DAIZEKAI: THE STORY FROM VELUDERAN WORLD

DAIZEKAI: THE STORY FROM VELUDERAN WORLD
Chapter 07:Ibukota sealania 'jasakota'



4 Bulan kemudian. mereka pun sampai di ibukota kerajaan sealania.


Di dalam ibukota sealania 'jasakota'.


"waah, alwes!!, kota ini besar sekali!!"


kaget melihat tembok kota yang menjulang tinggi sekitar 35 meter ketika sedang berada di pelabuhan, serta luas kota dan teknologi yang sangat maju membuat alwes pun terdiam seribu bahasa.


melihat alwes yang terdiam, Herman pun mengatakannya lagi.


"iya kan alwes!?" sambil menoleh pada alwes.


sadar dia sedang di perhatikan oleh Herman Alwes pun mulai berbicara.


"ee.e iya pangeran.aku juga terkejut, tidak sangat terkejut."


"eh?. kenapa???"


"sebentar pangeran, tolong dengar kan dulu. bagaimana bisa Kerajaan yang menurut informasi terbaru yang terbit 15 tahun lalu. kerajaan ini hanya sebuah negara berkembang dapat bertumbuh hingga seperti ini!!. bahkan negara kita yang sejak dulu merupakan negara maju bahkan pernah menjadi negara adidaya di benua demo-humania sampai sekarang pun gak pernah tumbuh sampai Semaju ini!!!, ini bener bener gak masuk akal woi!!!"


suara dari kata "woi " nya alwes bergema membuat orang orang di jalanan pun menoleh ke arah mereka, Herman dan alwes pun menundukkan kepala karena malu.


"hei alwes.. omong omong, kenapa informasi terakhir kita tentang kerajaan ini itu sudah sejak 15 tahun yang lalu!. bukankah itu sangat ketinggalan zaman!!"


"maafkan aku, tapi alasan mengapa kerajaan kita hanya memiliki informasi tentang kerajaan ini 15 tahun yang lalu, itu karena 14 tahun yang lalu, karena masalah ekonomi di negara kita, kita jadi tidak dapat mengirim orang untuk mendapat informasi tentang negara ini, selain itu pihak pemerintah negara ini pun terlalu paranoid terhadap orang luar negaranya. serta 15 tahun yang lalu negara ini hampir tidak menarik sama sekali yang malah membuat negara kita semakin malas untuk mengirim orang untuk mendapatkan informasi terbaru tentang negara ini."


"ooh. jadi begitu!" Herman memukul telapak tangan kirinya dengan kepalan tangan kanannya yang merupakan tanda kalau dia benar benar mengerti terhadap perkataan alwes.


setelah itu mereka pun berjalan mencari penginapan untuk makan dan menginap.


"oh ya pangeran, nanti ketika di penginapan saya pakai uang pangeran dulu ya?"


"ehh?"


"maaf ya, tapi.. ketika kita sedang berada di ibukota kerajaan, aku tidak hany membawa sedikit uang saja, dan 4 bulan yang lalu.."


"ada apa??, uangmu habis??"


alwes pun mengangguk dan mengatakan "ya"


"ooh begitu... jadi uang mu sudah habis sejak 4 bulan yang lalu ya. hahahaha!" kata Herman. lalu kemudian dirinya pun sadar ada yang janggal ",eh?!, tunggu sebentar. alwes.. uang mu bener bener sudah habis!?!"


alwes pun mengangguk sekali lagi.


melihat reaksi dari alwes Herman pun...


"apa!!!. gimana sih!?!!, Oi!!,kenapa baru bilang sekarang!!,masa bisa bisanya uangnya habis!!, dan kenapa pula kamu cuma bawa sedikit uang saja!!!.. AAaakh!! jadi nanti aku harus bagaimana??!, padahal uangnya mau ku simpan untuk di belikan senjata dan lain lain, tapi sekarang malah harus untuk biaya hidup kita sendiri!!. selain itu kamu kan tau kalau biaya penginapan dan biaya kebutuhan ku itu kamu yang nanggung!, bukan aku!" teriak Herman sambil menarik narik rambutnya sendiri


"karena itulah pangeran. untuk sementara ini, aku pinjam uangmu duku. baru setelah bekerja dan mendapat penghasilan akan ku kembalikan uangmu itu"


"ooh. okelah, tapi janji diganti ya,"


"tentu saja, aku bukanlah tipe pria pembohong."


...****************...


didalam penginapan.


"selamat datang, apa ada yang bisa saya bantu??" kata seorang resepsionis penginapan yang sambil menoleh dan tersenyum ramah kepada mereka berdua. resepsionis tersebut merupakan seorang wanita muda berumur 20 tahunan.


"kak, saya dan anak ini ingin menginap, jadi biaya menginap untuk 1 harinya berapa??" kata alwes sambil mengambil uang pinjaman Herman dari kantong uang.


resepsionis pun mengatakan.


"eh!, kelas apa aja tuh kak!" tiba tiba ada seorang anak laki laki yang meloncat loncat ditempat dan memotong pembicaraan mereka. tentu saja anak tersebut adalah Herman.


"Ara.. ternyata adik kecil ini penasaran tentang hal itu.."


"ya!, tentu saja!!, kenapa tidak!!?.".kata Herman dengan lantang yang lalu berubah menjadi tersipu malu sambil mengatakan "Ah! dan juga tolong jangan panggil aku "adik kecil" dan panggil saja dengan namaku, "Herman" ".


"ahahaha, iya iya maaf ya nak Herman."


"Nak Herman juga jangan!" kata Herman yang sedang cemberut.


"sudahlah pangeran, kenapa kau begitu sensitif soal panggilan sih!?. lagian kenapa kamu tadi tersipu malu sama kakak resepsionis ini?!, aah.. apa jangan jangan kamu menyukainya ya pangeran... . hehehe" ucap alwes kepada Herman. "apaan sih!?" jawab Herman yabg risih karena di goda oleh alwes.


"sudah sudah" kata resepsionis penginapan sambil menenangkan ke dua orang tersebut, yang lalu melanjutkan kata katanya "untuk kelas di penginapan ini ada 3 yang masing masing memiliki harga dan fasilitas berbeda. kelas kelas itu yaitu.


1.reguler class: disiapkan untuk para petualang tingkat 'D' dan dibawahnya serta orang orang biasa. dengan biaya menginap 10 koin perak perhari.


2.Elite class: disiapkan untuk para petualang kelas 'C' dan diatasnya serta orang orang kaya yang mau beristirahat. yang harga menginapnya 1 koin emas/100 koin perak per hari.


3.Royal class: di siapkan khusus untuk orang-orang dan petualang yang sangat kaya. kelas ini memiliki harga menginap yang paling mahal, tentu saja fasilitas nya benar benar special. harga untuk perharinya adalah 10 koin emas."


"ahh!, kalau begitu kak, 2 kamar reguler untuk 1 tahun ya"


"oke, kalau begitu totalnya hmmm.. totalnya 3.650 koin perak atau 36 koin emas dan 50 koin perak untuk 1 kamarnya.


sambil menyerahkan 74 keping koin emas milik Herman kepada resepsionis penginapan tersebut.


" emm, maaf, tapi.. apakah anda yakin kalau hanya akan. memesan 2 kamar kelas reguler?,apalagi hanya untuk 1 tahun. dengan uang segini anda bahkan dapat memesan 1 kamar Royal class selama 1 tahun lebih."


"eh?!, bagaimana bisa!?, bukankah itu cuma koin emas??."


"eh?, jadi kalian gak tau??"


Herman dan alwes pun sama sama mengangguk.


"jadi begini. koin emas milik kalian ini bukanlah koin emas biasa melainkan koin emas royal. 1 koin emas ini sama dengan 10 koin emas biasa. dan lagi bagaimana kalian mendapatkan nya??, koin emas jenis ini hanya dimiliki oleh para bangsawan dan pengusaha besar yang benar benar Kaya. jadi, apa kalian sebenarnya bangsawan??"


resepsionis penginapan itu memandang mereka sebentar.


<"ayahanda!!, kenapa kau begitu merepotkan ku!!?"> kata Herman dalam hati.


melihat jika dirinya sedang dipandang resepsionis penginapan setelah ditanya "apa kalian sebenarnya bangsawan" membuat bulu kuduk Herman merinding.


" ahh sepertinya tidak. mungkin kalian hanya sekedar orang luar negeri atau bahkan orang luar benua ini, mengingat kalian bahkan tidak tau nilai dari uang ini"


"fuu. Untunglah" gumam Herman yang lega.


" di negara ini uang dengan nilai tertinggi adalah 1 koin emas royal yang setara dengan 10 koin emas biasa, 1 koin emas biasa setara dengan 100 koin perak, 1 koin perak setara dengan 10 koin perunggu, dan 1 koin perunggu setara dengan 5 koin besi. jadi apakah yakin kalian akan memesan kamar kelas reguler dan hanya untuk 1 tahun??"


ucap resepsionis penginapan sambil menyerahkan ke 37 koin emas royal yang telah diberikan oleh alwes


"tidak apa kok 2 kamar reguler selama 1 tahun saja." kata alwes yang mengambil kembali 37 koin milik Herman tesebut dan memberikan 8 keping koin tersebut.


"oke jadi kembaliannya 7 koin perak" kata resepsionis penginapan sambil meyerahkan kembalian dan kunci kamar kepada mereka berdua.


usai mendapat kembalian dan kunci kamar masing masing mereka berdua pun pergi ke kamar masing masing.


...****************...


BERSAMBUNG.