Football Philosopher

Football Philosopher
Rekrutan Pertama



Pembicaraan antara James dan David dengan Ralf Rangnick masih berlangsung di sebuah kafe,


"Jadi, Ralf, apa pendapat anda tentang situasi Manchester United saat ini?" tanya James sambil mengamatinya.


"Yah, dalam pandangan orang normal situasi Manchester United saat ini baik-baik saja. Tetapi situasi akan kacau jika nantinya mereka ditinggal oleh Tuan Ferguson." Ralf menjawab dengan agak khawatir.


"Silakan, bicaralah dengan bebas." James meyakinkannya.


Setelah mengumpulkan pemikirannya, Ralf angkat bicara, "Manchester United sudah terlalu lama nyaman dengan kepemimpinan dari Sir Alex Ferguson dan setelah musim depan beliau mengumumkan pensiunnya maka akan ada beban untuk manager baru. Lihat saja prestasinya selama menahkodai Manchester United 8 Piala Premier League, 6 FA Cup, 1 Piala Winners UEFA, dan 1 Champions League yang juga treble winner pada tahun 1999. Belum lagi musim depan mungkin akan menjadi musim spektakuler untuk mengumumkan pensiunnya. Manajer yang akan ditunjuk menggantikan pasti akan mendapat banyak tekanan, kita harus memberi waktu bagi tim baru nantinya untuk membangun pondasi. Tak perlu memberikan tekanan pada manajer baru dan kita berusaha bersama membangun dari awal dengan target beberapa tahun kedepan."


"Itu benar." kata James sambil menatap David yang menatap dengan serius Ralf. Mereka telah berbicara tentang masalah Manchester United dan perjuangan mereka di lapangan dapat dikaitkan dengan lubang dalam strategi transfer mereka. Jika mereka terlalu boros dan membayar gaji terlalu tinggi maka, kestabilan tim akan menjadi berantakan. James selalu ingat pepatah 'Klub itu lebih besar daripada pemain'. Jadi jika ada pemain yang terlalu menganggap dirinya lebih besar dari klub maka ia tidak akan ragu untuk menjualnya.


Seperti halnya perseteruan antara Jose Mourinho dengan Paul Pogba di Manchester United. Dan pelatih asal Portugal tersebut membongkar semua cerita tersebut. Hubungan Mourinho dan Pogba dikabarkan memburuk, terlebih setelah ia mencabut jabatan sebagai wakil kapten pada awal musim 2018-2019 ini. Padahal, ia sendiri yang menyerahkan jabatan tersebut kepada gelandang asal Prancis itu. Setelahnya, berbagai rumor menyebutkan bahwa salah satu di antara keduanya akan meninggalkan Old Trafford. Rumor tersebut akhinrya memberikan jawaban pasti. Jose Mourinho tidak lagi berstatus sebagai pelatih Manchester United.


Masalah ini disebabkan oleh Pogba ingin pulang lebih dahulu setelah pertandingan di London, Mourinho sudah memberi izin 'setidaknya anda pergi ke Manchester bersama tim terlebih dahulu menggunakan bis, setelah itu bebas pergi'. Nah disinilah mulai perseteruan keduanya, Pogba tidak senang dengan itu dan hasilnya Mourinho dipecat. Ini adalah kesalahan fatal dari manajemen Manchester United, jika ada pemain yang merasa lebih besar dari klub itu sendiri lebih baik mendepaknya.


"Jadi, menurutmu apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki situasi?" James bertanya pada Ralf dengan antisipasi.


"Hal terpenting yang dibutuhkan adalah stabilitas dan ketegasan. Klub perlu menetapkan tujuan jangka panjang dan pendek dan bekerja sebagai satu dari atas ke bawah untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi transfer harus seragam dan klub membutuhkan ideologi sepakbola, untuk menemukan pemain yang cocok dengan itu. Mulai musim ini kita harus membentuk filosofi permainan dari tim junior sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan. Sehingga musim depan kita sudah siap dengan beberapa pemain muda berbakat untuk bermain dengan filosofi kita. Untuk transfer pemain kita tidak boleh terlalu mengeluarkan banyak uang, kita cari pemain yang benar-benar berkualitas dengan harga yang masuk akal dan juga pemain muda U-18 potensial yang sesuai dengan kebutuhan tim baru nanti." Ralf memberi tahu mereka dengan percaya diri.


James merasa senang. Meskipun dia tahu tentang pencapaian Ralf di masa depan, dia tidak tahu apa yang akan dia capai di kehidupan sekarang. Tapi setelah mendengarkan dia membedah situasi klub dan solusi yang mungkin, James merasa bahwa pilihannya benar-benar tepat. Meski hanya rencana kasar, namun ia merasa jika bersama-sama mereka bisa menciptakan tim yang akan menjadi tim terbaik di dunia.


"Aku harus menanyakan sesuatu padamu James. Apa ambisimu untuk klub ini?" tanya Ralf setelah memikirkan sesuatu.


"Apakah kamu ingin tahu yang sebenarnya?" James bertanya pada Ralf.


"Ya", jawab Ralf tampak penasaran.


Sorot mata Ralf mengatakan bahwa James memang memiliki ambisi yang tinggi untuk klub, asal jangan terlalu member tekanan yang berlebihan saja nantinya.


"Tidakkah menurutmu itu mungkin?" tanya James.


"Itu mungkin saja jika kita bekerja dengan keras. Asalkan jangan terlalu memberi banyak tekanan, tidak baik untuk tim baru nantinya yang sedang dibangun ulang." jawab Ralf jujur apa yang dia pikirkan.


"Baiklah aku akan memperhatikan. Bagaimana kemungkinannya?" tanya James sambil mengamati Michael.


"Yah, jika setiap transfer yang kita lakukan adalah keberhasilan dan kita memiliki manajer yang luar biasa kemungkinan berhasil akan cepat tercapai, tetapi semua orang bisa membuat kesalahan. Bahkan dengan semua data yang saya miliki, saya masih tidak dapat memprediksi masa depan seorang pemain. Saya tidak dan anda juga tidak dapat menemukan pemain berbakat dengan mudah. Dan bahkan jika kita menemukan pemain potensial, mereka akan diburu oleh tim besar lainnya. Saya tidak dapat menjamin bahwa saya tidak akan membuat kesalahan." Ralf menjawab dengan jujur.


Meskipun dia ingin pindah ke Manchester United, dia tidak ingin melakukannya dengan berbohong secara terang terangan. Mungkin itu bodoh, tapi Ralf tidak peduli, selama pengalamannya berbicara dengan jujur adalah hal yang harus dia lakukan demi pekerjaan yang dicintainya sejak muda.


"Di Manchester United, anda tidak akan membuat kesalahan" Ralf tidak mengerti apa yang ingin dikatakan James.


"Itu karena anda tidak akan melakukan transfer sendirian. Anda harus mendapatkan hak itu dengan kinerja anda pada waktunya. Sampai saat itu, setiap transfer akan melalui saya, jadi itu berarti jika ada kesalahan, itu juga akan menjadi kesalahanku juga." James berkata sambil memberi Ralf gagasan tentang apa yang diharapkan. Ralf akan mendapatkan dukungannya, tetapi James akan tetap bertanggung jawab.


Ralf tampak bersyukur. Meskipun dia tahu dia mampu, dia tidak cukup sombong untuk berpikir bahwa dia tidak akan membuat kesalahan. Meski dia memiliki pengalaman di Inggris sebelumnya tetapi dia menghabiskan banyak pengalaman di Jerman, jadi dia merasa senang bahwa dia akan memiliki sistem pendukung di klub.


"Dan akan ada banyak pemain yang sukses di tahun tahun mendatang, dimulai dengan anda." James berkata kepada Ralf.


"Kita akan bicara detailnya nanti setelah anda bergabung dengan kami. Kita akan membahas kebutuhan tim mulai dari jangka pendek tahun ini dan jangka panjang yang di mulai untuk pemilihan manajer baru. Kita akan membuat Legacy baru dari tim Manchester United, kita akan memulai era baru dan semua dimulai saat ini." kata James melanjutkan pembicaraannya.


James memandang David yang tampak terkesan. Dia mungkin sedikit ragu tapi setidaknya dia bersedia memberi pria Jerman itu kesempatan.