Clarissa Be Mine

Clarissa Be Mine
Clarissa Be Mine eps 06



keesokan harinya pada jam istirahat kantor, seperti biasa Clarissa memilih makan siang di kantor, terlihat Clarissa sedang menyeduh kopi, pikirannya yang entah kemana membuat kopi yg tengah diaduknya mulai mendingin, tak terhitung berapa kali sendoknya memutari kopi di dalam sang gelas, saat pikirannya kacau, tiba tiba ada tangan lembut yang merangkulnya dari belakang, Clarissa yang terkejutpun membatu seolah ia paham betul siapa orang itu.


"missing you babby" ucap Theo dengan lirih, sesekali sambil memciumi punggung Clarissa


"pak tolong lepaskan, ini kantor sy tidak ingin ada gosip tentang kita yg bisa membuat orang salah paham" ucap Clarissa sembari berusaha melepaskan tangan Theo


"kenapa kalo ada gosip, saya kan pernah bilang setelah kejadin malam itu, kamu seutuhnya milik saya" ucap Theo dengan tegas


"pak jangan coba coba mengingatkan saya kejadin itu, saya sama sekali tidak ingin ingat ingat lagi" Clarissapun mulai kehilangan kesabaran


disisi lain terlihat Tasya yang buru buru kembali ke ruangan karna barangnya yang tertinggal tanpa terduga melihat keintiman Clarissa dan CEO nya


"bagaimna bisa saya lupa sama setiap keping kenangan kita waktu itu, ******* kamu saja masih terngiang ngiang dipikiran saya" ucap Theo


Lalu Clarisaa mencoba sekuat tenaga lepas dari cengkraman tangan Theo setelah terlepas ia pun segera meninggalkan tempat itu tanpa basa basi lagi


tasya yang masih terkejut masih membatu di tempat, satu tangannya mencoba menutupi mulutnya seolah ia takut ketahuan oleh kedunya


"gila.. gak nyangka banget yah Clarissa semurahan itu, bisa bisanya di tidur sama pak CEO, pantes aja pak CEO selalu dateng ke divisi ini, semua karyawan dibuat repot ternyata gara gara dia" ucap tasya dengan penuh amarah


saat semua karyawan kembali dari makan siang mereka, tasya tiba tiba acuh tak acuh pada clarissa


"kok cepet udah pada balik"tanya Clarissa


"iya nih cepet, gara gara si bungsu gak ikut makan makanya cepet,hahaha" jawab pak Rio


"hah..bisa aja kan dia gak ikut makan karna lagi pacaran" ucap tasya dg ketus


"waaaah memangnya si bungsu ini ini punya pacar, yang bener??" tanya rey dengan penuh rasa penasaran


"aaa.haha..aa..mana enggak lah, pacar apa?" jawab Clarissa mengelak


"sudah sudah becandanya, ayo balik ke tempat duduk masing masing" ucap kepala tim Reno


"Siaaaap" sontak semuanya menjawab dengan penuh semangat


"Halo dengan divisi style? " jawab Rey


"selamat siang mohon kpd karyawan divisi bu Clarissa silahkan secepatnya keruangan CEO untuk melaporkan perkembangan market pasar sesuai format yang yang telah diserahkan" ucap sekretaris dinda, sekretaris pribadi Theo


"aaa maaf bu, untuk pelaporan tersebut apa tidak sebaiknya kepala tim yang melaporkannya?" tanya Rey


"sesuai perintah Pak CEO Bu Clarissalah yg diminta melapor" jawab sekretaris Theo


"baiklah kau begitu bu Clarissa akan segeran kesana, terimakasih" reypun menutup telponnya


"maaf pak Reno, telpon barusan dari sekretaris pak CEO jadi Clarissa diminta melapor kesana" nampak rey segera melapor pada kepala tim nya


"kamu yakin Clarissa yang disuruh melapor?" tanya reno


"yakin sekali pak, "


"ya sudah.. segera suruh clarissa keruangan CEO,


lalu 5 menit kemudian Clarissa bergegas menuju ruangan Theo, beberapa langkah sebelum smpai dirungan Theo, kakinya mulai gemetar dan ia pun menjadi sedikit ragu,


"oke..cla, tenang..rilex...ini cuma urusan kantor aja, tdk ada kaitannya dengan masalah pribadi" seru clarissa di dalam hatinya


"Silahkan masuk bu" ucap sekretris Theo mempersilahkan Clarissa ke rungan Theo


"permisi, pak sy akn melaporkan tentang target market pasar, silahkan bapak cek dulu file nya" ucap Clarissa dengan mata yang tidak berni menatap Theo, ia bicara dihadapan Theo hanya terfokus pada map kuning yang ia genggam,


sontak Theo bangun dari kursi kantornya, ia menelpon sekretarisnya


"dinda, saya belum mau menerima tamu apapun, sy masih harus membahas laporan penting dengan bu Clarissa, tolong atur untuk saya" perintah Theo pada sekretarisnya


"baik pak" jawab dinda