DAIZEKAI: THE STORY FROM VELUDERAN WORLD

DAIZEKAI: THE STORY FROM VELUDERAN WORLD
CHAPTER 06: KOTA PELABUHAN DAN PERKEMBANGAN PERANG.



SIANG HARI DI KOTA PELABUHAN:


"yang mulia pangeran, ayo bangun kapal sebentar lagi akan berlabuh." alwes membangunkan Herman yang sedang tidur. "hoooaam nanti saja yah alwes"


<" hei Herman cepat bangunlah!. "> tiba tiba Rangga menyentak Herman <" bangunlah secepatnya sialan!!!">


"oaaghh HeeeenNggg, oke oke aku bangun" kata Herman sambil meregangkan tubuhnya yang kemudian segera meninggalkan kasur, lalu mengambil perlengkapan mandi dan pakaian ganti, sebelum pergi ke kamar mandi.


10 menit kemudian.


"nah pangeran. berhubung kita berdua sudah mandi, mari kita pergi ke kantin penginapan untuk makan siang sebelum bergegas masuk kedalam kapal."."baiklah alwes kamu yang memimpin jalannya"


<" hei Herman, berhati hati lah... mungkin itu hanya sekedar jebakan, dan mungkin saja makanan atau minuman yang disiapkan untuk mu mengandung racun">


<"iya ya aku mengerti, sudahlah jangan terlalu curiga an">


Sesampainya dikantin mereka berdua memesan makanan kemudian saling berbicara.


"oh iya!, hei alwes mengapa aku tidak pernah melihatmu menggunakan sihir??"


"yang mulia pangeran bukannya aku sudah 1× menggunakan sihir di depanmu??"


"ooh, yang ketika kamu melawanku itu?" alwes mengangguk.


"tapi.. entah mengapa aku merasa kalau yang kamu gunakan saat itu bukanlah sihir, jadi.. apa yang kamu gunakan untuk melawanku sebenarnya?"


"ooh tentang itu..." alwes terdiam mukanya seperti menunjukkan ekspresi sedih.


"sebelum menjawab pertanyaan yang mulia pangeran, aku punya sesuatu untuk dikatakan. yang mulia pangeran, sejak dulu aku merupakan salah satu dari sedikit orang yang tidak bisa menggunakan sihir"


"apa!?, bagaimana bisa ada orang yang tidak bisa menggunakan sihir?, terus kenapa apa benar dulu kamu bisa mengalahkan iblis kelabang?!"


"memang benar pangeran, di dunia ini di mana sihir hampir merupakan segalanya, namun tetap ada orang yang tidak bisa melakukan sihir, saya sebagai contohnya, dan juga memang dulu saya pernah mengalahkan iblis kelabang"


"terus bagaimana kamu bisa mengalahkannya?? dan aku akan menanyakan nya sekali lagi apa yang kamu gunakan ketika melawan aku??!"


"tidak yang mulia pangeran, serangan yang ku gunakan ketika melawan yang mulia itu bukanlah sihir melain kan 'QI' aku juga mengalahkan iblis kelabang juga dengan menggunakan 'QI' "


" 'QI' bukannya 'QI' itu hanya sekedar mitos, dan cerita rakyat??".


"namun kenyataannya pangeran, 'QI' itu memang benar-benar ada dan bisa dipelajari"


mendengar itu Herman pun terkejut dan langsung berdiri.


"apa!!, kalau benar begitu tolong ajari aku tentang..."


'tengg... tenngg.. tenngg...'


ketika herman berdiri tiba tiba lonceng pelabuhan berbunyi menandakan kapal telah berlabuh.


"ah! sialan, baru saja mau minta ajari tentang 'QI' lagian makan ku juga belum habis!" kata Herman yang lalu menoleh ke makanan nya.


"ayo pangeran segera habiskan minumanmu!, tidak ada waktu lagi untuk mengobrol dan menghabiskan makanan!, kita harus masuk ke dalam kapal sebelum terlambat!!" kata alwes yang sedang terburu buru mengambil minumannya lalu dengan terburu buru langsung segera meminumnya.


"ah, ba..baik " Herman pun langsung meminum semua minumannya.


"paak! uangnya sudah ada di meja!!" kata alwes kepada pelayan kantin penginapan.


pelayan tersebut pun melihat uang yang dimaksud.


"eh.. pak! tunggu! uangnya kelebihan 1 koin emas!!!"


tapi begitu dia mengatakannya Herman dan alwes telah menghilang dari pandangan.


...****************...


Di ibukota kerajaan GLACEIRASIA, kamar raja.


" ck!, dasar kekaisaran sialan !!!, kenapa mereka tiba-tiba malah menyerang negara ini !??,bukannya negara mereka lebih luas dan lebih kaya!?, aku khawatir cepat atau lambat mereka akan menaklukkan kerajaan kita" tanya raja gondras ke dirinya sendiri yang kesal karena pasukan aliansi dari kekaisaran sudah banyak menaklukkan kota kota milik kerajaan.


disisi lain ratu frostina juga khawatir namun mengkhawatirkan hal yang berbeda. "duhh, apa Herman sudah sampai dengan selamat di kota pelabuhan ya.. "


mengetahui istrinya sedang khawatir Raja gondras kemudian merangkul istrinya dan menenangkan istrinya.


"sudahlah, sayangku... Herman pasti akan selamat selain itu ada alwes yang menjaganya."


"iyaa... benar juga" ratu telah kembali tenang.


setelah menenangkan hati istrinya raja gondras pun keluar dari kamar.


Diruang pertemuan.


"aku mengundang kalian semua kesini untuk membahas rencana untuk melindungi kerajaan kita dari serangan pasukan kekaisaran."


mendengar kalimat pembuka dari raja salah seorang bangsawan tingkat Duke membungkuk lalu bertanya "anu ... maaf yang mulia raja tapi tunggu sebentar. apa kita benar benar bisa bertahan dari serangan pasukan kekaisaran??"


"tentu saja bisa. butler!! bawakan peta benua dan panggilkan panglima perang segera!" raja menepuk tangan nya.


setelah raja menyatakan kalau kerajaan nya bisa bertahan dari serangan kekaisaran para bangsawan kembali mendapatkan secercah harapan.


kemudian panglima perang pun datang, panglima perang berdiri tepat di depan raja.


"tentu saja bisa!, untuk itu dirinya yang akan berbicara."


raja kemudian menunjuk ke sosok misterius berjubah putih di sampingnya. "perkenalkan, nama saya adalah dalves saya adalah pelayan setia dari dewa cahaya saya kesini untuk membantu kalian semua .memenangkan perang atas bimbingan dari dewa."


intinya sosok tersebut mengatakan bahwa satu satunya harapan untuk dapat memenangkan peperangan bertahan yang tidak seimbang ini adalah dengan menggunakan semua pusaka sihir yang tersimpan di dalam gudang pusaka kerajaan. awalnya memang raja dan para bangsawan sendiri tidak setuju dikarenakan pusaka pusaka tersebut sangatlah berbahaya, namun pada akhirnya setuju karena sudah sangat terdesak oleh musuh.


"dan untuk itu sebelum musuh mencapai ibukota, kita harus secepatnya mengevakuasi warga sipil ke negara negara sekutu!. keamanan warga sipil harus diutamakan!".


"benar katanya, selagi warga sipil di evakuasi. kita akan tetap bertahan untuk melindungi negara kita!, kalian semua siap untuk bertempur denganku membela negara ini?!!"


"siap!! yang mulia!!"


setelah rapat berakhir raja memerintahkan panglima perang untuk secepat mungkin mengeluarkan dan menyiapkan semua pusaka yang terdapat di gudang pusaka kerajaan untuk membantu pasukan kerajaan memenangkan peperangan yang sedang berlangsung. selain itu raja juga memerintahkan para bangsawan untuk mengevakuasi warga sipil.


...****************...


Di kota pelabuhan.


"waaah alwes, besar sekali kapal kapal nya, ini bahkan lebih besar daripada yang ku baca di buku."


"ehe he hey, tentu saja yang mulia pangeran!, ini adalah kota pelabuhan kota peradangan dan tempat transportasi laut terbesar se kerajaan."


"bukannya tempat transportasi laut terbesar se kerajaan cuma karena kota ini saja di kerajaan yang punya pelabuhan??!".


"eh!, benar juga, hehehehe".


Herman dan alwes pun menaiki kapal. di dalam kapal terdapat banyak sekali orang yang berlalu lalang.


sembari menunggu pegawai kapal untuk menagih biaya menumpangi kapal, alwes dan Herman pun duduk di kursi kapal setelah meletakkan barang bawaan.


tiba tiba ada orang tak dikenal berjubah hitam yang duduk disebelah Herman. orang tersebut terlihat lebih muda dari alwes, dan membawa seorang anak perempuan yang berumur sekitar 9 tahunan duduk di samping orang tak tersebut.


memulai pembicaraan Herman bertanya kepada orang tersebut.


"permisi... kakak siapa ya??, ini kan tempat duduk ku dengan alwes?, kok kakak bisa bisanya duduk disini?, "


Herman kemudian menoleh ke anak perempuan di sebelahnya pria tersebut. "selain itu apa dia anak/adik nya kakak??"


"itu bukan urusanmu bocah!" sentak orang tersebut. anak perempuan di sebelah orang tersebut pun juga ikut kaget.


<"kasar banget ya ni orang..."> gumam Herman geram sambil menahan kepalan tangan nya.


" oh ya nak, kalau kamu dan rekanmu itu mau menuju ke sealania maka berhati hatilah, disana saat ini sedang ada kekacauan antar ras"


<"aaah.. ternyata dia tidak se kasar yang kukira"> "okelah kalau begitu aku akan berhati hati" ucap Herman sambil tersenyum.


30 menit setelahnya pegawai kapal pun telah datang untuk menagih biaya. meski Herman dan alwes membayar, namun orang berjubah hitam tersebut ternyata tak mampu membayar biaya menumpang di kapal dengan harga 4 koin perak.


melihat orang lain yang sedang kesusahan Herman pun tak tega dan mulai membayarkan orang tersebut sejumlah uang. " nak berterimakasih lah kali ini aku berutang 4 koin perak padamu" kata orang tersebut sambil menepuk pundak Herman.


<"eh tunggu sebentar kenapa kok harus aku yang berterimakasih?"> pikir Herman.


<"nak mungkin ini tidak sopan tapi ... jangan terlalu mempercayai rekanmu itu.. dia tampak mencurigakan, "> bisik orang tak dikenal tersebut kepada Herman.


<"hmm.. dia berkata begitu.. , bahkan Rangga pun mengatakan hal hal yang sama, apa alwes memang se mencurigakan itu??"> pikir Herman.


tanpa disadari Herman atau pun orang asing tersebut, alwes menyadari pembicaraan mereka berdua. setelah itu alwes pun kemudian merespon.


"maaf yang mulia pangeran, tapi... bukannya dia yang malah lebih mencurigakan ya? ,selain itu bukankah tindakan pangeran tadi itu termasuk tindakan yang boros?, dan bukan hanya itu saja bukannya 30 menit yang lalu orang tersebut bersikap kasar pada pangeran?" bisik alwes secara pelan ke Herman. "hah alwes kamu menyadari apa yang dikatakannya??, sudahlah alwes itu bukan masalah besar kok.".jawab Herman yang juga dengan berbisik.


<" yang mulia ???, berarti dia Herman von glaceirasia , yang merupakan pangeran mahkota dari kerajaan ini??"> gumam si orang tak dikenal. setelah mendengar percakapan mereka berdua orang tak dikenal itu pun mengenalkan dirinya kepada Herman.


"yang mulia pangeran mohon izinkan saya perkenalkan diri saya"


"tentu saja silahkan" Herman menjawabnya dengan tersenyum, ketika herman sadar kalau dirinya di panggil 'yang mulia pangeran' oleh orang tak dikenal itu dia pun langsung kaget dan mengatakan.


"ehh, yang mulia pangeran??, apa maksudmu??"


"jangan berbohong nak, ah.. maaf yang ku maksud mulia pangeran.",


"tungguuu.. tunggu sebentar!!, bagaimana kau bisa tau kalau aku adalah pangeran??!" tanya Herman sambil menyembunyikan wajah paniknya.


"ooh, kalau itu nanti saja," orang tak dikenal itupun langsung berdiri sambil sedikit membungkuk dan mulai memperkenalkan dirinya "sekarang saya akan memperkenalkan diri saya yang mulia pangeran.nama saya adalah giades, anda bisa memanggilku gias, dan ini adalah murid perempuan ku nona Carolina Kareen. aku adalah guru pribadi dari nona Carolina Kareen, dan kami berasal dari kerajaan sealania, kami sekarang mau kembali pulang ke sealania dari liburan kami di kerajaan ini"


"ooh, jadi kamu seorang guru ya!"


"ya begitulah, dan yang mulia kalau yang mulia membutuhkan bantuan silahkan hubungi aku" gias kemudian menyerahkan sebuah amplop berisi alamat tempat tinggalnya dan tempat dia bekerja"


"ooh oke" jawab Herman sambil mengambil amplop tersebut.


kapal yang dinaiki Herman pun berlayar dengan kencang menuju ke kerajaan sealania. selama perjalanan tidak ada gangguan yang benar benar bahaya yang datang. dan hanya ada bajak laut ataupun Kraken yang seenaknya nyerang kapal gitu aja, namun semua itu pada akhirnya dapat dilibas habis oleh para prajurit penjaga kapal. perjalanan dari kerajaan GLACEIRASIA sampai ke kerajaan sealania membutuhkan waktu kurang lebih 4 bulan.


...****************...


4 bulan kemudian sampailah kapal tersebut ke kerajaan sealania.


...****************...


BERSAMBUNG.