D-Tube

D-Tube
Act 3 Director's Documentation



Saat Denis baru pertama kali masuk sekolah, ternyata Sindy sang ketua kelompok sekaligus Kaka kelas yang menolong denis ketika Denis dibully oleh teman sekelasnya. saat itu denis sedang di kerjain dengan ditelanjangi oleh teman sekelasnya yang karena melihat Denis yang terlihat cupu, mereka tidak suka karena Denis selalu membawa handycam pemberian ayahnya. saat dalam keadaan setengah bugil itu teman-teman Denis merekam kejadian tersebut menggunakan handycam milik Denis tentu saja hal itu membuat Denis tidak bisa melawan karena dia di kepung oleh teman-temannya, tapi muncul lah Sindy


"apakah dikelas ini ada yang namanya Denis?" sambil membuka pintu


lalu teman Denis yang lain menghampiri sambil menjawab


"maaf ya Kaka kelas, Denis saat ini sedang sibuk" sambil memegang pundak Sindy


lalu tiba-tiba Sindy langsung menghajar wajah orang tersebut dengan sangat keras sampai orang tersebut pingsan dengan baba belur di wajah.


Sindy pun mengambil handycam Denis yang terjatuh seraya berkata


"Denis, contoh rekaman yang kamu kasih kesaya sangat luar biasa, aku jadi tertarik untuk mengajak kamu ikut dengan kelompok saya, gimana mau gak gabung?" sambil memberikan handycam kepada Denis


Denis yang dalam keadaan setengah bugil hanya bengong mendengar perkataan Sindy, mulai hari itulah sosok Sindy sangat Denis kagumi karena dia mencintai kekuatan yang ada di sosok Sindy.


maka dari itu Denis tidak menyangka orang seperti Sindy bisa berpikir untuk melakukan hal tersebut karena selama ini Denis melihat kalau Sindy orang yang kuat dan tidak memiliki masalah dan beban hidup. jika ketua kelompok melakukan hal tersebut itu kebalikan dengan apa yang ketua tunjukkan kepada Denis


"aku gak percaya, tipe orang ini berkebalikan dengan orang semacam itu" dengan nada tidak percaya


"oke, kalau gitu kamu bisa kan, memastikan ya untuk memvideokan orang itu dalam waktu 3 hari" sambil tersenyum kepada Denis


tangan Denis pun gemetaran dan tidak berkata apa-apa


"itu karena Denis adalah seorang kameraman ngerti" kata Susan sambil merayu


...


"Haaahh...!! kamu mau buat video tentang saya sepanjang waktu, dan 3 hari penuh?" kata Sindy


"se... sebenarnya aku mau membuat film dokumenter. demi tujuan itu aja, ini juga buat latihan... dan aku juga ingin membuat tentang dokumentasi... tentang ketua kelompok secara lebih dekat" kata Denis dengan gugup dan perasaan takut.


mendengar perkataan Denis, Sindy pun merasa iba melihat ekspresi Denis karena bagi Sindy Denis adalah anak baru yang belum banyak pengalaman dan takut dengan orang yang selalu membully dia saat dia melakukan mau sesuatu.


"jangan-jangan itu ya yang jadi alasan kamu selalu merasa gelisah akhir-akhir ini" kata Sindy


"i...iy...iya..." kata Denis


Denis pun berkeringat melihat ekspresi Sindy karena Denis tidak tau apa yang akan terjadi jika Sindy menolak hal tersebut, mungkin saja Susan akan marah dan membunuh Denis.


Sindy pun berkata


"aku ngerti koq, silahkan aja. kan saya orang yang nyuruh kamu buat datang aja kalau perlu bantuan" sambil tersenyum dan mengedipkan matanya


"te... terima kasih banyak ketua" kata Denis


"juga... membuat film dokumenter itu seorang sutradara harus terlibat didalamnya, bukankah ini seperti sutradara yang terkenal itu?" kata Sindy


"jadi kapan mau mulai?" kata Denis


"ah, yah, besok lusa?" kata Sindy


"tak ku sangka kamu cowok yang nakal ya" kata Sindy lagi


Denis pun kebingungan sambil memiringkan kepalanya, melihat ekspresi Denis Sindy pun berkata


"ah, kamu gak sadar ya?" kata Sindy


"besok lusa adalah camp kelompok film dimulai lho? dan campnya dilaut, jadi aku pikir kamu bertujuan untuk memfilmkan ku saat sedang memakai baju renang atau apa gitu" kata Sindy sambil melipat tangannya dan tertawa


"eh... ngga bukan gitu juga maksudnya" kata Denis yang gugup


"kalau gitu tidak apa-apa"


"ngomong-ngomong, filmkan aku dengan cantik ya, dari awal sampai akhir" kata Sindy dengan tersenyum bahwa dia tidak keberatan dengan hal tersebut


...


akhirnya hari pun tiba, Denis bersiap pergi bertemu dengan teman kelompoknya sesuai dengan tempat yang telah dijanjikan sebelumnya


"te...terima kasih atas kerja samanya" kata Denis yang gugup sambil menyalakan handycam untuk merekam


"ya aku rasa ini sedikit malu-maluin sih" kata Sindy sambil senyum dan sedikit berpose depan handycam Denis.


"jadi apakah kau serius mau memfilmkan ketua?" kata seorang laki-laki


Denis pun menoleh, ternyata itu adalah Dimas anggota yang satu angkatan dengan Denis hanya saja Dimas lebih dulu bergabung dengan kelompok tersebut daripada Denis. dan Dimas adalah seorang aktor dikelompok itu juga


"pagi" kata Dimas sambil senyum dan mengedipkan matanya.


"hey kasih gw salinan filmnya ya kalau sudah selesai" kata Dimas sambil mendekati Denis


"eeh... ti...tidak bisa, itu..." kata Dimas dengan gugup


"eh, tapi kita kan teman" kata Dimas sambil merangkul Denis


"ternyata kamu telat seperti biasa ya Dimas" kata laki-laki lain


laki-laki tersebut adalah Tio, dia Kaka kelas Denis dan satu angkatan dengan Denis juga Tio ini wakil dari kelompok tersebut sekaligus manager produksi. Tio memiliki sikap seperti seorang pemimpin karena dia adalah wakil ketua yang sangat diandalkan saat ketua tidak bisa membantu kelompok tersebut, lalu muncul satu wanita yang lain dia adalah Hanna.


"Selamat pagi semua" kata Hanna


lalu setelah Hanna datang, disusul lah oleh anggota yang lain. yaitu Anto, Cahyo, Bimo.


Cahyo dia adalah orang bertugas mengurus lighting atau pencahayaan saat proses syuting dia memiliki badan yang kurus jadi wajar jika di tempatkan pada sektor tersebut, sementara Anto memiliki badan yang gemuk dan dia memiliki tugas yang sama seperti Cahyo, itu dilakukan agar pekerjaan Cahyo sedikit lebih cepat dan juga ada yang bantu saat mengangkat barang berat lalu disitu ada Bimo dia adalah satu-satunya dikelompok tersebut yang memiliki badan paling bagus dari anggota yang lain karena dia sedikit berotot.


"Cahyo itu orang yang gak bakalan ngerti" kata Anto


"eh, bukan gitu Anto" kata Cahyo


"He...y" sapa Bimo


"Nah, ayo kita berangkat" kata perempuan yang berbadan seperti anak kecil.


dia bernama Miko, tugas Miko adalah seorang make up artist.


"sebenarnya masih ada orang tambahan lagi" kata Sindy


"permisi, oh seperti nya mereka disini." kata seorang wanita


mendengar suara wanita tersebut Denis tidak merasa asing dengan suara tersebut dan saat Denis menengok kebelakang.


BDUUMM...!!!


ternyata itu adalah Susan,


"wah bukan kah itu Susan?" kata Bimo


"apakah kamu mau difilmkan juga?" kata Dimas


"maaf buat kalian semua menunggu" kata Susan


"apa!" dalam hati Denis yang kaget melihat keberadaan Susan


"KENAPA KAMU JUGA IKUTAN!?" kata Hanna yang terkejut sampai pipinya merah


Denis tidak tau kalau Susan juga ikut dalam proyek tersebut, karena rencana yang Denis tau itu hanya membuat film tersebut tanpa ada penjelasan kalau Susan akan hadir juga ke acara tersebut.


"kali ini kita akan bikin adegan di laut kan?, nah jadi aku butuh satu aktris lagi yang main karena relawannya sedikit banget, jadi aku minta Susan untuk jadi aktris tambahan. ditambah Susan sudah sering pakai baju renang jadi tidak terlalu masalah bagi dia, iya kan Susan?" kata Sindy yang menjelaskan


"Iyah" kata Susan sambil tersenyum


"aku juga pikir dia mau bantu karena dia juga temannya Denis" kata Sindy


"tidak mungkin 'teman'..." kata Anto


"kami berdua pacaran, tahu" kata Susan yang tersenyum sambil memegang tangan Denis


melihat reaksi Susan Denis terkejut


"EEEEHHH....!!!" kata semua orang yang hadir


DOOM!!!


saat Susan berkata seperti itu, Hanna terkejut sambil membuka mulutnya karena tidak percaya kalau mereka berdua berpacaran, apalagi selama ini Hanna tidak mendengar berita tersebut. Denis pun dibuat salah tingkah oleh Susan karena apa yang sekarang di lakukan oleh Susan tidak pernah dijelaskan melalui sebuah rencana karena yang Denis tau tugas dia hanya merekam aktivitas ketua sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh Susan.


...


mereka pun tiba di pantai, mulailah anggota yang lain mempersiapkan keperluan untuk memulai shooting film mereka. ada yang mengurus lighting, ada yang menyiapkan kamera untuk merekam, dan seperti biasa Denis merekam ketua kelompok sesuai dengan perjanjian.


"baiklah sepertinya matahari sedang mendukung aktivitas kita, ayo semua kita buat film" kata ketua dengan penuh semangat


"hari ini tepi laut belum dibuka jadi belum banyak yang datang, dan ini adalah kesempatan sempurna untuk kita membuat adegan film di ruangan terbuka" kata ketua lagi


"hmm... baju renang ini? kalau cuma aktor yang pake kan tidak adil" kata ketua sambil melihat-lihat badannya


"hmm..."


ketua pun membuka jaket yang dia kenakan, lalu terlihat sebuah pemandangan langka yang hanya akan kita dapatkan melalui situs internet. ketua membuka jaket memperlihatkan bahwa dia telah memakai baju renang yang agak aneh menurutnya,


"bagaimana? tidak aneh kan?" kata ketua yang bertanya kepada Denis


lalu dijawab oleh Dimas


"sama sekali ngga, muanteb buanget koq" kata Dimas sambil nyengir dan mengacungkan jempol


"cocok koq cocok" kata Bimo sambil nyengir juga


"Menurut ku baju renang biasa lebih baik, tapi... itu juga bagus" kata tio dengan muka yang memerah


"heheh... terima kasih, aah~ kau nakal sekali, filmkan aku juga Denis" kata ketua sambil senyum.


"kali ini, bukan baju renang kompetisi heheh..." kata Susan


Susan pun memakai hal sama seperti ketua hanya saja itu membuat semua para lelaki yang berada saat itu menjadi malu-malu dan membuat wajah mereka jadi merah semuanya karena melihat Susan yang dalam kondisi memakai bikini.


"hei bagaimana" kata Susan


Swoosshh....!!!


suara angin pantai berhembus kencang, mereka tidak ada mendengarkan perkataan Susan, karena mereka semua terpatung melihat pemandangan yang langka tersebut, ditambah Susan adalah siswi yang terkenal paling cantik di sekolah mereka.


lalu ditempat lain Miko berusaha menenangkan Hanna yang ketakutan dan merasa malu


sementara Hanna hanya terdiam dan berpikir lalu muncullah ketua alias Sindy


"Hanna kita lagi shooting" kata Sind


"ah...iya" kata Hanna


akhirnya Hanna pun melepas jaket dan juga celananya tidak lupa Hanna melepas kacamatanya. seketika penampilan Hanna berubah drastis, yang sebelumnya ia terlihat seperti wanita kutu buku yang selalu memakai kacamata dan pemalu dihadapan orang lain. tapi saat kamera sedang menyorotnya dia berubah seperti sebagai mana layaknya seorang aktris yang pandai menutupi kepribadian yang sebenarnya,


"mohon kerjasama nya" kata Hanna


"ah, Hanna benar-benar mengagumkan, dia jadi berbeda saat berada didepan kamera" kata Sindy sambil tersenyum


sementara Denis tetap sibuk merekam sambil mendengar perkataan Sindy di sebelahnya.


"jujur saja, dia adalah aktris sejati sesuai standar" kata Sindy


"...benar" kata Denis


dan shooting pun dimulai, Hanna dan Susan bermain air laut bersama sambil terus direkam oleh Denis. bahkan sesekali Hanna menampilkan acting yang sangat bersemangat membuat para kru merasa kagum dengan aktingnya, tapi disaat keseruan tersebut ketua kelompok memotong proses shooting.


"CUT...!!!" teriak Sindy


"Hanna semangat banget" kata Sindy


"ah, terima kasih banyak..." kata Hanna


"konsentrasi mu saat akting boleh juga, tapi uhmm..." kata Sindy sambil tertawa dan menggaruk kepalanya.


"kamu boleh menutupinya" kata Sindy


"eh?" Hanna bingung


setelah melihat kebawah ternyata ikatan dari bra nya terlepas dan menampakkan sebuah pemandangan indah ditengah ombak laut yang sedang bergelora. sontak melihat hal tersebut, membuat Hanna terkejut


"Kyaaaa...!!!" teriak Hanna sambil menutupi dadanya


"maaf ya, ini take yang bagus jadi aku tidak mengeditnya. tapi adegannya akan diganti dengan menunjukkan bahu mu jadi bagian penting tidak terekam kamera dan aku juga sudah menyuruh para pria balik badan, bener kan?" kata Sindy


Miko pun memberikan jempol kepada Hanna dengan tersenyum, untuk menunjukkan bahwa yang di katakan oleh ketua itu benar.


"hah kecuali Denis si kameraman" kata Sindy dengan ekspresi tertawa kecil sambil menggaruk-garuk kepalanya


mendengar perkataan Sindy pun Hanna terkejut dan tidak menyangka bahwa ia melupakan kehadiran Denis sebagai orang yang merekam semua adegan tersebut, sontak karena kejadian tersebut Hanna pun malu dan menangis


"aku...aku... tidak mau melakukan ini lagi" sambil berlari mengambil bra nya yang terlepas


saat berlari itu, Hanna terpeleset dan ketika jatuh tersebut ia jatuh kedepan kearah Denis yang menyebabkan tubuh Hanna menindih tubuh Denis yang tersungkur sampai-sampai wajah Denis tertutup oleh gunungnya Hanna. melihat hal tersebut Hanna makin terkejut, sementara Denis bisa berkata apa-apa karena wajahnya terhalang.


"TIDAAAAAKK.....!!!!" teriak Hanna


...


"buat film telah selesai, sisanya Waktu bebas" kata Sindy


sementara ditempat lain Denis menghampiri Susan yang duduk sendiri dibawah payung pantai,


"hei, apa ini keliatan seperti ingin melakukan bunuh diri" kata Denis kepada Susan


"lihat ekspresi ini" sambil menunjukkan foto Sindy di kamera nya kepada Susan


"tidak mungkin orang yang mau bunuh diri bisa mengeluarkan ekspresi seperti ini" kata Denis


"kalau soal itu, apa kamu bakalan paham hanya melihat seseorang dari ekspresi nya saja?" kata Susan


"aku gak bilang 100% tapi itu cuma asumsi ku saja" kata Denis


"lalu, apakah saat kamu melihat ku pertama kali apa kau berpikir 'dia terlihat seperti seorang pembunuh" tanya Susan


"i...itu" Denis yang kehabisan kata-kata


"tidak ada orang yang bisa memberitahu apa yang orang lain pikirkan, tau" kata Susan


"hei Denis, aku bilang orang itu akan mati dalam waktu 5 hari kan? tapi itu bukan sesuatu yang bisa ditentukan, kau mengerti?" kata Susan


"jadi meski belum waktunya, mungkin dia akan melakukan bunuh diri. jadi jika kau melihat kejauhan... dia tinggalkan sendirian... dia mungkin akan melakukan nya, kau tahu?" kata Susan


"ditentukan... jadi keputusan bunuh diri itu belum 100%?" kata Denis


"bisa jadi, lalu itu jadi kesempatan keduaku... aku akan memfilmkan...jadi tidak mungkin dia melakukannya...aku akan mengikutinya setiap langkah" kata Denis dengan penuh percaya diri


...


malam harinya Sindy pun pergi untuk mandi air panas yang tersedia di tempat mereka menginap, tapi dia melihat Denis datang dengan posisi kamera sudah menyala


"oi... Denis apa kamu serius? kau bener-bener mau mengikuti ku sampai di sini?" tanya Sindy


"memang benar saat ini tidak ada orang lain, tapi apa ini perlu buat dokumenter mu?" tanya Sindy


"INI PENTING SEKALI!!!" tegas Denis


"blak-blakan banget" Sindy terkejut


akhirnya mereka berdua pun masuk kedalam dan Denis masih merekam setiap aktivitas Sindy, ketika ingin masuk Sindy kembali merasa tidak nyaman dengan kehadiran Denis.


"serius, hentikan...." saat sadar Sindy pun membuang mukanya lalu berkata


"aku ngerti, aku berjanji membiarkan mu untuk mengikuti sepanjang hari, bukan?" kata Sindy


"ini bukan hal yang aku sembunyikan, tapi jangan rekam tempat-tempat penting" kata Sindy dengan pipi agak memerah


"i...iya..." kata Denis


Sindy pun mulai melepas ikatan rambutnya, lalu setelah itu ia melepas kimono nya. dan terlihat bahwa tubuh Sindy menjadi coklat karena seharian terkena panas matahari, dan itu terlihat kontras dengan warna kulit aslinya seperti beberapa bagian seperti gunungnya yang masih putih.


"ada yang kecoklatan, hah" kata Sindy


lalu Sindy pun melepas semuanya hingga tidak memakai apa-apa lagi, dan dia pun berjalan kearah kolam air panas untuk berendam. saat sedang berendam itu lah akhirnya Sindy bertanya kepada Denis


"lalu... apa tujuanmu sebenarnya?" tanya Sindy


"eh?" Denis bingung


"aku tau kau serius, malahan kau sangat cemas" kata Sindy


"tapi ini bukan soal tentang masa depan kan? kecemasan mu yang sebenarnya... membuatmu melakukan sampai sejauh ini... benar-benar aneh"


"katakan saja... gak apa-apa, gak ada orang lain juga" kata Sindy


"alasan ya" kata Denis


"5 hari lagi, kamu akan bunuh diri. sesuatu yang aku dapat dari seseorang" kata Denis


Sindy kaget, dengan perkataan Denis


"aku... akan bunuh diri... 5 hari lagi..." kata Sindy yang masih kaget


"lebih tepatnya aku diberitahu 2 hari yang lalu, mulai hari ini jadi 3 hari..." jelas Denis yang masih fokus kearah kamera


"hehe.. wahahahaha...." tawa Sindy


"JANGAN TERTAWA!!!" teriak Denis


Sindy terkejut dengan sikap Denis yang tiba-tiba berubah.


"ini serius, karena aku dapat ini dari orang yang tidak bisa ditertawakan" jelas Denis


"...hah, kalau aku bilang tidak usah cemas... itu juga bohong...tapi bicara tentang bunuh diri aku sendiri belum kepikiran hal tersebut, lagi pula kalaupun aku melakukan dalam 5 hari apa kau tau hari apa itu?" kata Sindy yang tiba-tiba bertanya pada Denis


"....." Denis pun terdiam


"hari sebelum festival sekolah...ya itu hari selesainya film kita, lalu apakah seorang sutradara akan meninggalkan anggotanya dihari itu? kau bilang aku melakukannya. itu suatu penghinaan buatku, Denis" jelas Sindy


".... ya ketua mungkin tidak akan melakukannya itu" kata Denis


"benarkah? itu benar, tapi ada alasan lain kenapa aku tidak melakukannya, mau tahu?" kata Sindy


"waktu itu aku punya masalah, kalau ini dulu mungkin aku akan mempertimbangkan untuk bunuh diri... tapi aku sudah berubah karena satu sebabnya" kata Sindy


"apa itu?" Denis mulai kepo


"...aku menemukan... seorang kekasih... kebetulan sedikit spesial... tapi... pertemuan ku dengan orang itu mengubah hidupku, meski ini memalukan. tapi aku akan mengatakannya" kata Sindy sambil menghadap kan wajahnya kearah handycam Denis


"sekarang ini... aku sudah merasa sangat bahagia, itu sebabnya aku tidak memilih mati" Sindy tersenyum kearah ke kamera dengan pipi memerah.


seketika Sindy pun tersadar dengan apa yang baru saja dia ucapkan,


"tunggu tunggu... sebentar, itu tadi memalukan. cut cut!!!" Sindy yang berusaha menutupi kamera Denis dengan tangannya


"itu adalah wajah cantik gadis suci yang malu-malu, orang seperti ketua membuat wajah seperti itu... cowo macam apa dia itu?" kata Denis dalam hati


"umm... anu orang itu... seperti apa dia?" tanya Denis


"eh? uh-m...nah dia seseorang yang ku kenal" kata Sindy


"eh? jangan-jangan dari kelompok film kita" kata Denis yang ceplos


Sindy pun hanya terdiam sambil menutupi pipinya yang merah kedalam air


*blublublublub


"ah... aku mau pergi, ditambah aku sudah kepanasan" kata Sindy yang pergi dari kolam


dan saat ingin masuk, tiba-tiba langkah Sindy pun terhenti lalu ia berkata


"ah, bener juga sebaiknya aku mengatakan sekarang juga... aku bilang tidak pernah melakukan bunuh diri, tapi...kalau ini kebalikannya aku juga sudah mempertimbangkannya. kalau sesuatu yang mengancam kebahagiaan ini muncul, maka aku tidak segan untuk membunuh sesuatu itu" kata Sindy dengan senyuman yang menakutkan.


Bersambung...


tunggu lanjutannya, next akan mulai apa yang menjadi masalah nya.