
Pembelajaran hari ini disekolah cukup melelahkan bagiku, dan aku langkahkan kakiku menuju Halte tempat menunggu bus. Saat sedang di perjalanan tiba-tiba pandanganku jatuh melihat kerumunan orang dilapangan basket. Aku mendekati dan mencoba masuk dari kerumunan yang membuatku sesak. Dilapangan sudah ada Ardan dan Farel yang dengan seragam basketnya siap untuk memulai pertandingan
"Ardan.. Ardan" teriak histeris seluruh siswa
"Farel.. Farel"
Aku menatapnya sangat kesal, apa maksud semua ini dengan adanya pertandingan di antara mereka berdua
"Perhatian semuanya, disini saya dan Farel akan melakukan double date dan kalian lah menjadi saksinya, Apabila di antara kami kalah maka harus ada yang siap menjauhi pujaan hati kami yaitu wanita yang sudah ada bersama kalian semua" Ardan dengan sinis
semua siswa saling memandang satu sama lain dengan siapa yang ia katakan. namun nihil bagi mereka mengetahui orang yang mereka perebutkan.
"Tunggu,kalian bisa menghentikan ini semua! " ucap Putri kesal karena ia tahu bahwa semua itu tertuju pandanya dan menjadikannya pusat perhatian
"Jangan bilang cewek cupu itu yang menjadi taruhannya"
"Hahaha, gak mungkinlah guys kedua pangeran tampan memperebutkan cewek cupu ini"
"Kalian bisa diam semuanya! " marah Farel
"Kalian sudah puas? menjadikanku sebagai bahan taruhan? dan jangan harap diantara kalian bisa menjadi teman dan sahabatku. Aku benci kalian berdua" ucap Putri sambil menangis dan meninggalkan mereka berdua dilapangan melewati kerumunan orang.
Putri menghiraukan semua pandangan dan ucapan teman-temannya yang menganggap ia sebagai bahan taruhan.
*Kalian pikir aku ini barang? bisa kalian rebutkan? dan satu lagi yang membuatku membencimu rel, kenapa kamu rela mengambil pertandingan bodoh ini dan menjadikan persahabatan kita sebagai taruhannya. aku benci kalian berdua" tangisnya pecah di taman belakang rumah.
Ada seseorang yang sudah mengikutinya ketika ia berlari kedalam belakang sekolah, siapapun yang melihatnya menangis dengan kacamata yang terlepas terlihat bahwa ia begitu cantik dan menawan*
" Putri" ucap seseorang menepuk pundanya.
"Kamu pergi saja aku butuh waktu sendiri" menghempaskan tangan orang di samping sambing menangis
"Aku begitu muak dengan mereka Van, apa yang patuh mereka rebutkan aku hanyalah gadis cupu dan kutu buku" kesal Putri.
"Mereka sedang terbawa emosi, sudah tidak perlu kamu pikirkan".
" Bagaimana aku bisa melupakan semua hal terjadi pada hari ini. jika kamu di posisiku pasti kamupun merasa marah karena sebagai bahan taruhan dan dipermalukan di deoan banyak orang"
"Aku mengerti perasaanmu, namun jika aku diposisimu aku malah bangga loh bisa diperebutkan pria tamoan dan populer disekolah"
"Aish, pikiranmu hanya cowok tampan saja ya" ucapnya sedikit tersenyum
"Kalau tersenyum kan terlihat sangat cantik"Vani menggoda Putri.
"Kamu bisa aja"
"Yaudah gimana kita jalan-jalan ketaman kota dengan motorku? "
"Baiklah aku sangat penat jika langsung pulang kerumah"
"Kita jalan-jalan sambil mencuci mata ya kan put, apalagi banyak cowok tampan disana" Vani tertawa
"yuklah pergi" putri hanya mengeleng-gelengkan kepala atas yang terjadi terhadap sahabatnya
"Terimakasih ya Allah, engkau tekah kirimkan sahabat yang membuatku tidak merasa kesepian dan menghiburku disaat aku bersedih dan yang paling aku senangi dia mau bergauk dengan siapa saja tanpa memandang status.
Mereka berdua melangkahkan kakinya menuju parkiran motor, saat hendak berangkat ada suara yang memanggilku dari arah belakang seorang pria yang membuatku kesal
"Putri!!!! " ucapnya sambil berlari