DAIZEKAI: THE STORY FROM VELUDERAN WORLD

DAIZEKAI: THE STORY FROM VELUDERAN WORLD
CHAPTER 05: AWAL DIMULAINYA PERJALANAN DAN PERGERAKAN PASUKAN ALIANSI KEKAISARAN



Beberapa jam kemudian, di sore hari.


Herman telah keluar dari kamarnya sambil membawa barang bawaannya.


dirinya kemudian melihat ke dua orang tuanya mendekati nya.


"ehh.., kenapa kalian berdua kemari??" Herman bingung dengan kedua orang tuannya yang mendatangi nya.


"tentu saja kami akan kemari. Herman kamu kan anak kita jadi wajar saja kita khawatir" ucap ratu frostina.


"nah nak ibumu benar, nih sekantung uang untukmu" raja gondras menyerahkan sekantung uang pada Herman.


setelah itu Herman pun membuka kantung uang tersebut dan melihat berapa banyak uang yang ada di dalamnya.


merasa bingung melihat jumlah uang di kantong uang tersebut Herman pun bertanya "50 koin emas, apa ini gak kebanyakan ayahanda???", "tidak, karena kamu sebentar lagi akan meninggalkan kerajaan dan mulai menjalani kehidupan baru, selain itu lihatlah permukaan dari koin emas tersebut" raja mengatakan nya sambil sedikit tersenyum.


Herman pun mengambil 1 koin emas yang terdapat di dalam kantong uang tersebut, lalu melihat logo yang terdapat pada permukaan koin emas.


"ini... , ini koin negara mana??. setauku uang koin eruku kita tidak terdapat gambar seperti ini, dan gambar di koin ini... apakah ini hutan??, kenapa tidak tertutup oleh salju sama sekali.??, ayahanda sebenarnya koin apa ini???" tanya Herman yang penasaran dengan asal usul koin yang dimilikinya. "itu adalah koin emas blusze mata uang dari kerajaan sealania. karena kamu akan pergi kesana tentu saja kamu akan membutuhkan uang dari sana juga, oh ya 50 koin emas blusze itu hanya cukup untuk membiayai kehidupan pribadi seseorang dengan kehidupan sederhana selama 9 bulan paling lama 1 tahun , jadi hemat uang itu dan jangan terlalu bergantung pada uang yang ku berikan dan mulailah untuk mencari uang sendiri"


, " haaa... ayahanda apakah ayahanda waras?, ayahanda sendiri tau kalau aku hanyalah anak berumur 8 tahun, mana mungkin aku bisa mencari kerja sendiri, dan hanya cukup untuk biaya hidup sederhana selama 9 bulan?, bukankah itu terlalu sedikit??, tidak bisakah ayahanda memberiku uang lebih banyak???, lagian aku tidak tinggal disana hanya untuk 9 bulan saja!" , " ya... kalau itu sih urusanmu sendiri" raja gondras malah mengangkat ke 2 tangannya seperti menyatakan kalau itu benar-benar bukan urusannya.


"sudahlah nak, sebagai gantinya terimalah ini" ratu frostina tiba tiba mengulurkan tangannya yang sedang memegang sebuah kalung, kalung tersebut miliki liontin berbentuk bunga es yang sepertinya terbentuk sepenuhnya dari Kristal yang berharga ,melihat itu Herman pun merespon dengan mengambil kalung tersebut dengan lemah lembut lalu memakainya di lehernya.. "ibu.. ini kalung apa?, aku merasakan seperti ada suatu kekuatan di dalamnya". tanya Herman sambil memegangi liontin dari kalung tersebut "itu adalah kalung warisan dari leluhur ibu. di dalam kalung tersebut terdapat berbagai macam barang berharga, jual saja barang yang ada di dalamnya jika kamu kekurangan uang, tapi jangan lupa ada barang barang yang tidak boleh kamu jual" kata ratu frostina sambil menyerahkan secarik kertas berisi daftar barang barang yang tidak boleh dijual. "oh ya nak" potong raja gondras yang kemudian di lanjutkan. "selain itu di perjalanan mu nanti kamu tidak akan sendirian, alwes akan ikut menemanimu"


<" alwes ya.. , aku sendiri cukup tidak suka dengan alwes "> kata Herman pada Rangga < "ya aku sendiri merasa dia agak mencurigakan."> jawab Rangga, sebenarnya Herman tidak suka dengan alwes karena alwes pernah mengejek dan mengalahkannya ketika sedang berduel di arena pertarungan sedangkan Rangga tidak suka dengan alwes karena menaruh kecurigaan padanya.


<" haa?, apa?, apa maksudmu dia mencurigakan??!">


<" tidak, tidak apa apa, lupakan saja ucapanku tadi">


...****************...


KEESOKAN HARINYA. di depan kastil kerajaan.


Herman yang sedang membawa barang bawaan nya dengan ditemani oleh alwes mengucapkan selamat tinggal lalu mulai meninggalkan ibukota kerajaan dengan menaiki kereta kuda.


di dalam gerbong kereta kuda Herman bertanya.


"hei alwes, kita saat ini sedang menuju ke mana??"


tanya Herman, kepada alwes yang sedang mengemudi kan kereta kuda.


" oh itu, pangeran Herman kali ini kita sedang menuju ke kota pelabuhan"


"kota pelabuhan?"


"ya, karena negara sealania terletak di benua lain, jadi kita memerlukan kapal dari kota pelabuhan untuk pergi ke sana."


"ooh begitu, omong omong tolong ceritakan lebih lanjut tentang negara sealania"


" negara sealania terletak di benua greater raifin. tidak seperti benua ini, sebagian besar wilayah benua tersebut tidak tertutupi oleh es sepanjang tahun seperti di benua tempat kita tinggal, bahkan beberapa negara di benua tersebut termasuk negara sealania yang akan kita kunjungi tidak pernah memiliki musim dingin."


"apa!!, berarti disana nanti akan sangat panas dong!?, Herman langsung kaget setelah mengetahui hal itu.


" ya begitulah, oleh karena itu yang mulia pangeran lebih berlatihlah menggunakan sihir es, karena penggunaan sihir es disana akan lebih lemah daripada ketika di di sini."


"apa!?, bahkan sihir Es bisa melemah jika disana !!?"


"ya!, tentu saja bisa, wilayah di sana panas. oleh karena itulah pangeran, perbanyaklah untuk secara rutin berlatih sihir es, supaya ketika terjadi keadaan darurat yang mulia pangeran masih dapat menangani situasi."


"baiklah, aku mengerti" Herman dan alwes pun tetap terus melanjutkan perjalanan hingga mencapai ke kota pelabuhan.


...****************...


selagi Herman dan alwes meninggalkan ibukota kerajaan dan menuju ke kota pelabuhan. 1.000.000 orang pasukan aliansi kekaisaran DARKEASTFIRE sedang dalam perjalanan menuju kerajaan GLACEIRASIA.


"haaahh?!, cuma tinggal 20KM katanya?, bukankah itu masih sangat jauh??" gumam seseorang prajurit kekaisaran. mendengar itu teman sesama prajuritnya mengisyaratkan untuk diam lalu mengatakan "ssst.. diamlah jika kamu tidak mau jendral membunuh kita"


menjawab itu si prajurit yang sedang mengeluh pun langsung terdiam. lalu jendral pun mengatakan " ketika kita telah menaklukkan kota milik musuh jangan lupa untuk mengambil semua sumberdaya dan harta yang ada disana!,"


mendengar itu para prajurit aliansi kekaisaran DARKEASTFIRE menjadi semakin bersemangat.


...****************...


sesampainya di kota yang terletak di perbatasan kerajaan GLACEIRASIA dengan kekaisaran DARKEASTFIRE, jendral pun mulai menyebarkan pasukannya lalu langsung menaklukkan kota, setelah menaklukkan kota, jendral kekaisaran dan pasukan aliansi kekaisaran DARKEASTFIRE pun melanjutkan perjalanan untuk menaklukkan kota kota lainnya.


disaat Herman dan alwes pergi ke kota pelabuhan, pasukan aliansi kekaisaran DARKEASTFIRE menaklukkan kota kota di kerajaan GLACEIRASIA terus menerus.


...****************...


esok paginya Herman dan alwes telah sampai di kota pelabuhan. sesampainya di kota pelabuhan,Herman dan alwes pun mulai memesan kamar di penginapan untuk beristirahat dan juga makan.


Dikamar.


"yang mulia pangeran, untuk sekarang kita akan beristirahat terlebih dahulu, kita akan melanjutkan perjalanan dengan kapal nanti siang"


"argghhh.." Herman meregangkan tangannya sambil menguap karena menahan kantuk untuk waktu yang lama


"hooaaam, baiklah alwes aku akan tidur sekarang juga."


setelah itu Herman pun langsung tidur terlentang di ranjang, walaupun sebenarnya dia belum benar benar bisa tertidur.


mengira bahwa Herman telah tidur alwes pun keluar dari kamar tidur.


<"sudah kuduga dia memang mencurigakan "> Rangga tiba tiba mengatakan kalimat tersebut yang pada akhirnya membuat Herman bertanya kepada nya.


<" hei Rangga apa maksudmu???">


<"yhaaah.. tidak ada apa apa sih aku hanya mencurigai alwes sebagai orang jahat yang bersembunyi dalam selimut, yang penting saat ini kamu harus tetap waspada dan jangan terlalu mempercayai seseorang, terutama orang seperti alwes">


<" baiklah Rangga, aku mengerti, hoaaam."> setelah itu Herman pun langsung tertidur lelap.


<"waahh, seperti nya kamu memang sudah benar benar lelah yaa.., yhaaah.. jadi gak bisa cerita deh"> lalu Rangga pun kembali kedalam tubuh Herman.


...****************...


diluar kamar Herman, terlihat alwes sedang berbicara dengan seseorang berjubah hijau tua.


"apakah pangeran Herman, pangeran dari kerajaan GLACEIRASIA telah tidur??" tanya orang misterius tersebut kepada alwes.


"ya dia telah tertidur tuan"


"baiklah jika begitu baguslah, dengan begitu rencana organisasi kita akan menjadi semakin lancar."


"saya setuju dengan anda 'tuan' "


" kalau begitu alwes, aku akan pergi terlebih dahulu untuk menyampaikan informasi ini pada atasanku!"


"Baiklah, oh iya tuan, tolong katakan pada tuan besar kalau aku telah banyak bekerja keras"


"oke,!, tentu saja!"


orang misterius itupun meloncat dan menghilang entah kemana.


" sekarang apalagi yang harus kulakukan yaah, kufufufu..." kata alwes sambil tersenyum seperti orang jahat.


...****************...


BERSAMBUNG...