
Putri sudah sampai diperkarangan sekolah, dan ia bertemu dengan wajah yang begitu familiar baginya namun ia diam menatap
"Kamu!! " ucap mereka bersamaan
"Bukankah kamu gadis manja yang terjatuh dipantai dan menangis, hanya sebuah lolipop kamu berhenti menangis" Ucap Farel
"Jangan bilang kamu pangeran yang waktu itu menolongku? " ucap Putri dengan serius
"Menurutmu aku siapa?? Aku adalah pahlawanmu, hahaha" ucap Farel.
"Kamu?? sangat menyebalkan " ucap putri begitu kesal
"mengapa kau terus menatapku? aku tahu aku tampan" ucap Farel sambil tertawa
"Bye gadis cengeng" sambung Farel langsung dan berlari sambil meneriakinya
"Farelllllll" geram
Semua siswa dan siswi menatapku heran dan mungkin mereka menatapku cewek kampungan, namun dengan begini aku bisa menemukan sahabat sejatiku yang tidak memandang akan Fisik dan Hartaku.
Kulangkahkan kakiku menuju kelas yang sudah ramai disana..
"Hei kamu cewek kampungan, sini bawain buku paket dari perpustakaan. " Ketua kelas Adit
" kamu pikir aku siapa? punya tangan dan kaki kan? pakai buat berjalan, mau lumpuh tangan dan kakimu ha? " ucap Putri kesal
"Kamu ya!!! sudah kampungan dandananmu dan belagu lagi." ucap Adit dengan tatapan meremehkannya.
" Maaf ada apa urusanmu terhadapku, Apakah aku pernah membuat masalah? ". Ucap Putri dengan kesal
"Sudah kalian tidak boleh membully teman baru kita" Ucap Vani membelanya
"Bolehkah aku duduk disampingmu? " ucap Vani
Putri hanya mengangukan kepala dan fokus menatap buku pelajaran yang akan ia pelajari hari ini.
"Guys, disini ternyata ada cewek cupu loh" Teratawa geng Shella
"Bener Shel, apalagi rambutnya seperti zaman 90-an" ucap temannya
"Cukup kalian semua! atau kalian akan berurusan dengan ruangan BK" Sanggah Vani
"Sudah Van, ngapain kamu buang tenaga buat ladenin orang macam mereka hanya menguras waktu saja" ucap Putri
Tidak terasa bel pulang berbunyi.
"Tringg 3x"
Putri Melangkahkan kakinya menuju Halte bus untuk pulang kerumahnya dengan hari yang begitu lelah.
Tiba tiba ada motor berhenti dihadapannya dan iapun menoleh siapa orang tersebut.
"Woyy cepet naik, mumpung pahlawanmu baik mau kasih tumpangan " Ucap Farel membubarkan semua lamunannya.
"kamu kok bisa ada disini? jangan bilang mengikutiku ya, " Ucap Putri sambil tertawa
"Yasudah jika tidak mau menerima tawaranku, padahal aku ingin memberimu kejutan. tapi sudahlah lupakan" ucap Farel menyalakan mesin motor
"kejutan?? Apakah dia mau menembakku? atau kejutam apa yang akan ia berikan. aku begitu penasaran dengannya, namun sisi lain aku belum pamit sama ayah bunda aku pulang telat di hari pertama apalagi mereka tahu aku punya riwayat jantung lemah pasti sangat khawatir terhadapku" menatap bingung
"Baiklah aku akan menumpang denganmu, namun izinkan aku memberi kabar ayah bundaku dulu tapi HP ku lobet" Ucap Putri
"Ini pakai saja Handphone aku, nomor ayah bundamu sudah ada di sana, kamu tinggal meneleponnya"
" Iyah cerewet sekali mulutmu bagaikan perempuan" tawa pecah dari Putri
Putri menekan kontak ponsel bundanya dan beberapa waktu kemudian ada sambungan telepon.
"Assalamualaikum, bun.. ini puput pakai punya teman. Putri izin keluar ya sama Farel teman lama aku bun. sebelum pukul 17.00 sore sudah sampai rumah janji bun" ucap Putri menyakinkan sang bunda
" Pesan bunda jaga dirimu baik baik, kalau ada apa - apa kabarin bunda ya" ucap bunda khawatir
"Siap Kapten" ucap Putri.
Mereka berdua langsung pergi ke tempat tujuan yang ingin membuat kejutan bagi Putri.
"Sekarang tutup matamu dan izinkan aku mengikat matamu" ucap Farel.
" Bukan izin tapi sudah kamu lakukan, menyebalkan" ucap Putri
Putri mengikuti langkah sahabatnya menuju suatu tempat yang tidak ia ketahui, tibalah ia ditempat istimewa
"Sihlakan boleh buka penutup matamu, Taraaaaaaa" ucap Farel dengan mempersembahkan.
Putri begitu terharu akan kejutan dari sahabat penanya