Destiny Of Love Keinan

Destiny Of Love Keinan
43



Seketika perawat berlarian kekamar Gio,dan alangkah terkejut nya perawat tersebut saat melihat pasien yang di nyata kan koma sedang duduk dengan air mata yang mengalir walaupun terlihat sekali tatapan pasien tersebut bingung menatap sekitar ruangan tersebut.


"Suster putra saya..."Ucap Papa Wira.


..."Sebentar tuan saya panggilkan dulu dokter nya"....


Perawat tersebut langsung berlari ke ruang dokter Robert ,dokter yang menangani pasien Gio.


..."Permisi Dok,pasien yang berada di ruang ICU VVIP sudah sadar".Ucap sang perawat....


Dokter Robert pun yang mendengar langsung bangkit dari kursi nya dan mulai melangkahkan kaki menuju ruangan tersebut yang di ikuti oleh perawat dibelakang nya.


Sampai disana Dr.Robert langsung masuk kedalam ruang rawat Gio.Dan langsung berjalan menuju ranjang sang pasien.


Dr.Robert mulai memeriksa Gio dan sangat terkejut dengan keajaiban yang saat ini dia lihat dari kondisi Gio.


Sementara kedua orang tua Gio yang memperhatikan keterkejutan yang terpancar dari wajah dokter Robert pun akhir nya langsung bertanya.


..."Bagaimana keadaan putra kami Dokter?.."....


Dokter yang mendengar pertanyaan dari kedua orang tua pasien tidak langsung menjawab.Dokter Robert beralih menatap Gio yang saat ini menatap nya bingung.


..."Apa yang kamu rasa kan saat ini?.."Tanya dokter Robert kepada Gio....


..."Ke..pala saya sakit sekali dok,dan dimana sekarang saya berada?..kenapa ibu ini menangis dan terus memanggil saya dengan sebutan Gio?.."...


..."Kamu sekarang berada di rumah sakit nak,dan mereka ini adalah kedua orang tua mu".Ucap Dokter Robert....


..."Orang tua ku?..tapi kenapa aku tidak mengingat nya dokter?.."...


..."Perawat akan memberikan obat pereda nyeri untuk mu nak,dan Setelah itu kau silakan istirahat".Ucap Dokter Robert....


Dokter Robert menatap kearah Wira yang tak lain adalah Papa dari Gio.


^^^"Bisa kita berbicara diluar".Tanya dokter Robert.^^^


Papa Gio pun mengikuti dokter Robert untuk keluar dari ruangan Gio sementara sang Mama terus memeluk Gio sambil berurai air mata sementara Gio masih menatap bingung dengan keadaan yang saat ini dia alami.


..."Bagaimana Robert?gimana keadaan putra ku?..Tanya Wira....


Wira dan Robert memang sahabat sejak kecil jadi di saat mereka berdua sedang berbicara pasti melupakan kata-kata formal ketika mereka bertemu di depan umum.


..."Apa yang terjadi oleh Gio sungguh keajaiban tuhan Wira,semua organ-organ dalam tubuh Gio sudah berfungsi dengan baik hanya saja benturan yang terjadi di kepala nya membuat semua memori di otak nya menghilang".Ucap Dokter Robert....


..."Apa maksud mu?.."...


Dokter Robert mencoba menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara kasar.Bagaimana pun Gio yang merupakan putra tunggal sahabat nya sudah di anggap anak nya sendiri oleh Dokter Robert.


..."Gio mengalami Amnesia wir"....


..."Maksud mu dia akan lupa dengan semua kejadian yang dia alami?..".Ucap Wira....


..."Betul Wir dan lebih parah nya lagi karena benturan di kaki nya yang cukup keras mengakibatkan Gio tidak akan bisa berjalan seperti dulu lagi tapi ini tidak permanen Wir,aku akan mengusahakan berbagai terapi untuk membuat Gio bisa berjalan kembali"....


Papa Gio sangat hancur mendengar kenyataan putra satu-satu nya akan lumpuh dan juga tidak mengigat semua tentang diri nya.


Papa Gio langsung masuk ke ruangan ICu dimana Gio di rawat,dan Hari ini Gio juga akan di pindahan ketempat perawatan selama pemulihan kesehatan Gio.