
hari festival sekolah pun tiba, semua tampak berjalan biasa-biasa saja dan normal tidak ada murid yang membicarakan kejadian kemarin. ya tidak ada sama sekali murid yang membicarakan tentang kematian Sindy dan kawan-kawan nya di sekolah. di festival tersebut banyak sekali kegiatan mulai dari mempromosikan kelompok sekolah, berkarya melalui kerajinan tangan, dan tentu saja ada aksi anak band dari sekolah tersebut.
sementara itu Denis hanya duduk di depan ruangan kelompok peneliti film. ya dari semua anggota kelompok film hanya Denis dan Susan saja yang selamat atau masih hidup, akhirnya mereka harus mencari anggota baru untuk menambah personil kelompok mereka.
"heh, sekolah ini punya kelompok film ya." kata salah satu murid
"hey, kau anggotanya kan?"
"film seperti apa yang mau kalian tunjukkan?" tanya murid 2
"...film"
"oi...kau resepsionis nya kan? mau mempermainkan kami?" bentak murid 1
"ti...tidak"
Denis gugup menjawab pertanyaan orang tersebut dengan muka yang sangat panik.
"lalu apa? kau mengabaikan kami!"
lalu muncul Susan yang mengenakan pakaian renang yang ditutupi dengan apron layaknya seorang pelayan ala-ala Jepang.
"aku akan menjelaskannya pada kalian" Susan yang tersenyum kepada mereka berdua
"dahulu kala, di suatu tempat yang jauh, ada seorang wanita yang disebut sutradara yang menyukai hal-hal jadul. sang sutradara sangatlah cantik hingga membuat para laki-laki jatuh hati padanya, tetapi ia menyembunyikan sesuatu rahasia. dia hanya mencintai wanita... ada satu orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan si sutradara, yaitu si pengikutnya pembuat. tapi mendapat penentangan dari masyarakat... pada akhirnya 2 orang itu membunuh siapa saja yang menentang mereka. dan mereka hidup bahagia di mimpi mereka sendiri...."
"begitulah ceritanya..."
"dua wanita itu menyukai drama mereka dan berakhir dengan hidup di drama mereka sendiri ratu pecinta barang antik"
jelas Susan
"judulnya bagus..." kata murid 1
"kedengarannya menarik, aku pengen nonton" kata murid 2
"ah, soal itu maaf... filmnya tidak jadi diputar"
Susan yang tersenyum
"eh kenapa?" kata murid 2
"karena si aktris mati sungguhan, saat pembuatan filmnya. itulah sebabnya dan jadi filmnya diarsipkan. tidak pernah dilihat lagi..."
Susan yang menjelaskan dengan senyum yang menyeramkan.
"e...eh, apa iya?" kata murid 2
"i..itu ngeri"
mereka berdua pun pergi meninggalkan Susan dan Denis berdua di depan ruangan kelompok film, Susan pun melambaikan tangan ke mereka
"oi... itu cewek mengerikan banget.." bisik murid 2
"ah..." kata murid 1
setelah mereka berdua pergi jauh, Denis tiba-tiba berdiri dengan tangan dan badan yang gemetar.
"sudah hentikan.... hentikan itu dan jelaskan padaku"
"situasi... situasi yang mana?"
Susan hanya tersenyum kecil
BRAAAAAAKKK....!!!
"SEMUA... POKOKNYA SEMUANYA!" Denis menggebrak meja
"kenapa semua yang terjadi kemarin, seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak ada yang membicarakan sama sekali" tanya Denis
"para polisi muncul sebelum orang-orang tiba, tapi semua dibersihkan dan bukti menghilang...! ditambah inside ini, apa tadi yang baru saja kau bilang si pembuat itu adalah aku, dan sutradara membunuh anggotanya karena mencintai wanita lain, lalu mati di dunianya sendiri bersama penata rias Miko!? kenapa kau ini mengubah sesuatu menjadi ambigu... ditambah semua ini aneh, menurutmu berapa banyak orang yang mati kemarin? meski begitu, media massa tidak datang ke sekolah kita sama sekali. dan festival sekolah berjalan normal, bagaimana aku bisa menerima semua ini?"
Denis yang tampak sudah kesal dengan semua permainan yang dibuat oleh Susan.
"kau benar, ini semua aneh, semuanya di sekolah. Mungkin karena sebagian orang-orang disini bergabung D-Tube."
mendengar perkataan Susan Denis pun terkejut.
"apa...apa benar begitu... aku tidak mengerti, kau ngomong apa sih?"
Denis yang mulai mencari tau jawabannya melalui Susan sendiri.
"hehe... kau bilang gitu, tapi kau sendiri sudah terlibat ke sisi ini, kau tahu"
"aku tahu kehidupan sehari-hari ku sudah hancur, itu yang aku tahu... tapi, itulah kenapa... tolong jelaskan padaku, apa itu D-Tube? aku tidak mengerti dengan apa yang ketua jelaskan padaku"
"Hm... ada hal yang lebih baik tidak kau tau, tapi jika kau benar-benar ingin tau ini..."
Susan yang mendekati Denis sambil tangannya menyentuh dada Denis lalu menarik dasinya dan mendekatkan wajah Denis, lalu Susan berkata
"malam ini datanglah ke rumahku sendirian, aku akan ceritakan semua padamu, kalau kau melakukannya"
dengan nada menggoda.
"baiklah" singkat Denis
...
"eh, Kaka mau keluar jam segini?" tanya Amanda,
"ah, kalau ingin pergi ke toko belikan aku es krim." pinta Amanda
"aku mungkin gak pulang malam ini..."
Amanda pun menghampiri Denis yang sedang mengenakan sepatu.
"bukan...ada kemungkinan aku tidak akan pernah pulang... mungkin" ucap Denis seperti orang yang putus asa.
"eh?" Amanda yang bingung
"b-bukan...bukan apa-apa, maaf aku mungkin tidak akan kembali membawa es krim"
"aku akan kembali secepatnya... tolong beri tahu ayah ya?" pinta Denis.
"i-iya..." Amanda bingung melihat ekspresi kakanya
"nah...aku pergi"
Denis pun pergi meninggalkan rumahnya untuk bertemu dengan Susan dirumahnya, disini lah Susan akan memberitahu semuanya tentang apa yang sudah terjadi selama ini.
Denis memencet bel rumah Susan dengan gemetar.
Ting...tong...
pintu terbuka dan...
poooff....
Denis disambut Susan dengan sebuah konfeti.
"selamat, Denis" Susan yang bahagia.
dia mengenakan baju saja sementara bawahnya hanya dalam saja tidak ada celana atau apapun. hanya benar-benar dalaman, Denis pun terkejut dengan sambutan yang dibuat oleh Susan.
"s-selamat? untuk apa..." tanya Denis.
"d-tube tentunya" sambil tersenyum
Susan menarik tangan Denis.
"sini...sini... masuklah aku punya sesuatu yang bagus untuk mu..." Susan yang penuh semangat
lalu Susan pun mendudukan Denis depan komputernya.
"liat, ini dia"
Susan pun menunjukkan sebuah rekaman videonya saat insiden dengan kelompok film, dan ternyata video mereka banyak yang menyukainya bahkan banyak penonton yang memuji Denis karena mengambil gambar yang bagus.
dan tidak sedikit penonton yang juga membenci Ketua kelompok film. bahkan ada yang mengutuk ketua, tapi terlepas dari itu semua Susan dan Denis berhasil serta sukses besar dalam video tersebut yang dan tidak salah sampai membuat video mereka tranding nomer satu di situs tersebut.
"lihat, semua pujian ini hasil kerja keras kita." Susan disamping Denis
"apa ini?" Denis yang masih bingung
"apa... seperti yang aku bilang, ini adalah D-Tube, kau tahu." kata Susan
lalu Susan pun mengambil mouse dan menggerakkan mouse tersebut
"sebentar aku akan putar video untuk pemula" kata Susan
click...click...
"selamat datang di D-Tube! aku adalah maskot resmi D-Tube. deadman! sekarang akan aku jelaskan peraturan D-Tube untuk kalian dengan pelan-pelan. D-Tube adalah buat video, pasang video, dan semua orang bisa menikmati kesenengan. itu saja, bukankah sederhana! ditambah kalau kau menjadi video nomor satu ada hadiah spesial"
"top view... orang juara pertama...200 juta rupiah!?" kata Denis
"hebat bukan?" puji Susan
"begitu ya, jadi 100juta yang waktu itu..." dalam hati Denis
"tetapi kebalikan dari hadiah ada juga namanya hukuman kalau pasang video yang membosankan... jadi seluruh bagian penting video terlihat buruk... semua personil yang terlibat pembuat video bertanggung jawab atas biaya dan kejahatan, menerima ini sebagai tanggungan mereka." kata maskot deadman
"Biaya dan Kejahatan..." Denis yang terkejut
lalu deadman pun memberikan rincian biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan sebuah video. jika video tersebut jelek dan si user gagal.
"misalkan biaya yang terlibat untuk pembuatan video ini totalnya adalah 75juta 650ribu rupiah... dan Kejahatannya adalah... 3 hitungan untuk memasuki properti pribadi, 4 hitungan untuk tidak pelecehan seksual publik, 2 hitungan untuk penganiayaan, 1 hitungan untuk percobaan pembunuhan, 7 hitungan untuk pembunuhan, dan sebagainya..."
"i...ini!" Denis yang mengingat kejadian di sekolah
"baru-baru ini, karena mati pada saat proses pembuatan video hukuman diberikan kepada ketua kelompok film yang tidak memasang video dengan 0 view. nah, ada hukum yang mencegah gugatan atau kepastian hukum bagi tersangka yang mati, tapi hutang tetap ditanggung keluarganya."
"jadi sekarang kau mengerti kan, Denis? D-Tube adalah tempat dimana kau bisa mendapatkan tumpukan uang dengan mengumpulkan view... dan jika kau tidak bisa mengumpulkannya maka hidupmu akan berakhir, ini semacam game, kau tahu. jadi kita harus menggunakan kejahatan sebisa mungkin untuk mendapatkan kemenangan dan view yang terkumpul. hukum dan moral bukanlah masalah, cukup buat video yang menarik penglihatan orang, konsekuensi yang besar bukan apa-apa kalau kau menang." Susan yang menjelaskan ke Denis
untuk sesaat Denis terdiam karena memikirkan sesuatu, karena bagi Denis jika dia ikut kedalam permainan ini tidak Denis sudah terlanjur terjun kedalam permainan ini. tapi yang batin Denis rasakan bukan karena masalah tersebut tetapi yang jadi masalah bagi Denis adalah kenapa Susan mengajak Denis.
"sekarang aku mengerti aturannya... dan sekarang kenapa D-Tube ada... aku mengerti kalau D-Tube adalah sesuatu yang besar, mereka bisa memindahkan uang yang begitu besar. menghentikan polisi dan mencampuri media massa, tapi aku tidak mengerti satu hal." kata Denis
"apa itu?" Susan yang bingung
"kenapa kau menyeret ku dalam ini? aku bahkan tidak tahu kalau tujuanmu adalah benar-benar uang atau kau cuma orang mesum sinting. bagaimanapun aku tidak mengerti kenapa kau menyeret ku dalam ini? kau bisa melakukannya sendiri, begitu aja gak jadi masalah!"
Denis yang kesal dengan Susan, saat Denis sedang kesal tersebut Susan pun memeluk Denis dari belakang seraya berkata
"itu karena Denis adalah satu-satunya orang memvideokan aku dengan indah. menurutku ada sesuatu yang dibutuhkan dalam game ini untuk menang. dan itu adalah... cameraman yang handal." kata Susan
"orang yang tidak akan memalingkan wajahnya, tidak peduli betapa kejam apa yang ada dihadapannya...bukan bukan hanya terus membuka matanya" Susan yang memegang pipi Denis
"lebih dari itu orang yang memvideokan ini semua dengan indah adalah kau, kau lihat bukan? jumlah komentar yang memujimu" Susan yang bahagia
"meski kau seharusnya sudah menyadarinya dari sekarang, saat membuat video seperti itu... kau begitu semangat.. dan punya mu mengeras saat-saat momen terakhir ketua, kan?" tangan Susan yang meraba-raba punya Denis
"akui saja kau itu orang mesum" bisik Susan
"ditambah, semakin cepat kau berpartisipasi, maka semakin bagus." kata Susan
"ke... kenapa?" tanya Denis
"untuk menjelaskan itu... lihat saja video ini... ingat baik-baik wajah ini..." kata Susan
click... click...
"siapa..."
"target kita selanjutnya...hnn... kurasa korban" kata Susan
lalu terlihat sebuah foto wanita yang sangat cantik memakai kacamata, nama perempuan yang tertera di foto tersebut adalah Permata Andini
"korban?" Denis yang bingung
"hey, Denis kalau seseorang tidak berpartisipasi di D-Tube maka akan difilmkan sepihak oleh orang lain... menurutmu apa yang akan terjadi?" Susan yang ceria
"apa yang terjadi... kau bilang?"
"dalam satu minggu kau seharusnya memahami ini semua. berikutnya D-Tube dimulai..." kata Susan
...
seminggu kemudian. Denis pun sekolah seperti namun, saat pelajaran akan dimulai guru yang biasa mengajar dikelas Denis sedang menukar shift mengajar sehingga digantikan oleh guru lain, lalu masuklah seorang guru wanita yang sangat cantik.
"namaku adalah Permata Andini, kalian semua bisa memanggil ku dengan nama Andin. aku akan menjadi wali kelas untuk kelas ini sekarang dan seterusnya." kata Bu Andin
sementara murid-murid yang lain mengeluarkan hp kameranya dan menyalakan video di hp, dan murid pun memvideokan secara diam-diam. mangsa berikutnya adalah seorang guru yang sangat cantik.
Bersambung...