
Anisa bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah ruang kerja Jonathan sedangkan Caca masih terus menangis didalam pelukkan sang adik.
Sampai didepan ruang kerja Jonathan,Anisa langsung masuk kedalam,terlihat disana sudah banyak barang-barang yang berserakan dilantai dan bahkan pecahan beling juga terdapat disana.Anisa beristigfar didalam hati melihat kekacauan yang berada di ruang kerja suami nya.
Seketika Anisa memandang suami nya yang saat ini sedang duduk di kursi kerja nya dengan bahu yang bergetar.Anisa mulai melangkahkan kaki nya menghampiri sang suami.lalu saat sudah ada di samping suami nya Anisa langsung mengelus bahu suami yang sejak tadi bergetar.
..."Mas....".Ucap Anisa sambil menatap sang suami dengan wajah sendu....
Jonathan yang mendengar suara lembut sang istri langsung menoleh dan memeluk Anisa dengan erat,dan Anisa pun membalas pelukkan sang suami.
Hiks...hiks...hiks...hiks..
Masih terdengar jelas tangisan yang keluar dari mulut sang suami.
..."Mas,kamu yang sabar ya...coba sekarang kamu istigfar Mas,agar perasaan kamu lebih tenang"....
..."Hiks..hiks...Astagfirullah alazim.... Astagfirullah alazim..."Ucap Jonathan sambil terus air mata nya menetes....
..."Sayang,aku harus apa?kenapa kita harus mengalami ini semua sayang?...hiks..hiks..Aku tidak menyangka Caca Akan berbuat seperti itu hiks..hiks..kenapa kesalahan ku dulu bersama Vella juga di alami oleh Caca sayang"....
Anisa sempat kaget mendengar perkataan sang suami kenapa apa yang terjadi dengan Caca di sangkut pautkan oleh Mba Vella.Tapi Anisa mencoba tidak ingin membahas itu,Anisa masih terus mendengar kan semua yang dirasakan oleh sang suami.
..."Hiks..hiks...hiks...apa allah sedang menghukum ku sayang,dengan semua kesalahan yang pernah aku perbuat dulu?...hiks .hiks..hiks.."...
..."Mas..semua musibah yang keluarga kita alami sekarang ini adalah takdir allah sayang,kita harus sabar,kuat dan ikhlas menjalankan semua cobaan yang allah kasih untuk kita terlepas dari kesalahan yang kamu perbuat di masa lalu tapi percaya lah allah tidak akan mencoba hamba nya melebihi batas kemampuan hamba nya sayang"....
..."Aku yakin kita bisa melalui semua ini"....
Sementara setelah Anisa pergi keruangan kerja sang Dady,Caca langsung berlari ke tangga dan masuk kedalam kamar nya.
Saat pintu di tutup tubuh nya langsung merosot kebawah dengan air mata yang terus berlinang bahkan tangisan nya begitu pulu terdengar.
..."Hiks..hik..hiks...maaf kan aku Dady...hiks..hiks...Caca sudah membuat Dady kecewa...hiks...hiks.."....
Sedangkan jauh di negara Amerika seorang pria yang di nyatakan koma oleh dokter seketika membuka mata nya dan langsung terduduk di ranjang rumah sakit dengan air mata yang terus mengalir dan itu sontak membuat kedua orang tua nya yang berada di sofa tunggu terkejut.
Kedua orang tua Gio langsung bangkit dari sofa dan menghampiri sang putra.
..."Sayang...kamu sudah sadar sayang hiks..hiks..hiks...apa yang sakit sayang bilang sama mama nak...hiks..hik.."....
Gio masih saja menatap kedua orang tua nya dengan tatapan yang bingung,kedua orang tua Gio yang memperhatikan anak nya terdiam pun langsung berinisiatif memanggil dokter.
Papa Wira langsung memencet tombol hijau yang langsung tersambung ke bagian perawat.
Seketika perawat berlarian kekamar Gio,dan alangkah terkejut nya perawat tersebut saat melihat pasien yang di nyata kan koma sedang duduk dengan air mata yang mengalir walaupun terlihat sekali tatapan pasien tersebut bingung menatap sekitar ruangan tersebut.
"Suster putra saya..."Ucap Papa Wira.
..."Sebentar tuan saya panggilkan dulu dokter nya"....
Perawat tersebut langsung berlari ke ruang dokter Robert ,dokter yang menangani pasien Gio.