D-Tube

D-Tube
Act 4 kill or to be killed



kuat, dia adalah sicantik Sindy Artemis, dan sutradara ini akan melakukan bunuh diri besok lusa. atau apa yang Susan katakan padaku, tidak mungkin!!! orang yang menyelamatkan ku adalah orang yang menerima ku! ketua akan melakukan bunuh diri dia bahkan membantahnya... dan itu yang dia katakan... pacar. sutradara dia sudah memiliki seorang pacar. tidak diragukan lagi kalau pacarnya adalah anggota kelompok kita, apakah si misterius Tio? meski mereka memiliki kepribadian yang beda, tapi sebagai wakil ketua dia tetap saja tangan kanan. lalu dengan Dimas? nah dia rupawan dan dia sudah memiliki perasaan kepada ketua. dan sisa 3 lagi... jujur saja mikirin saja aku sudah tidak mau. eh? sebentar, koq aku gak liat Bimo?


setelah sadar bahwa Bimo tidak ada akhirnya mereka pun mencari keberadaan Bimo. dan Denis mencari bersama ketua alias Sindy, saat sedang mencari tersebut mereka berdua menemukan sebuah keramaian dengan jalan yang mengarah ke hutan. karena penasaran akhirnya mereka mendatangi kerumunan tersebut, dan betapa terkejutnya mereka melihat bahwa yang tergeletak kaku disana adalah Bimo dengan kondisi yang memprihatinkan dengan wajah yang hampir tidak bisa dikenali.


seseorang membunuh Bimo, itu adalah tubuh Bimo.


Denis pun mengangkat kameranya dengan tujuan untuk merekam kejadian tersebut.


"HENTIKAN DENIS...!!!" teriak Sindy sambil menurunkan paksa kamera Denis


"oke..." kata Denis


"salah satu dari kita mati dan kau masih saja berkeliaran dengan benda tersebut?" tanya Sindy


"tapi...uuh...aku..." Denis yang gugup


"itu mengerikan" kata Sindy dengan wajah menahan tangis


ketua menangis?


dia benar, Bimo meninggal... dan aku...apa yang aku lakukan? tapi... aku tidak berpikir ketua akan menangis depan orang-orang, apa jangan-jangan pacarnya ketua adalah bimo.


...


setelah mereka selesai dimintai keterangan oleh kepolisian akhirnya mereka berdua pun kembali ke penginapan, karena mereka semua syok dengan kabar terbunuhnya Bimo secara misterius.


"Denis apa interview nya sudah selesai?" kata Sindy


"Iyah...berkat ini... membuat film adalah alibi yang sempurna" kata Denis


"haha... sama denganku" kata Sindy yang terdengar murung


"ketua? apa jangan-jangan Bimo adalah pacarmu?" tanya Denis


"Denis maaf... hentikan memfilmkan aku, aku minta maaf tapi aku sekarang ini tidak bisa" kata Sindy yang sedih


"...baik, aku turut berdukacita" kata Denis


jadi kekasih ketua bener-bener Bimo.


"kau tidak boleh berhenti memfilmkan" kata Susan dari belakan


"Susan" Denis terkejut


"Denis jangan lupa tujuan kita, kau ingin memfilmkannya karena ingin menyelamatkan dia" kata Susan sambil memegang tangan Denis untuk mengangkat kameranya tanda melanjutkan rekaman


"nah, jadi tidak ada pilihan lain selain memfilmkan dia saat-saat sedang lemah nona ketua" kata Susan


Slaap...!!!


tiba-tiba Sindy menampar Susan, dan Denis hanya diam berusaha tidak terkena tamparan Sindy ke Susan


"jadi kamu yang ngeracunin pikiran Denis dengan hal omong kosong itu? baiklah, ada satu hal yang perlu kau dengar dengan jelas." kata Sindy


"Aku tidak akan bunuh diri" tegas Sindy kepada Susan


"tidak peduli apapun yang terjadi" jelas Sindy


Sindy berbalik arah meninggalkan Susan sambil mengajak Denis untuk pergi juga bersamanya.


"ayo Denis kita pergi, wanita ini sangat aneh" kata Sindy


*Grab


"kau tidak boleh pergi" Susan yang menggenggam tangan Denis


"kau adalah rekanku, itulah kenapa dia tidak boleh pergi" kata Susan sambil senyum


"kalau kau meninggalkanku, maka kau gak akan bahagia" kata Susan sambil senyum lebar


"Susan lepaskan, Denis lebih baik pergi dengan ku" kata Sindy sambil berusaha


"kenapa begitu ketua? ini kan hal yang ditentukan oleh Denis sendiri" Susan yang tetap tenang sambil senyum


"itu benar, Denis siapa yang kau pilih" tanya Sindy


Denis pun bingung pada siapa dia harus berpihak karena dia tidak mau ada hal buruk yang akibat dari pilihannya dan dia juga tidak mau membuat ketua sedih, karena ketua sudah banyak membantu dia saat kesusahan dulu.


"aku...uhmm...aku.." Denis yang gugup


tiba-tiba Sindy mendekat ke telinga Denis


"Denis...." Sindy yang berbisik


setelah mendengar bisikan dari Sindy Denis pun melepas paksa genggaman tangan Susan, dan memilih untuk ikut dengan ketua kelompok.


"Denis?" Susan yang terkejut


"jangan pikir aku akan percaya dengan perkataanmu" kata Denis yang meninggalkan Susan


setelah ditinggal oleh Denis sendiri Susan pun sangat kesal dan hanya terdiam melihat Denis yang meninggalkan nya sendirian.


...


sementara itu ditempat lain Denis pun menanyakan kepada Sindy tentang perkataan yang dia bisikan ke telinganya.


"ketua, apa maksudnya dari perkataan mu tadi?" tanya Denis


"ahh... sepertinya... Susan yang membunuh Bimo" kata Sindy dengan murung


"apa kau punya bukti?"


"setelah tubuh ditemukan, seseorang mengirimkan pesan ke telepon ku" Sindy yang memperlihatkan isi pesannya ke Denis


"dari Bimo


kepada Sindy


Sindy Artemis


bunuh dirimu sendiri dalam waktu 2 hari, kalau kau tidak melakukannya. maka aku akan membunuh teman mu yang lain"


"ini pesan ancaman" kata Denis


"si pembunuh memiliki handphone Bimo sekarang, dan Susan adalah orang yang yakin kalau aku akan bunuh diri, menggabungkan keduanya... bagaimana ya? meski aku merasa tidak ada yang ganjil dengan logikaku, masalahnya bagaimana bisa murid SMA membunuh dengan mudah?" jelas Sindy


"soal...itu...membunuh...baginya...dia...sudah... pernah..." Denis yang terbata-bata


*AAAAAAAAA.....


tiba-tiba terdengar suara wanita berteriak, mereka berdua pun bergegas mencari keberadaan suara tersebut dan menemukan Hanna yang berdiri ditepi jurang dengan muka yang panik dan ketakutan


"Hanna ada apa" kata Sindy yang mendekat ke Hanna


Denis dan Sindy pun melihat kearah bawah jurang, ternyata dibawah jurang tersebut terdapat 2 mayat laki-laki. dan mereka pun bisa menebak bahwa itu adalah Cahyo dan Anto,


"mereka berdua tidak kembali setelah dipanggil oleh Susan" jelas Hanna


"tidak salah lagi...! pembunuhnya adalah Susan" dalam hati Denis


"APA YANG POLISI LAKUKAN, KENAPA MEREKA TIDAK MENGAMANKAN AREA!!!" teriak Sindy


"mungkin... itu yang juga Susan lakukan..." kata Denis


"??? apa maksudnya" tanya Sindy


"kenapa? karena dia tidak ditangkap meski melakukan tindakan kriminal yang serius, mungkin ada alasan yang membuat pihak aparat tetap ada ditangannya"


"hey Denis siapa sebenarnya Susan itu? apa yang terjadi antara kalian berdua"


"sebenarnya... meski aku sudah memberikan bukti videonya, tapi... kamera ini merekam semuanya" Denis yang gemetaran


akhirnya Denis pun menjelaskan secara singkat pertemuan Denis dengan Susan, serta apa saja yang pernah jadi antara mereka berdua


"Susan membunuh Gerald, dan di limpahkan ke orang lain?" Sindy yang terkejut


Sindy terkejut dengan penjelasan yang diberikan oleh Denis, tapi Sindy juga tidak bisa menyangkal perkataan Denis karena cuma Denis yang mengenal sosok Susan.


"apa-apaan ini... seperti semua Susan lakukan diterima oleh pihak polisi, kalau... begitu...aku tidak punya pilihan lain selain bunuh diri" Sindy yang sudah mulai depresi dengan yang terjadi


"Ke... kenapa kau bilang gitu?" Denis bertanya dengan tegas


"KARENA AKU BENAR! jadi... kalau Susan membunuh dilegalkan dan polisi tidak menghentikannya... maka aku tidak punya pilihan lain selain melakukan apa yang dia katakan, tidak akan ada lagi yang mati kalau aku bunuh diri" kata Sindy


"itu..." Denis bingung


"kau tidak boleh melakukannya" dalam hati Denis


pikiran Denis pun buntu karena tidak tau bagaimana harus mencari jalan keluar dari masalah ini, tiba-tiba seketika Denis mengingat perkataan Susan


"berikan aku kartu memorimu, maka kau sudah berpartisipasi dalam game ini"


mengingat perkataan Susan tersebut, Denis pun memiliki sebuah ide cara untuk menghindari ancaman Susan tersebut lagi.


"mungkin ada jalan lain untuk menghentikan ini" kata Denis dengan penuh percaya diri


"tujuan Susan bukan membuatmu bunuh diri, tapi video bunuh dirimu itu game yang dia sebutkan" jelas Denis


"jadi...kita akan membuat video bunuh diri palsu" Denis dengan semangat


"kita ini kelompok film, yang kita perlukan adalah spesial effect, make up, dan barang-barang lain. dan sesuatu itu seharusnya mudah bagi kita" jelas Denis


"itu tidak akan berhasil" Sindy putus asa


"pikirkan, meski rencana mu itu berhasil dan menghentikan dia membunuh anggota, saat kenyataan itu terungkap maka hal yang sama akan terjadi lagi, atau kau ingin aku bersembunyi seumur hidupku?"


"itu... maafkan aku, aku akan memikirkan cara lain" Denis bingung


"tidak, ide itu mungkin berhasil kalau kita mengangkat levelnya" kata Sindy


"mengangkat levelnya?" Denis kembali bingung


"pertama aku akan mengirimkan pesan ke ponsel nya Bimo tentu saja itu akan sampe ke Susan, pesannya begini aku akan bunuh diri besok lusa, tolong berhenti membunuh anggota ku. disaat yang bersamaan kita mencegah terjadinya pembunuhan selama 2 hari ini, lalu pesan lanjutan nya Denis merekam video bunuh diri, aku ingin kau datang dan mengambilnya sendiri lalu video palsu kita akan membuat Susan percaya dan saat dia muncul kita akan membunuhnya bersama-sama" kata Sindy


mendengar perkataan Sindy Denis terkejut lagi, Denis tidak berpikir bahwa maksud dari menaikkan levelnya adalah dengan membunuh Susan bersama anggota yang lain.


"membunuh? tapi...tapi...apa membunuhnya diperlukan? bagaimana... bagaimana kalau kita menangkapnya saja" Denis yang gemetaran


mereka berdua pun terdiam dan mikirkan apa yang terbaik untuk mereka semua, karena sebisa mungkin mereka harus mencegah terjatuhnya korban selanjutnya.


"iya kau benar, tidak perlu mengotori tangan kita, ayo pancing dia dan menahannya" kata Sindy


"sini Denis" Sindy pun memberikan isyarat untuk Denis agar mendekat ke Sindy lalu Sindy berkata dekat telinga Denis


"kau bau, kalau dipikir-pikir kemarin kau tidak mandi dan buang air... pulang sana sebentar, aku akan menghubungi mu kalau terjadi sesuatu" kata Sindy


"Ah...ketua...!!" Denis yang kaget


"kau tidak boleh bunuh diri" kata Denis


"sudah berapa kali kau mendengar perkataan ku kalau aku tidak akan melakukannya, tapi... kalau saatnya tiba, kau harus melindungi ku" kata Sindy


...


ketua sudah mengirim pesan "aku akan bunuh diri besok lusa" ke Susan, dengan itu pembunuh akan berhenti sehari dan untuk berjaga-jaga dia juga sudah memperingati Anggota untuk tidak pergi keluar sendirian, tapi yang mengerikan sekarang kita tak tahu dimana Susan berada, aku tidak tau apa yang sedang dia pikirkan.


"apa bisa aku melakukannya? tapi kalau aku bisa melakukannya"


pikiran Denis pun mulai belok, dia membayangkan bisa berkencan dengan ketua. sadar sudah memikirkan hal kotor dia berusaha menghilangkan pikiran tersebut, setelah mandi Denis pun menghadap kearah cermin.


"bagi pecundang seperti aku, tidak mungkin dia akan jatuh cinta pada orang seperti ku" kata Denis yang menghadap kaca


saat sedang mengeringkan tubuhnya dengan handuk, tiba-tiba ponsel Denis berdering ketika dilihat siapa menelepon Denis ternyata itu adalah Sindy


"dari ketua, apa yang terjadi?"


...


Denis pun berlari sangat kenceng menghampiri Sindy di sebuah taman, tempat yang telah dijanjikan.


"disini Denis" Sindy sambil melambai kepada Denis


"apa yang terjadi?" Denis mengambil nafas karena cape berlari


"dia melakukan semua yang bisa dilakukan untuk membuatku bunuh diri, balasan dari Susan dan kali ini dengan gambar dan sebuah Video"


Sindy menunjukkan foto yang mana Anggota dari kelompok film telah di sekap oleh Susan dengan kondisi terikat, dan juga nampak difoto tersebut Susan yang tertawa lebar


"lalu untuk video, ini keji sekali tapi kalau aku pikir sebaiknya kau tetap melihatnya" kata Sindy


dia pun melihat sebuah video Kepada Denis dan itu ada video Hanna yang sedang di perkosa oleh seseorang.


"tolong...tolong...hentikan!!" kata Hanna


"tidak...akh...uh-m..." Hanna terkejut


"aaaahhh...ah..hngh...ah...ah...mmh" Desah Hanna


"tolong, tolong aku Denis, apa yang akan kau lakukan? dia akan mati!!!" tegas Hanna


Bersambung...


ternyata kondisi makin memburuk dan tidak sesuai dengan rencana, apa yang akan dilakukan oleh Denis dan Sindy atau justru ada rencana lain dibalik kejadian ini