
Ardan adalah cowok populer di sekolahnya dan ia terkenal dengan laki laki bad boy yang suka menganti-ganti cewek, namun bagi Farel semua itu tidak peduli dengan urusannya. pagi hari ia melihat Putri sahabatnya pergi bersama Ardan menuju sekolah, namun ia menghentikan mereka berdua yang hendak memasuki gerbang sekolah
"Tunggu Putri" Farel
"Ada apa bro panggil-panggil di sini menggangu saja" ucap Ardan Acuh
"Dan, lo bisa gak usah ngangu sahabat gue" kesal Farel
"Apa urusannya dengan lo? gue mau dekat sama siapa aja bukan hak lo! " tegas Ardan
"Jelas semua urusannya dengan gue. Karena dia sahabat saya" ucap Farel
"Sahabat?? itu bukanlah pengikar yang kuat untuk menjauhi Putri. Lo cemburu kan gue jalan sama Putri ha? " kesal Ardan
"CUKUP!! " Teriak Putri dan membuat mereka saling diam dan menatap sinis.
Putri begitu kesal dengan yang terjadi pagi ini,ia berlalu melewati pertikaian antar kaka kelas dengan sahabat kecilnya.
"Kalau kalian mau ribut jangan di jalan! lihat banyak orang yang mau masuk sekolah! " ucap putri menuju kelas X Ipa.
Kelas X ipa setiap hari selalu ramai dan banyak siswi yang sudah datang awal sebelum bel berbunyi di sekolah.
~Kelas~
"Kenapa pagi pagi wajahnya sudah ditekuk put, kaya kecemplung dari kolam aja. " ucap Vani sahabat Putri
"Di depan gerbang sekolah habis ada acara pertikaian antar laki laki yang membuat mood pagiku hancur" ucap Putri dengan kesal.
"Siapa memang yang bertengkar? "ucap Vani heran.
"Siapa lagi kalau bukan Cowok populer VS Ketua Osis" kesal putri
"hubungannya dengan mood mu hancur apa?"
"Farel marah marah sama Kak Ardan padahal sudah baik mau mengantarku karena tidak ada bus saat di halte"
"Apa?? kamu serius di antar kakak kelas yang tampan itu" ucapnya dengan khiteris
"Hadeh malah bahas kakak Ardan" kesal
" Baiklah"
~Flasback Ardan&Farel~
"Mau kemana lo Ar? "
" Gue mau ke kelas, gak ada waktu buat melayani ketos songong kayak anda" ucapnya berlalu
"Jangan pergi, pengecut!! " kesal Farel
"Apa yang kamu bilang rel? gue pengecut? bukankah kamu yang pengecut tidak mau mengutarakan isi hati kamu" dengan tersenyun sinis
"Urusan gue bukan urusan lo! lo gax berhak ikut campur Ar" dengan emosi
" Kalau lo berani gue tantang main basket! kalau lo kalah lo jauhin Putri paham? "
"Oke siapa takut, gue gak pernah takut dan ingkar dengan omongan gue Ar"
" oke kita buktikan siapa yang berhak buat putri! "
"Siap menerima kekalahanmu ya rel"
"Jangan remehkan gue, lihat saja siapa yang lebih jago di antara kita"
" Satu lawan satu! deal" Ardan mengulurkan tangan
"Oke deal" menjabat tangan Ardan
Ardan dan Farel melangkahkan kaki menuju koridor kelas mereka yang berbeda karena Farel anak XI IPS 1.
"*Aku harus menang demi melindungimu dari macam laki laki yang tidak pantas di dekatmu put, semoga berpihak kepadaku. Karena aku tidak rela akan kehilanganmu" batin Farel dengan perasaan bimbang dan tidak yakin.
" Berani sekali dia nantangin gue, ya walaupun gue gak terlalu jago tapi gue kan anak basket mudah bagiku untuk mengalahkannya" ucap Ardan dengan tersenyum menang*
Farel masih termenung memikirkan apa yang akan terjadi dengan dirinya setelah pertaruhan yang konyol karena ego mereka masing-masing. Ia masih belum yakin bisa memenangkan pertandingan ini namun ia juga tidak rela kehilangan Putri.