
tanpa Rifki sadari Kila melihat dirinya yang sedang bernyanyi di balkon bahkan merekam nya
setelah selesai bernyanyi Rifki masuk ke dalam rumahnya
Kila pun masuk ke dalam kamar nya juga
"bun bunda udah masak blom Iki laper ni"ucapnya turun dari kamar nya ke bawah dan dia di kejutkan dengan keberadaan ayahnya disana
"Rizki nak kemari papa kangen banget sama kamu"papa nya menghampiri Rifki dan langsung memeluknya andai papa nya tau dia adalah Rifki apa ayahnya juga tetap akan sesenang ini bertemu dengan nya selama beberapa tahun ini dia sedang mengumpulkan niat untuk memberitahu kan semuanya pada ayahnya tapi setiap kali melihat senyum ayahnya bibir nya kelu dan tak dapat berkata kata
"Rizki kamu gak kangen ayah nak "lamunan Rifki buyar
"eh kengen yah kangen banget ayah kapan pulang kok GK ngasih kabar biar Iki jemput di bandara
"gak papa ayah mau ngasih kejutan buat kamu sama bunda kamu oh ya ini ayah bawain oleh oleh buat kamu di pake ya
"ya pa makasih ya pah
"Sama sama nak "kemudian ibu Rifki menyiapkan makan siang mereka hari ini keluarga itu makan bersama sesekali mereka ngobrol dan juga di selingi tawa
"oh ya nak gimana sekolah kamu lancar
"lancar yah semua aman
"oh ya ayah rencana mau kuliahin kamu di new York gimana kamu setuju
"rencana nya Iki mau coba cari jalur beasiswa yah buat ngurangin beban ayah sama bunda juga
"kamu bukan beban nak tenang aja uang kita ada kok buat kuliahin kamu bahkan papa bakal kasih fasilitas terbaik buat kamu."hmm aku coba pikir pikir dulu deh pa
"ya sudah kamu jangan lupa istirahat dan makan teratur ya papa GK mau kamu jatuh sakit dan malah jadi tidak bisa ke sekolah
"ya ayah tenang aja aku bisa kontrol semuanya
"ok nak ayah percaya Sama kamu
selesai acara ngobrol dengan keluarganya Rifki pergi ke pantai sambil membawa sebuah alat kecil dan earphone di telinga nya "apa keberadaan Rifki memang tak di butuhkan di keluarga itu bahkan sampai sekarang papa GK ada niatan cari aku apa aku se gak penting itu hahhahah lucu banget aku yang dapet penghargaan Rizki yang di puji
aku yang belajar mati Matian Rizki yang di puji trus kenapa aku harus ada kalo Rizki punya segalanya kenapa.....ha.... kenapa (teriak nya ke tengah pantai )
untungnya saat itu suasana sore hari jadi sepi pengunjug hanya beberapa yang ada di sana dan mereka tak terlalu memperhatikan Rifki mereka sibuk dengan aktifitas masing masing .cukup lama Rifki menenangkan diri disana sambil mendengarkan lagu setelah hari mulai gelap baru lah dia kembali ke rumahnya
...****************...
pagi ini keluarga Rifki kumpul di meja makan untuk makan bersama "nak hari ini ayah bareng kamu ke sekolah sekalian nanti ayah mau ada yang di bicarakan dengan pihak sekolah kamu
"ya pa aku udah mau berangkat juga kita pergi sekarang ya
"ok yuk
selesai sarapan keduanya pergi berangkat ke sekolah
"oh ya gimana tugas-tugas sekolah kamu aman kan
"aman pa sejauh ini masi bisa aku kerjakan
"baguslah anak ayah emang hebat ,oh ya di kelas kamu ada anak baru kan
"ya papa kok tau
"ya soalnya dia anak nya temen papa sering banget dulu kita main ke rumahnya kamu aja yang gak inget
"oh
"kamu jagain dia ya biar gimanapun kita masih Deket sama keluarganya papa nya juga percayain dia kamu jaga Karna papanya tau dia sekolah di tempat yang sama bareng kamu.
percakpan usai setelah itu mereka pergi ke tempat tujuan masing masing
"pa aku pergi ke kelas dulu ya
"ya nak hati hati
Rifki menyalimi ayah nya kemudian pergi ke kelasnya
sampai di kelas dia di sambut teman dekatnya ya siapa lagi kalau bukan imam
"Weh men Lo lama banget tu liat si Kila makin rajin Lo kalah sama dia kan
"bacot Lo "Rifki berjalan ke kurusinya yang ada di belakang Kila dan di samping anak batu itu
kelas berjala seperti biasanya pulang sekolah Rifki mengajak Kila jalan jalan keliing kota dan motor nya di bawa oleh imam yang memang ke betulan tidak bawa motor hari itu
Rifki membawa Kila keliling ke pantai "Kil ..
"hmm
"boleh gue nanya
"apaan
"Lo sayang gak sih sama ayah Lo
"Lo gila atau apa ya jelas lah gue sayang orang papa kandung gue kok
"walaupun keberadaan Lo gak dianggep sama dia.
"ya Karna mau bagaimanapun aku tetap anaknya dan harus berbakti dengan nya
"emang kenapa
"emmm plis jangan ceritain rahasia ini ke orang orang ya
"ya aman Lo tenang aja
mereka mengambil tempat duduk dekat pantai itu
"gue punya kembaran atau lebih tepatnya kakak kembaran
kita cuma beda 3 menit doang walaupun kembar karakter kami sangat berbeda gue ahli di bidang mesin sementara kakak gue dia ahli di akademik dia pinter dan sering mendapat piala dan papa gue juga bangga sama dia
karna dia sering di sanjung rekan bisnis nya Karna penghargaan kak bian ,singkat cerita semakin lama Karna perbedaan itu papa semakin membeda bedakan kami
dia sering memarahi ku Karna sering mendapat nilai rendah di kelas. gue gak tau kenapa tapi kakak gue juga jadi benci liat gue dan bahkan di sekolah dia GK pernah anggap gue ada di sana Karna itu gue semakin bertekad buat buktiin ke papa kalau anak motor juga bisa sukses dan berusaha buat mandiri dan usaha menghidupi diri .
perlahan Rifki menyandarkan kepala nya ke bahu Kila kemudian melanjutkan ceritanya.
gue makin menekuni dunia motor dan bahkan sering meninggalkan pelajaran otomatis nilai gue makin hancur papa makin marah besar sama gue dan sampai suatu seketika gue kecewa banget sama papa dan memutuskan pergi dari rumah gue memilih tinggal bareng
Genk gue hidup gue jadi gak teratur makan gak makan dan sering cari kerja sampingan gue juga jadi sering ikutan lomba motor dan uang dari situ cukup untuk gue mendirikan bengkel kecil kecilan dari bengkel itu gw biayain sekolah dan hidup gue sampai satu tahun semua berjalan normal sampai suatu ketika ada insiden yang terjadi dan kembaran gue tewas dalam kecelakaan saat itu semua keluarga terpukul termasuk gue tapi yang paling kehilangan ayah gue Karna dia memang anak kesayangan ayah bahkan sampai sampai ayah menolak ingat dia sudah tiada
"jadi maksud Lo Lo itu...
"ya ayah ngangep gue Rizki dan setiap di rumah bunda akan panggil gue Iki Karna nama kita sama sama ada Iki
jadi ayah tak curiga
Kila mengelus kepala Rifki yang menyender ke bahu nya