First My Love

First My Love
Sekolah#4



Malam begitu indah di hiasi oleh bintang bintang dilangit dan bulan sabit yang siapapun menatap pemandangan di langit yang begitu indah.


Putri menuju kamar tidurnya dan menyimpan peralatan sekolah ketempatnya semula dengan rapih, setelah itu ia berganti pakaian dengan pakaian santai dan menuju laci untuk mencari obat peredaku yang sudah mulai sakit dalam dadaku. setelah meminum obat kulangkahkan kaki menuju ruangan makan dan bergabung dengan keluargaku


"Sayang bagaimana kondisimu? apakah sudah diminum obatnya? " khawatir bunda dengan perasaan cemas.


"Aku baik baik saja bunda, ayah. Jangan khawatirkan aku bun, Aku adalah putrimu yang kuat" ucap Putri menyakinkan kedua orangtuanya.


"kalau penyakitmu semakin parah nanti kita akan berobat ke singapure! " tegas Ayah


"Iyah ayahku sayang, maaf ya merepotkan kalian dan sudah membuat khawatir" ucap Putri dengan wajah murung


"Kamu semua sayang kamu, jadi tidak ada yang merasa di repotkan.ya kan pah? " ucap Bunda menyakinkan


"Iya sayang, mari duduk dan makan bersama" ucap Ayah


" Bagaimana pertamamu disekolah? bagaimana bisa bertemu nak Farel?Apakah kamu senang bersekolah disana? " pertanyaan bunda dengan bertubi-tubi.


" Dari mana aku harus menjawabnya bun, pertanyaan bunda banyak sekali" putri dengan bingung dan tertawa


"Baiklah aku jawab nih, Pertamaku sekolah begitu menyenangkan bisa mendapatkan teman tanpa harus mengenal fisik dan harta bun, dan aku bertemu Farel di SMA dia ketua osis disana." cerita Putri


"Oalah putri bunda memang pandai ya, dan mengapa kamu berdandan seperti tahun 90-an" ucap bunda sambil tertawa


" Cinta sejatiku hadir bukan karena aku cantik dan anak ketua yayasan namun memang karena tulus. itulah alasanku bunda melakukan semua ini dan satu hal lagi aku mohon Ayah jangan memberitahu aku adalah anak ketua yayasan yah, pliss 🙏" ucap Putri memohon.


"Baiklah, sekarang beristirahatlah karena besok sudah beraktifitas. " ucap Ayah


Mentari pagi menyambutku untuk membangun semangat pagi, hari ini aku akan berangkat lebih awal dikhawatirkan bus lama aku tunggu.


"Pagi bunda dan Ayah" Putri dengan semangat


"pagi sayang" ucap kedua orangtuanya bersamaan


"Ekhmm, ciee yang kompak deh" sambil mengoda ayah bundanya


"Masakan bunda enak banget ya yah" Putri yang masih menggoda sang bunda


"Iya sangat lezat, sampai ayahmu jatuh hati terus terhadap bundamu " Ayah dengan tersenyum


"Ihhh ayah malu tuh sama anak kita"


"Aku sayang ayah bunda" ucap Purti mencium pipi kanan dan kiri ayah bunda.


Putri langsung pamit berangkat sekolah mengenakan angkutan umum


~Halte~


Jam Tangan sudah menunjukan pukul 06.45. Bus sekolah belum terlihat juga dan aku semakin khawatir terlambat ke sekolah. Tiba-tiba ada motor yang berhenti tepat dihadapanku dengan seragam sekolah yang sama


"Hai, sedang menunggu bus ya dek? Maukah saya antar ke sekolah dikarenakan kita satu sekolah". Ardan


"Tidak perlu kak, Terimakasih" ucap Putri menolak dengan halus.


"Jika dalam 5 menit bus tidak datang maka kamu harus ikut denganku dek. "


"Baiklah, Aku tunggu 5 menit lagi kemungkinan bus akan datang sebentar lagi


Sudah 7 menit menunggu bus belum kunjung juga datang dan aku terpaksa menerima tawaran kaka kelasnya.


"Maaf kak turunnya sebelum gerbang sekolah saja. "ucapku khawatir menimbulkan gosip di seluruh sekolah


"Putri! dan Kamu? ngapain kamu mendekati sahabatku? Jauhi dia tidak baik untukmu. " ucap Farel tiba tiba datang


"Santai aja bro, lo cemburu? " Ardan memancing perasaan Farel


"..............................." Farel