
Semua anggota yang berada di tim pertama segera memusatkan pandangan mereka kepada Arthur. Pria yang memang sejak tadi memperhatikan juga sedikit merasa sangat buncah. Ia Juga tidak tahu hal apa yang sedang dipikirkan oleh teman-temannya karena tidak berkesempatan untuk melakukan diskusi sebelum rapat berlangsung. Ia juga mulai melirik Clora yang masih terus menunggu jawabannya.
“Apa yang harus aku katakan? Mereka masih terus menatap durja tampan ku ini. Ah, apa ini?” batin Arthur lantaran sudah merasa sangat bodoh dengan segalanya.
“Bagaimana kalau kamu melakukan diskusi terlebih dahulu, Nyonya? Berhubung proyek baru ini terbilang sangat mendadak,” sahut Matteo, ia memang selalu menjadi pria yang sangat tegas dalam segala hal.
“Boleh, kalian silahkan berdiskusi sebentar. Kami akan memberi kalian waktu untuk melakukan hal itu. Baiklah, rapat ini sudah selesai. Terima kasih atas waktunya,” ucap Clora dengan sangat berwibawa.
Arthur masih terus menatap durja wanita pujaannya. Namun, tidak ada satu tindakan yang bisa dilakukan lantaran masih ingin berkarir dengan baik di dalam perusahaan tersebut. Setelah masuk ke dalam ruangan yang dikhususkan untuk mereka. Ia mulai membuka beberapa berkas yang memang sudah ia siapakan dari rumah.
“Jadi, bagaimana?” tanya Matteo dengan sangat berambisi.
“Kalau kalian bersedia, aku juga akan mengatakan hal yang sama dengan kalian,” sosor Arthur dengan wajah yang sudah mulai terlihat serius.
Semua anggota dari kelompok satu memang menyetujui proyek besar yang akan mereka hadapi. Namun, Arthur kembali lagi mengingatkan kepada mereka bahwa akan ada kesulitan yang terjadi saat mereka melakukan observasi pertama. Tampaknya, semua yang mengelilinginya juga tidak merasa keberatan. Mereka sangat tegas saat ingin menghadapi resiko besar yang akan terjadi setelah itu.
“Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke dalam ruangan direksi untuk mengajukan proposal ini. Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi di sana,” ucap Arthur setelah mendapatkan penyelesaian proposal dari teman timnya.
“Ya, semoga berhasil. Kita akan mendapatkan hidup yang sangat layak setelah menyelesaikan proyek baru ini,” teriak Matteo.
Senyuman di bibir Arthur masih terlihat tegang. Bahkan, cenderung terlihat sangat miris. Ia juga tidak mungkin menolak kesepakatan yang sudah terjadi disana. Kini, hatinya mulai merasa sangat resah dengan tugas yang akan ia lakukan di kemudian hari.
“Rekayasa genetik itu sangat berbahaya. Akan terjadi masalah, jika ada satu komponen yang tidak sesuai,” batin Arthur sebelum masuk ke dalam ruangan direksi utama.
Tentunya kehadirannya mendapatkan sambutan hangat dari mereka yang sudah menunggu di sana. Kabar baik itu pun segera mendapatkan persetujuan baik. Ini juga kali pertama Arthur tidak menyukai tugasnya sebagai teknisi laboratorium. Wajahnya juga tidak terlihat bahagia setelah mendapatkan semua berkas yang harus ia jelaskan kepada rekan-rekannya.
Wajah datarnya juga masih terlihat sangat tegas setelah masuk ke dalam ruangan kelompok satu. Semua rekan yang melihat durjanya sudah pasti merasa sangat risau. Mereka juga sangat antusias saat melihat kedatangannya. Dengan raut yang masih sama, ia mulai memberitakan kabar yang baik itu kepada rekan-rekannya.
“Ah, kenapa wajahmu terlihat seperti mendapatkan penolakkan secara langsung?” tanya Matteo dengan wajah yang masih terlihat sangat bahagia.
“Kita bisa kembali mengujinya agar menjadi molekul senyawa yang baik,” sambung Matteo kemudian.
Arthur mulai duduk pada kursinya. “Sebelum melakukan itu, kita harus mengobservasi ke tempat yang akan dilakukan penanaman padi unggul. Nah, kalau begitu aku akan membaginya menjadi beberapa kelompok,” jelaskan dengan wajah yang sudah terlihat sangat semrawut.
Empat pria tampan itu mulai memutuskan untuk membuat dua kelompok saja. Kelompok pertama akan melakukan observasi terhadap ladang yang akan mereka jadikan sebagai bahan uji coba dan yang satunya akan mengembangkan jenis pupuk dengan kualitas yang unggul. Naas sekali Arthur juga harus turun tangan untuk melakukan observasi. Dia memang salah satu anggota yang teliti dan mengerti mengenai apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
“Huft, kita akan panas-panasan di sana,” sosor Matteo untuk menghilangkan suasa tegang didalam mobil.
Arthur masih terus mengendarai kendaraan dengan serius. “Sebaiknya, kamu memakai alat perlindungan yang baik dan lengkap. Di sana sudah pasti akan banyak sekali hama. Eh, bukankah tempat itu juga pernah kita gunakan sebagai bahan percobaan?”
“Ya, benar sekali. Terakhir kali yang kita coba untuk melakukan penghentian terhadap jumlah perkembangbiakan tikus juga. Hm, apa mungkin jumlah mereka semakin banyak akibat dari percobaan itu?” tanay Matteo dengan serius.
“Argh, walaupun hal itu benar. Berarti kita sudah melakukan sebuah kesalahan. Hm, untuk pengujian kali ini, kita harus lebih hati-hati lagi. Tidak boleh ada kesalahan saat menambahkan beberapa senyawa ke dalam sel DNA tersebut.” Arthur juga masih terlihat sangat resah dengan hal tersebut.
Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka berdua sampai di ladang percobaan yang adai di Vago Utara. Saat turun pun kaki mereka sudah dihampiri oleh beberapa tikus berukuran besar di sana. Tidak tahu ada masalah apa, sehingga membuat perkembangbiakan tikus menjadi sangat pesat. Arthur bersama satu rekannya juga mulai masuk ke dalam keadaan yang sudah terlihat sangat memprihatinkan.
Ladang yang seharusnya dihuni oleh tanaman padi. Kini, sudah hancur dengan sebagian besar dihuni oleh tikus-tikus berukuran besar. Penampakan yang sangat mengerikan itu sudah pasti membuat kedua pria itu merasa resah. Ditambah lagi mereka harus mengambil sepuluh dari banyaknya tikus berukuran raksasa yang ada di sana untuk dijadikan sebagai bahan percobaan.
“Bagaimana? Apakah kamu sudah selesai menangkap tikus-tikus itu?” tanya Matteo dengan wajah yang masih tersembunyi di dalam alat perlindungan diri.
Arthur tampak merah sangat senang melihat wajah resah teman dekatnya. “Haha, wajahmu terlihat sangat jelas bahwa kamu sedang merasa tertekan. Apakah kamu takut dengan hewan-hewan penegrat ini?”
Matteo mulai menggelengkan kepalanya. “Tidak, hanya saja jumlah mereka yang sangat banyak kini membuat aku geli. Argh, kenapa tubuh mereka seperti kucing berusia empat bulan? Ini sudah sangat di luar nalar,” jelasnya dengan raut yang masih sama.
“Ya, kita akan mengetahui penyebabnya setelah melakukan penelitian di dalam laboratorium. Besok mereka akan membersihkan laboratorium itu,” tunjuk Arthur ke arah selatan.
Setelah berhasil menangkap buruan, mereka berdua segera masuk ke dalam laboratorium yang sudah tidak terpakai selama beberapa bulan. Ruangan yang dipenuhi dengan debu itu semakin terlihat menyeramkan lantaran semua penerangannya sudah tidak berfungsi dengan baik. Tiba-tiba saja, mereka mendengar seperti ada suara teriakan dari luar ruangan tersebut.