
"waaaahh....!!!" Denis pun terbangun karena kaget bermimpi buruk.
teman kelompoknya pun melihat dengan heran, kenapa Denis tidur saat ketua kelompok sedang menjelaskan tujuan dibuatnya kelompok meneliti film.
"maaf semuanya aku ketiduran tadi, Beberapa hari ini aku sudah untuk tidur tepat waktu" sambil memperbaiki posisi duduknya
sang ketua pun datang menghampiri Denis dengan wajah tersenyum
"kamu susah tidur ya?" tanya ketua
"jika kamu punya masalah gak usah sungkan untuk bercerita" jelas ketua lagi
"ketua..."
berdirilah seorang wanita yang menjadi ketua dari kelompok tersebut dia adalah Sindy Artemis, biasa di sapa sindy atau ketua oleh anggota kelompok.
"bagaimanapun kamu itu adalah videografer yang sangat penting untuk kelompok kita" jelas Sindy
lalu tiba-tiba saat ketua sedang memberi nasehat kepada Denis, seorang siswi murid yang baru bergabung mengangkat tangan dan berkata
"akan lebih bagus jika kita semua bekerja sama" Dengan suara menahan malu dan tidak percaya diri
anggota yang lain pun kaget mendengar perkataan Anggota baru tersebut, karena baru kali ini ada anggota baru yang berani memotong pembicaraan ketua. sang ketua pun hanya membalas
"jawaban yang bagus Hanna, anggota yang lain tolong di perhatikan"
anggota baru tadi bernama Hanna Montana, dia berasal dari keluarga yang cukup memiliki nama di daerah Denis sekolah. dan Hanna adalah orang yang pemalu, itu karena iya tidak percaya diri dengan tubuhnya yang memiliki payudara yang besar tapi punya tubuh yang kecil dibawah rata-rata teman sekelasnya.
"baiklah untuk hari ini mungkin sampai sini dulu" kata ketua
lalu ada salah satu anggota yang memotong pembicaraan ketua
"loh? tumben, bukan kah ini terlalu cepat dari jam-nya?" kata seorang anggota
"iya, itu karena kita diberitahu oleh guru untuk berhati-hati bahwa sekolah kita terdapat sebuah insiden..." jelas ketua
mendengar perkataan ketua, Denis pun terkejut bukan main
"insiden? jangan bilang ini yang kemarin di perbuat" dalam hati Denis
"jadi semuanya diminta untuk meninggalkan sekolah lebih awal dari biasanya demi keselamatan bersama" kata ketua
para anggota pun mengeluh atas kejadian tersebut, karena bagi mereka kelompok ini adalah alasan bagi mereka untuk bisa pulang ke rumah telat dari biasanya dan dengan kelompok juga mereka bisa mendapatkan uang jajan lebih dengan alasan untuk kelompok, di sisi lain Denis pun merasakan bahwa dirinya sudah tidak nyaman apalagi setelah tau bahwa pihak sekolah sudah mengetahui kejadian yang kemarin.
saat sedang ketakutan itupun Denis di hampiri oleh Hanna si anggota baru di kelompok sekolahnya tersebut, Hanna pun berkata pada Denis
"Denis?" kata Hanna
"eh? Hanna? ada apa?" tanya Denis
"Denis kamu baik-baik saja kan?" tanya Hanna
"emang kenapa?" tanya balik Denis
"barusan aku liat kamu kaget, dan tegang saat ketua cerita di sekolah kita ada insiden" dengan nada malu-malu
"eh?" Denis terkejut dengan perkataan Hanna
disini Denis mulai tidak bisa membohongi dirinya, Denis tidak bisa berbohong dengan dirinya bahwa ada orang yang mulai curiga kepadanya. dengan sedikit ketakutan Denis berusaha untuk melawan rasa gugup tersebut
"soalnya sejak kenal Susan, kamu jadi berbeda" kata Hanna
"soal itu iya mungkin kamu ada benernya juga" jawab Denis dengan gugup
"kenal dengan nama Gerald dari kelas B gak?" tanya Hanna
"soalnya itu?" Denis yang teringat dengan wajah memelas Gerald untuk minta tolong tapi tidak Denis tanggapi dengan baik
"aku yakin dia adalah korbannya, karena aku gak pernah liat lagi di sekolah ataupun di sekitar rumahnya" Hanna yang mencoba menjelaskan
"pelaku pembunuhan juga belum ditemukan, apa kamu mengetahui sesuatu?" tanya Hanna
mendengar perkataan Hanna, Denis hanya terdiam membisu sambil mengeluarkan keringat dingin. disini muncul perasaan bersalah Denis karena tidak menolong Gerald, walaupun Denis tau kalau Gerald itu bukan orang yang baik menurut dia.
saat Denis dan Hanna sedang berbicara di lorong sekolah, lalu Denis melihat dari belakang Hanna datanglah Susan
"Selamat siang?" Susan dengan tersenyum lebar menyapa mereka berdua
BDUUMM...!!!
keringat Denis pun mulai mengalir deras saat Susan mulai menyapa mereka berdua, dan mereka berdua pun kaget bukan main saat Susan menyapa mereka. perasaan mereka saat itu seperti berada di dekat pembunuh yang bermain bersama mereka dan tidak tau kapan mereka menjadi korban si pembunuh tersebut.
"Denis ayo ikut aku sebentar" pinta Susan
mendengar perkataan Susan ia pun menuruti dan pergi dalam keadaan tubuh yang penuh dengan keringat di seluruh tubuh seraya berkata kepada Hanna
"maaf ya aku harus pergi" dalam keadaan menahan rasa tidak nyaman
Denis pun pergi, melihat keadaan Denis Hanna merasa bahwa ada rasa keterpaksaan saat Susan memanggil Denis dan Hanna hanya bisa melihat Denis pergi dengan muka seperti menyembunyikan sesuatu.
...
di lain tempat, tepatnya dibelakang sekolah Denis menemui Susan yang sedang bersandar ke dinding sekolah. melihat Denis Susan pun senang dan mengeluarkan sebuah amplop coklat
"apa yang mau kamu berikan padaku?" tanya Denis
"ini bayaran yang aku janjikan ke kamu" sambil tersenyum memberikan amplop tersebut ke Denis
"Ba... bayaran?" terkejut Denis dan mengambil amplop tersebut
dan membuka amplop tersebut, terdapat uang yang sangat banyak dengan nominal 100 juta cash
"ada 100 juta disitu" jelas Susan
melihat jumlah uang yang sangat banyak tersebut pun Denis tidak percaya dan berkata kepada Susan
"ini...ini... uang untuk tutup mulut kan?" tanya Denis rasa ketakutan
mendengar perkataan Denis, Susan pun kaget dan berkata kepada Denis
"hehe... kamu ini ngomong apa sih?" jawab Susan sambil menutup mulutnya untuk tertawa
"memang aku nyuruh kamu untuk tutup mulut tentang apa?" tanya Susan
"sa...saat itu... saat kamu Gerald" jawab Denis dengan gugup
"ah maksudnya yang itu? aku ngerti aku ngerti" kata Susan
"itu sudah selesai tahu, dan mungkin pelakunya sekarang sudah ditangkap" jelas Susan dengan senyuman khasnya
"kalau tidak percaya kamu liat aja berita nanti malam" Susan pun pergi
Denis pun terkejut mendengar penjelasan dari Susan, Denis berpikir bagaimana mungkin pelakunya tertangkap jelas-jelas dia melihat sendiri bahwa Susan adalah orang yang membunuh Gerald dengan sangat sadis.
malam harinya Denis pun mencoba mencari tahu melalui berita yang ada di televisi yang sedang di tonton sang adik yang bernama Amanda
"Kaka masih mau nonton tau" kata Amanda
Denis pun hanya terdiam melihat ke televisinya,
"beberapa hari yang lalu ditemukan pemuda berusia 18 tahun, tewas dengan kondisi yang mengenaskan"
"Kaka koq serius banget? korbannya Kaka kenal kah?" tanya Amanda yang tidak direspon oleh Denis yang masih fokus ke dalam berita
"polisi pun melakukan olah TKP di tempat kejadian guna mencari tau pelaku pembunuhan sadis tersebut"
"dan beberapa jam sebelum melakukan olah TKP, polisi berhasil menangkap pelaku dikediaman nya tanpa perlawanan sedikitpun. ternyata pelaku bernama Edie Sutarman usia 48 tahun"
melihat berita tersebut membuat Denis makin tidak percaya dan terbelalak setelah melihat kejadian, dan Denis pun memiliki perasaan kesel dengan berita tersebut
"kenapa?" keluh Denis sambil menggenggam erat handycam nya
...
selepas istirahat pelajaran Denis menemui Susan yang berada di lorong sekolah sendirian
"Susan..."
Susan menengok dan memberikan senyuman kepada Denis.
"tuh kan aku bilang juga apa" kata Susan sambil tersenyum sumringah
"kenapa...kenapa....?" kata Denis dengan muka tidak percaya dan berkeringat
"aku liat sendiri, kalau pelakunya itu kamu Susan" kata Denis berusaha menguatkan dirinya
"memang benar aku orang yang buat tindakan kriminal tersebut" kata Susan sambil tersenyum
"tapi aku bukan orang yang mendapatkan hukuman..."
"karena aku adalah 'pemenang'." kata Susan
Denis mengeluarkan keringat dingin
"pemenang?" dengan nada gugup
Denis tidak tau apa yang Susan rencanakan, tapi skenario yang Susan buat berhasil membuat seorang Denis masuk kedalam sebuah lingkaran hitam yang akan membuat hidupnya selalu merasa terancam, dan ternyata semua skenario itu hanyalah awalan dimana lingkaran hitam itu terbentuk.
"ya ya, lebih penting lagi ayo kita diskusikan apa yang terjadi berikutnya." kata Susan sambil menunjuk handycam nya Denis
"be...be... berikutnya?" kata Denis
"tentu saja yang kita filmkan berikutnya, kau masih melakukannya kan?" kata Susan
"eg..." Denis yang tidak bisa berkata apa-apa
kali ini pikiran Denis mulai tidak beraturan, dia berpikir bahwa hal wajar jika mengambil nyawa orang untuk kepentingan konten tapi justru tidak wajar jika dia membunuh seseorang hanya demi sebuah konten video di Internet. Denis bingung apa yang harus dia lakukan, dia tidak mau ada hal buruk yang terjadi kedepannya kepada dia atau keluarganya. akhirnya Denis memutuskan untuk tidak mau melakukan hal tersebut
"AKU...AKU...AKU MENOLAK" teriak Denis dengan sangat keras
Susan pun terkejut dengan perkataan Denis
"eh...eh...eh...kenapa!?" kata Susan yang kaget
"kamu gak tau apa yang aku alami beberapa hari ini, aku selalu mimpi buruk dan semenjak hari itu aku tidak pernah bisa melupakan wajah Gerald yang hancur dan kesakitan meminta tolong pada saya" kata Denis sambil gemetaran menceritakan hal tersebut
"PEMBOHONG...!!!" kata Susan
"AKU TIDAK BOHONG!!! malah aku belum bisa tidur nyenyak hingga hari ini" kata Denis dengan lebih tegas lagi
"PEMBOHONG...!!! kau pembohong yang aneh," kata Susan lagi
"bagaimana mungkin kamu sebut saya aneh, kalau hal tersebut itu wajar buat manusia normal melihat kejadian tersebut." jelas Denis
"tapi... tapi... waktu itu punya kamu mengeras saat aku sedang membantai Gerald itu sebabnya kan?" kata Susan
Denis pun terkejut dengan perkataan Susan dan wajah Denis langsung dingin serta mengeluarkan keringat, Denis speechless mendengar perkataan Susan karena ternyata Susan sangat detail memperhatikan gerak gerik Denis meskipun itu adalah hal yang kotor tapi tidak lepas dari perhatian Susan
"kau bahkan gak mengeras saat aku membuka semua pakaian ku saat ingin berhubungan dengan laki-laki tersebut" kata y dengan pipi memerah
Denis hanya terdiam mendengar perkataan Susan, karena saat ini Denis berasa sudah sangat terpojok dan sudah tidak bisa keluar. memang saat Susan membuka bajunya Denis tidak menunjukkan bahwa ia bernafsu melihat Susan tidak mengenakan pakaian tapi justru saat Susan mulai menghabisi laki-laki tersebut justru punya Denis mengeras.
"Denis, kamu itu orang yang mesum kan?" kata Susan
"sama seperti aku, hm?" kata Susan dengan tersenyum
sekali lagi Susan membuat Denis kaget bukan main, bahkan sampai membuat Denis jadi salah tingkah. karena Denis belum pernah mendapatkan pengakuan dari perempuan yang seperti Susan ucapkan.
"eng...engga...lah aku biasa aja..." jawab Denis dengan muka memerah dan berkeringat
"waktu itu karena lewat handycam jadi berbeda" kata Denis
"tidak seperti mu, AKU BUKAN ORANG MESUM SEPERTIMU DASAR CEWE KAKU!!!" teriak Denis
Susan terkejut pernyataan Denis tersebut dan tentu saja Susan menolak pernyataan Denis tersebut
"AKU MEMANG MESUM TAPI AKU GAK KAKU SAMA SEKALI...!!!" kata Susan
"hah?" Denis yang merasa aneh dengan perkataan Susan
"KAU INI PEREMPUAN YANG PIPIS DAN NGE-SEX DI DEPAN KAMERA, DAN KAU JUGA TERLIHAT SENANG WAKTU ITU KARENA UDAH SERING BEGITUAN 'KAN!!!" kata Denis yang mulai kesal
"aku tidak tenang sama sekali, bahkan saat aku meminta kamu untuk terus merekam apapun yang terjadi aku tetap malu, dan waktu ciuman juga itu cuma keharusan aja aku tidak sampai melakukan hubungan... dia gak masukin kok..." kata Susan sambil tertunduk dengan nada merasa bersalah
"aku masih perawan koq" kata Susan dengan wajah memerah
"kalau kamu gak percaya, kamu cobain aja kalau mau, kalau itu adalah Denis... kau boleh merekam saat sedang melakukannya kalau mau" kata Susan yang tertunduk sambil memegang rok nya
sekali lagi Denis di buat terkejut dengan perkataan Susan, juga membuat wajah Denis yang tadinya jadi merah karena marah tapi justru berubah menjadi merah karena malu dengan perkataan Susan tersebut.
"karena aku harus menggunakan Gerald, itulah kenapa aku kencan dengan Gerald. dan karena itu adalah kencan pertama ku... saat aku dicium, dia buat aku benar-benar kesal jadi itulah sebabnya aku mencium kamu setelah membunuh dia" kata Susan sambil sedikit membuang wajahnya
"dan untuk kamu Denis, kamu gak punya hak untuk menolak aku"
"kau sudah menjadi bagian dari 'game' ini" kata Susan sambil menunjuk ke arahnya
Denis terdiam sejenak dan memikirkan hal tersebut,
"partisipan yang menolak ambil bagian secara otomatis akan dinyatakan sebagai 'orang yang kalah'."
"apa yang terjadi... kalau...aku kalah?" kata Denis
"nah, walaupun setiap hasil berbeda-beda... pada dasarnya... kehidupan mu akan berakhir" kata Susan
BEDUUUMM....
Tiba-tiba suasana pun menjadi gelap dan suram, Denis tidak percaya bahwa dirinya telah masuk kedalam lingkaran hitam tersebut dan itu karena kesalahannya Denis yang mau menerima tawaran dari Susan. angin pun berhembus kencang
"apa...apa... aku akan mati?" tanya Denis yang ketakutan
"sesuatu yang lebih buruk dari kematian dan lebih menyakitkan dari kematian akan terjadi kepada mu" kata Susan yang mulai dingin
Denis pun down mendengar perkataan Susan, 'apa apaan ini aku hanya korban tapi justru ikut terlibat juga' kata hati Denis. kini Denis merasa hidupnya tidak akan pernah bisa tenang lagi dia merasa kehidupan normalnya telah hilang dimakan bumi, kini dia harus berurusan dengan hal yang dia tidak mau.
"ah, tapi kamu gak usah khawatir video berikutnya bukan tentang pembunuhan kok" kata Susan sambil melihat hp nya
Denis pun kaget mendengar hal tersebut
"dan lagi pula orang yang divideokan bukan aku..." kata Susan
"tolong videoin orang ini! selama 5 hari ini" kata Susan sambil menunjukkan foto kepada Denis
"hah!!!"
Denis terkejut ternyata, foto yang Susan kasih adalah foto ketua kelompok peneliti filmnya.
Denis tidak percaya bahwa ketua kelompok juga terlibat dalam hal seperti ini, dan Denis pun penasaran kenapa targetnya adalah ketua kelompok nya
"orang ini... kenapa videoin orang ini?" kata Denis dengan muka masih tidak percaya
"eh kamu kenal dengan orang ini? walaupun aku tidak yakin tapi orang ini katanya mau bunuh diri dalam waktu 5 hari" kata Susan
ternyata target selanjutnya adalah ketua kelompok film Denis, dan tugas Denis hanya membuat video tentang aktivitas sang ketua sampai dia melakukan aksi bunuh diri tersebut, disini akhirnya Denis harus melakukan tugas tersebut karena sudah terlanjur lompat kedalam lumpur.
bisa kah. Denis memvideokan ketua dengan aman, atau justru Denis kesulitan untuk mendapatkan video tersebut.
Bersambung...