
#kediaman Hardian
Suara adzan subuh telah berkumandang, membangunkan tidur seorang perempuan cantik yaitu Rana. Masih mengerjapkan matanya memulihkan kesadarannya Rana menoleh ke jam dinding di kamarnya. Sudah menunjukan waktu sholat shubuh Rana pun segera ke kamar mandi membersihkan diri untuk segera melaksanakan kewajiban sholat shubuhnya. Setelah sholat Rana pun membangunkan adiknya untuk sholat subuh
" Dek,,,, bangun udah waktunya sholat subuh nih " ucap Rana menggoyangkan tubuh adeknya itu
"Kak aku sedang tidak sholat " jawab Risma masih menutup matanya lalu melanjutkan tidurnya
Mendengar jawaban Adeknya, Rana pun membiarkan adeknya kembali tidur sedangkan dirinya memilih untuk membaca Al-Qur'an.
Setelah cukup lama membaca Al-Qur'an dan jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, Rana pun memutuskan untuk turun kebawah membantu ibunya didapur untuk membuat sarapan. Dengan setelan santai dan tak lupa dengan hijabnya Rana turun dari kamarnya menuju ke dapur.
"Assalamualaikum ibuku,,," salam Rana begitu melihat ibunya sudah berada di dapur tak lupa pula mencium sekilas pipi ibunya
" Walaikum salam kak,,, adekmu belum bangun kak?" Tanya ibu Ningrum melihat Rana turun sendiri
" Masih Bu,,, tadi shubuh kakak bangunin katanya lagi nggk sholat ,,,, ya udah Kakak biarin tidur lagi" kata Rana menjawab pertanyaan ibunya
" Emang itu Adek kamu kalo libur susah banget suruh bangun pagi,,," gerutu ibu Ningrum melihat kebiasaan anak bungsunya
" Yaudah lah Bu biarin,,, kan udah ada kakak yang bantuin ibu" ucap Rana menenangkan ibunya
Ibu dan anak pun terlihat asyik didapur.
Rana memang cukup cekatan dengan pekerjaan dapur karena sedari dulu sering membantu ibunya memasak tetapi kalo merantau Rana memilih untuk membeli karena kegiatannya cukup padat.
" Buu,,, apa Acara keluarga apa sih kog kakak sampai suruh pulang dadakan? " Tanya penasaran Rana
" Nanti biar dijelasin sama ayahmu ya kak,,," jawab ibu sekenanya
Rana pun hanya mengangguk kan kepalanya sambil menata sarapan dimeja makan
Setelah memasak selesai, Rana pun kembali ke kamar untuk membangunkan adeknya. Setelah adeknya bangun lalu Rana membereskan kamarnya. Perkerjaan rumah sudah tidak asing bagi Rana karena sudah terbiasa sejak kecil membantu ibunya dirumah.
Setelah beres Rana pun turun ke meja makan, ayah dan ibunya juga sedang berjalan ke meja makan.
" Ayah mau Rana bikinin kopi???" Tanya setelah sampai di meja makan
"Boleh nak " jawab ayah Doni
Rana pun menuju dapur untuk membuat kopi untuk ayahnya setelah selesai Rana kembali ke meja makan dengan secangkir kopi.
" Yahh,,,, memang ada acara apa? Kog kakak suruh pulang dadakan?" Tanya Rana setelah menyelesaikan sarapan nya
Ayah Doni pun mengatur nafas untuk menjawab pertanyaan dari anaknya
" Kak,,,, dengarkan ayah baik baik yah " Doni mencoba menjelaskan
" Jadi kemaren ayah bertemu dengan pemilik perkebunan yang selama ini ayah urus,, mereka menyampaikan pesan semacam wasiat dari papanya yang merupakan sahabat kakek kamu kak,,,, dan isi pesannya itu untuk menyatukan keluarga kita dengan keluarga mereka,,,,, jadi mereka memutuskan untuk menikahkan kamu dengan putra mereka kan " kata Doni menjelaskan maksud nya
" Menikah yah????" Tanya Rana dengan terkejutnya
" Iya nak,,, mereka memutuskan seperti itu,,,, ayah harap kamu setuju dengan keputusan itu " jelas Doni menyakinkan
" Memang ga ada cara lain yahh,,, selain menikah gitu???" Tanya Rana yang belum menerima keputusan tersebut
" Nakk,,, mereka keluarga yang baik dan kita juga sudah mengenal lama bahkan kakek mu bersahabat dengan kakeknya,,, jadi ayah rasa keputusan itu yang terbaik nak,,, kita banyak berhutang Budi sama mereka nak,," Doni memberi pemahaman kepada anaknya
" Tapikan Rana belum pernah bertemu dengan anaknya yah??" Rana masih dengan kebingungan nya
Ibu Ningrum dan Risma hanya mendengarkan percakapan anak dan ayah itu. Karena menurut ibu Ningrum keputusan suaminya pasti yang terbaik bagi keluarga dan putrinya.
" Nanti keluarga mereka akan datang kesini untuk membahas lebih lanjut perihal perjodohan kalian,,,, jadi ayah harap kamu dapat menerimanya ya nak" harap ayah Doni kepada anaknya
Rana adalah anak yang penurut selama ini, ia akan menuruti keingininan kedua orang tua tersayangnya .
" Baiklah yah,,, kakak akan mencoba menerima perjodohan ini,,, tapi apabila anak mereka tidak menyetujuinya kakak mohon jangan dipaksa" pasrah Rana dengan menjelaskan syarat nya.
" Nanti setelah Dzuhur keluarga mereka akan datang kemari,,, jadi ibu nanti masak yang banyak untuk menyambut keluarga mereka" kata ayah Doni
" Iya yahh,,, ibu sudah persiapkan kog semuanya" jawab ibu Ningrum
Rana pun membereskan meja makan lalu dia pergi ke depan rumah untuk menyirami tanaman sambil menjernihkan pikirannya yang masih belum bisa menerima kejadian yang tidak terduganya.
" Keputusan ayah ialah hal yang terbaik,, begitu pula dengan hal ini pasti ayah sudah memikirnya ,,, jadi aku coba terima takdir ini semoga memang yang terbaik"
Ucap Rana dalam hati
Mrs.Idr