Football Philosopher

Football Philosopher
Akhir Musim Liga dan Final Piala FA



Setelah kemenangan Manchester United atas Newcastle United di partai Semifinal Piala FA, performa tim naik turun. Pada tanggal 21 April tim asuhan Sir Alex Ferguson kalah 1-0 saat tandang ke Merseyside melawan Everton.


Setelah itu pada tanggal 23 April Manchester United kembali lagi bertemu dengan Newcastle United yang kali ini di pertandingan liga premier, mereka menang 2-1 melalui gol tendangan Wayne Rooney dan sundulan Wes Brown di babak kedua. Saat itu Manchester United tertinggal lebih dulu lewat gol Ambrose pada babak pertama.


Minggu tanggal 1 Mei Manchester United menuju ke London untuk melakoni laga melawan Charlton Athletic, The Reds Devil menang mudah menghadapi tim peringkat 11 di liga premier saat itu, melalui dua gol dari Paul Scholes dan Darren Fletcher di babak pertama, kemudian dua gol lagi dari Alan Smith dan Wayne Rooney di babak kedua, pasukan Sir Alex Ferguson menang meyakinkan 0-4.


Enam hari kemudian pada tanggal 7 Mei Manchester United ditahan imbang 1-1 oleh West Bromwich Albion yang berada diperingkat 19 Liga dikandang mereka sendiri. Setelah unggul lebih dulu melalui gol Ryan Giggs dibabak pertama, pertahanan Manchester United lengah dibabak kedua dan disamakan oleh gol Earnshaw. Sampai akhir 90 menit skor tetap sama dan masing-masing berbagi 1 poin.


Tim asuhan Sir Alex Ferguson akan menghadapi Chelsea asuhan Mourinho pada tanggal 11 Mei di Old Trafford. Sempat unggul cepat melalui gol mudah dari Ruud Van Nistelrooy didepan gawang pada menit ke 8 babak pertama, sayangnya gol tersebut langsung dibalas oleh tim asuhan Mourinho itu pada menit ke 17 melalui gol tendangan jarak jauh Tiago Mendes. Skor bertahan hingga turun minum.


Pada babak kedua lagi-lagi gawang Manchester United yang dijaga oleh kiper Roy Carroll dibobol oleh pemain asal Islandia, Eidur Gudjohnsen pada menit ke 61, dan juga gol Joe Cole pada menit ke 82. Terlihat wajah kekecewaan diseluruh stadion dan skor berakhir 1-3 untuk kemenangan Chelsea, dan menjadikan kekalahan kelima Manchester United di Liga Premier musim ini.


Pertandingan terakhir Liga Premier Inggris Manchester United akan bertandang ke Stadion St Mary's melawan Southampton. Pada menit ke-10 tim asuhan Sir Alex Ferguson harus kebobolan lebih dulu ketika Soton mendapatkan tendangan penjuru bola disundul oleh Le Saux mengenai John O'Shea dan masuk ke gawang skor menjadi 1-0. Kemudian dibalas 9 menit kemudian melalui sundulan Darren Fletcher setelah menerima umpan dari O'Shea.


Babak kedua Manchester United membuat gol kemenangan pada menit ke-63 saat umpan matang dari Alan Smith disundul oleh Ruud Van Nistelrooy membuat skor akhir menjadi 1-2. Seluruh pemain dan penggemar Southampton menangis karena harus terdegradasi musim ini setelah finish diposisi juru kunci, sedangkan Manchester United finish diperingkat ke-3 dengan 77 poin, kalah dengan Arsenal diperingkat ke-2 dengan raihan 83 poin dan Chelsea yang menjadi juara musim ini dengan 95 poinnya yang hanya kalah satu kali melawan Arsenal.


Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu untuk laga Final Piala FA antara Arsenal dan Manchester United akan segera tiba. Pertandingan pada tanggal 21 Mei 2005 yang akan berlangsung di Millenium Stadium, Cardiff pukul 21.00 waktu setempat.


Stadion sudah terisi penuh baik penggemar Arsenal maupun Manchester United, dan tentu saja James hadir disana bersama David untuk mendukung tim dan melihat ulang sejarah waktu itu. James bertekad untuk mengubah timeline sejarah laga ini dengan cara meningkatkan motivasi pemain dengan memberi bonus besar.


Pertandingan dimulai tepat pukul 21.00 waktu Cardiff, serangan kedua tim sama gencarnya dan Manchester United hampir unggul lewat sundulan dari Paul Scholes setelah menerima umpan dari Cristiano Ronaldo, andai saja bola tidak melambung tinggi diatas mistar gawang.


Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, babak kedua dimulai dengan intensitas yang tinggi dari kedua tim, jual beli serangan terus berlanjut dan pada akhirnya skor tetap tanpa gol sampai peluit panjang akhir pertandingan 90 menit dibunyikan. Selanjutnya pertandingan akan memasuki babak tambahan 2x15 menit.


'Sepertinya pertandingan sama seperti yang aku lihat di kehidupan sebelumnya, skor tetap sama hingga akhir dan akan memasuki babak adu pinalti, aku harus melakukan sesuatu!' pikir James dalam hati


Setelah peluit babak kedua berakhir James pergi keruang ganti tim Manchester United, dia berjalan disepanjang koridor dan akhirnya tepat didepan pintu masuk ruang ganti yang dijaga oleh keamanan.


"Anda mau kemana Tuan?" tanya pegugas keamanan tersebut.


"Oh, saya akan masuk keruang ganti dan memberikan sedikit penyemangat untuk tim saya. Apakah ada yang salah?" jawab James santai.


"Tapi Tuan, saya akan kena marah oleh Sir Alex Ferguson nantinya." jawab petugas keamanan itu dengan gugup.


"Tidak apa-apa, saya yang akan bertanggungjawab untuk ini, tidak perlu khawatir hanya 3 menit singkat." jawab James meyakinkan petugas keamanan tersebut.


"Baik Tuan, silahkan masuk." ucap petugas itu.


Setelah masuk James mendapatkan tatapan bingung dari semua orang yang ada disana. Akan tetapi dia cuek dan langsung menuju ke arah Sir Alex Ferguson.


Ferguson bingung dan hampir marah dengan masuknya James keruang ganti tim, dia bertanya kepada James "Apakah anda akan menggangu tugas saya Tuan Packer?"


"Tidak-tidak Tuan Ferguson, saya hanya akan berbicara 2 menit kepada para pemain untuk memberikan sedikit motivasi dan harapan saya. Bolehkah itu Tuan Ferguson?" jawab James cepat.


"Baiklah lakukan semau anda Tuan Packer." jawab Ferguson dengan wajah merahnya menahan marah.


James menatap seluruh pemain Manchester United dan dengan tegas berkata "Teman-teman, disini saya tidak akan mengatakan banyak hal, karena itu adalah tugas Sir Alex Ferguson nanti. Satu hal yang saya inginkan adalah melihat kemenangan dan membawa kembali piala ke Manchester dan bonus besar akan menanti kalian semua."


"Roy kemari...!" James memanggil Roy Carroll yang berposisi sebagai kiper, bukan Roy Keane Captain Manchester United.


Setelah itu James memberikan secarik kertas kepada Roy Carroll, "Jika pertandingan memasuki babak adu pinalti ikuti saja petunjuk yang ada di kertas itu." James berkata kepadanya. Setelah itu dia pergi keluar. Kertas itu adalah sesuatu yang sudah dipersiapkan James kemarin sebelum pertandingan, dia ingin merubah sejarah.


"Aku melakukan sedikit urusan yang penting barusan, kau akan tahu nanti David. Ayo lanjutkan menonton, pertandingan akan segera dimulai kembali." kata James sedikit misterius.


Pertandingan kembali dilanjutkan ke babak tambahan, kedua tim masih saling menyerang satu sama lain, akan tetapi sampai akhir peluit babak pertama tambahan waktu selesai skor masih sama. Dan drama terjadi penghujung pertandingan, pada menit 120 Jose Antonio Reyes mererima kartu kuning kedua dan mendapatkan kartu merah setelah sikut tangannya menghantam kepala Cristiano Ronaldo. Setelah itu peluit akhir dibunyikan, dan akan memasuki babak adu pinalti.


Penendang pertama yaitu Ruud Van Nistelrooy, tendangannya masuk ke kiri gawang Lehmann, penendang pertama dari Arsenal yaitu Lauren, dan sebelum itu Roy Carroll kiper Manchester United melirik secarik kertas dan melihat tulisan kiri atas, setelah peluit ditiup tanpa ragu dia melompat ke kiri atasnya dan tepat walaupun bola masih masuk ke gawang karena menuju kepojok atas susah dijangkau tangannya. Sementara sama-sama mencetak skor 1-1.


Penendang kedua Manchester United yaitu Paul Scholes, dia menendang ke kiri atau kanan kiper, dan Lehmann dengan benar menebak arah tendangan bola dihalau olehnya. Penggemar Arsenal bergembira dengan ini, selanjutnya penendang kedua Arsenal yaitu Freddie Ljungberg, Roy Carroll kembali membaca kertas dan melihat tulisan kanan/tengah. Dia bingung sejenak dan berpikir, lebih baik aku akan menunggu ditengah dan jika tendangan mengarah ke kanan aku akan melompat. Peluit berbunyi dan bola ditendang, Carroll bersiap menunggu dan benar saja, tendangan Ljungberg yang ingin meniru gaya panenka mengarah ke tengah dan bola dengan mudah ditangkap oleh Kiper Roy Carroll. Skor masih sama 1-1.


Selanjutnya penendang ketiga yaitu Cristiano Ronaldo tendangan ke arah kiri bawah dengan mudah mengecoh penjaga gawang Arsenal, sedangkan penedang dari Arsenal yaitu Ashley Cole, Carroll melihat kertas lagi dan benar saja tendangan mengarah sesuai petunjuk, dia berhasil menepis bola dengan tangan kirinya. Kali ini pendukung Manchester United yang bersorak. Skor menjadi 2-1.


Penendang keempat Rooney dengan tendangan kerasnya ke pojok kiri atas gawang tidak dapat dihentikan Lehmann, dan tendangan keras Robin Van Persie ke kanan atas atau sebelah kiri pejaga gawang juga gagal dihentikan Carroll walaupun sudah benar dalam menebaknya. Skor menjadi 3-2.


Tendangan penentu akan di lakukan oleh Captain Manchester United yaitu Roy Keane dia mengambil aba-aba dan tendangan ke arah kanan gawang tidak dapat dibendung oleh kiper Jens Lehmann. Skor menjadi 5-3 Manchester United memastikan juara melalui tendangan pinalti.


James tersenyum gembira melihat tim kesayangannya menang. Dia melirik David dan berkata "Kau lihat kertas itu David, aku yang memberikan itu."


David bingung dengan apa yang dikatakan James dan bertanya, "Apa yang kau tuliskan dikertas itu?"


"Itu adalah rahasia, hehe." James berkata ringan.


Secarik kertas yang dapat mengubah sejarah. Dan kali ini James benar-benar mengubah sejarah.


*Tulisan dikertas yang diberikan James


Catatan kebiasaan tendangan pinalti pemain Arsenal,


Senderos kanan


Kolo Toure kiri bawah


Ashley Cole kanan atas


Lauren kiri atas


Patrick Vieira kanan


Gilberto Silva Kiri bawah


Bergkamp kiri


Ljungberg kanan/tengah


Van Persie kiri atas


Edu kiri


Reyes kanan


Gudjohnsen kiri