
...DI RUANG SINGGASANA...
berdirilah seorang raja di depan kursi singgasana, dan di hadapannya terdapat Herman yang sedang menunggu perkataan nya.
"anakku Herman, apa yang tadi terjadi?, kenapa tadi saat aku mau masuk ke kamarmu aku melihat para kesatria membawa seseorang yang sedang membeku!?, selain itu kulihat mereka juga sepertinya berjalan menuju ke penjara?"
"oh, siall!!, kenapa sih ayah bisa tiba tiba bisa tau!" gumam Herman kesal, sambil menolehkan kepalanya ke kanan dan bermuka masam
" ckckck, pasti ada apa apa lagi nih" bisik para prajurit penjaga di dalam kastil .
"wahai, anakku Herman, ada apa?, cepat jawab pertanyaan ku!" sentak raja yang sudah tidak sabar.
setelah itu Herman pun mulai menunduk.
" sebelum kukatakan tolong maafkan aku dulu ayah!!!"
"oke oke, cepat katakan apa yang baru saja terjadi"
lalu herman pun berdiri tegak dan menceritakan nya
" begini ayah, tadi saat di kamar ketika aku sedang membaca buku"
"buku apa?" raja memutus omongan Herman
" tunggu aku ngomong sebentar boleh yah!??"
" oke lanjutkan "
" jadi saat aku membaca buku, terdapat sebuah pisau yang mengarah padaku"
raja pun memutus nya lagi
" pisau dari mana?"
"ck!, dengarkan aku dulu!!," decak Herman sambil menghentakkan kakinya ke lantai.
" huh!, padahal aku cuma sekedar tanya" gumam raja, namun gumaman itu tetap dapat di dengar semua orang yang ada di ruangan tersebut hingga membuat seluruh ruangan tersebut termasuk penjaga pun berusaha menahan tawa.
"oke akan aku lanjutkan, nah untung saja pisau tersebut tidak mengenai ku, akan tetapi malah mengenai kasur."
"waduuh, malah makin rugi dong" dan sekali lagi raja pun memutus omongan Herman.
"dasar, ayah sialan" kata Herman dalam hati
" oi oi dia itu masih ayahmu loh" tiba tiba tanpa diundang sebuah
makhluk terkutuk sialan bernama Rangga muncul.
"biarin aja" kata Herman dalam hatinya kepada Rangga.
lalu Herman pun melanjut kan untuk menceritakan semua kisah nya mulai dari awal sampai akhir, kecuali saat Herman membekukan pembunuh tersebut Herman mengatakan bahwa ia membekukannya dengan menggunakan batu sihir ber elemen es.
"oh... jadi begitu kejadian nya, kalau begitu pantas aja dia bisa beku begitu" kata raja sambil mengelus janggut nya.
"yaa emang begitulah" jawab Herman sambil menahan tawa karena kebohongan nya.
"oke kalau begitu pertemuan kita kali ini cukup sampai disini saja"
"" baiklah yabg mulia!"" kata seluruh hadirin rapat secara serentak
...****************...
" maaf kan aku kalau sekiranya ini lancang yang mulia, tetapi kenapa anda melaksanakan pertemuan lagi kali ini?? " tanya seorang bangsawan dengan memasang wajah bingung.
"oh tentang itu... , nak di pertemuan ini aku ingin berbicara hal penting denganmu"
Herman kemudian berdiri dari bertekuk lutut.
" apakah itu wahai ayahanda"
"jadi begini" raja terdiam sejenak lalu melanjutkan "sebaiknya sore nanti kamu segera meninggalkan negara ini!" ,mendengar kalimat raja baik Herman maupun semua orang yang hadir di pertemuan itu secara bersamaan kaget. lalu kemudian seorang bangsawan tiba tiba bertanya " yang mulia!, ada apa ini!? , apa yang mulia ingin mengusir pangeran??!"
" iya ayahanda, apakah aku melakukan sebuah kesalahan!?"
ketika mendengar pertanyaan tersebut ratu frostina pun berdiri untuk menjelaskan namun kemudian dihentikan oleh raja.
<"biarkan aku saja yang menjelaskan"> bisik raja kepada istrinya.
" begini, kemarin aku Baru saja mendapatkan informasi dari badan intelijen negara soal pergerakan pasukan dari kekaisaran 'DARKEASTFIRE' yang memasuki wilayah negara ini, diperkirakan pasukan tersebut datang bukan untuk alasan yang baik, jadi aku ingin Herman mengevakuasi diri sebelum Peperangan dimulai"
"yang mulia, mohon maafkan hamba, akan tetapi saya ingin bertanya berapakah jumlah dari pasukan kekaisaran tersebut sampai harus minta pangeran mengevakuasi diri sebelum Peperangan dimulai?!" tanya seorang panglima perang yang sedang berlutut.
"menurut informasi yang diberikan Oleh badan intelijen negara, jumlah nya diprediksi lebih dari 1.000.000. orang" kata raja yang sedang cemas sambil memegang erat pegangan kursi singgasana dengan kedua tangannya.
"" apa!!!, lebih dari 1.000.000 orang!, bagaimana mungkin!?"" respon semua orang yang mengikuti pertemuan.
"oleh karena itulah, aku ingin supaya Herman mengevakuasi diri nya terlebih dahulu, terlebih lagi dia merupakan satu satunya penerus bangsa dan kerajaan ini"
kata raja ke para para bawahannya "raja benar, kita tidak dapat menahan pasukan kekaisaran sebayak itu hanya dengan 50.000 orang pasukan kita, itu bedanya sudah 20× lipat, sudah hampir mustahil untuk memenangkan peperangan seperti itu!, wajar saja jika yang mulia ingin mengevakusi Herman sebelum Peperangan dimulai." ucap panglima kerajaan.
"meskiipun begitu... bagaimana caranya kekaisaran DARKEASTFIRE yang usianya lebih muda dari kerajaan kita memiliki pasukan sebanyak itu???" tanya Mentri luar negri karena penasaran, wajar saja Mentri luar negeri menanyakan hal itu karena secara logika tidak mungkin sebuah negara baru seperti kekaisaran DARKEASTFIRE memiliki pasukan sebanyak itu ,mendengar pertanyaan dari Mentri luar negeri bahkan raja pun bingung mau menjawab apa.
"anuu, bolehkah saya menjawabnya??" tanya Herman sambil mengangkat tangan kanannya ke atas.
"tentu saja silahkan" kata raja, para peserta pertemuan pun mengangguk sebagai tanda mensetujui.
" maafkan aku... , tapi mungkin saja ada negara lain yang memberikan bantuan kepada kekaisaran DARKEASTFIRE, dan mungkin saja kekaisaran DEMONBLOOD juga terlibat dalam hal ini" ucap Herman kepada ayahnya yang merupakan seorang raja dan juga para hadirin pertemuan.
" ya itu mungkin saja terjadi.... ,panglima!! segera siapkan pasukan sebanyak mungkin dan jangan lupa untuk merekrut tentara bayaran sebanyak mungkin serta meminta bala bantuan kepada negara sahabat"
"siap yang mulia!!" jawab panglima sambil bergegas berdiri lalu meninggalkan ruang pertemuan.
<"hei Rangga aku tak mengira perkiraan mu akan diterima oleh ayahanda ">, jawab Rangga dengan nada sombong.
" anakku Herman, aku sarankan saat ini pergi ke negara sealania yang ada di benua lain"
" eh, tapi kenapa negara sealania??, di bandingkan negara sekutu kita yang lain negara itu hanyalah negara berkembang yang termasuk memiliki kekuatan tingkat pendapatan pekerja yang paling sedikit?"
" oh ternyata kamu tahu juga tentang hal itu, aku menyarankan mu ke sana bukan cuma karena negara tersebut adalah negara sekutu kita, tapi negara tersebut juga memiliki sumber daya alam dan manusia yang sangat banyak serta negara tersebut merupakan negara berdaulat yang netral,damai, dan memiliki sekutu kuat yang jumlahnya bahkan melebihi jumlah negara kuat yang bersekutu dengan kita, selain itu disana kamu dapat mempelajari budaya dan teknologi di negara tersebut yang belum pernah dimiliki oleh negara lainnya"
"baiklah kalau begitu nanti sore saya akan segera berangkat menuju kesana" jawab Herman sambil seperti memikirkan sesuatu.
kemudian secara tiba tiba raja melemparkan sebuah belati kepada Herman. <" nak itu adalah belati kaisar es, pusaka rahasia yang selalu menjadi warisan kerajaan ini, harap menjaganya dengan baik"> kata raja sambil menggunakan teknik telepati langsung menuju ke Herman .
<"baiklah ayahanda saya akan menjaganya dengan sebaik baiknya"> jawab Herman kepada ayahnya dengan menggunakan telepati juga.
"baiklah ayah saya akan segera membereskan barang barang, dan kemudian mulai berangkat menuju kerajaan sealania" mendengar itu raja pun mengangguk sebagai jawaban yang kemudian Herman pun mulai berbalik untuk keluar dari ruang pertemuan.. "haaaah..., semuanya menjadi semakin rumit" keluh raja yang sedang sakit kepala sambil memegangi kepalanya.
...****************...
BERSAMBUNG....