
Arthur juga segera menjauhkan dirinya dari pria yang sudah berubah menjadi sangat aneh. Pria itu tampak mengendus dan mengeluarkan gigi tajamnya. Tentunya kejadian aneh itu membuat Arthur dan temannya merasa sangat terkekang. Keduanya juga mulai menodongkan besi yang sejak tadi menjadi bahan perlindungan diri.
“Sebaiknya, kita pergi dari sini!” ucap Arthur dengan sangat tegas.
“Kenapa pria itu menjadi seperti mayat hidup begitu? Apa yang sudah terjadi kepadanya. Apakah dia salah mengkonsumsi obat?” tanya Matteo dengan wajah yang sudah terlihat sangat resah.
Arthur mulai menarik tangan temannya untuk pergi dari sana. Pria yang sudah berubah menjadi sangat aneh juga mulai memburuk keduanya. Lari dari pria tersebut juga terlihat sangat kuat dan kencang. Untung saja, Arthur bisa dengan cepat mengunci ruangan kebersihan dengan menyematkan besi yang sejak tadi ada di tangannya.
Napas yang sudah terengah sudah pasti terus menyiksa kedua dada pria gagah tersebut. Kini, keduanya mulai berlalu dari sana. Keanehan yang sudah terjadi juga mulai mereka beritahukan kepada kedua teman yang masih di dalam kediaman. Suara teriak itu semakin besar, sehingga membuat keduanya semakin merasa panik.
“Bagaimana ini? Tampaknya jumlah mereka sangat banyak. Bagaimana kalau hal ini benar terjadi?” tanya Matteo dengan wajah yang masih terlihat sangat resah.
“Apa yang sedang kamu bicarakan? Ada apa?” tanya Adam yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
“Ada keanehan di dalam ladang percobaan ini. Ada seorang pria yang berubah menjadi sangat aneh di dalam ruangan kebersihan. Bentuknya sangat aneh seperti menyerupai sosok manusia yang habis terbakar dan giginya seperti drakula. Bukan hanya itu saja, ia juga mengendus seperti hewan. Ada banyak sekali darah yang keluar dari mulutnya,” jelas Arthur dengan pernapasan yang masih terasa sangat sesak.
“Wah, kalian berdua sedang bercanda, ‘kan? Mana mungkin ada zombie di tempat ini. Semua itu hanya ada dalam film maupun novel. Ah, mana mungkin ada semacam hal itu di sini,” sanggah Rick dengan tatapan yang sudah terlihat sangat menyepelekan.
“Haha, kamu bisa mengatakan hal ini karena tidak tahu bagaimana bentuknya makanya bisa berkata seperti itu. Coba aja kamu yang lihat bagaimana perubahan pria itu. Hm, loe sudah pasti berteriak histeris seperti yang sudah kami lakukan tadi,” sosor Matteo.
Saat berdebat pun mereka kembali mendengarkan suara teriakan misterius di dalam ruangan laboratorium. Namun, mereka tidak ingin keluar dari kediaman lantaran masih mera sangat resah. Sinar mentari yang menyongsong mulai terlihat dari timur. Mereka berempat juga sudah siap menghadapi masalah yang sudah terjadi semalam.
“Ah, man ada sosok yang sudah kalian ucapkan itu. lihat saja, ruangan ini terlihat kosong,” ucap Adam dengan entengnya.
Ruangan laboratorium memang sebagian besar dilengkapi dengan kaca tembus pandang. Arthur bersama dengan Matteo yang melihat kekosongan itu juga mulai merasa buncah. Pasalnya, tadi malam mereka tidak sedang mengigau. Mereka melihat ada keanehan pada seorang petugas listrik.
“Ah, kalian ini bagaimana? Jangan terus bercanda seperti itu,” ucap Rick serai berbalik dari sana menu kediaman. “Hari ini adalah hari libur. Sebaiknya, kita menghabiskan waktu ini sebaik mungkin di dalam kediaman. Jangan habiskan waktu kalian dengan hal-hal buruk yang belum memiliki kepastian itu.”
Arthur juga mulai menganggukan kepalanya. Ia juga sedikit merasa tenang ketika tidak melihat adanya keanehan di sana. “Suara aneh itu juga tidak terdengar dari dalam sana. Namun, kenapa suasananya terlihat sangat sepi?” lontarnya di sepanjang jalan.
Ketiga pria yang berjalan di sampingnya juga mulai menghentikan perjalanan mereka. Mereka segera menatap gedung putih yang sudah berjarak lima meter dari tempat mereka berdiri.
“Mungkin saja mereka pulang ke kediamannya masing-masing.” Rick masih mencoba untuk berpikir baik di sana.
“Aku juga baru berpikir hal yang sama.” Matteo mulai melirik ke arah Arthur. “Bukankah tempat ini sangat aneh?”
Adam juga mulai mantap durja pria yang sudah mengatakan hal tersebut. “Memang aneh. Namun, kita juga tidak boleh terus berpikiran buruk seperti ini. semua masalah yang sudah terjadi kemarin juga harus segera kita selesaikan dengan baik. Kita akan membutuhkan waktu yang sangat lama kalau proyek itu tidak segera mendapatkan solusi terbaik.”
Arthur kembali mengendus nafasnya secara kasar. Ia juga merasa sangat resah dengan setiap keanehan yang sudah terjadi di sana. Dengan tatapan yang masih terlihat sama, ia mulai mengikuti ketiga pria yang lebih dahulu masuk ke dalam kediaman. Tidak lama berselang, langit menjadi sangat gelap. Keempat pria tampan itu juga mulai mendengar adanya suara aneh dari dalam gedung laboratorium.
“Apakah kalian mendengar suara teriak itu?” tanya Adam seraya melirik ke arah jendela kedalaman.
“Ya, itu suara yang sama seperti tadi malam. Huft, sekarang kalian juga bisa mendengarnya.” Matteo mulai membuka penutup jendela berwarna hitam tersebut. “Woha, apa-apaan itu?” teriaknya setelah melihat ke arah lain.
Arthur bersama dengan pria yang lainnya juga segera melompat dan berlari mendekati jendela kediaman. Wajah mereka masih terlihat buncah dengan pandangan yang sudah mereka lihat itu. Beberapa kelompok manusia mulai berlari secara buruk ke arah ladang yang masih dihuni oleh sekumpulan hewan pengerat. Mereka terlihat sangat lapar.
“Kenapa mereka berlari seperti itu? Benar, ucapan yang sudah dilakukan oleh Arthur dan Matteo ada benarnya. Mereka seperti zombie! Lihat saja, mereka dengan sangat kasar menyantap beberapa hewan yang melintas di hadapannya,” teriak Rick dengan wajah yang sudah kembali dijauhkan dari jendela.
“Sepertinya, tempat ini memang memiliki masalah yang sangat aneh. Bukan hany dengan hama dan cuaca. Ternyata, tempat ini menyimpan segudang keanehan lainnya. Bukankah ini sebuah jebakan untuk kita?” lontar Arthur, ia juga mulai mencurigai atasannya.
Adam mulai menggelengkan kepala. “Jangan berburuk sangka dulu. Mungkin saja hal ini terjadi tanpa mereka ketahui sebelumnya. Namun, pertanyaanku adalah kenapa mereka bisa berubah seperti itu?” lontarnya semari menutupi tirai jendela.
“Mungkinkah mereka mengkonsumsi beberapa cairan yang ada di dalam ruangan penguji?” sosor Matteo dengan serius.
Ketiga pria lainnya mulai menatap durja pria tadi dengan tatapan sinis.
“Ah, mereka juga bukan termasuk ke dalam manusia bodoh, Mat. Mereka juga tidak akan mau mengkonsumsi cairan yang ada di dalam sana. Ada-ada saja ucapanmu itu,” sosor Arthur seray mulai berlalu dari sana untuk membuka pintu kediaman.
Adam secara cepat mulai menarik tangan temannya. “Kamu mau apa? Mau membunuh dirimu di sana?” tegurnya dengan ramah.
“Mau melihat kondisi mereka,” jawab Arthur dengan sangat santainya.
Selesai mengucapkan hal itu, kediaman mereka mulai diserang beberapa manusia yang diduga sudah berbuah menjadi zombie. Keempat pria yang ada di sana juga sempat berteriak karena merasa tertekan dengan serang itu.