
Setelah menyelesaikan tindakan, Arthur bersama dengan Rick segera berlalu dari sana. Niat hati ingin beristirahat sedikit di dalam ruangan makan yang tersedia di sana. Namun, belum juga duduk tenang, mereka semua mendengar teriakan dari hewan-hewan pengerat itu di dalam ruangan penguji. Tentunya hal tersebut membuat mereka merasa sangat resah.
“Ada apa ini, Arthur? Lihat saja keanehan itu. Kenapa wajah hewan-hewan itu seperti pemangsa?” teriak Matteo setelah masuk ke dalam laboratorium.
Arthur yang juga terkejut dan masih belum bisa berkata-kata. Memang keanehan itu terjadi sangat cepat. Hewan-hewan yang sudah diberikan suntikan terlihat sangat agresif. Entah karena apa, mereka juga terus bertindak buruk di dalam ruangan kaca.
“Sebaiknya, kita lihat lebih dekat lagi. Mungkinkah percobaan ini gagal?” tanya Arthur kepada rekannya yang lain.
“Ya, mana kutahu, Thur. kamu yang paham mengenai hal ini,” sosor Matteo.
Dengan tindakan waspada, Arthur pun seorang diri masuk ke dalam ruangan kaca. Ia mulai melihat beberapa reaksi pada hewan-hewan yang sudah disunting. Kini, ia mulai mengerti hal apa yang membuat mereka berteriak dan membentak seperti itu. Dengan sadar, ia pun mulai menurunkan curah cahaya yang ada di sana. Setelah melakukan hal itu semua hewan-hewan penegrat mulai terlihat stabil.
“Gawat, sepertinya kita telah menciptakan monster kecil di dalam laboratorium,” ucap Adam dengan wajah yang sudah terlihat sangat resah.
“Semuanya bisa dimusnahkan dengan cepat. Namun, bisakah kita tunggu sebentar lagi? Mungkin saja ini reaksi awal dari hewan-hewan yang sudah kita berikan suntikan vaksin?” sosor Rick dengan wajah yang masih terus menatap ke arah ruangan kaca.
“Mungkin saja ucapanmu itu benar. Namun, kita juga harus berusaha berwaspada dengan hal ini,” sambung Matteo.
Arthur yang sudah sedikit tenang juga segera berlalu dari ruangan tersebut. Dengan tatapan tegas, ia mulai keluar dari ruangan penguji. Ia juga segera memerintahkan semua teman-temannya untuk meredupkan semua cahaya yang ada di sana agar hewan-hewan itu bisa bergerak dengan tenang.
“Jadi, sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanya Adam dengan segala keresahannya.
“Kita tunggu sebentar lagi. Kita lihat reaksi selanjutnya,” jelas Arthur, sebenarnya ia juga merasa resah dengan kejadian tadi.
Namun, Arthur masih berusaha untuk berpikiran baik mengenai rekayasa yang sudah diciptakan. Setelah menyelesaikan aktivitasnya di dalam ruangan makan. Mereka semua kembali masuk ke dalam ruangan yang sudah minim penerangan untuk melakukan uji coba kembali kepada hewan yang sudah berubah menjadi sangat aneh. Satu hewan yang menjadi percobaan pertama mulai dikeluarkan dari tempat kaca.
Arthur yang dibantu dengan rekannya juga mulai menjepitkan keempat kaki hewan tersebut ke atas meja objek. Mereka juga segera mengambil cairan yang berada di bagian perut tikus. Setelah mendapatkannya, ia mulai menuangkan ke dalam tabung reaksi yang sudah dicampur dengan cairan lain. Sungguh terkejutnya ia ketika mengoleskan cairan itu ke atas kaca objek.
Tubuh Arthur juga segera terdorong ke belakang. “Kenapa cairannya menjadi sangat agresif seperti itu? Mereka terlihat sangat agresif sekali.”
Tentunya ucapan itu membuat kedua pria yang tersisa merasa sangat penasaran. Mereka juga ingin melihat perkembangan itu melalui alat yang bisa melihat bagian terkecil dari sel. Memang sangat luar biasa, tetapi juga sangat berbahaya. Setahu mereka, tidak ada virus yang sangat agresif seperti yang sudah mereka lihat tadi.
Arthur yang masih merasa sangat resah pun segera membasmi percobaan yang ada pada kaca objek dengan cairan desinfektan. Setelah itu, ia kembali melihat perkembangan yang ada di dalam sana. Terlihat bahwa virus itu masih terus bergerak secara berlebihan, bahkan ia sudah kehabisan akal untuk membasminya lagi.
“Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat sangat cemas seperti itu?” tanya Adam yang masih berdiri di samping pria berambut cepak tersebut.
“Senyawa itu sangat kebal. Kita tidak bisa membiarkan hal ini berkembangbiak secara cepat. Tidak bisa dimusnahkan dengan cairan desinfektan! Bukankah ini sebuah percobaan yang sangat mengerikan?” tegas Arthur dengan tegas.
Ketiga pria tampan yang mendengarkan ucapannya juga mulai mengernyitkan dahi. Mereka kembali satu persatu melihat perkembangannya di dalam alat mikroskop. Arthur kembali mengambil segala jenis cairan yang dapat melarutkan lipid dari dinding virus yang masih berkembangbiak dengan bebas di atas kaca objek.
“Etanol, aku sudah memberikan Etanol 60% ke dalam kaca objek. Namun, lihat saja perkembangan virus itu masih sangat kokoh. Bagaimana ini?” jelas Arthur dengan pandangan yang sudah terlihat sempoyongan.
“Coba ambilkan cairan Benzalkonium Klorida, mungkin saja bisa musnah dengan cairan itu,” sambung Adam, wajahnya juga semakin terlihat resah.
Rick mulai bergerak mengambil semua jenis desinfektan. “Ini Benzalkonium Klorida, yang ada di sebelah kiriku Hidrogen Peroksida. Keduanya merupakan senyawa oksidator kuat yang dapat merusak dinding virus beserta materialnya. Semoga saja hal ini bisa memusnahkan mereka semua. Segera berikan sebelum mereka berkembangbiak secara bebas.”
Arthur juga mulai memberikan satu persatu cairan yang sudah diberikan oleh teman-temannya. Memang tidak berpengaruh kuat, tetapi pergerakan parasit yang sudah mereka ciptakan mulai bergerak dengan sangat lambat. Ia juga segera memusnahkan kaca objek yang berisi senyawa aneh dengan cara membakarnya di dalam ruangan khusus. Dengan tatapan penuh keresahan, ia kembali melepaskan semua peralatan perlindungan diri dan membersihkannya seluruh tubuhnya dengan air mengalir di dalam ruangan khusus.
Ruangan yang bisa dihuni sampai sepuluh orang itu juga sudah dipenuhi dengan empat pria tampan tanpa busana. Mereka tampak sejajar berdiri di setiap pancuran yang ada di sana. Tidak mempunyai nyali berbicara, mereka hanya terfokus pada tiap-tiap aktivitasnya.
“Kenapa percobaan itu menjadi sangat mengerikan? Aku juga tidak pernah berpikir kalau virus yang sudah kami ciptakan akan sangat agresif pada sel inangnya.” Arthur mulai mengeringkan seluruh tubuhnya dan berniat untuk melihat kondisi bahan percobaannya.
Dengan langkah yang terlihat sangat lemah. Ia mulai menelusuri lorong yang tertuju kepada ruangan laboratorium. Namun, ada keanehan di dalam sana. Semua lampu yang sebelumnya diredupkan sudah sangat terang benderang. Dengan tatapan yang terlihat sangat resah. Ia pun segera mempercepat langkah kakinya agar bisa sampai ke dalam ruangan dengan cepat.
Setelah sampai di sana, kedua matanya langsung melotot sangat besar. Ia tidak menyangka hal buruk itu akan terjadi di dalam ruangan tersebut. ia juga segera memakai alat perlindungan diri untuk melihat seberapa parah keadaan yang ada di dalam ruangan kaca.
Next, kalau rame author lanjut up. Jangan lupa berikan jejak disetiap bab, ya. Terima kasih.