Falling in Love

Falling in Love
Apa ini hanya kekeliruan



Kemarin pak Roland meminta bantuan kepada Laura untuk melihat tempat untuk membuka cabang baru di daerah Bandung , karena pak Roland merasa jika membuka cabang disana akan banyak pengunjung karena disana adalah kota anak muda .


"Terimakasih atas kerjasama nya pak .. nanti saya akan mengabari atasan saya dahulu untuk kelanjutan nya. tapi saya sangat suka lingkungan disini , terasa sangat asri dan sejuk "ucap Laura walau disana sudah ada beberapa gedung dan perkantoran .


"Sama sama mba Laura , kami sangat menunggu keputusan atasan mba Laura nanti " ucap pria paruh baya itu .


"Iya .. nanti saya kabari lagi. saya pamit ya pak sudah hampir sore juga "pamit Laura mendapat anggukan dari pak Harto .


Setelah selesai dengan pekerjaan nya Laura langsung pulang ke rumah bundanya , rindu sekali rasanya hampir satu bulan iya belum menjenguk bundanya .


"Pak ,, bunda kalo makan gak sembarangan kan "tanya Laura kepada pak iman .


"gak kok non .. ibuk makannya sekarang lebih di kontrol , daging dangingan ibu mungkin satu Minggu itu hanya tiga kali , selainnya sayur dan buah-buahan " jelas pak iman . Laura hanya mengangguk .


"Semoga bunda cepat sembuh ya , kangen ajak bunda ke cafe , bapak kan tau kalo Laura ajak bunda ke cafe pasti banyak banget komentaran bunda "ucap Laura sambil berkekeh mengingat kecerewetan bundanya jika sedang berkunjung ke cafenya .


"Tapi dari sana Laura jadi banyak ide "ucap Laura lagi, pak iman hanya tersenyum menanggapi ucapan anak majikannya itu .


Tak berselang lama akhirnya mobil yang di tumpangi Laura terparkir di depan halaman rumah yang selalu membuat wanita cantik itu selalu merindukan sosok yang selalu membuat nya semangat .


"Bundaaaa.. " teriak Laura seperti anak kecil, membuat bunda Fatimah yang sedang duduk di kursi roda hanya menggeleng .


"Ucap salam dulu , "ralat bunda Fatimah Laura hanya tersenyum malu lupa mengucap salam tadi .


"Assalamualaikum bunda ku yang cantik "ucap Laura sambil memeluk wanita paruh baya itu , Laura sangat merindukan bundanya hingga iya lama sekali memeluk wanita itu . terdengar isakan Laura membuat bunda Fatimah melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik putrinya itu yang di basahi air mata .


"Kenapa menangis ? "tanya bunda Fatimah


"Rindu lah bunda , hampir satu bulan Laura gak ketemu bunda , emang bunda gak kangen gitu sama Laura "ucap Laura sambil merajuk itu .


"Oo . kangen lah . sini peluk lagi " Laura kembali memeluk bundanya .


"Bunda udah makan ? "


"Belom kalo sore , mau bareng sama anak bunda yang cengeng ini " Laura hanya tersenyum .


"Ini tadi Laura beli makanan di pinggir jalan , kanyak nya enak "ucap Laura memberikan satu kantong plastik yang berisi jajanan tradisional seperti onde onde dan putu ayu dan ada beberapa macam lagi .


Laura memanggil mbok Sum dan memberikan satu kantong plastik yang sama isinya dengan yang iya berikan kepada bundanya .


Sore hari Laura sedang menemani bundanya untuk berkeliling kompleks perumahan itu . Laura sengaja ingin berdua saja sambil banyak bercerita tentang pekerjaan nya .


"Bagaimana apa bunda sudah mau punya cucu ? "tanya bunda Fatimah .


"ihhh .. bunda ngomong apa si ? "ucap Laura menganggap becanda ucapan bundanya itu .


"Ih .. kok ngomong apa , bunda serius . lagian wajar lah kalo bunda mau cucu kan kamu sama nak Alan sudah menikah "ucap bunda Fatimah lagi . Laura tidak langsung menjawab .


"Bunda sembuh dulu , baru kami memikirkan hal itu "setelah beberapa saat iya terdiam .


"Jangan lama lama , nanti bunda keburu gak bisa temenin anak kalian nanti "


"Emang bunda mau kemana , gak usah aneh aneh deh Bun "ucap Laura


"Ya Kitakan gak ada yang tahu , esok lusa gimana "jawab bunda Fatimah . Laura hanya menarik nafas panjang .


"Laura berdoa semoga bunda cepat sembuh , panjang umur , sehat selalu biar bisa liat Laura bahagia suatu saat nanti "ucap Laura sambil berkekeh.


"Aamiin " mereka melanjutkan jalan jalan sore mereka masih di temani canda tawa dari keduanya .


"Ciri-ciri nya seperti yang kamu rasakan " ucapan Bastian membuat Alan menjadi tidak stabil .


"*Tidak mungkin bisa secepat itu ! "


"Dan tidak mungkin juga hanya aku yang merasakan itu semua "


"Lagian mana mungkin aku mencintai Laura , sedangkan aku masih sangat mengharapkan jika elena kembali "pikirannya terasa sangat berantakan . kenapa masalah sekecil itu membuat iya kehilangan konsentrasi nya seharian penuh .


Alan membuka galeri ponsel nya , menunjukkan beberapa Poto perempuan itu , Alan tersenyum* melihat Poto Laura sedang tertidur pulas , ada yang sedang cemberut karena iya mengerjai wanita itu .


"Aku sudah gila "ucap Alan masih menatap wajah cantik istrinya itu di ponselnya .


"Apa dia pulang hari ini ?" tanya alan .


Alan pun mencari nomor Laura , hampir iya kan menekan tombol hijau untuk menghubungi wanita itu . namun nomer kemarin kembali menghubungi nya . Alan segera mengangkatnya .


"Halo .. El " sapa Alan .


"*Hai Al .. lagi apa ? "


"Aku masih di kantor , mungkin setengah jam lagi pulang " jawab Alan


"Oh . aku sangat tidak sabar untuk segera pulang , pengen kumpul temen kita dulu , terutama kamu "ucapnya entah Alan hanya terdiam tanpa ada getaran di hatinya tentang ucapan wanita itu .


"Aku juga . cepat pastikan kapan tanggalnya agar aku bisa mengatur jadwal ku nanti "ucap Alan masih menatap kosong di depannya .


"Kebiasaan ... oke aku akan mengatur urusan ku dahulu nanti aku langsung kabari kamu .. oke "


"eemm .. semoga cepat selesai "ucap Alan


"Iya .. kamu sudah makan ? " tanya elena


"Sudah tadi ,, sore mungkin aku makan di rumah , kamu sedang apa ? "obrolan itu berlanjut* .


.......


"Bagaimana aku bisa mengatakan jika Alan jatuh cinta pada Laura , sedangkan iya masih mengharapkan elena kembali "ucap Bastian .


"Aku yakin itu bukan cinta , hanya kekeliruan dalam mengartikan perasaan saja "jawab Ilham dengan tatapan serius .


"Mungkin saja , serakah sekali jika itu terjadi , aku saja masih jomblo masa Alan mau ambil dua cewek dalam satu hatinya "ucap Bastian sambil menghabiskan kopi nya.


"Apa rencana mu , untuk kedepannya ? " tanya Bastian lagi .


"Hey aku ini sahabat kalian berdua , aku tidak ingin memihak kepada salah satu nya . tapi saran ku karena Laura masih menjadi istri dari Alan , lebih baik kamu menjauh terlebih dahulu , karena aku tidak mau sama sekali melihat kalian bertengkar lagi "ucap Bastian lagi .


"Aku sangat mencintai Laura , aku takut jika nanti Alan hanya akan melukainnya "ucap Ilham .


"Jodoh sudah ada yang mengaturnya . sudah serahkan saja kepada yang dia atas , pasti takdirnya paling terbaik "ucap Bastian menasehati sahabat nya itu . Ilham hanya mengangguk tanpa menjawab perkataan Bastian .


Bersambung ..


Assalamualaikum


Hi guys terimakasih sudah mampir jangan lupa like komen biar nambah semangat 🙂