
tah kenapa kaki panjang itu melangkah ke lorong-lorong rumah sakit dan rumah sakit itu ada 10 lantai sekarang dia berada di lantai 3 dimana ruangan untuk orang-orang yang gawat atau koma .
"dan ini adalah lantai 3 disini khusus menangani pasien-pasien yang sudah parah atau dinyatakan koma mereka di rawat dan di pantau dari sini ...dan teknologi medis yang termasuk canggih tuan ..." jelas pak Suhendra .
"hemm ..." hanya jawaban singkat yang muncul dari mulut Rey .
tettt tetttt ...
alarm panggilan bahwa salah satu pasien ada masalah . para dokter sigap berlarian menuju ke ruangan tersebut dan itu ada di ruangan nomer 12 tulip .
"ada apa ini ?" tanya Rey .
"em maaf tuan itu tanda jika pasien ada masalah atau tah itu dia kolaps atau ada kejang-kejang , disini sudah dipenuhi alat canggih yang otomatis tuan ..." jelasnya .
"apa aku boleh melihat kinerja mereka ...?" tanya Rey tak kenapa hatinya penasaran saat itu .
"boleh dan anda bisa lihat dari monitor jauh ini tuan mari ikut saya ... di sana ada ruangan khusus untuk monitor bagaimana sistim para medis bekerja dan termasuk pasien juga termonitor langsung..." jelas pak Suhendra .
yah selain lengkap besar dan juga di dukung oleh teknologi terkemuka karena jaman yang mulai maju mengembangkan dan menerapkan teknologi medis dengan mudah , di sana terdapat tombol monitor yang transparan halnya kaca tapi komputer dan di sana terdapat juga monitor transparan yang terhubung kesemua sektor ruangan rumah sakit .
dengan cekatan para ahli memperlihatkan kinerja nya dan mulai piawai mengunakan jari-jari mereka .
dan munculah sebuah gambar yang menunjukan kinerja pada ruangan itu .
"perlihatkan pada tuan sekarang ..." perintah pak Suhendra .
"baik pak ..."
"lihat tuan itu para ahli medis sedang mengontrol pasien ... yang kolaps ..."
di sisi lain Rungan itu adalah lesya gadis cantik berkulit putih , berhidung Bangir , bulu alis yang sempurna terbaring lemah dengan alat medis menempel pada seluruh tubuhnya . tah kenapa respon. pada tubuhnya kurang baik saat ini dia kejang-kejang para ahli sedang mengupayakan kesembuhannya namun jika tidak tertolong itu sudah takdir dari Allah .
tittt .... titttt. ...
bunyi monitor jantung lesya menurun dan kejang-kejang sudah mulai bereaksi itu sering terjadi pada orang yang koma atau tidak sadar .
"baik dokter ... sekarang kejut listrik ... 20 volt ..."
deg ... tutt .... dan masih .
"naikan lagi ..." perintah dokter .
deggg ... tuttt ... dan hal itu masih belum juga tah kenapa jantung lesya tiba-tiba berhenti dan melemah .
disisi lain Rey melihat dengan seksama .
"perbesar monitornya ..." perintah Rey .
"baik tuan ..." para ahli pun memperbesar gambar atau vidio itu .
degg... tak kenapa jantungnya seakan berdenyut .
"wanita itu ... yang ada dalam mimpiku selama ini ..." dalam hatinya .
"anda tidak apa-apa tuan ?" tanya deren karena melihat tuannya seperti melamun dan tah kenapa ekspresinya seperti kaget .
"e... ya saya tidak apa-apa , siapa pasien itu apa baru masuk ?" tanya Rey pada pak Suhendra .
"pasien itu baru 1 bulan lebih disini beserta adiknya tuan , mereka korban kecelakaan sedangkan orangtuanya meninggal di tempat ... mereka di nyatakan koma , dan yang kolaps itu adalah kakaknya bernama lesya putri seorang mahasiswi semester 4 jurusan ekonomi tinggal di Tangerang Selatan sedangkan adiknya Hisyam putra dia kelas 3 SMA" jelas pak Suhendra .
"jadi gadis itu kecelakaan ... ya Tuhan tapi kenapa dia hadir di mimpiku 1 tahunan ini dan kenapa pula tiba-tiba dia menghilang dari mimpiku ? tah kenapa hatiku sakit melihat dia pergi dari mimpiku dan tiba-tiba dia terbaring dengan kondisi seperti ini ...?" dalam hatinya merasa Rey ada batin pada gadis itu .
"tolong upayakan dia selamat ... apapun caranya ..." tiba-tiba Rey berkata seperti itu dan memerintah .
"yah dia tolong apapun caranya selamatkan dia ..." tah kenapa , dan deren pun heran kenapa dengan tuannya ini biasanya dia dingin dan acuh pada setiap wanita tiba-tiba bersikap seakan wanita yang ada di monitor adalah wanitanya .
"baik tuan tapi kematian adalah takdir tuhan tuan saya dan rekan lainnya hanya bisa berusaha dengan alat-alat canggih ini ..." jelas pak Suhendra pasrah .
"tuhan aku tidak pernah meminta apapun tapi tolong kembalikan gadis itu ... tah kenapa hatiku sakit melihatnya aku tidak paham ... dan aku seperti tidak ingin kehilangan ..." dalam hatinya , kedua tangannya mengepal memohon pada Tuhan .
disisi lain di bawah alam sadarnya lesya .
"yuk Bu kita masuk ..." ajak lesya . kesebuah pintu rumah yang sederhana .
"yuk ..."
namun tiba-tiba ada tangan yang mencekalnya .
"tunggu..." ucap orang misterius itu pada lesya sosoknya jangkung namun cahaya menyilaukan menghalangi wajah si pria itu .
"anda siapa ?" tanya lesya .
"ikutlah bersamaku ..." pria itu .
"kemana , gak aku punya ibu dan ayah serta adikku yang menunggu didalam ... aku tidak kenal anda ..." jelas lesya .
"jangan takut ayo ikut saya..." ajak pria itu .
"ibu , ayah ... aku gak mau" lesya menolak ajakan pria itu dan memanggil orangtuanya .
"lesya ikutilah pria itu ..." ujar ayahnya .
"gak ayah aku takut ..." lesya menjawab .
"tidak sayang jangan takut , pria itu akan menunjukkan jalan pulang padamu dan tempatnya lebih indah ..." ujar ibunya .
"oke tapi kalian janji ikut juga nanti yah ..." ujar lesya .
"tidak sayang kami di sini menunggu mu ingat kami sayang kalian ..." hanya pesan itulah pengantar lesya .
"sebenernya kamu siapa dan mau bawa aku ke mana ?" tanya lesya karena terus di tarik oleh sosok jangkung itu .
"ikutlah bersamaku , disana jalan pulang pergilah aku menunggu Mu disana" jelas pria itu .
dan tiba-tiba monitor jantung lesya normal kembali semua ahli medis lega karena perjuangan mereka tidaklah sia-sia untuk kesembuhan gadis cantik itu yang bersama lesya .
selama di rawat di sana semakin terawat juga tubuhnya , sampai para perawat dan dokter kagum pada kemolekan gadis itu karena parasnya yang cantik walau wajahnya pucat tapi tetap kelihatan menawan .
"Alhamdulillah berhasil tuan ... dia sepertinya kembali lagi ..." ujar Suhendar .
"syukurlah ..." Rey yang jarang tersenyum tiba-tiba senyumnya merekah seperti memenangkan berlian yang langka membuat keheranan pada diri deren dan pak Suhendra serta staf yang ada di ruangan itu menyaksikan hal langka .
"tah kenapa tapi aku berjanji akan ku buat dia bahagia ..." dalam hatinya seakan gadis itu miliknya saat ini pula .
kring ... notifikasi telepon bunyi dari hp deren .
"ya hallo ... baik ... saya akan sampaikan terus pantau perkembangannya ..." deren pergi dari ruangan itu dan menjawab telepon itu yang sepertinya penting .
"tuan sepertinya ada masalah di perusahaan cabang teknologi kita yang ada di Landen..." Ujar deren pada tuanya .
"baik siapkan semuanya sekarang aku tidak suka hal menunda , dan pak Suhendra tolong jagalan dia untukku ... kabari aku perkembangannya sekecil apapun itu..." ucap Rey dengan tegas .
"baik tuan ... saya akan berusaha ..." jawab pak Suhendra dengan anggukan hormat .
bersambung .... ✅