
Besok paginya, di kamar Herman.
"akhh.... tadi malam benar benar banyak hal yang terjadi benarkan Rangga!?" kata Herman sambil meregangkan tubuhnya sehabis bangun tidur.
"ya.. untuk saja tadi malam kamu selamat. dan tentu saja kamu dapat bertahan tadi malam itu berkatku!"
Herman dengan menoleh dengan pelan ke Rangga.
"hufft. iya aku tau, terimakasih." kata Herman dengan nada dan ekspresi dingin.
...****************...
beberapa jam sebelumnya.
Di dalam alam bawah sadar Herman.
setelah Yuki meninggalkan tempat tersebut, Rangga mendekati Herman yang sedang tertidur dalam keadaan duduk. tidak lama kemudian Herman pun terbangun dari tidurnya karena merasakan keberadaan seseorang.
"oh.. ternyata Rangga" kata Herman pelan sambil membuka satu mata.
" Yo Herman. dasar kamu anak yang mengkhawatirkan."
"heh. bagaimana kau bisa berada disini??."
"hehehe, coba kamu tebak bagaimana??" tidak sempat menjawab pertanyaan Rangga, karena
baru terbangun, seluruh tubuhnya tiba-tiba terbakar oleh api yang sangat panas, yang disebabkan oleh bangunnya dia.
"ackhh!!!! rangga!. tolooong!!."
"hei.. kamu lagi akting ya??" kata Rangga dengan muka dingin dan terlihat tidak peduli.
"ya.."
"heh..!"
"ackh! ya masak akting gini ini beneran panas woi!, tolong bantuin memadamkan api ini!"
"eh!??, serius??, kamu benar benar terbakar??"
"ya jelas gue serius lah sialan!."
"oke oke untuk saat ini coba dengan perlahan-lahan keluarkan kekuatan es mu untuk mendinginkan tubuhmu, lalu serap api itu kedalam tubuhmu."kata Rangga yang menunjuk ke herman.
"jangan ngide yang aneh aneh!!, ngomong doang sih gampang!!. tapi gimana caranya!!"
"cukup dengarkan kata kata ku tadi dan lakukanlah dengan menggunakan sihir."
"oke akan kucoba lakukan.."
Herman pun mengeluarkan sihir es nya untuk menyelimuti tubuhnya, selain itu dia juga perlahan lahan menyerap api itu kedalam tubuhnya lalu menguncinya di sana.
"hufft... akhirnya!. jujur aku tidak percaya, ide mu ternyata efektif juga" kata Herman sambil meregangkan tangannya.
"hehehehe, tentu saja!"
...****************...
kembali ke saat ini. dikamar Herman.
"nah Rangga, karena kita sedang tidak ada kerjaan, bagaimana kalua kita ke perpustakaan??"
"ya, aku setuju. aku juga penasaran dengan perpustakaan di kerajaan ini??"
" sebelum itu..." kata Herman meraba raba kasur seperti mencari sesuatu.
"sebelum itu??"
"ah! sudahlah."
"eh!, emang ada apah"
"gak ada apa-apa, lupakan saja"
Herman pun meninggalkan kamarnya bersama dengan Rangga yang merupakan roh dari dunia lain yang tinggal dan menempel pada tubuhnya.
namu ada satu hal yang dia tinggalkan di kamar, yaitu belati kaisar es miliknya telah menjadi sebuah pedang panjang dengan kedua sisi yang tajam dan aura dingin es yang makin kuat.
...****************...
Di tengah perjalanan.
<"hei Herman. aku lupa mengatakan hal ini... kenapa kamu mau ke perpustakaan??!">
<" ya, karena aku lagi kurang kerjaan.">
<"tapi bukankah kau adalah orang yang malas membaca!, lagian kalau cuma ingin mengisi waktu kan bisa ke taman atau ke pasar. jadi katakan padaku!, apa tujuanmu ke perpustakaan?">
"sebenarnya..." Herman pun menceritakan apa yang di alaminya di alam bawah sadar nya kepada rangga.
<"Yuki??, apa dia pria berambut putih, bermata biru es , memiliki kuping panjang seperti Elf, bertanduk merah tua layaknya iblis dan bersayap putih layaknya malaikat??">
<"ya">
<"sebentar Herman. sepertinya aku pernah bertemu dengan nya.">
<"benarkah??."> kata Herman sambil memasang wajah ceria.
<"ya">
<"apa yang dia bicarakan kepada mu??">
<" ya.. dia hanya berkata padaku "tolong jaga dia untukku", lalu setelah kutanya dia itu siapa dia hanya menjawab "aku hanyalah seorang WORLD ANCESTOR" begitu">.
<"oh?. jadi dia seorang WORLD ANCESTOR ya.">
<" eh?, kamu tau world ancestor itu apa??">
<" ya, tapi hanya sedikit.">
<" setauku world ancestor adalah para legenda yang kekuatannya melampaui batasan dari "Ras" mereka berasal, dan kalau benar Yuki merupakan seorang World ancestor pasti dia di masa lalu merupakan sosok legenda yang terkenal kuat">
<"ooh, jadi begitu">
tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan perpustakaan.
bahkan dari luar saja perpustakaan tersebut sudah terlihat sangat besar dan memiliki bentuk bangunan yang menakjubkan.
"waah. jadi ini perpustakaan agung sealania. besar juga ternyata". kata Herman dengan antusias.
<"ya ini benar benar besar, bahkan jauh lebih besar daripada perpustakaan di dekat tempat tinggal ku dulu">
mereka berdua pun masuk kedalamnya.
...****************...
Di dalam perpustakaan agung sealania.
didalam perpustakaan itu terdapat banyak sekali rak buku yang penuh dengan buku buku yang sangat beragam jenisnya, selain itu juga terdapat berbagai perhiasan dan furniture mewah yang menghiasi perpustakaan. Herman dan Rangga pun di buat takjub. setelah mengagumi perpustakaan tanpa mereka sadari pustakawan tiba tiba menyapa Herman.
"selamat pagi nak, selamat datang. ada perlu apa pagi pagi begini ke perpustakaan??. dan sepertinya aku baru melihat ku kali ini?" kata seorang pustakawan kepada Herman.
"ah! aku disini hanya untuk mencari buku buku tentang seorang world ancestor dengan panggilan Yuki"
" oh, jadi maksud mu buku legenda leonite whitesnow sang penguasa salju putih"
"Leonite whitesnow sang penguasa salju putih??"
"ya!, nama asli Yuki yang sebenarnya adalah Leonite whitesnow. dia mendapat julukan Yuki karena ketika dia sedang berada di kekaisaran jep-hon dia mendapatkan anugrah kekuatan untuk mengendalikan salju dan es."
"waah! pantas saja dia dipanggil begitu"
"nah kalau begitu silahkan membaca. selain itu buku legenda leonite whitesnow sang penguasa salju berada di rak A3, dan jika kamu kebingungan silahkan baca Denah perpustakaan yang ada di sana"
kata sang pustakawan sambil menunjukkan jarinya ke tembok yang terdapat sebuah denah perpustakaan.
Herman pun berjalan ke dekat denah itu lalu berjalan ke tempat buku yang dia cari.
ketika sedang mengambil buku dia bertemu dengan seseorang pria tua berusia 60 tahunan yang sedang mengambil sebuah buku dari rak. setelah mengambil buku dan melihat Herman sekilas pria itu pun bertanya padanya.
"hei nak, apa kamu gak sekolah??"
"eh?, jadi disini ada sekolah?"
"ya jelaslah ada (tersenyum dan mengangguk)"
"oh kukira gak ada"
"wah!, nak kamu gak tau??, apa kamu bukan berasal dari kerajaan ini??, dan dilihat dari tubuh fisikmu yang berkulit putih dan berwarna cerah, seperti nya kamu bukan berasal dari benua ini."
"ya, aku dari kerajaan glaceirasia benua demo-humania."
"ooh begitu. apa kamu seorang bangsawan??"
"tidak"
"ok, baiklah" pria tua tersebut pun meninggalkannya.
<"hufft.. hampir saja. kalau dia cuma tau kalau aku bukan berasal dari kerajaan ini dengan melihat ketidak tahuan ku dan dan logat bahasa ku yang kurang lancar sih biasa. tapi bagaimana bisa pira tua itu tau kalau aku bukan berasal dari benua ini hanya dengan melihat fisik ku?, dia bahkan sampai menanyakan apa aku seorang bangsawan.">
<"hmm.. Herman.">
<"apa??">
<"dia sepertinya merupakan orang yang pintar dan cukup berpengaruh di kerajaan ini.">
setelah mengambil buku Herman pun berjalan ke tempat duduk untuk membaca buku. selain membaca buku legenda Leonite whitesnow. Herman
juga membaca buku buku yang lain yang berhubungan dengan buku tersebut.
...****************...
singkat nya. isi di dalam buku buku tersebut dikatakan.
Leonite whitesnow dulunya merupakan seseorang dari keluarga bangsawan tingkat Earl di kerajaan sealania yang bersekolah di kekaisaran jep-hon.
5 tahun bersekolah, ketika umurnya baru 11 tahun, dia dikeluarkan oleh sekolah karena tuduhan pembunuhan salah seorang bangsawan lokal, dan karena ini juga lah masyarakat kota tempat dia tinggal mengecapnya dengan status buruk serta keluarganya mencabut hak warisnya.
namun tidak lama kemudian ketika dia sedang pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar yang tidak dapat ia beli karena dia sedang kekurangan uang. dia bertemu dengan seseorang berjubah biru muda yang sebenarnya merupakan seseorang yang nantinya disebut kaisar es atau pendiri kerajaan GLACEIRASIA, orang tersebut terlihat sedang melakukan penyamaran karena ketahuan mencuri sepotong roti untuk dia makan.
melihat orang misterius itu Leonite yang saat itu masih kecil pun ketakutan dan berniat menyelamatkan diri. namun sayang sebelum dia sempat pergi, orang tersebut telah menghabiskan roti yang dia makan. dengan sigap pria tersebut langsung merantainya lalu memasukkannya ke dalam karung yang kemudian dia gendong lalu di bawa ke tempat misterius seolah olah Leonite sedang diculik.
tidak lama setelah perjalanan yang menyenangkan terjadi. di sebuah gubuk tua di tengah hutan. orang tersebut mengeluarkan lonite dari karung dan melepaskan rantainya.
beberapa menit setelah itu. berjubah itu pun memaksa Leonite untuk menjadi muridnya.
tentu saja karena Leonite sudah gak punya tujuan hidup lagi dirinya pun menerima nya dan pada akhirnya orang tersebut pun menjadi gurunya.
selang beberapa tahun pun berlalu.
di benua demo-humania gurunya tersebut telah mendirikan sebuah kerajaan. 1 hari setelah orang tersebut diangkat menjadi kaisar es. Leonite disuruh oleh gurunya untuk menjelajahi dunia untuk mendapatkan pengalaman dan anugrah.
belasan tahun kemudian. selama belasan tahun itu akibat petualangannya yang sangat keras dan brutal Leonite telah berubah menjadi orang yang sangat kuat bahkan lebih kuat daripada kebanyakan penyihir agung. ketika Leonite sedang menjelajahi pegunungan besar di kekaisaran jep-hon. Leonite bertemu orang aneh yang seperti pernah dia lihat sebelumnya. orang tersebut pada saat itu mengobrol dengannya sebentar lalu orang itu memberikan semacam kekuatan padanya lalu tiba tiba menghilang. malam itu karena Leonite sudah terlalu lelah dia pun tidur di dalam gua yang tanpa dia sadari terdapat mayat dari raja naga es yang membusuk dan mengeluarkan majiquid dingin yang sangat besar ke mana mana. besoknya karena berhasil bertahan dari majiquid yang sangat banyak tersebut dia tiba-tiba mendapat kemampuan untuk mengontrol salju dan es dengan bebas. kekuatannya tersebut dia gunakan untuk meningkatkan karir nya sebagai petualang. dan pada saat itulah orang orang dari kekaisaran jep-hon memanggilnya dengan nama "Yuki".
...****************...
malam harinya di perpustakaan.
setelah membaca buku tersebut Herman pun mengembalikannya dan lalu bergegas untuk pulang.
namun di perjalanan pulang....
...****************...
BERSAMBUNG.....