
Kepulan asap terpancar dari mana mana, kakinya gemetaran sambil menggenggam tangannya sendiri, setelah dirinya terpisah dari teman temannya, Regina sangat ketakutan, dia hanya bisa bersembunyi dengan nafas terengah engah dan jantung berdebar debar, sebagai seorang gadis wajar saja baginya untuk menangis melihat kengerian kota yang dia pandang, disebuah gang sempit, ia berharap tidak ada monster yang dapat menemukannya.
"Ini gawat sekali... siapapun tolong aku!" Rintih Regina dengan pelan sambil memejamkan matanya
Disisi lain seekor naga baru saja dikalahkan seorang Angel dengan tombak cahayanya, Bang yang menyaksikan kehebatan Angel itu merasa tertarik dengannya, ditambah lagi Angel tombak ini tidak seperti Angel yang mengalahkan T-rek tadi
"Tunggu, apa kau punya nama?"
"Tentu saja, apa maksudmu?"
"Apa kau dan yang satunya itu Malaikat?"
"Kami makhluk pelamet Alruz disebut dengan L, namaku L-Rast, dan mungkin yang kau maksud satunya adalah L-Wizy"
"Nama yang aneh"
"Menurutku nama nama manusia juga aneh"
"Apakah kalian..." perkataan bang yang belum usai tiba tiba saja langsung dipotong oleh L-Rast
"Sudshlah nak, aku harua menyusul kapten untuk menghabisi Soul Eater, kalau duniamu tidak mau hancur maka diam dan lihat saja" tanpa pamit L-Rast langsung terbang menuju entah kemana, jika dia bilang ingin bertemu kapten itu berarti ada yang lebih kuat dari L-Rast yang sudah kuat, dengan kata lain mungkin akan ada hal menarik lainnya yang dapat ia lihat, sialnya baru kali ini Bang merasa antusias namun diacuhkan begitu saja olehb orang itu. Jika dipikir pikir, kemungkinan hari sudah siang jika mendung tidak menutup langit, dengan segenap tekadnya, Bang pun berlari menyusul makhluk L. Ditengah perjlanan yang menegangkan itu dirinya berusaha untuk menghindar dari serangan burung burung raksaksa yang belum diatasi oleh para L, itu artinya L-Rast tidak melewati jalan yang ia lalui, dengan lincah ia berlari, menghindari puing puing bahkan melompatinya untuk bisa membuka jalan dari tengah kota yang sebagian hancur, ditengah larinya yang penuh bahaya karena bola bola api masih saja beterbangan dan mungkin bisa jatuh menimpanya, pendangannya tiba tiba dikagetkan dengan penampakan dari balik gedung di gang sempit yang baru saja ia lalui, dengan sedikit memelankan langkahnya Bang berusaha mengingat ingat dan memastikan ia tidak salah lihat, karena cemas akan terjadi hal buruk, dirinya pun kembali untuk memastikan sesuatu.
Bang melangkah sambil menengok keadaan untuk memastikan semuanya aman, saat ditengoknya gang sempit itu ternyata tampak seorang perempuan sedang ketakutan sambil terduduk menundukan wajahnya disela sela lutut, Bang mulai mendekat namun wanita itu tidak menyadari kehadirannya, sampai akhirnya Bang menyadari bahwa orang itu adalah teman sekelasnya yang tadi pagi marah marah tanpa sebab. Regina yang dari tadi ketakutan merasakan ada seseorang disampingnya yang membuat hatinya ketakutan, dirinya tidak berani untuk menengok namun itulah jalan satu satunya jika ia ingin selamat, tengokan Regina disambut oleh kilatan petir yang tampak dengan sangat terang sehingga orang yang ia lihat hanyalah seperti bayangan hitam menyeramkan, sontak Regina pun bertriak lalu menendang orang itu hingga terpental kejalanan. Kilatan petir itu berhenti yang akhirnya menampakkan wujud bayangan tersebut dengan jelas dan ternyata dia adalah Bang.
Bang terkapar lemas sambil memegangi perutnya, disisi lain Regina merasa bingung namun malu untuk meminta maaf, keadaan memburuk ketika triakan Regina ternyata memanggil seekor gagak Soul Eater mendekat dengan membawa bola api, Regina tidak menyadari hal itu namun Bang melihatnya dengan jelas, terpikir hal buruk yang akan terjadi dibenak pria yang sedang memegangi perutnya itu, disaat yang singkat dirinya memikirkan sebuah kemungkinan yang mengerikan jika sebuah bola api mengenai gedung diatas Regina lalu menimpanya, dengan cepat Bang pun terbangun lalu berlari menuju Regina yang berdiri ketakutan diujung gang, menyadari Bang berlari kearahnya, Regina berfikir dirinya akan dibalas atas perbuatannya, sontak ia pun ketakutan dan kemudian secara dramatis terdengar ledakan diatasnya bersamaan dengan sebuah dorongan keras dari Bang hingga membuat Regina terpental sangat jauh.
Regina tak menyangka Bang akan melakukan hal sejahat itu sampai dirinya tersadar apa yang sedang terjadi, burung moster tampak melayang dari kejauhan, gedung diatas tempatnya berdiri tadi telah terkikis dan ambruk kemudian ia diselamatkan Bang tapi,
"Bang...!!" Triak Regina sambil tertatih menghampiri reuntuhan gedung itu, dengan susah payah ia menyisihkan puing puing yang meniban Bang, pundaknya tampak tertimpa beton dengan cukup berat, lengan kirinya kirinya terjepit bangunan yang membuatnya lesu da tak berdaya walaupun tampak matanya masih terbuka
"Sudah dua kali aku berada dalam sitauasi seperti ini, bahkan dalam waktu cuma satu hari, dan sialnya aku masih hidup dan merasakan rasa sakit" begitulah hati bang bergumam pasrah
"Jangan bercanda Bang, aku tau kau masih hidup, jadi jangan mati! kenapa? Kenapaa? Kenapa aku harus berhutang budi padamu!" Isak Regina dengan keras sambil terus berusaha menyelamatkan seorang pria perebut rengking dan penyelamat hidupnya itu
"Hey sudahlah, sadarlah bahwa kau masih dalam bahaya, jika Soul Eater menyerang lagi dan kau juga akan mati, maka pengorbananku tidak ada gunanya" ujar Bang dengan sangat lemas
"Dasar bodoh...! Siapa juga yang menyuruhmu melakukan itu, payahh sekali kau ini..."
"Tapi kenyataannya aku rengking satu kan?" Kata Bang sambil tersenyum
"Bang. Kau ini..."Regina tampak sangat sedih, dirinya merasa malu setelah apa yang telah terjadi. Tidak hanya sampI disitu, benar saja bahwasanya Soul Eater pembawa bola api itu kembali menghampiri mereka dengan kencang dari atas langit, ditengah kesedihannya Regina, ia terlihat kaget dan panik jika dirinya sedang diincar, burung itu semakin dekat, dan dengan dramatisnya pancaran cahaya merah tampak dari kejauhan tepat mengenai burung itu sehingga melenyapkannya dengan sekejap. Tampak makhluk bercahaya yang asing bagi Regina baru saja menyelamatkannya lagi, dirinya sangat kesal karena lemah dan selalu saja diselamatkan orang lain. Makhluk itu menghampiri mereka lalu segera menyingkirkan puing puing yang sampai membuat Bang berlumuran darah.
"Takkusangka kau akan melakukan hal seperti itu nak"
"Trimakasih sudah datang Rast" kata Bang dengan sangat biasa
"Ternyata kau sangat menyayangi wanita itu ya nak?" Mendengar perkataan makhluk yang dipanggil Rast oleh Bang itu membuat Regina sangat malu dan berusaha membantahnya
"Aku saja tidak terlalu mengenalnya, tapi entah kenapa aku malah menyelamatkannya, mungkin begitulah manusia" ujar Bang dengan sangat lesu
"Kalau begitu kau harus segera diobati, kau adalah manusia yang menarik perhatianku, bawa temanmu nak" ucap L-Rast sambil menyerahkan Bang ke Regina
"Aku mengerti" saut Regina⁶
Setelah itu Regina membawa Bang untuk berlindung, baru kali ini ia dirangkul oleh laki laki bahkan orang yang sebelumnya ia benci, Regina sempat kebingunan untuk mencari tempat untuk bisa mengobati Bang, walaupun sepertinya para Sooul Eater telah habis, namun ia tak menemukan bangunan yang masih dapat ditempati, sampai setelah berjalan cukup jauh Regina sangat kawatir bahwa Bang akan mati karena pria itu sama sekali tidak berkata apa apa, beruntungnya ia menemukan sebuah toko dengan bangku didepannya yang tampak masih kokoh walaupun sedikit kotor, paling tidak bisa menjadi tempqt pemberhentian mereka.
Berpindah ke tengah tengah kota sepi yang dikelilingi kebakaran dimana mana, menyisakan dua makhluk yang sama sama berjubah namun memiliki wujud yang berbeda sedang melayang diatas langit diiringi petir dan awan gelap membuat suasana siang itu sangat mengerikan.
"Berhentilah mengganggu kedamaian alam semesta makhluk Soul Eater"
"Ow oww oww..., jangan terburu buru bicara begitu L-Mics, tugas ku disini hanyalah menjalankan tugas sebagai tangan kanan yang mulia Raja Dark Voss, perang besar yang akan berlangsung nanti akan sangat ditentukan oleh keberhasilan kami menguasai pelanet ini"
"Jangan repot repot menjelaskan hal seperti itu padaku Dark Falis, karna itulah alasanku disini! Untuk menghentikanmu!" Ujar kapten Mics dengan serius
"Jadi kita benar benar akan berduel disini Mics, penganggu sepertimu harus segera dimusnahkan!!" Triak Dark Falis seraya mengangkat pedang merah gelapnya kelangit
"Yang Mulia L-Kirgod, aku akan menjalankan perintahmu dengan baik, akan saya tunjukan bahwa saya layak menjadi muridmu!" Batin Kapten Mics sambil menghunuskan pedang birunya guna mengimbangi kekuatan Dark Falis
Sementara itu disebuah pelanet indah nan jauh bernama Alruz, ditengah kota besar bernama Light of Empyres tampak seorang raja gagah sedang memegangi trisulaa, senjata itu memiliki tiga ujung bercahaya kuning terang, salah satu cahaya itu mengobarkan cahaya biru yang dengan seksama diamati oleh Raja L-Kirgod
"Aku serahkan planet itu padamu!" Ucap Raja L-Kirgod dalam hati
Ditempat lain pula L-Rast yang baru saja menyelamatkan Bang, bergegas menuju pusat kota untuk membantu kapten L-Mics, ditengah perjapanan tampak dari belakangnya L-Wizy yang datang untuk menyusulnya
"Rast, semua sudah beres?"
"Begitulah"
"Yaa sudahlah, tapi..., dari beberapa pelanet yang kita selamatkan sepertinya baru kali ini kita bertemu Soul Eater yamg kuat"
"Kau benar, bahkan kapten menyuruh kita segera kembali jika sudah selesai, dengan kata lain mungkin saja Soul Eater bernama Dark Falis itu adalah musuh yang kuat, ditambah lagi dia juga salah satu anak buah kepercayaan Raja Demonic itu"
"Hey hey Rast, hari ini kau tampak serius ya? Biasanya kau ini sangat menyebalkan"
"Terserah apa katamu"
Tidak tidak aku bercanda" kata Wizy sambil meringis konyol
Kembali ke medan pertempuran yang sesungguhnya, dari kejauhan pun tampak pancaran cahaya biru dan merah gelap menyinari langit kota dengan sangat terang, terjadi pertampuran sengit di udara, adu pedamg yang sangat menabjukan terjadi dengan memancarkan gesekan sihir di berbagai arah, keduanya tampak seimbang dan sama sama memiliki kelincahan mengayunkan srnjata tajam yang dislimuti energi sihir itu, mereka saling berbalas serangan, Mics sempat terhempas ketanah hingga menimbulkam tapak ledakan yang cukup dalam, begitu pula dengan Dark Falis juga sempat terpental kencang kearah sebuah gedung hingga meruntuhkannya sampai rata dengan tanah.
Dari kejauhan Kapten Mics mengangkat pedangnya, mengumpulkan energi sihir berwarna biru terang yang memancarkan kekuatan luar biasa, melihat hal itu Dark Falis tidak mau kalah, setelah terbangun dari jatuhnya, ia kemudian juga menarik pedang merahnya kemudian mengumpulkan energi sihir jahat dengan aura gelap. Mics bersiap mengayunkan pedang sihirnya guna berduet dengan Dark Falis, dengan kencang pedang itu ditebaskan ke arahlawannya tanpa mendekat kearahnya sehingga sinar energi sihir pedang itu melesat setelah berkata "Holy Sword Slash!"
Dark Falis juga mengeluarkan jurus yang sejenis dengan Mics yang ia beri nama "Devil Sword Slash"
Tabrakan kedua energi sihir dari kedua makhluk itu sangat kuat, menimbulkan glombang kejut yang memancarkan cahaya biru dan merah dari atas langit.
Kita memang rival abadi Mics, mungkin tempat ini hanya akan hancur jika kita bertarung sungguh sungguh"
"Sayang sekali itu tidak berlaku hari ini Dark Falis, bagaimanapun juga kau harus dikalahkan secepatnya"
Jangan sombong!" Triak Dark Falis sangat kencang
Mics maupun Dark Falis kelihatan kewalahan berhadapan satu sama lain, mereka tampak seimbang, sampai tiba tiba dari belakang Kapten Mics datang Wizy dan Rast yang siap menyerang Soul Eater itu.
Holly... light shoooot" triak Wizy sambil memancarkan energi terang yang mengiringi tombak milik Rast.
Kedua serangan itu berkombinasi dengan sangat baik, bisa dibilang kedua serangan mematikan itu adalah jurus andalan Rast dan Wizy yang diajarkan oleh Kapten Mics kepada mereka.
"Sayang sekali Dark Falia, kali ini kami yang menang, dan satu hal yang perlu kau tahu, kau baru saja dikalahkan oleh kekuatan besar yang disebut kerjasama" batin Kapten Mics sambil melihat ledakan dari energi sihir dari Rast dan Wizy.
Kepulan asap menutupi landangan mereka, entah apa yang telah terjadi namun pikir mereka, semua telah berakhir, namun kenyataanya tidak begitu.
"Memang tidak semudah itu ya kapten?" Tanya Rast dengan santai
"Tidak perlu khawatir, kita akan menang, ini demi bumi, emm..., tidak, ini demi Alruz juga, bahkan demi alam semesta ini, aku mohon bantuan kalian, kita lihat hasil latihan kita selama ini"
"Akhirnya tiba juga untuk menunjukan kemampuan terpemdamku!" Ujar Wizy tampak semangat
Sebuah prisai gelap melindungi Dark Falis dengan sempurna, wujudnya berubah dari yang tadi, kini aura gelap yang menylimuti makhluk itu semakin terasa, seperti baru saja diup grade, tapi mungkin saja ini akan serius
"Disaat seperti ini, bisa menghabisi tiga bangsa L sekaligus akan membuatku menjadi orang kepercayaan yang mulia Dark Voss, kalau begitu tidak ada pilihan lain!" Batinn Dark Falis sambil mengeluarkan tatapan tajam
Setelah menahan diri cukup lama, akhirnya Dark Falis mengeluarkan segala kemampuannya, menimbulkan getaran angin dari pancaran energi tubuhnya, dari tangannya muncul sebuah benda bersinar berwarna unggu gelap yang tampak berbahaya, dengan percaya dirinya Dark Falis mengangkat kristal aneh ke udara yang kemudian memancarkan cahaya ke langit, tampak pusaran energi sihir pekat yang seketika membuka fortal besar penghubung bumi dan planet Demonic
Raja Demonic bernama Dark Voss yang menyadari keberadaan fortal penghubung Demonic dan Bumi dengan tenang memerintahkan sebagian pasukannya untuk membantu Dark Falis. Alhasil seketika fortal itu menjadi gerbang masuknya ratusan pasukan Soul Eater menyerupai zombie, tidak hanya itu, banyak monster monster baru yang tampak lebih mengerikan turun ke bumi
Perlahan Dark Falis mulai melayang, dengan jubah gelapnya yang berkibar, ia menghampiri pasukan itu guna memimpin serangan habis habisan
Tampak raut wajah ketakutan dari ketiga makhluk L, semangat mereka seakan goyah melihat pasukan perang sebanyak itu
"Mereka benar benar serius, dengan kata lain, planrt ini benar benar berharga" ujar Kapten Mics sambil menghela nafas panjang
"Kapten, ini gawat sekali, ini sama saja dengan kita bertiga melawan sebuah pasukan perang bukan?" Panik L-Wizy
"Sayangnya, kita juga tidak membawa kristal pembuka fortal itu ya" tanggap Kapten Mics
"Kapten ini itu seriss..., kenapa kau kelihatan tenang saja begitu?" Triak Wizy dengan kocak
"Aku mengerti, dan mungkin ini saatnya aku melakukan sedikit pengerbonan untuk alam semesta ini, dengan menganugrahkan kekuatan pada manusia bumi"
"Aah? Jangan jangan?" Heran Wizy
"Kapten, itu adalah pengerbanan yang sulit, tapi aku setuju denganmu, sebagai muridmu aku sangat mendukung hal itu kapten" kata Rast dengan gaya bicaranya yang khas
"Izinkan aku melakukan ini guru, sekalipun jika aku harus keluar dari Trinity of Legendaris, tapi ini adalah jalan yang kupilih" batin Kapten Mics
"Kapten?" Heran Wizy
Seketika Kapten Mics melayang keudara sambil merentangkan kedua tangannya guna mengumpulkan energi sihir, satu hal yang tampak jelas, energi sihir itu berubah dari yang aebelumnya memiliki warna dasar biru kini menjadi warna kuning cerah, rentangan tangan itu perlahan diangkat, kedua energi sihir yang terkempul seketika bersatu membentuk bola cahaya yang dislimuti energi positif yang kuat
"Teman teman, dengan ini aku bukan lagi kapten kalian, setengah kekuatanku akan kupercayakan pada manusia bumi, aku bukan lagi Trinity of Legendaris, sekarang pangkat ktku adalah Master of Warrior seperti kalian!"
Ditempat lain nan jauh, tampak Raja planet Alrus, L-Kirgod menyaksikan salah satu dari ujung trisulanya mengedipkan cahaya biru yang tadinya berkobar terang seakan hampir padam
"Mics, aku yakin pilihanmu ini akan sangat membantu kami, apapun yang terjadi, kau adalah muridku"
Kembali ke keadaan kota yang sebelumnya gelap, kini berubah menjadi terang karna pancaran energi sihir dari tangan Mics, cahayaa itu perlahan memelar, mengirimkan banyak energi energi kecil yang kemudian menyebar keseluruh kota, menghampiri orang orang untuk menganugrahi mereka kekuatan.
"Caa, cahaya apa ini?" Tanya seorang siswa yang aedang bersembunyi ketika tiba tiba sebuah pancaran cahaya menghampiri tangannya lalu menyatu dalam tubuhnya, tubuh semua remaja SMA itu bersinar terang, sebagian ketakutan dan sebagian lagi merasa takjub merasa ada perubahan dalam diri mereka. Regina yang dari depan toko berdiri meninggalkan bangku tempat bersandar Bang untuk melihat apa yang aedang terjadi, sama seperti yang lain, ia juga mendapat anugrah kekuatan yang seketika membuat tubuhnya bercahaya.
"Ahh? Ini..., rasanya luar biasa sekali"
Disisi lain, pasukan besar Soul Eater telah menapak bumi, ratusan pasukan zombie mulai berjalan mendekati orang orang dengan membawa tombak kegelapan ditangan mereka, monster monster besar mulai mengaum dan meruntuhkan sisa bangunan yang ada. Orang orang masih saja tampak ketakutan walau mereka telah menda0at anugrsh kekuatan sihir.
"Dengarkan aku teman teman! Sekarang kaliam mempunyai kekuatan, jangan takut untuk menghadapi mereka, kobarkan semangat kalian, kepalkan tangan kalian, ambil senjata kalian, dan fokuskan energi sihir kalian untuk menyerang mereka!" Tfiak L-Mics dengan kencang
"Apa itu benar?" Tanya semua orang yang tampak masih kebingungan dengzn apa yang baru saja terjadi
Pasukan zombi zombi yang tampak tegap dan kuat itu berlari kearah krumunan orang orang yang kehilangan tempat berlindung mereka, ketika pasukan zombie itu akan menyeraang, tiba tiba ada salah seorang remaja SMA yang maju dengan semangat, dari tangannya tampak kobaran energi sihir merah menyerupai api, lalu dengan kencang memukili zombie zombie itu hingga hancur dalam beberapa serangan
"Waww, hebat sekali ini, aku rasa aku mulai mengerti, teman teman! Kita sekarang adalah warrior, jadi jangan diam saja dan bantu aku!" Triak pemuda itu sambil terus menghajar zombie zombie itu
"Aa? Hebat sekali, kalau begitu aku juga?" Gumam Salah satu siswa lain
Beragam energi sihir mulai dapat di keluarkan oleh pemuda pemuda itu, mereka mulai maju dengan percaya diri, dalam diri mereka tempak kebahagiaan bisa mengalahkan alien alien sampah itu dengan kekuatan mereka sendiri. Sebagian orang yang takut untuk maju akhirnya memilih untuk membawa senjata seperti tongkat besi, pisau, ataupun batu yang mereka temukan diaekitar mereka kemudian dikombinasikan dengan energi sihir, pasukan pelajar remaja itu perlahan mulai memukul mundur para zombie zombie yang tadinya menyudutkan mereka.
"Semangat mereka luar biasa, jadi bantulah mereka Wizy! rast!" Suruh Mics dengan semangat
"Bagaimana denganmu kapten?" Tanya Wizy
"Sudah kubilang aku bukan kaptenmu, tapi aku akan mengalahkan Dark Falis disini, kalian pergilah, karna ini adalah duel"
"Tapi kapten, dengan kekuatanmu yang sebelumnya, bahkan dibantu aku dan Radt, kita masih belum mampu mengalahkannya" bantah Wizy
"Tidak, menggunakan kristal pemanggil juga pasti menguras tenaganya, untuk sekarang jika kita bertiga melawannya akan cukup mudah, tapi jika ini adalah by one berarti kita bantu manusia Wizy" bantah Rast
"Yaah, mau bagaimana lagi"
Pemuda pemuda itu berjuan keras untuk mengalahkan zombie, bahkan bersama sama mereka juga melawan monster besar yang sangat tangguh. Mereka memiliki kekuatan beragam, energi sihir yang mereka gunakan mencerminkan berbagai elemen kehidupan di bumi, air, api, angin, petir, cahaya.
"Ini benar benar menyenangkan!" Girang seorang pengguna sihir air yang dapat mengendalikan ombak dari tangannya.
Berpindah ketempat lain, Jery yang tadinya diberitahu banyak hal tentang sejarah planet Demonic dan Alrus, merasa bahwa sejarah itu kelihatannya tidak masuk akal, bagaimzna pun selama ini sihir hanya dapat ia lihat di film film fiksi, namun kenyataannya dia bisa menyaksikan pertarungan dari para penyihir kuat. Sama seperti yang lain, dirinya juga baru saja mendapatkan anugrah berupa kekuatan, walaupun tidak tau kenapa dia mendapat kekuatan itu, tapi dirinya yakin ini pemberian dari makhluk L. Didepannya sekarang tampak makhluk Soul Eater besar berupa makhul menyerupai iblis dengan sayap kelelawar, Jery mencoba untuk menenangkan dirinya, menarik nafas kemudian mulai merasakan energi sihir yang dapat ia keluarkan, dan sudah Jery duga kalau sihir miliknya adalah sihir elemen petir
"Menarik juga kau tidak berlari setelah melihat ku makhluk bumi, jadi kau tidak takut mati ya?"
"Aku tidak tau makhluk sepertimu bisa bicara" ujar Jery dengan antuasias
"Semua mpunduduk planet Demonic adalah monster, kami juga bisa bicara, tapi yang membuat kami berbeda adalah kami memiliki kekuatan tak terbatas yang disebut dengan kegelapan, berbeda dengan mqkhluk planet lain yang tidak berdaya dan lemah, saat melihat Dark Ledina makhluk makhluk lemah akan lari ketakutan, tapi karna kau tidak berlari, kuharap kau akan bisa menghiburku"
"Sombong sekali kau Makhluk jelek!" Ejek Jery dengan konyol
"Apa kau bilang?!" Kesal Dark Ledina, kemudian memanggil beberapa kelelawar dan dengan mentra sihirnya kelelawar kelelawar itu berubah menjadib senjata tajam yang dislimuti aura gelap, benda benda runcing itu mengelilingi tangan Dark Ledina kemudian dengan sekali hentakan dilemparnya kearah Jery sehingga dirinya dihujani pisau berenergi negatif dengan cukup telak