Cool Boy And Bad Girl

Cool Boy And Bad Girl
hari bahagia menjadi hari paliing menyedihkan



Rifki yang sudah selesai memakamkan saudara kembarnya kembali ke rumah sakit untuk melihat kedua orangtuanya dia hampir saja lupa dengan korban yang bertabrakan dengan saudara nya itu dia pun memerintahkan pihak rumah sakit mengabari keluarga mereka seluruh biaya di tanggung Rifki dan dia pergi mengurus kedua orang tua nya yang masih saja terbaring di brankar rumah sakit


"bunda ayah maaf ini semua salah Rifki andai Rifki gak ada mungkin kalian gak bakal begini gue memnag anak GK berguna ...bodoh...tolol....


Rifki memukul kepalanya sendiri kebetulan saat itu bunda nya sadar dan melihat anak nya yang memukul dirinya sendir


"nak hentikan kenapa kamu lukai diri kamu sendiri


"maaf bunda maafin Rifki kalo bukan Karna Rifki ini semua GK bakalan terjadi maaf...Rifki emang anak GK berguna bodoh....


"GK sayang ini bukan salah siapa siapa ini semua takdir dari Tuhan kita harus iklas mungkin Allah lebih sayang kakak kamu (bunda nya memeluk kepala Rifki dan mengecup nya berkaki kali ) kedua ibu dan anak itu saling menguatkan satu sama lain.


cukup lama mereka berpelukan hingga suara memecahkan keheningan di antara mereka


"Rizki kamu kenapa nangis nak (ucap ayahnya dari belakang )Rifki hanya diam dan menatap bunda nya lalu menatap ayah nya lagi


"kenapa kita di rumah sakit


"emm itu yah sebenar nya (ucapannya terpotong saat dokter masuk dan memanggil Rifki ke ruangan nya)


"dok kenapa ayah saya


"begini tuan kondisi jantung tuan besar sangat lah lemah dan Karna syok akibat berita mendadak tadi dia memilih lupa akan berita itu dan jika hal itu teringat lagi olehnya maka dia akan terkena serangan jantung atau struk


"jadi dok saya harus bagaimana


"untuk sementara ikuti dan jalani bagaimana hal yang dia ingat saja jangan membuatnya lelah dan juga jangan membuat nya mengingat hal buruk itu atau jantung nya akan semakin kambuh


"baik dok saya usahakan


selesai berbicara dengan dokter dia membawa orang tuanya pulang ke rumah


"makasih ya nak kamu Memang anak yang berbakti bukan seperti kembarann mu yang sekrang entah dimana dan malah menjadi anak jalanan ayah bingung dengan jalan pikirnya kenapa dia bisa bisa nya meninggalkan rumah untuk Genk nya yang tak jelas itu


Rifki hanya diam mendengar dirinya sendiri di maki maki ayah nya di hadapannya sendir


"kamu kenapa dari tadi diam aja nak GK biasanya kamu diam


"em .itu. pa aku kurang enak badan aku ke kamar ya


"kamu kenapa demam atau gimana apa kita mau ke dokter aja


"GK pa istirahat bentar sembuh kok aku pergi ke kamar ya Bun yah


"ya sayang ,nak hati hati ya


Rifki masuk ke kamar nya dan langsung mengunci pintu dia merenung beberapa saat sambil menghisap rokok di mulut nya dia sedang mencoba menenangkan pikirannya semua hak ini terjadi dalam waktu sekejap dan semua langsung berubah drastis seperti dunia asing bagi dirinya


Rifki turun dari kasur mengambil foto kembarannya dan duduk di balkon


"kenapa Lo pergi Lo tau Lo itu anak kesayangan ayah dan Lo gak bakalan terganti walau pun dengan gue


Lo bangsat tau GK Lo main pergi aja tanpa dengerin gue ngomong Lo main pergi gitu aja dna ninggalin semua tanggung jawab Lo sama gue maksud Lo apa ha ....


bangsat Lo kira gue bisa GK.....gue GK bisa jadi Lo Karna kita berdua memang beda hanya wajah kita yang mirip


cukup lama Rifki menagis di balkon kamar nya bunda nya mengerti saat ini pasti anak bungsunya itu sedang terpukul dia sudha mencoba mengetuk pintu namun Rifki tak mau membukakan nya diaemilih mengurung diri sendiri di kamar kembarannya itu.


Di lain tempat Kila dan keluarganya yang masih saja menanti kedatangan Naira di kejutkan dengan sebuah kabar dari telpon rumah sakit


"mah kita ke rumah sakit sekarang (ucap ayah Kila buru buru)


"siapa yang sakit yah


"nanti ayah jelasin di jalan kita harus ke rumah sakit sekarang oh ya mama ajak juga Kila suruh dia cepat


"tapi ini ada apa sih pa


"GK ada waktu buat jelasin nya mah sekarang kita harus ke rumah sakit


mereka semua berangkat ke rumah sakit sampai nya disana ayah Kila langsung bertanya di mana jasad putri sulung nya itu dan membawa seluruh keluarga kesana


sampai nya di kamar mayat mereka di tuntun perawat ke mayat Naira


"pah kita ngapain kesini


"silahkan pak ini mayat atas nama Naira


ayah Kila menatap mayat itu sendu dan mulai meneteskan air mata lalu memeluk putrinya itu


Kila yang mendengar nama kakak nya di sebut oleh perawat itu seketika menegang


"pah...apa maksudnya ini


papah nya menoleh ke arahnya sambil berkata


"kakak kamu kecelakaan sayang saat dia di perjalanan pulang ke rumah


"GK...itu GK mungkin pah pasti itu itu bukan kak Naira aku yakin GK pasti mereka salah


"Naira sayang ini memang kakak kamu dan itu semua barang barang dia serta kartu identitas nya lengkap Disana semua


"gak......(bentak kila) kak Naira masih di jalan pah tadi pagi kak Maya bilang kak Naira bakalan pulang mereka pasti salah ayo kita jemput kak Naira ke bandara sekarang pah dia pasti udah nungguin kita


Kila beranjak dari sana membawa kunci mobil namun langkahnya di hentikan ayahnya


"kita harus iklas nak kakak mu Sudah tenang di alam sana dia sudah bahagia


"GK pah kak Naira GK mungkin pergi ninggalin aku kakak janji bakalan rayain ulang tahun ku bareng pah (ucap Kila dengan tangis sannya)


"shut...tenang sayang tenang ini sudah takdir nak


sementara mama Kila dia juga terpukul dan memeluk jasad putri sulung nya itu dengan tangisan yang sangat kuat


hari itu yang seharusnya menjadi hari bahagia untuk mereka namun berubah menjadi hari berduka


proses pemakaman kakak Kila pun dilaksanakan Kila beberapa kali pingsan tak kuasa menahan tangisan nya dan juga dia masih belum iklas kakak kesayangannya pergi di hari bahagianya


selesai memakamkan kakaknya Kila menyuruh orangtua nya pulang terlebih dahulu dia masih ingin di makam kakak nya menemaninya Disana sambil memeluk nisan kakaknya itu.hingga hari gelap barulah dia pulang ke rumah nya dengan baju yang sudah sangat kotor Karna di lumuri tanah mama nya membantu dia membersihkan diri lalu menidurkannya


hari itu rumah mereka terasa bagikan hampa dan di rundung kesedihan berat semuanya masuk ke kamar masing masing dan saling mengunci diri