D-Tube

D-Tube
Act 6 A bloody school murder is Introduction!!



"apa itu D-Tube? aku tidak mengerti apa yang kau katakan?" Denis dengan muka bingung dan cemas


"ahh... kau benar-benar tidak tau ya, kau tidak tau apa sudah mereka perbuat padamu... D-Tube adalah sebuah game dimana kau mengunggah video dan bersaing memperebutkan viewcount" kata Hanna


*viewcount adalah hitungan jumlah penonton


"sebuah game untuk memenangkan viewcount?"


"yah... kau tau itu lagi populer sekarang... seorang amatir mengunggah video mereka lalu mereka dapat bayaran dengan meningkatkan viewcount mereka. D-Tube adalah tempat bersaing untuk mendapatkan viewcount dari pengunggah lain, ada perbedaan antara pengunggah biasa dengan ini, kalau ini bayarannya sangat besar"


"jadi untuk menghasilkan viewcount... kau bisa melakukan apa saja melakukan apapun"


kata Sindy melanjutkan perkataan Hanna, ternyata selama ini Sindy tidak benar-benar loncat dari atas gedung. lalu siapa wanita yang tergeletak di halaman sekolah?


"kenapa... kenapa kau masih hidup? ketua!!"


Denis terkejut melihat kehadiran Sindy dihadapannya


"seperti yang aku bilang, ini adalah game dimana kau bisa melakukan apa saja dan apapun. orang yang dibawah itu bukanlah aku. itu adalah Miko si tukang make up"


Sindy sambil tersenyum dan melipat tangannya


"saat aku jatuh, sudah ada meletakkan penopang diruang kelas tepat di tempat aku jatuh, tubuh yang ada dibawah itu dibuat saat kami menjatuhkan Miko yang udah dibius sebelumnya" kata Tio


"apa...ini...kejam, kau baru saja menjadikan dia boneka!!" kata Denis


"semuanya demi video ini... bukan, demi kepentingan film nyata ini"


Sindy yang mengambil kamera yang dipegang oleh Dimas


"sejak aku kecil, aku sudah banyak melihat film, bukankah sesuatu yang dibesar-besarkan ini akan mempengaruhi ku. tapi film-film ini kurang dan kurang, ini karena film-film itu kurang nyata. mulanya film adalah karya fiksi, meski begitu keunggulan film jadul memiliki sensasi bahaya seolah-olah kau dikejar oleh monster mu sendiri. realitas ada saat aktor terdorong, dengan begitu menembus batas mereka. pada saat itu aku menemukan sesuatu yang baru... aku tidak mau hanya melihatnya saja, aku mau membuatnya sendiri"


kata Sindy yang menjelaskan maksudnya


"maka kekasih mu adalah..."


"benar, dia adalah D-Tube."


Sindy yang memperlihatkan ekspresi nya yang seperti orang gila atau psyco.


"tidak ada seorang pun yang mengerti kami. aku akan bilang pada staf videoku dan aku memiliki hubungan khusus. bukan kebohongan saat aku bilang kekasih ku ada di kelompok ini."


"berarti...kau sudah membohongiku sejak awal sampai saat ini? kau bilang semua orang dikelompok ini adalah bagian dari semua ini juga?" Denis yang tertunduk


"benar... judul kali ini adalah... keputusasaan pria bodoh yang membunuh dirinya sendiri karena dibohongi oleh seseorang yang dia kagumi. menatapku, seorang wanita yang dia kagumi yang membohonginya"


Sindy yang tertawa menyoroti wajah sedih Denis dengan kamera. dari sini Sindy sudah merasa puas karena dia akhirnya bisa membuat film yang selama ini dia inginkan.


"keputusasaan... aku ingin sekali memfilmkan ekspresimu" kata Sindy


"semuanya... bagian dari ini... lalu Anto, Tio dan juga Bimo juga? tapi itu bukan pura-pura mereka mati beneran."


Denis yang masih berusaha membuat semuanya agar lebih jelas lagi.


"mereka bekerja sama untuk realitas yang tinggi pada pekerjaan kali ini,"


Sindy yang menjelaskan dengan ekspresi bahagia


"BEKERJA SAMA? KAU MEMBUNUH MEREKA!!!" Denis yang menyangkal


"itu tidak benar... mereka bertiga memiliki perjanjian."


Denis terkejut dengan perkataan Sindy


"mereka bilang kalau mereka bisa memperkosa Hanna, maka mereka bisa mati dengan bahagia" Sindy yang menjelaskan


*apapun alasannya penulis tetap melarang dan tidak menganjurkan untuk ditiru karena ini semua hanyalah fiksi tidak benar, karena tidak dibenarkan melakukan sesuatu harus ada imbalannya apa lagi sesuatu seperti itu, tetap penulis melarang dan menolaknya.


"ngomong-ngomong adegan itu di ambil sebelum pergi ke pantai." kata Hanna


"Hanna, apa kau tidak keberatan dengan itu? Dengan yang mereka perbuat padamu? dengan yang laki-laki itu perbuat padamu?"


Denis yang bertanya


"kau ngomong apa sih? aku ini aktris dan aku akan melakukan apa saja yang disuruh oleh ketua demi uang, aku dapat 7 juta dari adegan tersebut" Hanna yang menjelaskan dengan senang


"jadi bagaimana menurutmu acting-ku? aku tidak bisa tampak tidak berdosa. tapi aku ingin berperan menjadi gadis yang menyukaimu..." kata Hanna


"apa yang kau katakan saat melihat seseorang seperti itu digilir rame-rame? kalau itu nyata...meski itu Denis, apa dia tidak akan marah? atau... sebaliknya? dia malah tegang, dan pulang lalu buat nyabun di rumah? menjijikan... kacamata sialan"


Hanna yang mengejek sambil meremas gunungnya dan memainkan bagian bawahnya sendiri.


"Dimas, sejak kapan?" tanya Denis


"apa saat kau bilang kita teman baik? itu bohong juga?"


"tidak, bukan hanya itu... semuanya yang di kelompok sangat baik padaku, aku di bully dimana saja aku pergi, tapi hanya dikelompok film selalu baik padaku... apa semua itu... bohongan?"


"tentu saja itu semua bohongan, untuk apa kami berteman dengan orang rendahan seperti mu? kami dan ketua adalah teman tidur bersama"


Dimas yang menjelaskan dengan tertawa lebar


"teman...teman tidur?!" Denis kaget


"kami senang bekerja sama dengan dia karena tehniknya yang luar biasa, kalau kami melakukan apa yang benar maka kami bisa melakukan apa saja yang kami mau ke dia"


Dimas yang menjelaskan dengan wajah yang sangat menyebalkan


"Dan sebelum itu, kau melewatkan kesempatan mu untuk melakukan sex dengan ketua yang mau melakukan kapanpun, dan Dengan lebih dari satu lelaki... kau benar-benar pecundang kan?"


Dimas yang lagi-lagi merendahkan harga diri Denis dihadapan yang lainnya dengan kondisi kamera yang masih menyorotnya.


"semuanya...semua bohongan, semua kehangatan yang aku rasakan dikelompok ini... persahabatan juga... masa muda juga...CINTA JUGA SEMUANYA BOHONG!!?"


Denis yang sudah mulai kesal karena telah dibohongi oleh semua anggota kelompok yang selama ini terlihat baik kepadanya


"OOH...!! BAGUS DENIS!!! ITU EKSPRESI YANG BAGUS!!! INI YANG TERBAIK YANG PERNAH AKU AMBIL!!"


Sindy yang sudah merasa akan mendapatkan klimaks dari Denis.


"DENIS, D-TUBE BENAR-BENAR LUAR BIASA! MEREKA PUNYA SEGALANYA, KAU INGIN MEREKAM KEMATIAN ORANG MAKA KAU CUKUO MENGHAJAR ORANG SAMPAI MATI, KAU INGIN MEREKAM WANITA YANG MENTALNYA HANCUR, MAKA KAU CUKUP MELECEHKAN DAN MEMPERKOSA DIA SAMPAI HANCUR!!! APA ADA TEMPAT YANG LEBIH BAIK UNTUK MENGEJAR REALITAS!? TIDAK, TIDAK ADA TEMPAT LAIN, D-TUBE ADALAH YANG PALING INDAH, AKU AKAN MEMBUAT DUNIA YANG MEMBOSANKAN INI MENJADI MENARIK LAGI!!! ayo Denis klimaks film ini tiba, aku yakin kau punya kata-kata terakhir"


Sindy yang begitu semangat dan sangat bergairah dengan film yang saat ini dia buat, sambil terus menyoroti wajah Denis. lalu saat Sindy sudah selesai bicara tiba-tiba Denis pun berdiri tanpa berkata-kata apa-apa lalu berjalan kearah dia meletakkan tasnya dibalik pintu


"ada apa? kebencian mengemis untuk hidup, kau bisa melakukan apa saja yang kau mau" kata Sindy yang terus memancing


ceklik...


suara Denis memegang kameranya, lalu berkata


"... sayang...cuma...cuma sayang sekali."


Denis mengarahkan kameranya kearah Sindy.


"sayang sekali? itu kata-kata terakhir mu?"


kata Sindy yang terkejut dan sadar akan sesuatu hal buruk akan terjadi kepada dirinya.


lalu dari belakang Sindy berdiri sesosok wanita yang lalu menghampiri nya


UWAAAA...!!!


lalu dengan reflek Sindy pun menendang sosok tersebut


"UWAAAA!!!!!" Sindy sambil menendang kearah belakang


"Su...Susan? kau masih hidup?" kata Sindy


itu adalah Susan, ternyata selama ini Susan tidak benar-benar tewas ditangan Denis


*WUHUUUU....!!! penulis sangat bersemangat ketika menulis ini karena Susan adalah kunci dari semua cerita ini tanpa dia mungkin Denis tidak akan ada yang mau berpihak pada dirinya yang seperti itu.


"haha... apa kau ingat apa yang ku katakan?"


Susan sambil mengelap matanya yang tertutup oleh darah yang diwajahnya


"ini cuma permulaan. kau bekerja dengan baik Denis"


Susan memuji Denis


"...ya" singkat Denis


lalu Susan mengeluarkan stik baton miliknya, Dengan gerakan yang sangat cepat tanpa yang lain sadari, Susan memukul bagian samping kepala Tio dengan sangat kencang sampai Tio terhempas sangat kencang lalu Susan memukul kepala Tio sampai kepalanya mengeluarkan darah yang sangat banyak sampai darahnya keluar dari hidungnya.


"Wahahahaha...." tawa Susan


"aah!!!" teriak Dimas


Susan yang terkejut lantas menusuk Dimas dengan penghancur es batu ke matanya.


"AAAAAAAAAAHHH....!!!" suara rintihan Dimas


"Diam!"


Susan pun berlari keras Dimas lalu menggorok leher Dimas dengan alat tersebut di depan kamera Denis sambil tersenyum hingga terlihat giginya Susan dengan sangat jelas, lalu Susan pun menghampiri Hanna. melihat Susan menghampiri dia Hanna pun hanya terdiam kaku dengan perasaan yang sangat dengan seluruh tubuh gemetaran, lalu Susan pun mendekatkan wajahnya ke arah Hanna dengan tertawa lebar


"Hei, hei apa kau sedang beracting sekarang?"


"atau kau takut sungguhan padaku?"


sambil Susan tertawa hingga mengeluarkan lidahnya.


Bkraaaakk...!!!


Susan pun memukul wajah Hanna Dengan stik baton nya hingga Hanna hidung Hanna mengeluarkan banyak darah dan tersungkur tidak sadarkan diri.


"apa-apaan ini? dasar kurang ajar"


Sindy mengambil pemukul baseball yang dibawa Denis, tapi saat dia mengangkat pemukul tersebut dia sadar sesuatu


"APA? TIDAK ADA BERATNYA?"


Susan pun melompat kearah Sindy


Whussshh....


lalu memukul pemukul baseball itu hingga patas, dan stik batonnya mengenai pundak Sindy hingga membuat Sindy jatuh


"AAAAAAHH....!!!" rintih Sindy


"Owww...apa? kau tahu? kalau aku membohongimu...begitukan?"


Sindy yang masih tersungkur dibawah


"KAPAN? KAPAN KAU MENYADARINYA!?"


"ketua... saat aku melihat foto itu..."


kata Denis dengan singkat


"foto... sejak itu? bagaimana..." Sindy yang terkejut


"bukan."


"bukan?" Sindy yang kaget lagi


"kenapa kau tidak kepikiran kalau aku akan menyadari sesuatu yang janggal dari foto itu saat kau memperlihatkan padaku?"


"itu foto Doctored" kata Denis


*Doctored adalah foto hasil editan, atau lebih simpel itu foto palsu yang ditambahkan sesuatu agar fotonya lebih bagus dari aslinya.


"wajah Susan itu mungkin editan hasil video yang kita filmkan, lalu ditambahkan foto yang kau perlihatkan kepada ku. apa kau tahu ketua? meski di zoom in kamera digital tidak mungkin bisa mencapai level fokus, foto itu tentu ada sesuatu yang janggal dengan fokusnya kalau resolusinya beda, sebuah foto kalau ada resolusi yang berbeda maka itu Doctored."


setelah Denis menjelaskan, barulah Sindy sadar dengan kesalahannya tersebut.


"aku terkejut... aku tidak kepikiran kau akan memperhatikan hal detail sekecil itu."


kata Sindy yang mulai merasa bersalah


"kau ngomong apa sih? tentu saja aku menyadari hal seperti itu. aku ini seorang cameraman!?" Denis ekspresi tersenyum lebar


"saat aku menyadari ada yang janggal pada foto itu aku tidak mengetahui siapa yang bisa aku percayai, itulah kenapa aku ikuti rencana Susan, karena dia yang mengirimi ku foto. tongkat pemukul dengan darah itu peralatan kematian palsu Susan, dan lalu lihat apa yang terjadi selanjutnya... aku tidak mau menuduh semuanya... skenario terburuknya, aku pikir mungkin ketua juga seseorang yang telah membohongiku tapi pada akhirnya seperti ini..."


Sindy pun terdiam mendengar semua penjelasan dari Denis, Sindy tidak menyangka bahwa dirinya lah orang yang bodoh karena telah masuk kedalam skenario buruk yang dibuat oleh Susan dan Denis. sementara Susan hanya tersenyum melihat ekspresi Sindy yang sangat sedih dan Denis hanya diam sambil terus melihat kearah Sindy


"maaf...maafkan aku... Denis, aku yang salah. kau...kau yang benar...jadi...bisa kau lepaskan aku hidup-hidup? kau sudah cukup dengan cuplikan video itu... kau berhasil. kau akan mendapatkan gelar populer kali ini ini"


kata Sindy dengan perasaan penuh kecemasan, putus asa, dan ketakutan dalam dirinya yang telah bercampur aduk menjadi satu. tapi saat seperti lalu Susan memotong pembicaraan Sindy


"eh? apa... bagiku, menurutku video ini masih sedikit butuh sesuatu yang nakal"


kata Susan yang mendekati wajah Sindy sambil tersenyum lebar


lalu Sindy pun melepas semua pakaiannya hingga kini Sindy benar-benar tidak mengenakan pakaian sedikit pun. kini mereka berdua pun berbalik mengerjai Sindy sebelum semuanya benar-benar akan berakhir.


" dan... setelah semuanya... kau akan melepaskan aku?" tanya Sindy


"tidak semudah itu, sekarang merunduk lah ke Denis secara perlahan dan bukan itu saja, setelahnya kau jilat sepatu Denis dan meminta ampun " kata Susan


"apa? kau ingin aku merunduk perlahan-lahan? dan menjilati sepatu Denis sambil meminta ampun?" Sindy yang terkejut


"eh? kau nggak mau diampuni?" kata Susan yang mengancam


"baiklah... aku akan melakukannya"


Sindy pun menunduk dihadapan Denis, lalu mulai menjilati sepatu Denis ekspresi yang sangat-sangat menjijikan untuk seorang wanita yang memiliki kedudukan tinggi disebuah kelompok sekolah.


"ini salahku...Tolong maafkan aku...ahh, Denis tolong...."


Sindy yang menjilat-jilat sepatu Denis.


"dia melakukan ini di depanku, tidak mengenakan pakaian...wajah jelek dan kacau, memelas padaku"


"HAHAHAHA... bikin sakit mata ketua"


Denis yang terlihat tertawa melihat orang yang sudah membodohi nya kini merendahkan dirinya sendiri dihadapannya dan tahluk tidak bisa berbuat apa-apa,


"CUKUP... tolong hentikan Ketua...ini sudah terlambat." kata Denis


Sindy pun menghentikan jilatannya tersebut.


"eh? kenapa kau berhenti? aku ingin sedikit mempermalukan mu sebelum membunuhmu." kata Susan


"jadi kau tidak pernah bermaksud untuk melepaskan ku" kata Sindy


"dan kenapa juga aku melakukan itu"


kata Susan yang tertawa bahagia, lalu menyeret tubuh Sindy hingga kepinggir gedung sekolah dan mengikat kaki Sindy dalam keadaan terbalik kepala menghadap bawah.


"saat semua sudah ditentukan, kalau kau bunuh diri hari ini?"


kata Susan yang bersiap dengan pisau dan Denis yang masih merekam kejadian tersebut.


"hentikan... tolong jangan... lakukan ini..."


pinta Sindy yang mulai mengeluarkan air mata.


"sekarang nona ketua, apa kau memiliki kata-kata terakhir?"


tanya Susan yang sangat menunggu momen ini


"De...Denis, kumohon...to... tolong aku"


pinta Susan yang mulai mengeluarkan air mata


"aku adalah seorang cameraman, sesuai dengan janjiku. aku disini hanya merekam mu dengan cantik dari awal sampai akhir."


"semua adalah salahnya. karena semua kebohongannya?"


Susan pun mulai memotong tali yang mengikat kaki Sindy hingga putus


"hari itu, setelah dia menyelamatkan ku, hal yang dia katakan. Denis, aku sudah melihat karyamu betapa mengesankannya, Denis apa kau mau bergabung dengan kelompok film ku?..."


"sejak awal ketua tidak pernah mengenal ku, itulah kenapa dia tidak kepikiran kalau aku bisa melihat sampah di balik hasil Photoshop itu. apa kau pikir gampang membuatku memegang kamera dan menjadi seorang pembunuh? apa kau mau menamai karya itu seorang laki-laki bodoh?"


"ketua...aku... mencintai kekuatan dan kecantikan mu, menurutku kau adalah cinta pertamaku. dan sekarang... aku tidak punya kesempatan untuk mengakui perasaan ku padamu."


"aku tidak pernah berpikir, sekalipun tidak pernah, kalau film-mu menarik. Realitas? bukan begitu, kau tidak punya bakat membuat itu sebagai film, ketua. aku hanya berpikir, hal yang memalukanmu pada bagian akhir adalah yang indah"


Sindy pun tewas seketika bertumpukan dengan jasad Miko yang sudah terlebih dahulu jatuh, hingga membuat tubuh Sindy kini mengenaskan.


ternyata selama ini Sindy tidak pernah benar-benar mengenal dan mau mengakui Denis tulus, dan juga Denis hanya di manfaatkan untuk kepentingan filmnya yang ternyata sudah gagal semua, semua usaha yang telah Sindy lakukan menjadi sia-sia dengan kekalahannya. yang berakibat harus membayar sangat mahal atas semua tindakannya selama ini.


tenang untuk pembaca setia ini baru permulaan, Karena cerita masih terus berlanjut jadi tunggu cerita selanjutnya yang akan lebih seru dan menarik dari pada ini.


Bersambung...