar oleh sekertaris Mawan "


" Benarkah ?! Cihh apa maksudunya ya sudah ayo kita pergi "


Kembali ke kantor, zeline masih mematung di tempatnya , tidak berani masuk kedalam . pikirannya kacau balau ada rasa takut yang di rasakan nya dan ada rasa kesal juga tentu nya . Setelah ia meyakinkan diri, di ketuklah pintu ruang Presdir itu kemudian masuk sembari menghela nafasnya .


" Permisi pak "


" Mawan kau boleh keluar aku perlu bicara dengan nya "


" Baik pak "


Jangan ! kumohon jangan pergi begitu gumamnya nya. masih mematung dekat dengan pintu tidak berani melangkah apalagi berhadapan dengan bosnya itu.


" Kemarilah " perintahnya


Zeline pun melangkah tepat di depan meja bosnya . wajahnya menunduk tidak berani menatap bosnya itu .


" Kau masih ingat tentang kejadian itu ? "


Apa yang dia bicarakan? apa dia tahu aku hamil?


" Iya pak "


" Ben sudah menjelaskan semuanya , dan saya masih ingin bertanya kepadamu "


Apa ini? apa dia benar-benar tahu tentang kehamilanku. bagaimana ini??


" Kenapa kamu bisa seperti itu ? "


Seperti apa? apa yang dia bicarakan? apa dia pikir aku wanita penghibur?


" Pak.. anda salah paham tentang ini , saya di jebak oleh kekasih saya . saya bukan wanita seperti yang anda pikirkan "


Tiba tiba rasa mual yang di alami zeline muncul lagi . dalam pikirnya kenapa bisa terjadi setiap aku berhadapan dengan nya sih.


" Permisi pak saya harus ke toilet dulu "


Berlari ke arah toilet yang ada di dalam ruang Presdir. El masih bingung dengan sikap gadis itu . Ia kembali mencium baju nya.


" Perasaan aku mandi sebelum datang ke kantor, "


" Tidak bau, kenapa dia selalu mual ketika bersama ku. "


Di dalam toilet zeline masih dengan rasa mualnya. kali ini benar-benar tidak tidak bisa menahannya . El yang Mendengar pun menghampiri zeline. di gedur lah pintunya sembari menanyakan apakah dia baik baik saja. Keluarlah zeline setelah itu , muka nya pucat, El yang melihat pun bertanya padanya.


" Kau benar tidak apa apa? "


aku harus jujur pada nya atau tidak yah? tidak tidak!! aku tidak boleh melakukan itu.


" Saya kurang sehat pak makanya saya meminta cuti kembali "


" Baiklah kau keluar sekarang cepat pergi "


" Terima kasih pak "


Zeline pun pergi meninggalkan ruangan itu . setelah berada di tempat kerjanya, Sasa melihat wajah temannya itu sungguh pucat membuatnya merasa khawatir.


" Elin kau kenapa?? kau baik baik saja kan?? ''


" Kenapa aku selalu mual setiap bertemu dengannya " membenturkan kepalanya ke meja


" Kau bicara apa?? bertemu dengan siapa?? "


" Sasa sepertinya aku harus pulang ke rumah ibu ku "


" Heiii kau masih tidak menjawab pertanyaan ku "


" Sasa aku tidak mau membahas ini "


" Terserah kau saja . "