
Samar-samar aku merasakan sesuatu yang basah dan sedikit kasar menyentuh beberapa bagian wajahku. Ah bukan menyentuh. Maksudku menjilat. Sebuah jilatan yang begitu kecil. Aku mulai membuka kedua kelopak mata ku perlahan. Aku mengerjapkan kelopak mata beberapa kali. Menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina mataku. Di depanku saat ini ada sebuah gumpalan putih yang mendekatiku. Menempel dan mengusak usak tepat ke wajahku yang baru bangun tidur. Ini membuatku geli. Gumpalan itu, Pusyi. Ha ha ha anak itu sedang asyik menjilati wajahku. Dan berjalan diatasku. Pusyi memposisikan dirinya di atas dadaku sambil tetap menjilat wajahku. Kau ingin mengganggu tidurku hm. Kau ingin membangunkanku hm. Baiklah, aku sudah bangun sekarang. Terima kasih karena sudah membangunkan dengan cara yang menggemaskan. Aku melirikkan mata melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan angka delapan pagi. Aku telah tertidur satu jam lamanya. Saat itu aku mengelus elus Pusyi yang terlelp diatas lenganku. Tadinya aku ingin bergerak untuk bangun. Namun ternyata sebuah gerakan kecil bisa membuat Pusyiku terganggu dari tidur lelapnya. Jadi aku kembali ke tempat semula. Aku kembali merebahkan diri menghadap ke arah Pusyi. Menatap Pusyi. Pusyi masih tidur melingkar sambil mendengkur dengan nyaman. Seperti gumpalan kapas berwarna putih. Mengundang banyak orang yang melihatnya menjadi ingin menyentuhnya. Pusyi benar benar seekor kucing putih yang menggemaskan. Aku kembali mengelus elus bulunya yang lebat dengan lembut. Meresapi helai demi helai bulu Pusyi yang tersibak ketika aku menyaoukan telapak tanganku ke permukaan tubuh kecilnya. Aku mengulang ulang terus kegiatanku mengelus elus bulu putihnya dengan tenang. Hingga aku pun ikut jatuh terlelap. Aku tertidur kembali. Hariku benar benar damai. Pusyi membuatku menjadi seorang gadis yang malas saat ini. Dan aku tidak masalah dengan itu. Aku tinggal sendiri. Aku hidup sendiri. Aku berniat menikmati hidupku saat ini. Hidup yang baru aku mulai kembali. Hidup yang baru aku tata kembali. Mengulang semua dari awal lagi. Memperbaiki hati yang telah remuk ini lagi. Ditempat yang baru. Dengan orang orang yang baru. Dengan tanaman yang baru. Rumah baru. Kehidupan baru. Suasana yang baru. Aku memulai semuanya kembali dengan baik. Aku tidak akan memberikan ruang bagi masa lalu yang ingin kembali ke hidupanku lagi. Aku tidak ingin menghancurkan semua yang telah aku bangun dari awal ini. Aku tidak ingin merusak hidupku lagi. Aku tidak ingin mengulang sesuatu yang buruk lagi. Aku tidak mau. Cukup aku dan Pusyi di sini.
Kini aku telah bangun sepenuhnya. Pusyi kini masih duduk diatasku dengan menguap lebar lebar. Apa yang kau inginkan hm. Kau membangunkan tidur lelap orang tadi. Dan setelah aku bangun sepenuhnya, kau malah asyik bersantai, maksudku bertengger di atas dadaku sekarang. Sibuk menguap. Sibuk menjilat kaki kakimu. Sibuk menjilat bulu bulu lebatmu. Dan kembali menguap lagi. Dan sekarang kau mengeong didepanku. Kaki depanmu yang kecil itu bertengger manis di bibirku. Ap yang kau inginkan. Kau ingin kumandikan hm. Kau ingin makan pagi mu saat ini hm. Kau ingin bermain dengan aku saat ini hm. Kau ingin mengusiliku saja? Aku menyentuh kaki mungilnya yang telah bertengger manis di bibirku saat ini. Aku genggam. Aku mengelus pow kecilnya yang selalu membuatku gemas setiap kali melihatnya. Pusyi hanya menolehkan matanya melihat sekitar. Kanan kiri atas bawah lalu kembali menguap lagi. Baiklah aku tau kau pasti sudah lapar. Aku tidak perlu bertanya padanya. Karena sudah jelas itu jadwalnya untuk makan.