Falling in Love

Falling in Love
Mogok pulang



Sabtu pagi Laura terlihat sedang duduk di teras kamarnya .


"Pantesan bunda betah disini , disini pagi pagi aja udah tenang banget cuacanya . "ucap Laura sambil tersenyum memejamkan matanya .


"Aku mau satu Minggu lagi disini "ucap Laura .


Laura melihat pesan dari suaminya itu .


"Berapa hari di rumah bunda , biar nanti aku yang jemput ? " Laura hanya terdiam memperhatikan pesan dari suaminya itu .


"Satu bulan ya "tulis Laura lalu mengirimkan pesan itu kepada Alan .


Alan yang sedang bersiap untuk berangkat kantor langsung membuka pesan dari Laura.


"Ya .. nanti sekalian aku kirim barang barang kamu ke rumah bunda"balas Alan dengan emoji marah . Laura yang membaca tulisan itu hanya tertawa .


belum sempat Laura membalas pesan Alan . pesan dari nomor lain masuk di ponselnya .


"hari ini jadwal cek rutin bunda lau , aku mau ke Bandung ..mau ikut ? "tanya Ilham .


"Laura emang lagi di rumah bunda pak dokter "jawab Laura


"Oh . sudah berapa hari


"


"Kemarin . mungkin lusa baru pulang "balas Laura


"Itu bagus . oke aku berangkat sekarang " Ilham tersenyum bahagia akhirnya iya akan bertemu wanita itu tanpa bayang bayang Alan yang akan melarangnya . Laura hanya menggeleng membaca tulisan dari dokter Ilham .


"Laura sarapan nak "panggil bunda Fatimah .


"Iya Bun ,. laura cuci muka dulu "jawab Laura tadi pagi setelah sholat subuh Laura kembali memejamkan matanya .


...,..


Laura ana - 20 tahun kurang 2bulan anak tunggal dari keluarga pak Hasan dan Fatimah , perusahaan yang di tinggalkan oleh pak Hasan , PT slario Persero saat ini di kelola oleh Abian dan rehan kedua adik kandung pak Hasan , citra terlihat memegang Poto dan satu kertas putih di tangannya .


"Satu langkah lagi .. Abi aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini , sakit hati karena tidak kau akui sebagai anak membuat aku hilang akal bagaimana caranya menghancurkan kebahagiaan kalian !! ! "Citra meremas kertas dan Poto itu dengan penuh kebencian.


.......


"Assalamualaikum " mbok Sum langsung membuka pintu melihat Ilham ada disana sambil tersenyum.


"Assalamualaikum mbok "


"Wa'alaikumsallam salam nak dokter , masuk dulu nak "


"Makasih mbok . bunda Sama Laura dimana mbok ..


"lagi di kamar ibuk nak . masuk saja tadi ibuk udah bilang kalo nak Ilham datang langsung masuk aja "jelas mbok Sum . Ilham mengangguk dan melangkah masuk kedalam kamar bunda Fatimah .


"Assalamualaikum .. "ketok Ilham .


"Wa'alaikumsallam , masuk mas "saut Laura beranjak dari tidur nya karena tadi iya menemani bundanya untuk istirahat .


"Lau . bunda tidur ? "


"Gak ko mas , masuk aja " Ilham melangkah mendekati ranjang .


"Nak Ilham , baru datang "


"Iya bunda , gimana keadaan bunda ? "


"Alhamdulillah lebih baik nak " Ilham tersenyum lalu memeriksa kondisi bunda Fatimah setelah menulis resep obat yang harus di tebus Ilham memberikan kepada Laura .


"Tanda tangan saja , besok pihak rumah sakit mengantar nya "


"oke "Laura menandatangani surat itu lalu memberikan kepada Ilham .


Setelah mengobrol sebentar , Laura mengajak Ilham untuk duduk di ruang tamu , ada sesuatu yang ingin iya tanyakan tentang kesehatan bundanya .


"Mau kopi mas "


"Boleh lau " Laura berjalan menuju dapur untuk membuat kopi untuk pria itu.


"Kata mbok Sum akhir akhir ini bunda seperti sering melamun , entah apa yang sedang bunda pikir kan mas , apa itu tidak menggangu kesehatan bunda ? "


"Apa kamu tidak mencoba untuk menanyakan kepada bunda , ? "


"Aku sudah bertanya bunda hanya bilang , jagalah diri baik baik. dan jangan terlalu percaya dengan orang baru hanya itu , kanyak nya ini masalah yang serius makanya bunda gak mau terbuka "ucap Laura serius .


Ilham hanya mampu terdiam , apa yang bunda Fatimah alami adalah sesuatu tekanan batin yang kuat ,


"Kamu harus sering sering memantau perkembangan bunda , mungkin ada sesuatu yang bunda rahasiakan , tapi jangan terlalu di paksa takut nanti bunda jadi drop "Laura hanya mengangguk . kekhawatiran nya seperti nya akan segera terungkap .


Setelah obrolan itu Ilham berpamitan untuk pulang , karena besok pagi iya ada jadwal operasi ,jadi tidak bisa di tunda .


Setelah memastikan bahwa bundanya sedang tertidur , Laura hanya tersenyum melihat wajah cantik wanita paruh baya itu .


"Apapun rahasia bunda , aku harap bunda jangan memendam nya sendiri Laura takut .... "Laura tidak mampu meneruskan pemikiran nya yang kembali menghantuinya .


Getaran ponsel membuat Laura mengalihkan pandangannya .


"*Besok aku jemput ya ..


" Hari Senin pagi ya mas nanti Laura bisa naik kereta biar cepat Sampai Jakarta "tulis Laura . lagian mau apa sih nyuruh pulang cepat - Laura menaruh kembali ponselnya di nakas meja Laura pun ikut berbaring sambil memegang tangan bundanya itu* .


Sedangkan pria yang sedang terbaring di ranjang itu hanya menarik nafas panjang . sepi sekali rumah ini jika tidak ada manusia super cerewet dan berisik itu.


Alan menekan tombol hijau untuk menghubungi wanita itu .di sebrang sana Laura baru saja terlelap dalam tidurnya , membuat iya tidak mengangkat telpon dari Alan .


"Apa sudah tidur , apa keadaan bunda semakin drop "Alan tidak bisa tidur dirinya terus memikirkan wanita itu . tanpa berpikir panjang Alan mengambil jaket nya dan mengambil kunci mobil dan dompet nya lalu iya bergegas keluar dari rumah . iya hanya menaruh uang cash di atas meja untuk mba Lilis besok .


Karena memang sudah hampir jam sepuluh malam jalanan terasa lancar tidak ada hambatan , setelah menempuh perjalanan selama dua jam akhirnya Alan sampai di kediaman mertuanya . terlihat lampu rumah itu sudah padam menadahkan bahwa pemiliknya telah terlelap . Alan di hampiri oleh pak iman .


"Nak .. nak Alan kan ? "


"Iya pak .. saya menyusul karena memang besok tidak ke kantor "ucap Alan . pak iman hanya mengangguk lalu membukakan pintu rumah .


" Non kanyak nya tidur di kamar ibuk .. nanti saya suruh istri saya bangunkan dulu "


"Gak usah pak .. nanti akan menggangu Laura sama bunda . gak apa-apa saya bisa tidur di kamar Laura " ucap Alan .


"Benaran nak " Alan mengganguk yakin .


"Yasudah bapak tinggal ya "


"Terimakasih pak " pak iman berlalu meninggalkan Alan yang masih menatap kamar ibu mertua nya itu .


Alan menuju kamar Laura , banyak boneka disana mau besar , kecil semua ada . memang Laura suka sekali mengoleksi boneka apalagi yang terlihat lucu .


Alan mendudukkan tubuhnya di samping ranjang , ada banyak Poto di meja belajarnya , dari Laura masih bayi yang sangat menggemaskan , sampai dua bulan yang lalu iya wisuda SMA , terlihat manis bukan .


"Dia sangat menyimpan kenangan yang iya lewati , tapi .. tidak ada satu pun Poto ku dengannya di kamar ini , memang menyebalkan .. "ucap Alan masih memperhatikan Poto Poto yang terpajang disana . usianya dengan Laura terpaut enam tahun hingga jika mengobrol mungkin akan menyambung .


Satu Poto yang menarik perhatian Alan . Alan mengambil Poto itu .


"Laura pasti sangat merindukan sosok ayah , usia lima tahun pak Hasan sudah meninggalkan nya . "Alan melihat kebahagiaan Laura saat mengecup pipi Abi Hasan saat usia Gadis itu berusia lima tahun .


Alan berpikir , apa kasus kecelakaan Abi Hasan waktu itu di usut tuntas , apalagi kecelakaan itu sangat tidak wajar , bagaimana seorang pengusaha memiliki supir pribadi , Sampai tidak mengecek kondisi mobil sampai terjadi kecelakaan itu ...


Bersambung...


assalamualaikum


Hi guys terimakasih sudah mampir jangan lupa like komen biar nambah semangat 🙂