DIARY

DIARY
1



Hari ini udara terasa begitu segarnya. Aku terbangun di pagi hari dengan suara burung camar yang terdengar merdu di gendang telingaku. Aku menggeliat manja di ranjang putih yang baru saja aku ganti sepreinya dengan yang baru.


Aku mengedipkan kelopak mataku dengan bulu mata yang cukup tebalnya. Kelereng bola mataku yang berwarna hijau terpantul sinar matahari yang masuk dari celah-celah tirai jendela kamar yang berwarna putih juga. Aku tersenyum senang dapat merasakan kegiatan pagiku dengan damai.


Sudah seperti kebiasaan di pagi hari setelah bangun tidur, aku akan bertahan diranjangku dengan beberapa waktu. Menikmati kesendirianku yang menenangkan hati.


Aku menikmatinya. Sungguh, aku menikmatinya. Tidak ada alasan bagiku untuk membenci kegiatan yang menyenangkan ini. Aku akan berbaring di ranjangku untuk sementara waktu sambil menelusuri isi kamar kecilku yang ku sulap dengan indah.


Sebuah ranjang putih, lantai putih, jendela kecil berbingkai kayu warna coklat tua sedikit ada campuran merah bata dengan tirai  bentuk brokat berwarna putih di lapisi kain lembut tipis bercorak warna emas sebagai pemanis. Jendelaku berdiri dua bidang dengan masing - masing satu pintu yang memakai kuncian biasa berupa slotan.


Aku menghias kamarku dengan sesuka hati. Kemarin aku baru saja mengecat lemari kecilku, meja kecil, kursi kecil, meja rias kecil, bingkai foto yang juga kecil. Semuanya berukuran kecil. Dan aku mengecatnya dengan warna putih.


Sebagai manusia, kita banyak menjumpai berbagai macam watak asli dan palsu seseorang. Kita harus selalu bisa bersosialisasi dengan berbagai macam tipe manusia. Berbagai macam sifat dari mereka.


Bagiku itu terlalu random. Karena keharusan untuk kita bersosial hanya demi mendapat ketenaran, kenyamanan, pertolongan satu sama lain dan yang lebih penting adalah demi mencari uang untuk sesuap nasi alias bertahan hidup, kita harus berusaha atau pintar pintar bersikap manis atau setidaknya sedikitnya kita diharuskan untuk memiliki ilmu wajib untuk menghadapi seseorang yaitu menjilat.


Kalian tau artinya menjilat bukan. Ya, menjilat adalah cara seseorang bersikap manis didepan orang yang kehadirannya kita butuhkan demi mencapai suatu kepuasan kita. Entah kepuasan untuk mendapatkan seorang teman, pacar, hati guru, hati atasan, atau bahkan sebuah jabatan ataupun pangkat. Kita bisa mendapatkan semua itu dengan cara menjilat. Bukankah itu adalah ilmu dasar yang begitu penting dalam kehidupan bersosial seperti kita.


Jika kalian tidak setuju dengan pengucapanku, mungkin itu berarti kalian adalah para manusia yang murni. Ya, manusia murni berhati polos, murni berhati baik tanpa berpikir buruk tentang seseorang disamping kalian, murni berada dilingkungan yang begitu baik. Itu adalah sebuah keberuntungan. Dan akan lebih beruntung lagi jika kalian memiliki kemurnian yang disebut *****. Jangan diteruskan. Tolong jangan. Itu bisa membuatmu merasakan kematian secara perlahan.  Jika kamu teruskan, niscaya suatu saat kamu akan merasakan satu persatu indera yang kamu miliki rusak. Entah itu indra perasa, pelihat, pendengar, penciuman, apapun itu. Semua akan retak sedikit demi sedikit hingga akhirnya tidak berfungsi dengan benar.


Kamu tau kenapa? Karena ketololan murnimu yang telah mendarah daging. Ingatlah. Tolong diingat. Jangan pernah berpikir dunia itu indah.