
"Wah wah wah..., tak kusangka akan ada perusuh, yaampun!"
"Kali ini takkan kami biarkan makhluk seperti kalian menguasai pelanet seindah ini!"
"Emm, menarik juga, kalau begitu coba atasi ini!" Puluhan burung burung gagak raksaksa kembali muncul dari balik awan, mereka kembali menghujani kota dengan bola api, menebar teror dan ketakutan dimana mana, tidak berhenti disitu, pimpinan kawanan Soul Eater itu juga memanggil makhluk lain yang kelihatan lebih menyeramkan berwujudkan seekor naga dan monster berekor panjang seperti T-rek
"Kalau kedatangznmu kemari adalah ingin menyaksikan keputusasaan makhluk bumi yang disebut manusia ini, itu berarti kau datang tepat waktu, tapi bila hanya ingin menganggu lalu akhirnya mati bersama manusia, silahkan saja" dengan begitu serangan kedua Soul Eater dimulai, dua monster kuat yang baru saja muncul langsung pergi menuju dua arah yang berbeda.
Seekor monster naga terbang mengitari perkotaan yang ramai, semua manusia dibawahnya lari berhamburan, dengan senang naga itu bersiap menyemburkan gelombang energi berwarna ungu pekat yang diharapkan bisa menyakitu banyak orang. Seorang anak tampak ketakutan sambil menangis pelan, naga itu tanpa ampun menyemburkan kumpulan energi nya ke sebuah jalanan ramai sampai tiba tiba serangan itu dihadang oleh satu lagi Light Angel yang datang tepat waktu, ledakan terjadi diudara setelah pelindung cahaya yang dibuat oleh Light Angel
"Kau sekarang aman nak" Mendengar hal itu tiba tiba bocah itu terjatuh pingsan sambil trrsenyum aneh
"Hee? Malah pingsan" dengan segera bocah itu dibawa menjauh dengan terbang sangat cepat oleh Angel
Disisi lain salzh satu monster T-rek telah mendarat ditengah kota tak jauh dari keberadaan Jery dan Bang, merek berdua menyaksikan dengan seksama seekor monster menginjak bangunan, membakar mobil dan menumbangkan pepohonan. T-rek itu mengaum kencang lalu bersiap mengayunkan ekor panjangnya kepenjuru kota
"Ini gawat, syo lari bang" dengan kencang Jery berlari meninggalkan Bang sendirian
"Tidak kau saja duluan"
Sebuah ekor besar melesat menuju arah Bang berdiri, Jery melihatnya keheranan sambil menampakkan raut wajah panik, hempasan angin ekor itu sangat kencang, mereka tau tidak akan ada kesempatan tapi salah satu Light Angel lain datang tepat waktu menangkap ekor itu lalu melemparnya ke langit
"Nyalimu besar juga manusia"
"Tidak juga, aku tidak tau kalau aku dalam bahaya"
"Ee,,, mundurlah nak"
"Baiklah" dengan santai Bang berjalan beberapa langkah ke belakang lalu duduk diatas pohon tumbang
"Heyyy... krnapa disitu?! Cari tempat
aman sana!"
"Hee? Aku mau nonton"
"Jangan bercandaa... disine berbahaya...!!"
"Tidak papa"
"Payzh...!!"
"Hey lihat, kau diserang tuh" tampak sebuah tangan besar mendekat kearah Angel yang tengah asik bicara dengan Bang, setalah Angel itu menengok semuanya telah terlamat, ia terpental jauh yang membuat Jery kaget ada benda melesat diatasnya saat dirinya berlari.
Jery bergegas berlari menghampiri benda itu yang ternyata adalah Angel
"Ee..., kau tidak papa?" Tanya jery sambil menjulurkan tangannya guna membantu Angel itu berdiri
"Trimakasih manusia, aku lengah, bocah itu benar benar merepotkan"
"Emm, bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?"
"Begitu ya? Oke"
"Tapi karena kau memaksa, jadi akan kuberitahu satu hal"
Dengan wajah kesal yang konyol Jery coba membantah bahwa dirinya melakukan pemaksaan
"Terdapat sebuah bintang katai merah berada ratusan ribu tahun cahaya dari sini yang hanya dikelilingi dua pelanet bernama Demonic dan Alruz, ketika jarak antar pelanet berdekatan setiap 400 tahun sekali kedua pelanet akan mengadakan perang besar besaran atas dasar kekuatan, selama kedua pelanet tidak berperang, pelanet Demonic akan melakukan perampokan ke berbagai penjuru galaksi, menghabisi planet planet yang memiliki sumber energi yang melimpah, selsin itu yang lebih mengerikan, para makhluk pelanet Demonic memperbudak para penghuni pelanet tidak bersalah kemudian mereka dijadikan pasukan perang melawan kami, oleh karena itulah mereka disebut dengan Soul Eater.
"Tunggu sebentar, melawan kami itu berarti kalian penghuni pelanet Alruz?"
"Astaga jadi kau baru paham ya?"
"Berarti kedatangan Soul Eater ke bumi itu..."
"Tepat sekali, mereka sedang mempersiapkan pasukan perang melawan kami, mereka sangat tertarik dengan Bumi, aku pun belum pernah melihat pelanet seindah ini, itu mungkin juga salah satu alasan kami untuk menyelamatkan kalian!"
"Begitu ya?"
"Aku harus pergi!" Dengan kencang Angel itu melesat kembali guna menghadapii serangan T-rek
"Heyy, siapa namamu?"
"Aku adalah makluk pelanet Alruz, tangan kanan kapten L-Mics, namaku adalah L-Wizy!" Angel itu bertriak bangga sambil mengedipkan sebelah matanya sebelum menjauh.
Bang menyaksikan seekor monster T-rek mengamuk didepannya seperti sedang menonton TV, tidak ada rasa sedikitpun ketakutan dalam dirinya, ia sangat ingin bertarung namun mungkin hanya dengan mendekat saja ia akan terbunuh. Angel yang tadi terpental jauh kini kembali dengan gagah, Bang berdiri kaget menyaksikan pancaran cahaya terang dari tangan Angel itu,
"Aku sudah memperingatkanmu nak, jangan sampai menyesal" kata kata terakhir itu mengiringi langkahnya untuk menghadapi Soul Eater berukuran besar. Dengan gerakan tangan dan kaki yang sangat kuat, L-Wizy melakukan serangan begitu dahsyat, menghindar, menghujam, memukul, menendang, bahkan membelah ia lakukan dalam waktu singkat.
Batin Bang merasa takjub, ia benar benar mendapatkan suatu tujuan yang menarik hatinya terhibur, ia mulai kembali merasakan kebahagiaan dan gejolak dihatinya tak dapat dipungkiri lagi. L-Wizy tampak kewalahan begitu juga dengan T-rek itu, mereka bersiap untuk sepertinya melakukan serangan terakhir masing masing. T-rek mulai ancang ancang mengumpulkan gas aneh dari mulutnya entah apa yang akan disemburkan namun L-Wizy membalasnya dengan sepancar bola energi yang dia padatkan ditangan
"Ini pasti akan seru, pasti akan terjadi ledakan besar nih, hihihi..." antusias Bang sangatlah tinggi, ia tersenyum gembira sebelum tiba tiba dirinya menyadari sesuatu
"Tunggu dulu, kalau aku sedekat ini lalu akan terjadi ledakan maka..., ini gawat!!" Wajahnya yang tadi sumringah kini berubah menjadi kocak, dengan kencang Bang berlari menjauh yang tak beberapa lama kemudian ledakan hebat dibelakangnya terjadi, sebuah cahaya biru terang menabrak kepulan asap padat berwarna merah sehingga menimbulkan glombang kejut sangat besar
"Lari.. lari... larii.., ini gawat mereka semakin dekat!" Lari Bang yang tertatih tatih membuatnya tersandung sesuatu sehingga membuatnya jatuh tersungkur, lagi lagi ia melakukan hal konyol dengan membahayakan diri sendiri suara ledakN itu semakin kencang dengan hembusan angin yang mulai terasa, dia berpikir bahwa ia akan mati tapi ternyata ledakan itu berakhir sehingga keadaanya terasa sunyi sekejap
"Sedang apa kau nak? Mati ya?"
"Aa, aahaha..., karena bosan jadi aku tertidur, hihi.." dengan wajah konyol Bang berusaha meyakinkan L-Wizy setelah ditengoknya bangkai monster yang telah melepuh dan mengeluarkan asap
"Dasar manuzia, masih tidak mau mengaku ya? Aku harus pergi mrmbantu Kapten,jaga dirimu nak!"
"T, tunguu...," triak Bang yang kemudian bangkit dan menyusul L-Wizy.
Beberapa saat kemudian keadaan kota mulai kacau, beberapa siswa membantu warga mengungsi, Bang berlari menyusul L-Wizy yang sudah terbang menjauh entah kemana. Ditengah langkahnya ia mendengar ledakan keras di sebelah timur, dengan cepat Bang mengubah arahnya guna mendekati sumber ledakan barusan. Dirinya melihat Angel lain sedang bersusah payah menghadapi seekor naga, dari tampangnya hewan itu sepsrti lebih kuat daripada T-rek yang dilawan oleh L-Wizy, seperti naga yang ada di film film fiksi, naga itu juga menyemburkan api berwarna unggu cerah menggambarkan kekuatan jahat sebagai Monster Soul Eater, jangkauan api itu sangat luas, Angel yang menghadapinya hanya seukuran manusia, dengan kata lain sulit kemungkinan untuk menang, ditambah lagi naga itu punya sayap dan bisa terbang dengan kencang. Pertarungan itu sangatlah hebat, dari pengamatan Bang, L-Wizy adalah Angel dengan kekuatan yang luar biasa dalam segi pukulan, tendangan, dan fisiknya sangat kuat, berbeda dengan Angel yang tengah menghadapi Naga itu dengan sebuah tombak merah menyala, kecepatannya sangat luar biasa, hempasan tombak itu dapat menghasilkan terpaan angin sangat kencang, senjatanya itu tentunya sangat berguna untuk paling tidak digunakan sebagai pelindung dari sembuaran api naga, namun hal buruknya adalah Angel itu sama sekali tidak menemukan celah untuk membalas serangan, dan jika terus begitu mungkin akan kalah. Pemikiran Bang ternyata tepat, Angel itu tampak lengah dan menerima serangan cukup telak dari naga itu sehingga membuatnya terpental kearah Bang
"Ehh, bahaya!" Sambil menutup wajahnya dengan kedua lengan, Bang berusaha menyelamatkan diri dari benturan, setelah beberapa saat kemudian terdengar retakan tanah tepat disebelahnya. Dalam hati bang hanya bisa berkata "syukurlah" sambil melihat Angel itu bangkit dari atas tanah dengan kuat seperti tidak menerima serangan berarti, yang jika hal itu terjadi padanya, mungkin tubuhnya sudah hancur. Sambil mengambil kembali tombaknya yang terhempas, Angel itu bersiap untuk melakukan serangan terakhie, digenggamnya tombak itu yang seketika pancaran cahayanya berubah menjadi warna emas dari sebelumnya tampak jelas berwarna merah. Angel itu merentangkan telapak tangannya kedepan seakan sedang membidik target lalu tangan kanannya menggengam tombak seperti ancang ancang lempat lembing. Dari atas juga tampak Naga itu seperti mengambil nafas panjang lalu untuk bersoap menyemburkan serangan andalannya, Bang tampak antusias karna dapat menyaksikan serangan hebat setelah tadi gagal melihat serangan L-Wizy.
Tombak itu dilempar bersamaan dengan semburan api naga, mata bang terbuka sangat lebar ketika melihat tombak itu menerjang semburan api itu begitu saja lalu menembus tubuh naga dengan sangat kencang, sepertinya membuat Moster Soul Eater itu tidak merasakan apa apa lalu musnah setelah meledal diudara.