
Malam harinya. dikamar Herman.
"ah.., sudah berbulan bulan aku memilikinya, tapi tetap saja, aku tak tau kekuatan apa yang terdapat pada belati ini.." kata Herman yang sedang merenung sambil melihati belati kaisar es ketika sedang berbaring di kasur.
<"ya.. bahkan ketika kita melawan bajak laut dan Kraken membantu para prajurit penjaga kapal, kekuatannya masih saja gak keluar sama sekali.">
"sudahlah aku tidur dulu." Herman pun tertidur tanpa mengembalikan belati kaisar es pada sarungnya.
seketika itu pun udara dingin yang sangat dingin dan sangat banyak keluar dari belati kaisar es yang lalu memasuki tubuh Herman.
...****************...
Di suatu tempat yang hanya terdiri dari warna putih dan kabut kosmik, terdapat Herman seorang yang berada disana.
"ini.. ini dimana?!!." tanya Herman dengan panik dan kebingungan.
"untuk saat ini aku akan memanggil Rangga dulu!" Herman menepuk telapak tangannya dengan kepalan tangan.
"oi!!, raangga!! dimana kamu!!!" Herman sudah berteriak sekencang yang dia bisa namun tidak merasakan adanya suara jawaban. hal ini tentu saja membuatnya sedikit merasa sedih, namun tekadnya tidak membiarkannya menyerah begitu saja. lalu Herman pun mulai teriak lagi.
"heyy!!, apa ada orang disana!!,oi!!, ini dimana!!" meskipun herman telah mengatakan nya lagi namun tetap saja tidak ada jawaban. kesedihan di hati Herman makin menumpuk.
"heyy!!!, apa ada orang!!, ini dimana!!" sambil berjalan jalan herman mengatakannya lagi, namun tetap tidak ada jawaban, sudah berkali kali Herman berteriak seolah memanggil atau menunggu jawaban orang lain namun belum juga ada jawaban. hal ini membuatnya menangis,
ketika dia menangis,terlintas ingatan ingatan tentang masa lalunya.
"(menangis) hu.. akwu rindu ayahanda, aku rindu ibu, aku rindu tewmpat asalku kerajaan GLACEIRASIA, aku merindukan tedd, aku rindu Rangga, dan dimana aku sebenarnya ini!?"
sudah terasa Berjam jam Herman berada disini, namun belum ada orang yang menjawab panggilannya.
...****************...
Di sisi lain, di kamar Herman.
Rangga yang sedang mengawasi Herman yang sedang tertidur, merasa aneh melihat Herman yang sedang tidur dengan tidak tenang.
"ini!?... aku heran, kenapa tiba tiba ada enegi yang sangat dingin keluar dari tubuh Herman ya?"
"seperti nya aku harus segera masuk kedalam alam bawah sadar nya untuk memeriksa"
Rangga pun masuk ke dalam alam bawah sadar Herman.
setelah masuk dan berjalan jalan di dalam mimpi herman, Rangga tiba tiba....
...****************...
Di tempat lain yang tidak jauh dari tempat Rangga berada.
"hei kau kau yang disana! aku telah menunggumu!" kata seseorang pria muda tampan bertubuh tinggi, berambut putih panjang' bermata biru es yang sangat indah, berkuping panjang layaknya elf. memiliki tanduk layaknya iblis dan sayap bagaikan malaikat yang sedang menunjuk ke arah Herman.
"hek!. eh.. orang!? kupikir disini tidak ada orang?," tanya Herman kaget.
<"eh? tunggu makhluk macam apa dia??!, berambut putih yang hanya di miliki sangat sedikit bangsawan berdarah murni kerajaan glaceirasia, memiliki mata biru es yang sangat indah seperti mata ibuku.. eh maksudku mata keluarga ICEseas, memiliki kuping panjang layaknya elf/ hight elf ya?, memili tanduk yang panjang layaknya iblis bangsawan.., dan bagaimana bisa dia memiliki sayap malaikat, pakai ukurannya besar banget lagi, edan edan. dan yang lebih penting kenapa bisa dia lebih tampan dariku!?, padahal kan dia hanya makhluk gak jelas!??"> lanjut herman dalam hati seperti iri dengan ketampanan pria muda tersebut.
"tentu saja ada" orang tersebut membalas kata Herman sambil tersenyum.
"oh ya.. siapa kamu dan lagi kenapa kamu memanggil ku!??" lanjut herman yang sedang menghapus air matanya dengan tangan kanannya.
"ya.. panggil saja aku Yuki"
"Yuki??, sepertinya aku pernah baca di buku deh!?, eh tapi siapa?? dan buku yang mana?" Herman kemudian menolehkan kepalanya keatas mengingat ingat orang di buku yang dipanggil Yuki.
"sudahlah hal itu tidak perlu dibahas lebih lanjut, toh aku juga sudah mati"
"mati... eh!, berarti sekarang kamu hanya sebuah nyawa.
"(mengangguk). dan lagi untuk pertanyaan mu tentang tempat apa ini. tempat ini adalah sebuah dimensi yang terdapat didalam pikiranmu"
"Pikiranku!??... mana ada sesuatu yang seperi itu!!!"
"sudahlah. yang paling penting saat ini adalah alasan kenapa aku memanggilmu kesini."
"eh! aku baru ingat hal itu. jadi... ada alasan apa kau memanggilku!??"
" (batuk)ehm! Aku memanggil mu kesini hanya untuk memperingatkan .(mengambil nafas sebentar). berhati hatilah dengan kekuatanmu! terutama kekuatan es mu itu. kekuatan es mu itu terlalu berbahaya! bahkan sampai bisa membekukan seluruh benua"
"eh? apa!?. apa maksudmu aku harus berhati hati dengan kekuatanku terutama kekuatan es ku!. asal Lo tau ya pak tua!! kekuatan es ku itu warisan dari keluargaku!!, (terisak) dan sekarang aku tidak tau bagaimana nasib mereka sekarang!!. dan siapaku juga kau seenaknya memperingatkan ku!!. mau apa sih kau sebenarnya!. pakai seenaknya bilang kekuatan es ku berbahaya lagi!!"
"sudahlah yang jelas kamu adalah keturunan dari kaisar es. ELCool glaceirasia. atau yang dipanggil ELCool, mungkin kamu lebih mengenalnya sebagai Kaisar es atau penguasa es pertama"
"bukannya itu hal yang sudah jelas? aku kan pangeran dari kerajaan glaceirasia, jadi tentu saja aku merupakan keturunan nya?"
mendengar jawaban Herman yuki pun menepuk mukanya dengan telapak tangan kanannya seraya berkata.
"yang jadi masalah bukan hal itu!"
"terus hal apa!?" kata Herman kebingungan.
"haaah... yang jadi masalah adalah... kamu merupakan satu satunya orang yang mewarisi kekuatan nya."
"eh!?, benarkah!?. ngomong-ngomong bagaimana kabarnya saat ini!?.."
"kenapa emang?"
" guruku itu.."
"guru?"
"ah maaf, maksudku leluhur mu itu..."
"leluhurku apaan?"
"saat ini dia sedang ke planet bernama 'bumi'"
"eh bumi?, planet apaan itu?"
"planet yang kurang lebih sama dengan planet ini. hanya saja tidak memilik sihir"
"oh begitu.."
<"eh, tunggu sebentar.. seperti nya planet bumi ini pernah di bahas oleh Rangga deh"> kata Herman dalam hati nya.
"emang leluhurku ke sana atas tujuan apa!?"
"tolong jangan merasa heran apalagi merasa malu"
"mengangguk"
"jadi.. karena ia merasa dirinya sangat keren (cool) dan karena dia merasa bumi tidak keren sama sekali dia pun membekukan seluruh bumi supaya ikut keren (cool) seperti dia"
"kalau itu sih jatuhnya dingin (cool) bukan keren"
"ya. aku tau."
"Ok, sekarang selain memperingatkan ku akan bahaya dari kekuatan es ku, apa kamu memiliki rencana untuk mengatasinya??"
merespon kalimat Herman, Yuki melemparkan 2buah buah
berbentuk tomat berwarna merah tua dan mengeluarkan aroma terbakar serta udara yang panas dari dalamnya.
"ah!, aduh!. panas sekali.. hei yuuki!, buah apa ini??"
"itu hanya sebuah tomat kok. dan yaah, itu akan membantumu mengatasi kekuatan es mu yang berbahaya itu " Yuki tersenyum
"hanya sebuah tomat..." kata Herman yang keheranan ketika keringat dingin tiba-tiba menetes di dahinya sambil memegangi kedua Tomat aneh tersebut.
"tenang saja.. itu hanya sebuah tomat kok. sekarang, silahkan di makan" senyuman Yuki yang sudah tersenyum dari sebelumnya malah semakin lebar dan matanya menjadi semakin terbuka.
"kjeszz" tiba-tiba dari dalam tomat tersebut keluar asap hitam yang sangat panas.
"glekk.., okeh akan ku makan" setelah itu Herman pun duduk bersila dan kemudian menyantap kedua Tomat itu sekaligus. setelah memakannya Herman langsung tertidur dalam posisi duduk.
melihat Herman memakan kedua Tomat tersebut Yuki pun berbalik.
"dasar... padahal aku sama sekali tak menyuruhnya memakan kedua Tomat itu sekaligus."
"yaa.. semoga dia baik baik saja" yuuki pun meninggalkan Herman dan seperti menuju ke suatu tempat.
...****************...
setelah Rangga memasuki alam bawah sadar Herman.
di tempat yang tidak jauh dari tempat Herman tertidur.
Rangga melihat sesosok orang yang berjalan menjauh dari Herman yang sedang tidur dalam posisi duduk bersila.
kemudian orang tersebut tiba-tiba berada di dekat Rangga lalu mengatakan.
"tolong jaga dia untukku"
"hei!, kamu siapa??"
sosok itupun berbalik kepada Rangga lalu mengatakan.
"aku hanyalah seorang WORLD ANCESTOR."
"WORLD ANCESTOR ??" tanya rangga.
mendengar pertanyaan dari Rangga sosok itu hanya menjawabnya dengan senyuman.
setelah memberikan senyuman, sosok itu pun menghilang dari pandangan Rangga bahkan mungkin juga menghilang dari alam bawah sardar Herman.
...****************...
Author note: pemberitahuan untuk para pembaca. nama Keluargayang sebelumnya ICES ku ganti jadi ICEseas.
...****************...
BERSAMBUNG....