
jangan lupa terus beri semangat author nya yah biar terus memberi hal terbaik di novel ini yang mungkin akan menarik buat terus di kunjungi dan tidak bosan untuk di baca .
😍😍😍😍
setelah setibanya di rumah sakit Rey pun turun dan menuju ruangan lesya yang katanya sudah sadar dan sempat juga Rey mendengar berita jika adiknya meninggal serta lesya tau semua nya hingga histeris menangis dan bahkan sempat membuka semua alat medisnya dengan paksa .
"bagaimana perkembangannya ?" tanya Rey pada dokter .
"semuanya baik tapi tadi nona lesya sempet membuka paksa infusan dan sempet histeris hingga saya memberikan suntikan obat penenang dia akan istirahat mungkin sampai 3 jam berlangsung , sepertinya nona le tau sebenarnya dan hendak menemui keluarganya tuan ..." dokter itu bertutur jelas .
"baiklah saya akan melihatnya dan tolong siapkan kamar tidur di dekatnya ..." ucapnya dengan tegas .
"b ...baik tuan"
sungguh hujan deras pun menemani malam hari yang sedang berduka lesya masih terbaring namun beberapa jam selanjutnya dia bangun dan tersadar .
"eghh ... tangan siapa ini ..." yah lesya terbangun saat pertama bangun dia melihat atas langit-langit rumah sakit dan melihat ke samping ada tangan yang menggenggamnya tah siapa itu pikirnya .
"siapa dia ?"
namun tiba-tiba lampu mati mungkin ada pemadaman bergilir .
"akhhh.... ibu ayah ... le takut hikss ..." yah lesya fobia terhadap hal ruangan gelap gulita .
Lalu Rey bangun dan melihat sekitar yang gelap , dia melihat juga ke arah lesya yang sedang ke takutan dengan keringat dingin .
"tenang ini aku Rey ... tidak ada apa-apa oke kau aman disini ..." tiba-tiba Rey pun memeluk lesya dengan refleks pula lesya bergelayut di tangan Rey dan memeluk tubuh Rey tah kenapa ada ketenangan ketika berdekatan dengan Rey .
"hiks Ayah ibu Hisyam ... kakak takut ..." gumam lesya .
10 menit kemudian lampu kembali menyala termasuk seluruh listrik rumah sakit dan lesya masih dalam kondisi ketakutan dalam pelukan Rey dan dia masih belum menyadari posisi dan kondisinya .
"udah menyala ... kamu jangan takut ... buka matamu ...?" ujar Rey dengan lembut .
"hiks ... ayah ..." masih dalam ketakutan .
"hey lihat aku ... lampunya sudah menyala ?" Rey dengan lembut dan sedikit merenggangkan pelukan pada lesya .
"aghhh anda siapa ...? mana ayah ku?"tanya lesya kaget ketika membuka matanya dan sadar yang di peluk bukan ayahnya .
"s...saya ..em ... jodohmu ... eh bukan maksudnya orang yang menolong mu ..." jelas Rey agak gugup melihat langsung lesya yang cantik alami kulit putih , hidungnya mancung , bulu mata lentik alis tebal rapih , bibir tipis berwarna Cherry , rambutnya lurus menjuntai hitam legam , dan mata coklat indahnya .
"menolong?" tanya lesya .
"yah emm saya menolong mu saat kejadian kecelakaan itu ..." Rey sedikit berbohong .
"oh t ... terimakasih ... dimana keluarga saya yang lain ?" tanya lesya .
"em mereka sudah meninggal ..." ucap Rey .
"tidak anda pasti bohong ..." sungguh lesya masih tidak percaya berharap semua hanya mimpi tapi itu kenyataan berulang kali dia mencubit dan memukul pipinya.
"hey apa yang kau lakukan itu bisa saja menyakitimu ..." Rey pun sangat khawatir karna melihat lesya memukul pipinya .
"tidak itu pasti mimpi ini mimpi kalian sadar le ... bangun dari mimpimu ..." ucap lesya sambil bicara sendiri .
"dengarkan aku ini bukan mimpi ini nyata ... saya tahu kamu tidak bisa menerima kehilangan tapi ini semua tidak mengubah takdir ..." ucap tegas Rey .
"hiks antar aku ke makam mereka sekarang jika ini bukan mimpi ..." ucap lesya sambil menangis .
"tapi saya maunya sekaranggg ..." tegas lesya .
"tidak bisa ... saya bilang besok ..."lelaki itu selain tegas menjawabnya tak kalah dari lesya dan auranya pun menakutkan lesya pun jadi takut .
"baik hiks..." lesya menjawab lemah .
lesya pun terlelap tidur kembali dengan rasa takut dan rasa rindu yang tertahankan .
"maafkan aku , bukan maksudku begitu tapi kamu harus banyak istirahat ..." dengan pelan Rey mengusap rambut lesya .
pagi hari menjelang , yang semalam terjadi hujan deras sampai-sampai petir dan angin menjadi satu berganti dengan pagi yang begitu indah sejuk dua insan manusia masih terjaga dalam tidurnya . tiba-tiba lesya terbangun dan saat ini kondisinya sudah lebih baik dan bugar
"egmmm ... udah pagi" akhirnya lesya terbangun .
"hiks ak rindu kalian kenapa aku tidak ikut saja dengan kalian kenapa aku sendirian sekarang aku takut ..." Isak lesya terdengar lirih .
Rey pun terbangun karena mendengar tangisan lesya . dia melihat lesya memunggunginya dan menangis sesenggukan .
"lesya ... ini memang berat untuk mu" dalam hati Rey .
Rey pun mengusap punggung lesya .
"apa kamu baikan?" tanya Rey .
"baik , tolong antar aku sekarang aku mohon tuan" lesya memohon .
"baiklah ..."
di pemakaman umum , lesya menggunakan kursi roda karena masih masa pemulihan dan kondisi badan yang masih lemah .
"ini pemakaman ayah ibumu 1 bulan lalu mereka dimakamkan dan adik kamu baru kemarin dimakamkan ..." jelas Rey pada lesya ada kuburan berdampingan dan beserta 1 pemakaman di sebelah sampingnya lagi pemakaman adiknya tertera nama di batu nisan sangat jelas .
"tidakkk... hiks ... ibu ayah ... kenapa ninggalin lesya , bahkan lesya belum lulus belum membuktikan kesuksesan le , Hisyam kamu hiks ... kakak sayang padamu kenapa kamu ninggalin kakak juga ... maaf kakak sering marahin kamu hiks ... ya Allah berat sekali buat mengikhlaskan mereka ini serasa mimpi buruk bagiku , ya Allah aku takut ...hiks" lesya sangat lirih menangis pilu kehilangan orang yang dia sayangi dan berharga dalam hidupnya itu adalah pukulan telak baginya .
"le ... sabar nak ... ini takdir , kamu tidak sendirian. ada bibi le ikhlaskan mereka walau berat , jika kamu terus seperti ini mereka pasti kecewa le ..." bibi Erni menenangkan lesya di tengah itu .
"bibi aku gak kuat bi hatiku sakit sekali , kenapa mereka kenapa tidak denganku bi Allah gak adil banget ... aku cape bi hikss ... sakit ..." ujar lesya begitu lemah .
"le ingat janji mu untuk sukses agar mereka bahagia perjalananmu masih panjang le ... dan sungguh Allah serta Rasulullah tidak suka dengan orang yang berlebihan ketika salah satu dari orang yang mereka sayang berduka berlebihan , nak masih ada kami ..." ujar paman Ari pada le sungguh paman Ari juga sudah menganggap le sebagai anaknya dan itu amanah ayahnya le padanya .
"ya nak ... kami sayang padamu" sambung bibi Erni .
"yah bi makasih , aku akan menerima kepergian mereka bi walau masih sulit bagiku bi , hikss ... ya Allah semoga surga untuk kalian , aku akan menunggu sampai kita berte ... hiks bertemu lagi disana ..."lesya sesenggukan nangis seakan air matanya hujan .
sedangkan Rey melihatnya pun merasa sakit , sungguh Rey mungkin masih beruntung mempunyai orangtua lengkap sedangkan lesya takdirnya tidak seperti Rey tapi dalam hatinya dia ingin menjaga lesya dengan baik dan penuh cinta .
"eh kamu siapa?" tanya bibi Erni pada Rey .
"s...saya yang pernah menolong lesya Bu ..." jelas Rey .
"oh , soalnya saya baru melihat maaf dan terimakasih karna ada mau menolong dan membantu ponakan saya ..." bibi Erni .
"sama-sama Bu"
setelah itu lesya masih masa perawatan intensif agar pulih total selama 2 hari lagi .
bersambung ✅