
Pemilik mobil tersebut memberikan kartu nama kepada Dhea.Dan Dhea menerima kartu nama tersebut dengan tatapan bingung.
..."Besok saya tunggu kamu jam 11 siang,kamu datang ke alamat itu dan sekalian bawa uang yang 5 juta untuk Dp pembayaran kerusakan mobil ku"....
..."Baik besok saya akan datang kesana Mas"....
..."Bagus"....
Pemilik mobil tersebut langsung berjalan meninggalkan Dhea dipinggir jalan.Walaupun sekujur tubuh nya terasa sakit Dhea tetap berusaha bangkit dari duduk nya dan berjalan kearah motor yang sudah terparkir di sana.
Dhea menyalakan motor nya dan mulai menjalankan roda dua itu menuju kontrakan nya.
Sementara saat Keinan masuk ke dalam ruangan nya Caca sudah sadar dari pingsan nya.
Keinan sempat memperhatikan Caca sesaat,Wajah Caca terlihat pucat walaupun mungkin saat ini tubuh nya terlihat lebih berisi.
Keinan duduk di samping Caca yang saat ini sedang meminum teh hangat yang disediakan oleh pegawai Keinan.
..."Bagaimana keadaan mu Ca?.."...
Caca Tersenyum mendengar perkataan Keinan walaupun saat ini terlihat sekali Caca masih sangat lemah.
..."Alhamdulillah Bang,sudah lebih baik dan maaf Caca sudah merepotkan abang"....
..."Enggak apa-apa Ca,santai aja...Apa perlu saat ini kita kedokter Ca?.."...
..."Tidak usah Bang,Caca sudah lebih baik sekarang"....
Caca menatap laki-laki yang ada disamping nya,laki-laki yang saat ini masih tersimpan rapi nama nya di hati nya.Seketika ruangan tiba-tiba menjadi sunyi karena terasa sekali kecanggungan yang mereka rasakan saat ini.
"Bang kalau begitu Caca pamit pulang dulu ya".
Mereka masih saling menatap,namun tidak lama sedikit ragu ketika Keinan ingin menyampaikan keinginan nya untuk mengantar Caca pasal nya Keinan tak tega bila harus melihat Caca pulang dengan membawa mobil nya sendiri dengan keadaan lemas.
..."Ca,aku antar saja ya..."Ucap Keinan Ragu....
Keinan menganggukkan kepala nya,dan Caca pun langsung bangkit dan beranjak ke luar restauran dan di ikuti oleh Keinan dari arah belakang.
Caca masuk kedalam mobil nya sambil mengulas senyum sesaat kepada Keinan yang saat ini masih menatap nya dengan wajah yang khawatir.
Bruuuummm..
Caca langsung menjalankan mobil nya menuju kediaman Mahardika.Sepanjang perjalanan dia terus saya melamun dan bergumam.
..."Aku harus bagaimana lagi Gio?kenapa kau tega melakukan ini kepada ku?hiks .hiks..hiks..."...
Air mata nya terus saja mengalir deras di wajah cantik nya.
..."Aku harus,berbicara sama Dady dan Bunda,walaupun aku tau kalau kejujuran ku akan membuat Dady dan Bunda kecewa"....
Caca Mengelus perut nya yang masih rata,tidak ada di pikiran nya untuk mengugurkan janin yang sedang tumbuh di dalam rahim nya,Caca tidak ingin melakukan dosa dengan mengugurkan janin ini karena bagaimana pun janin ini adalah darah daging nya.
..."Sayang Momy janji akan menjaga kamu dengan baik dan akan selalu sayang sama kamu,kamu harus kuat dan sehat di dalam sana ya sayang"....
Akhir nya setelah 45 menit mobil yang di kendarai Caca masuk kedalam kediaman Mahardika.
Caca memarkirkan mobil nya dan masuk kedalam kediaman Mahardika.Saat melewati ruang kelurga terlihat Dady,Bunda Dan Anindya yang sedang bercengkrama disana.
..."Assalam mualaikum".....
Mereka yang sedang berada di ruang keluarga pun akhir nya menoleh dan tersenyum ke arah Caca.
Jonathan dan Anisa sempat menaikkan alis nya karena melihat Putri nya saat ini dengan keadaan yang pucat dan juga lemah.
..."Walaikum salam sayang".......
..."Ca,kamu sakit?.."...
Caca hanya bisa mengelengkan kepala nya.Caca ikut bergabung di sana,dan Caca mulai menatap Bunda Dan Dady nya secara bergantian dengan air mata yang sudah mengembang di mata indah nya.