Football Philosopher

Football Philosopher
Pemain Jerman Lainnya



Setelah naik taksi selam kurang dari 30 menit, perhentian James di Jerman selanjutnya adalah kota Essen, adalah rumah bagi klub divisi tiga: Rot Weiss Ahlen. Yang saat ini berada di Regionalliga Nord (III), divisi ketiga dari sistem liga Jerman. Setelah musim lalu terdegradasi dari 2. Bundesliga.


DIsana ada pemuda bernama Mesut Ozil, dia lahir pada 15 Oktober 1988 di Gelsenkirchen , Rhine-Westphalia Utara, sebagai putra imigran Turki. Kakeknya pindah sebagai Gastarbeiter dari Zonguldak, Turki ke Jerman. Dia bermain, di tingkat level akademi, untuk berbagai klub di Gelsenkirchen selama 1995~2000, sebelum pindah ke Rot-Weiss Essen.


James dan Ralf sudah menghubungi pihak Ozil dan akan bertemu di sebuah cafe setempat. Kasus Ozil juga sama dengan Toni Kroos, James hanya akan membayar biaya kompensasi kepada klub Ozil sepenuhnya dan mendapatkan tanpa biaya transfer, yang penting adalah kesepakatan antara klub dengan pemain.


Setelah menunggu beberapa menit Ozil bersama dengan ayahnya Mustafa Ozil datang, mereka akan membicarakan kesepakatan kepindahan pemain keturunan Turki tersebut. Pasalnya mereka juga mendapatkan tawaran dari klub Schalke 04, kemungkinan besar mereka akan membandingkan tawaran mana yang lebih menarik bagi masa depannya.


Seperti sebelumnya, James menyerahkan masalah negosiasi ini langsung kepada Ralf.


"Halo Tuan Mustafa dan Mesut Ozil, senang bertemu denganmu." Ralf menyapa mereka menggunakan bahasa Jerman.


"Halo Tuan Packer dan Tuan Rangnick." sapa Mustafa Ozil kembali.


"Kita langsung ke intinya saja Tuan Mustafa, seperti yang kita sudah bicarakan singkat ditelpon sebelumnya. Klub kami tertarik untuk mengontrak Mesut Ozil sebagai bagian dari rencana jangka panjang klub. Bagaimana tanggapan anda Tuan Mustafa?" Ralf langsung berbicara ke inti permasalahan.


"Saya sangat senang dengan minat kalian, terutama untuk klub sebesar Manchester United yang mengamati bakat anak saya, saya sungguh merasa terhoemat. Akan tetapi kami juga menerima tawaran dari klub pemuda U-17 Schalke." Mustafa menjawab dengan jujur dan terlihat kegembiraan diwajahnya.


"Anda harus mendengar tawaran dari kami dulu Tuan Mustafa." jawab Ralf.


"Baiklah saya akan mendengarkannya dengan serius." Mustafa menjawab.


"Tawaran kami yaitu langsung akan menawarkan kontrak profesional senilai 75 ribu pound per tahun yang berdurasi 5 tahun untuk Mesut Ozil, Tentu saja akan ada kenaikan gaji sebesar 20% per tahunnya, dan apabila performanya bagus maka kami akan bisa memberi gaji yang lebih tinggi. Akan tetapi saat ini usia Mesut Ozil baru akan menginjak 17 tahun Oktober nanti, jadi untuk 1 tahun kedepan dia akan mendapat kontrak sesuai dengan pemain muda lainnya. Kami juga akan memproyeksikan Mesut Ozil untuk bermain di tim Utama kedepannya." Ralf berbicara dengan tenang dan sekaligus mencoba meyakinkan mereka.


Setelah berpikir sejenak Mustafa memberi tanggapan kepada Ralf. "Tawaran yang begitu baik, saya terkejut dengan ketulusan dari anda untuk putra saya. Akan tetapi saya akan mendiskusikan sebentar dengan Mesut, apakah dia ingin bermain di Inggris atau tidak. Saya akan setuju jika putra saya mengiyakan."


"Baiklah Tuan Ralf, setelah berdiskusi singkat dengan putra saya, dia menyetujui untuk pindah ke Manchester. Dan kami akan segera terbang menuju Manchester lusa." dengan kata tegas Mustafa, ayah Mesut Ozil setuju untuk kepindahan putranya.


Mendengar jawaban dari Mustafa dan setelah konfirmasi dari Ralf, James akhirnya bangun untuk berjabat tangan dengan mereka setelah mencapai kesepakatan bersama. James tahu bahwa nantinya Ozil akan menjadi pemain kelas dunia dengan skil dan visi bermainnya di lapangan.


Mereka berjabat tangan dan James mengatakan "Sampai bertemu lagi di Manchester Tuan Mustafa Ozil dan Mesut Ozil." dan Ralf mengatakan hal yang sama dalam bahasa Jerman.


\~\~\~\~


Setelah kesepakatan selesai James dan Ralf Rangnick terbang menuju ibukota Jerman yaitu Munich. Disana mereka akan mencoba mendapatkan kesepakatan dengan 2 pemain sekaligus. Pertama yang paling mudah yaitu mendapatkan seorang bek tengah bernama Mats Hummels yang tahun ini berusia 17 tahun. Mereka bisa menawarkan kontrak seperti yang mereka lakukan kepada Mesut Ozil, dan akan mendapatkan pemain tersebut secara bebas transfer karena belum memiliki kontrak profesional.


Pada kehidupan James sebelumnya, Hummels dianggap sebagai salah satu bek terbaik di dunia, dia adalah pemain besar, konsisten, dan kuat secara fisik, dikenal karena tekel dan kekuatannya yang kuat di udara, serta kemampuannya membaca permainan dan mencegat bola lepas. Bek tengah yang berbakat secara teknis dan serba bisa, ia juga mampu bermain sebagai gelandang bertahan, ketenangannya, keanggunan, kemampuan bermain bola, dan kepercayaan diri dalam kepemilikan telah membuatnya dibandingkan dengan bek tengah legenda Jerman, Franz Beckenbauer.


Pembahasan antara mereka dengan pihak Hummels berjalan sedikit alot, akan tetapi dengan kontrak sebesar 100 ribu pound per tahun dengan kenaikan gaji sebesar 20% per tahun yang berdurasi 5 tahun. Mereka susah untuk menolaknya, apalagi di kontrak juga tercantum untuk memainkan bek muda tersebut minimal 10 pertandingan lebih dari 45 menit dalam satu pertandingan. Dengan itu mereka langsung setutu untuk mendatangani kontrak pendahuluan tersebut, dan mereka akan bergegas ke Manchester untuk merampungkan kepindahannya.


\~\~\~\~


Selanjutnya James mengajukan tawaran transfer sebesar 12 juta pound + 3 juta add ons untuk pemain berusia 21 tahun bernama Philipp Lahm.  Dia bermain di Stuttgart sebagai pemain pinjaman selama 2 musim. Selama musim keduanya di Stuttgart, Lahm mengalami waktu yang jauh lebih sulit. Setelah turnamen Euro 2004 dan liburan yang lebih pendek serta pelatihan pra-musim, ia mengalami kesulitan untuk memulai dan juga menyesuaikan diri dengan taktik dan sistem pelatih baru. Namun, ia masih membuat 16 penampilan Bundesliga untuk Stuttgart sebelum libur Natal, 14 di antaranya selama 90 menit penuh, dan enam penampilan di Piala UEFA . Pada Januari 2005, Lahm menderita patah tulang akibat tekanan pada kaki kanannya dan karenanya harus absen selama empat bulan, dia kembali bermain pada 9 April 2005, melawan FC Schalke 04. Hanya sekitar lima minggu kemudian, ia kembali cedera, kali ini mengalami robek ligamen yang mengakhiri musimnya dan sekaligus karirnya di Stuttgart.


Saat ini dia dalam masa pemulihan dari cederanya, tapi James tahu bahwa di akhir tahun dia sudah pulih sepenuhnya. Dan James berani menawarkan harga tinggi untuk menyegel kesepakatan. Pemain yang bermain sebagai bek kanan atau bisa juga sebagai bek kiri tersebut akan diproyeksikan sebagai pelapis Gary Neville yang sudah mulai lambat. Dan juga setelah ditinggal saudaranya Phil Neville ke Everton praktis sisi kanan skuad tim hanya menyisakan Gary, meskipun O'Shea atau Brown juga bisa sebagai bek kanan tetapi posisi asli mereka adalah bek tengah.


 Setelah Bayern Munchen menerima tawaran tersebut maka, tercapailah kontrak antara Klub dengan Lahm dengan gaji sebesar 2,4 juta pound per tahun dengan kenaikan 10% berdurasi 4 tahun.


Dengan kepastian 2 pemain tersebut menuju Manchester, James akhirnya bisa sedikit tenang dan perjalanan di Jerman sudah selesai dangan kepuasan di hatinya. Akan tetapi perjalanan masih belum berakhir, dia masih akan pergi ke beberapa negara lainnya di eropa atau bahkan di seluruh dunia.