
Dena yang melihat wajah datar kakak nya pun susah payah mencoba menelan Slavina nya.Dena hanya bisa menunduk dan tak berani menatap kakak nya setelah mendengar ucapan sang kakak pasal nya Dena menyadari bahwa selama ini sang kakak lah yang sudah mengurus nya,membesarkan nya dan menyekolahkan nya setelah orang tua mereka meninggal dan bahkan sang kakak dengan rela menyampingkan waktu masa-masa remaja nya hanya untuk berkerja dan berkerja.
Padahal di dalam hati nya Dhea sudah mati-matian menahan tawa nya agar tidak keluar.
Sebenarnya Dhea hanya mengerjai Dena saja.
,Dhea cukup lega mendengar penjelasan dari Keinan tentang Randi dan menurut Dhea insya allah Randi akan menjaga Dena sang adik.
Dhea berjalan menepuk pundak sang adik sambil berkata.
..."Tetap harus bisa jaga diri ya de dan jangan kebablasan,karena kamu masih sangat muda dan masa depan kamu masih sangat panjang De".Ucap Dhea sambil langsung berlalu dari hadapan Dena....
Dena yang mendengar perkataan dari sang kakak pun langsung menoleh dan menatap kearah sang kakak dengan menampilkan senyum yang menghiasi bibir nya.
Sementara Randi setelah Dhea masuk kedalam rumah nya mulai menghampiri Dena.
..."Sayang,Dhea bilang apa tadi kok kamu dan Dhea seperti mengobrol serius gitu sih,pasti ngomongin aku ya"....
Dena yang melihat Randi begitu penasaran terlintas ide untuk mengerjai nya.
..."Iya..kata kak Dhea selama pacaran kamu ga boleh pegang-pegang tangan aku apalagi mencium aku"....
Randi yang mendengar perkataan Dena langsung membulat kan kedua mata nya,bagaimana mungkin tidak pegangan tangan bahkan kalau sudah di dekat Dena,Randi selalu merasa khilaf dan ingin mencium bibir ceri yang selalu membuat diri nya ketagihan bahkan semenjak pertemuan bibir mereka seminggu yang lalu untuk pertama kali nya membuat Randi ingin selalu mencicipi bibir ceri Dena.
..."Ah..sayang,masa ga boleh pegangan tangan dan cium sih,padahal kan itu salah satu bentuk semangat buat aku sayang".Ucap Randi dengan nada merajuk....
Ha..ha..ha..ha..ha .
Randi yang merasa diri nya di kerjain langsung menggelitik pinggang Dena,dan sontak itu membuat Dena tertawa lebih keras.
Ha..ha .ha..ha..
Sementara Dhea setelah mengerjai Dena,Dhea masuk kedalam kamar nya untuk membersihkan diri.
Kontrakan yang Dena dan Dhea tempati saat ini memang lebih besar dari kontrakan yang dulu.
Disini terdapat dua kamar tidur dan satu kamar mandi,dapur dan ruang tamu bahkan bagian depan terdapat taman kecil yang ditumbuhi beberapa tanaman.
Lebih tepat nya rumah Kontrakan yang Dhea tempati adalah salah satu Rumah milik Keinan namun karena dari awal Dhea selalu menolak untuk menempati rumah pribadi milik Keinan yang rencana nya akan mereka tempati setelah menikah akhir nya Keinan meminta Dhea dan Dena untuk tinggal di rumah yang sekarang Dhea tempati dengan alasan bahwa rumah ini adalah rumah sewaan dan Keinan lah yang membayar uang sewa nya.
walau awalnya Dhea menolak tapi pada akhir nya Dhea menerima nya juga.
Dhea baru saja keluar dari kamar mandi sehabis membersihkan diri nya,Dhea masih menggunakan handuk kimono dengan rambut yang masih di balut oleh handuk kecil.
Saat Dhea baru saja mengambil kaos rumahan dan celana pendek yang akan di pakai nya tiba-tiba saja ponsel nya berbunyi.
Dhea mulai melangkah kan kaki nya menuju meja yang berada di samping ranjang nya karena ponsel nya terletak di atas meja tersebut.